Selasa, 03 Januari 2017

NU Patokbeusi Jadikan Produk Lokal Sebagai Cinderamata

Subang, PKB Kab Tegal. Mengingat pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Patokbeusi, Subang, Jawa Barat masa khidmat 2011-2016 telah berakhir, pengurus MWCNU setempat menggelar kegiatan konferensi di Pesantren Al-Karimiyyah yang berlokasi di Kampung Pungangan, Desa Rancabango, Kecamatan Patokbeusi.

Dalam kegiatan tersebut MWCNU Patokbeusi memberikan cenderamata berupa tikar produk Pungangan kepada beberapa tokoh yang hadir pada Rabu (1/2) lalu.

NU Patokbeusi Jadikan Produk Lokal Sebagai Cinderamata (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Patokbeusi Jadikan Produk Lokal Sebagai Cinderamata (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Patokbeusi Jadikan Produk Lokal Sebagai Cinderamata

KH Thala`al Badar Karim, Ketua MWCNU Patokbeusi dalam sambutannya mengatakan bahwa sejak puluhan tahun silam di Pungangan sudah ada home industry ? tikar berbahan tanaman mendong ini, masyarakat setempat menjadikannya sebagai mesin ekonomi untuk menutupi kebutuhan sehari-hari.

“Tikar ini berkhasiat. Insya Allah kalau tikar ini dipakai tidur oleh suami istri berkhasiat bisa menghasilkan keturunan,” kelakarnya.

PKB Kab Tegal

Selain itu, Pengasuh Pesantren Al-Karimiyyah ini pun menceritakan bahwa ketika Subang belum menjadi Kabupaten, di Kampung Pungangan sudah ada NU yang dipelopori oleh KH Syamsudin Sulaiman bahkan kepengurusannya pun sudah terbentuk, pada saat itu masih menjadi MWCNU Pabuaran yang menginduk kepada PCNU Purwakarta, MWCNU Pabuaran tersebut basisnya di Pungangan.

“Sampai hari ini masih tersimpan bendera NU yang bertuliskan NU Cabang Subang, huruf C nya masih menggunakan TJ, NU Tjabang Subang,” ujarnya.

PKB Kab Tegal

Konferensi tersebut menghasilkan KH Acep Sobarna dan H Muhaimin, masing-masing terpilih menjadi Rais dan Ketua MWCNU Patokbeusi periode 2017-2022. Turut hadir dalam kegiatan ini segenap jajaran Pengurus Cabang NU dan Pengurus Banom NU Kabupaten Subang serta pimpinan Muspika Kecamatan Patokbeusi. (Aiz Luthfi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Bahtsul Masail, Cerita PKB Kab Tegal

Senin, 02 Januari 2017

Semarak Doa Haul Ke-103 Penulis Maulid Simtudduror

Solo, PKB Kab Tegal. Peringatan haul ke-103 penulis kitab maulid Simtuddurar Habib Ali bin Muhammad bin Husein Al-Habsyi, dibuka dengan meriah di Masjid Riyadh, Solo, Sabtu (7/2). Haul Habib Ali ini diisi dengan khataman Al-Quran selama beberapa hari ke depan, Sabtu-Selasa (7-10/2).

Sejumlah tokoh ulama dari berbagai daerah turut hadir dalam acara tersebut. Tidak ketinggalan beberapa ulama tamu dari luar negeri.

Semarak Doa Haul Ke-103 Penulis Maulid Simtudduror (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarak Doa Haul Ke-103 Penulis Maulid Simtudduror (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarak Doa Haul Ke-103 Penulis Maulid Simtudduror

Menurut salah satu panitia haul KH A Baidlowi, puncak acara haul akan diselenggarakan pada Selasa (10/2) mendatang.

PKB Kab Tegal

“Haul Ke-103 Habib Ali, insya Allah akan diadakan pada Selasa. Sementara 3 hari sebelumnya, diadakan acara khataman Al-Quran, mulai jam 4 sore,” terang Kiai Baidlowi yang merupakan Rais Syuriyah PCNU Sukoharjo.

PKB Kab Tegal

Lebih lanjut Kiai Baidlowi menerangkan, sejumlah kegiatan akan memeriahkan acara haul ini. “Selama 3 malam berturut-turut, akan ada penampilan hijir marawis dan tarian Zafin,” ungkapnya.

