Selasa, 01 Agustus 2017

Ana Mustafidah, Santri Sukses Perancang Busana

Surabaya, PKB Kab Tegal. Ana Mustafidah tertarik dengan dunia mode pakaian muslimah sudah sejak belia. Saat merengek minta baju untuk lebaran, ternyata sang ibu tidak langsung membelikan. Yang diberikan malah potongan kain untuk dijahit sendiri.

Ana Mustafidah, Santri Sukses Perancang Busana (Sumber Gambar : Nu Online)
Ana Mustafidah, Santri Sukses Perancang Busana (Sumber Gambar : Nu Online)

Ana Mustafidah, Santri Sukses Perancang Busana

"Saat itu saya masih berusia 12 tahun," kata Ana kepada PKB Kab Tegal, Senin (30/3). Ditemui di salah satu gerainya di mall City of Tomorrow (Cito) Surabaya,  Mbak Ana, sapaan akrabnya menegaskan bahwa itulah awal yang melecut semangatnya sehingga menjadi perancang busana muslimah.

Bakatnya semakin terasah ketika nyantri di  pesantren Salafiyah Bangil Pasuruan Jawa Timur. Dalam kegiatan pentas seni, imtihan atau hari besar Islam yang diiringi dengan pementasan di pesantren, maka para pengurus memercayakan desain busaha kepadanya. 

PKB Kab Tegal

"Berbekal benang dan jarum, saya memperbaiki sendiri baju yang robek, atau sekedar iseng memodivikasi baju yang sudah ada," kenang istri dari H Farmadi Hasyim ini. Dan enam tahun berada di pesantren menyelesaikan pendidikan formal dari MTs hingga Aliyah menjadi waktu yang sulit dilupakan.

Tidak berhenti pada kegiatan rancang busana, perempuan kelahiran Malang 7 Mei 1979 ini juga mengajak para santri untuk membuat aksesoris. "Dari mulai gelang, bros, pernak-pernik pentas, serta sejumlah kerajinan tangan,"ungkapnya.

PKB Kab Tegal

Setelah menikah dan menempati kontrakan di Surabaya, anak pertama dari lima bersaudara ini semakin serius melatih kemampuan dengan mengikuti sejumlah kursus. "Sembari menjadi guru ngaji di musholla di kawasan Margorejo, saya kursus menjahit," katanya.

Agar ilmu serta pengalaman yang didapat segera bisa diterapkan, seluruh koleksi baju milik suami serta putra semata wayangnya dikerjakan sendiri. "Seluruh baju koleksi saya, anak dan suami adalah hasil kreasi saya sendiri," katanya sembari tersenyum. Kalaupun harus membeli baju di luar, paling hanya jenis kaos, lanjutnya.

Akibat "promosi berjalan" ini, order pembuatan baju dari tetangga dan teman dekat mulai berdatangan. "Alhamdulillah mulai ada order menjahit pakaian," katanya. Dan dari kepercayaan ini juga yang akhirnya membesarkan hatinya untuk serius menekuni dunia rancang busana muslimah. Di rumah yang dihuni bersama sang suami yakni di kawasan Perumahan Graha Al-Ikhlas Sidoarjo, dibukalah Majmal Boutique yang menjadi ciri khas dari karya yang dibuatnya.

Kini namanya semakin berkibar. Sejumlah kegiatan fashion show kerap diikuti. Pemilihan putri jilbab, tren busana saat pergantian tahun atau pameran busana muslimah kerap diikuti. Dan sejumlah juara berhasil ia raih dari keikutsertaan tersebut. Karenanya tidak berlebihan kalau banyak kalangan memercayakan pakaian muslimah kepadanya. Tercatat beberapa anggota DPR RI memesan baju untuk berbagai acara kepadanya. Sejumlah rumah sakit Islam di Surabaya juga mempercayakan hasil desainnya.

Pelanggan dari luar negeri juga ada baik di Malaysia maupun sejumlah buruh migran di Hongkong. "Kalau pelanggan dari Malaysia karena kebetulan mereka pernah kuliah di Surabaya," ungkapnya. Sedangkan untuk WNI di Hongkong didapat lantaran berkah sang suami yang kerap mengisi ceramah di sana, lanjutnya.

Menjelang Ramadhan dan hari raya seperti ini, order rancangannya semakin banyak. Baik untuk pribadi maupun acara fashion show di sejumlah mall dan pertokoan modern. "Ini sedang menyiapkan rancangan untuk fashion show di Kaza Mall dan Grand City Super Mall Surabaya dalam waktu dekat," katanya. Tidak jarang, ibu dari Abdun Nashir ini juga dipercaya sebagai juri acara serupa.

Kendati jadwal dan order rancangan busana nyaris tanpa jeda, Mbak Ana masih menyisakan waktu untuk tetap mengajar di Taman Pendidikan Al-Quran di tempatnya tinggalnya. "Ada 30 orang yang ngaji di sini," terang pengasuh rubrik busana di Tabloid Modis ini. Setiap hari Senin hingga Jumat tepatnya ba’da Sholat Magrib, para ibu yang merupakan tetangganya rutin belajar ngaji dan tanya jawab masalah agama kepadanya.

Di sela-sela acara ngaji, ia juga merangsang para ibu untuk memanfaatkan waktu dengan menjahit. Tidak jarang, ibu-ibu jamaahnya diajak mengikuti acara fashion show dengan menunjukkan hasil karya mereka. "Tentu kalau menang, mereka akan mendapat imbalan dari kerja kerasnya," pungkas ibunda dari Abdun Nasir Almuhajjalin ini. (Syaifullah/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Cerita, Sholawat, Syariah PKB Kab Tegal

PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh

Sidoarjo, PKB Kab Tegal - Aksi solidaritas untuk korban gempa bumi di Aceh terus mengalir dari berbagai pihak. Tak terkecuali dari PMII Sidoarjo. PMII Sidoarjo melakukan penggalangan dana di perempatan Jalan A Yani yang menyusuri sepanjang alun-alun Sidoarjo, Kamis (15/12).

Koordinator penggalangan dana Haris Aliq mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah gempa. Dana yang dihimpun ini diharapkan mampu meringankan beban korban gempa di Aceh.

PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Sidoarjo Gelar Aksi Solidaritas untuk Korban Gempa di Aceh

"Kegiatan ini merupakan bentuk penumbuhan rasa sosial dan ukhuwah kebangsaan dari organisasi PMII se-Sidoarjo, menumbuhkan rasa solidaritas kami dan menjadi bukti dari rasa ukhuwah kami terhadap bencana yang melanda saudara kita di Aceh," kata Haris.

Sementara itu Ketua PMII Sidoarjo Muhammad Mahmuda mengatakan, kegiatan penggalangan dana itu merupakan implementasi dalam menjalankan Nilai Dasar Pergerakan (NDP PMII) hablum minan nash, antara sesama umat manusia.

PKB Kab Tegal

"Kami juga mengajak Instansi Pemeritahan Sidoarjo untuk ikut serta menyalurkan bantuannya. Kegiatan ini akan berlangsung empat hari mulai Kamis hingga Ahad (18/12) mendatang. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa membantu saudara-saudara kita yang ada di Aceh," ucap Mahmuda. (Moh Kholidun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Ahlussunnah, Sholawat PKB Kab Tegal

Senin, 31 Juli 2017

Bijak Menilai Diri Sendiri

Selain akal, manusia juga dibekali hawa nafsu. Nafsu ibarat mesin yang selalu mendorong manusia untuk melakukan sesuatu, sementara akal ialah tali kekang untuk mengontrol dan mengendalikan keinginan tersebut. Kedua hal ini mesti dijaga keseimbangannya. Memenangkan salah satu keduanya akan berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Manusia akan menjadi benda mati bila tidak memiliki nafsu dan sebaliknya, dia dapat berubah menjadi mesin penghancur jika akal sudah hilang di dalam dirinya.

Menjinakkan nafsu tentu bukan pekerjaan ringan. Ia lebih sulit dibandingkan mengendalikan kuda liar. Bahkan menaklukan musuh di medan perang jauh lebih ringan ketimbang menaklukan nafsu yang ada di dalam diri kita sendiri. Saking sulitnya mengendalikannya, seorang penyair menendangkan:

Bijak Menilai Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Bijak Menilai Diri Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Bijak Menilai Diri Sendiri

? ? ? ? ?............? ? ?

PKB Kab Tegal

? ? ? ? ?.....? ? ? ?"

“Hatiku selalu mendorongku terhadap sesuatu yang merusakku

PKB Kab Tegal

Bahkan ia sering kali membuatku sakit

Bagaimana aku bisa membentengi diriku dari musuhku

Sementara musuhku bersembunyi di balik tulang rusukku”

Untuk menuju proses keseimbangan tersebut, perlu dilakukan penilaian, evaluasi, dan koreksi atas diri sendiri. Dalam perjalanan kehidupan ini, kira-kira apakah kita pernah salah melangkah, berbuat salah, sudah baikkah tingkah laku kita kepada orang lain? Pertanyaan kritis seperti ini perlu ditujukan sesekali untuk diri guna menimbulkan perbuatan positif pada tahap berikutnya.

Dalam proses introspeksi diri, seseorang juga mesti adil terhadap dirinya. Hal ini sama ketika mengintrospeksi dan mengadili orang lain. Mesti adil dan tidak boleh berat sebelah.

Seseorang insan juga tidak boleh berlebih-lebihan dalam memuja kebaikan yang pernah dilakukannya dan dia juga tidak boleh menganggap dirinya makhluk paling hina, buruk, dan jelek karena pernah melakukan kesalahan. Seberat apapun kesalahan yang dilakukan, arif lah ketika menilai. Sebagaimana yang dijelaskan al-Mawardi dalam Adabud Dunia wad Din:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?. ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.  ? ? ? ? ? ?: ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

“Prasangka baik terhadap diri sendiri secara berlebihan akan membuat keburukan ‘di pelupuk mata tidak terlihat’, sedangkan terlalu berlebihan berprasangka buruk akan membuat kebaikan diri sendiri ‘di pelupuk mata tidak terlihat’. Cara seperti ini tidak akan menghilangkan keburukan dan tidak mengarahkan kita pada kebaikan. Al-Jahizh mengatakan di dalam al-Bayan, ‘Kita perlu adil dan bijak dalam menilai diri.’”

Setiap manusia tentu tidak ada yang sempurna dan tidak ada pula manusia yang sepanjang detik, menit, dan hari mengerjakan maksiat terus-menerus. Sudah dimaklumi bahwa perjalanan kehidupan manusia selalu diwarnai dengan sifat baik dan buruk. Sebab itu, jangan berlebihan menilai diri. Apapun hasil evaluasi tersebut, harus diterima dengan lapang dada supaya menimbulkan perubahan yang positif. Wallahu a‘lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama PKB Kab Tegal

Muslimat NU Kraksaan Gelar Pendidikan Parenting

Probolinggo, PKB Kab Tegal - Pimpinan Cabang Muslimat NU Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo bekerja sama dengan Kualita Pendidikan Indonesia (KPI) Surabaya menggelar workshop parenting di aula Pondok Pesantren Al Masduqiyah Kelurahan Patokan Kecamatan Kraksaan, Sabtu (18/3).

Kegiatan yang digelar oleh bidang pendidikan ini mengambil tema “Menjadi Pendidik yang Dirindukan”. Kegiatan ini diikuti oleh 170 orang terdiri dari guru PAUD, RA, TK, TPQ serta pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) Muslimat NU se-Cabang Kota Kraksaan.

Muslimat NU Kraksaan Gelar Pendidikan Parenting (Sumber Gambar : Nu Online)
Muslimat NU Kraksaan Gelar Pendidikan Parenting (Sumber Gambar : Nu Online)

Muslimat NU Kraksaan Gelar Pendidikan Parenting

Para kader Muslimat NU ini mendapatkan materi tentang Menjadi Pendidikan Yang Dirindukan oleh narasumber Ustadz Misbahul Munir dari KPI Surabaya. “Bagaimana seorang pendidik (sebagai orang tua dan sebagai guru) selalu dirindukan kedatangannya, bukan ditakuti dan dibosankan,” kata Ketua Bidang Pendidikan Muslimat NU Kota Kraksaan Siti Nur Tamami.

Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengertian kepada para guru agar menjadi seorang pengajar yang selalu dirindukan kedatangannya oleh para anak didiknya.

PKB Kab Tegal

“Oleh karena itu, seorang guru harus membuat suasana belajar di ruang kelas menyenangkan. Sehingga bisa menimbulkan kesan yang baik dan anak merasa ingin belajar lagi,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, para guru diajari bagaimana cara membuat peraturan di kelas dengan mengutamakan kalimat positif, bisa dilaksanakan,? yang ringkas,? bisa dipahami,? melibatkan anak serta jika melanggar ada konsekuensinya.

PKB Kab Tegal

“Dalam pengasuhan yang harus diperhatikan dan harus bijak sebagai pendidik,? di kala anak cari perhatian maupun ingin menguasai sebuah pelajaran. Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, guru mampu menjadi guru yang baik bagi anak didiknya sehingga selalu dirindukan kehadirannya,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Lomba PKB Kab Tegal

Dunia Maya Berperan Besar Bentuk Pemahaman Keagamaan Masyarakat

Jakarta, PKB Kab Tegal. Direktur Nutizen Savic Ali mengatakan, konten-konten keislaman di dunia maya khususnya di Indonesia masih didominasi oleh oleh portal-portal yang cenderung mengarah pada radikalisme. Inilah yang menurutnya banyak dijadikan pemahaman sebagian orang yang kaku dalam beragama.

Dunia Maya Berperan Besar Bentuk Pemahaman Keagamaan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Dunia Maya Berperan Besar Bentuk Pemahaman Keagamaan Masyarakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Dunia Maya Berperan Besar Bentuk Pemahaman Keagamaan Masyarakat

"Ini tantangan Indonesia di masa mendatang. Website-website ini akan menentukan wajah Indonesia ke depan," katanya didepan peserta Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme didunia Maya Bersama OKP dan Ormas, Kamis (23/3) lalu di Hotel Millenium Jakarta.

Website yang mengarah pada radikalisme tersebut getol dalam mengimpor dan mengeksploitir berbagai macam isu baik lokal maupun internasional. Media tersebut banyak menanamkan pemikiran yang membuat seolah-olah Islam di Indonesia didzolimi sekaligus membangun semangat keagamaan masyarakat.

Padahal menurutnya, Islam di Indonesia sudah sangat kondusif, diperhatikan dan difasilitasi oleh pemerintah. "Setiap Kantor difasilitasi musholla dan masjid, penyelenggaraan Ibadah Haji dikelola dengan maksimal," tambah pria yang juga aktif sebagai Direktur PKB Kab Tegal ini.

Saat ini menurutnya, terjadi kontestasi pengaruh di dunia maya dimana golongan radikal terus berupaya menyerang dengan menyebarkan konten-konten kaku dalam menafsirkan ayat Al Quran. Tak cukup itu sosok dan tokoh yang cenderung pro terhadap kebhinekaan dan Islam kebangsaan juga disasar oleh kelompok ini.

PKB Kab Tegal

Salah satu contohnya adalah banyak sekali ? fitnah dan rendahnya tabayun masyarakat terhadap tokoh-tokoh NU. "Kalau orang membaca dengan konsisten media media radikal ini maka hanya ada keburukan pada tokoh NU," kata Savic mencontohkan bagaimana tokoh-tokoh NU ? difitnah oleh kelompok yang tidak siap dengan kemajemukan.

Selain itu ketika sudah terwarnai oleh pemikiran kaku yang disebarkan oleh website ini, masyarakat akan sampai pada level tidak siap hidup dalam pluralisme di Indonesia. "Bisa saja nanti sampai pada pemikiran halal mencuri barang orang yang tidak sependapat dengan mereka," katanya.

PKB Kab Tegal

Karena itu Savic mengajak kepada seluruh elemen masyarakat agar giat menyebarkan konten-konten damai, menyejukkan dan membangkitkan Islam Kebangsaan. Usaha ini akan menjadikan wajah Islam Indonesia di dunia maya penuh keramahan. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Meme Islam, Halaqoh PKB Kab Tegal

IPNU-IPPNU Jombang Solidkan Pengurus Baru

Jombang, PKB Kab Tegal

Setelah tim formatur membentuk struktur kepengurusan Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU) Kabupaten Jombang, Jawa Timur masa khidmat 2016-2018, mereka berupaya membangun kesolidan antar-pengurus sebelum melangsungkan pelantikan. Kesolidan terlihat pada saat menggelar beberapa kali rapat persiapan pelantikan, para pengurus tersebut hadir memenuhi undangan.

Qurratul Aini, Ketua Mandataris PC IPPNU Jombang mengatakan, kesolidan sesama pengurus baru dengan berinteraksi dan menjalin komunikasi yang baik sangat penting. Hal ini juga akan membantu mempermudah dalam merumuskan program-program kerja usai dilantik. ?

IPNU-IPPNU Jombang Solidkan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Jombang Solidkan Pengurus Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Jombang Solidkan Pengurus Baru

“Solid dan tidaknya salah satunya bisa dilihat saat ada melakukan kegiatan. Namun alhamdulillah sampai saat ini mereka sangat kompak,” katanya kepada PKB Kab Tegal saat dihubungi, Kamis (14/1).

Disinggung tentang kemenangan dalam pencalonannya sebagai Ketua PC IPPNU Jombang pada akhir Bulan Desember lalu, Aini mengungkapkan sampai saat ini tidak ada imbas politik yang biasanya membuat sebagian pengurus enggan menyukseskan momen pelantikan. “Kalau soal imbas politik tidak ada,” ujarnya.

Dengan demikian, ia memastikan bahwa semua anggota dan pengurus PC IPNU-IPPNU Jombang sudah siap mengikuti prosesi pelantikan. Selain karena kesolidan yang sudah terbangun, ia juga menyampaikan supaya bisa merumuskan sejumlah agenda, upaya dan strategi-strategi untuk membesarkan IPNU-IPPNU dua tahun ke depan dengan cepat dan tepat. “Yang pasti teman-teman IPNU-IPPNU untuk saat ini sudah siap dilantik, tinggal menunggu waktu,” paparnya.

PKB Kab Tegal

Sesuai hasil rapat terakhir di aula PCNU Jombang, pelantikan akan digelar pada pertengahan Februari 2016 di aula PCNU setempat. Pihaknya juga mengemasnya dengan sarasehan kemudian akan dilangsungkan dengan rapat kerja pada hari yang sama setelah pelantikan. “Sudah ditentukan pelaksanaan dan tempatnya, Insyaallah di aula kantor PCNU pada pertengahan bulan depan,” jelasnya.

Sementara itu, Aini berharap kepada segenap pengurus IPPNU supaya terus menjaga kesolidan dan menjalin kerjasama dengan baik, hal-hal yang masih dianggap kurang maksimal terkait teknis pelaksanaan pelantikan hendaknya bisa ditangani secara bersama-sama. “Harapan saya tidak muluk-muluk, asalkan para pengurus bisa saling kerjasama dengan baik. dan yang terpenting saling percaya,” harapnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Aswaja, RMI NU, News PKB Kab Tegal

Minggu, 30 Juli 2017

Prediksi Lajnah Falakiyah PBNU: 1 Syawal = 19 Agustus

Jakarta, PKB Kab Tegal. Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memprediksi hilal awal Syawal 1433 H akan bisa diamati (dirukyat) pada 29 Sya’ban 1433 H atau bertepatan dengan 18 Agustus 2012 M petang pada saat dilakukan rukyatul hilal di berbagai titik strategis di Indonesia.

Prediksi Lajnah Falakiyah PBNU: 1 Syawal = 19 Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)
Prediksi Lajnah Falakiyah PBNU: 1 Syawal = 19 Agustus (Sumber Gambar : Nu Online)

Prediksi Lajnah Falakiyah PBNU: 1 Syawal = 19 Agustus

Menurut Ketua Lajnah Falakiyah PBNU KH A. Ghazali Masroeri, pada Jum’at 17 Agustus 2012 sekitar pukul 22:55:37 terjadi ijtima awal bulan atau konjungsi. Sementara ketinggian hilal pada Jum’at hampir 5 derajat di bawah ufuk. Namun pada keesokan harinya, Sabtu, hilal sudah berada pada ketinggian 6 derajat 44 menit 9 detik atau hampir tujuh derajat di atas ufuk.

“Ini sekedar prediksi, bukan memastikan. Jadi menurut kriiteria 238, hilal sudah bisa dilihat,” kata Kiai Ghazalie saat memberikan pengajian di radio.nu.or.id dari ruang redaksi PKB Kab Tegal, Jakarta, Jum’at (10/8) sore.

PKB Kab Tegal

Kriteria 238, dimaksudkan bahwa pada saat diadakan rukyat, hilal sudah dalam ketinggian di atas 2 derajat di atas ufuk, sementara jarak antara bulan dan matahari mencapai 3 derajat, dan umur bulan sudah 8 jam.

PKB Kab Tegal

Dengan demikian diprediksi awal Syawal 1433 H atau hari raya Idul Fitri akan jatuh pada Ahad, 19 Agustus 2012 M.

“Tapi ini hanya prediksi. Kita tidak boleh sombong. Bisa saja terjadi mendung atau hujan. Maka kita himbau sebelum berangkat rukyat, tim pelaksana rukyat agar melakukan shalat hajat. Kita tidak boleh mengatakan pasti. Nahnu nurid wallahu yafalu ma yurid (Kita punya keinginan namun Allah lah Yang Maha Berkehendak: red). Kita tunggu hasil rukyatul hilal,” kata Kiai Ghazalie. 

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Olahraga PKB Kab Tegal