Kiai Baidlowi menambahkan, rangkaian kegiatan peringatan haul akan diakhiri dengan acara pembacaan maulid Simtuddurar usai Shubuh pada Rabu (11/2) pagi. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal AlaSantri PKB Kab Tegal

Minggu, 01 Januari 2017

Budaya Hubungkan Komunitas Latin dengan Islam

Kairo, PKB Kab Tegal. Karena kesamaan budaya antara Spanyol dan Arab, sejumlah orang Amerika Latin masuk Islam karena mendukung gaya hidup yang lebih sehat dan hubungan keluarga yang lebih dekat.? “Islam tidak membuat anda kehilangan budaya anda,” kata Chris Cruz, seorang muallaf kepada Tucson Sentinel.

Budaya Hubungkan Komunitas Latin dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Budaya Hubungkan Komunitas Latin dengan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Budaya Hubungkan Komunitas Latin dengan Islam

“Terdapat lebih banyak hal untuk hidup daripada yang biasa kita lakukan. Saya tumbuh dengan pesta-pesta.”

Sama seperti Cruz, Sobida Espinoza menemukan kebenaran dalam Islam.

PKB Kab Tegal

“Orang masuk Islam karena mereka menemukan realitas yang tidak bisa digambarkan dalam agama lain.”

Cruz dan Espinoza tidaklah sendirian.

PKB Kab Tegal

Ahmad Shqeirat, imam di pusat kebudayaan Islam Tuscon, menjelaskan selama beberapa tahun ini, sebagian besar orang muallaf berasal dari kalangan masyarakat Latin.?

“Tampaknya mereka seperti menggali warisan mereka,” katanya.

Menemukan kesamaan antara Islam dan budaya mereka merupakan alasan utama perpindahan banyak orang Latin pada Islam.

Sebagai contoh, banyak kata-kata Spanyol yang berakar dari bahasa Arab.

“Kami tidak minum dan kami tidak melakukan pesta-pesta besar.”

Gaya hidup lebih baik

Gaya hidup lebih baik yang ditawarkan dengan tanpa narkotika dan alkohol menjadikan banyak orang Hispanik berpindah pada Islam karena mereka tidak bahagia dengan gaya hidup tersebut.

“Mereka mencari sesuatu yang tidak bisa dipenuhi oleh yang lain,” kata Nahela Morales, koordinator Penjangkauan Hispanik Nasional untuk WhyIslam, sebuah sumber online tentang Islam dan Muslim.

Morales mengatakan dia percaya banyak orang Hispanik yang merasa tidak diterima di Amerika Serikat karena imigran illegal atau masalah lain.

Dengan menemukan Islam, mereka menjadi bagian dari minoritas yang lebih besar, yang memiliki etika dan nilai yang sama.

“Ini merupakan sesuatu yang sangat menarik,” katanya.

“Mereka menemukan keluarga yang tidak mereka miliki.”

Dengan peningkatan masalah penyalahgunaan obat-obatan di komunitas Latin, sebuah masjid dibuka di Hermosillo, Sonora dan Mexico.

Setelah diabaikan keluarganya karena masuk Islam, Espinoza, yang masih lajang, mengatakan, Islam menjadi keluarganya yang baru dan mengubah hidupnya menjadi lebih baik.

“Saya kadangkala merasa sedih, tetapi ini membuat saya semakin kuat dalam beragama.”

Meskipun tidak ada angka resmi, di Amerika Serikat, dipercaya terdapat sekitar tujuh juta Muslim. Dewan Muslim Amerika memperkirakan jumlah Muslim Latin berkitar 200 ribu, pada 2006 yang terkonsentrasi di New York, Chicago, Los Angeles dan Miami. Tetapi, California merupakan negara dengan Muslim Latin terbesar. (onislam/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hikmah, Ubudiyah PKB Kab Tegal

Sabtu, 31 Desember 2016

Ranting se-Kecamatan Bojongloa Kaler Terbentuk

Bandung, PKB Kab Tegal. Ranting-ranting Gerakan Pemuda Ansor se-Kecematan Bojongloa Kaler resmi dibentuk di Pondok Pesantren Baetul ‘Ulum Al-Musri, pada Jumat, (5/4) lalu.

Ranting se-Kecamatan Bojongloa Kaler Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Ranting se-Kecamatan Bojongloa Kaler Terbentuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Ranting se-Kecamatan Bojongloa Kaler Terbentuk

Pembentukan Badan Otonom pemuda Nahdlatul Ulama ini, dipimpin Ahmad Sanusi dan Ade Sutisna. Keduanya adalah Ketua dan Sekertaris Ansor Kota Bandung Korwil Kecamatan Bojongloa Kaler, Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Astana Anyar, dan Bojongloa Kidul.

Ketua PAC Ansor Bojongloa Kaler, Furqon, S.HI mengutarakan bahwa agenda pembentukan ranting ini adalah bagian dari komitmen PAC Ansor dalam membangun konsolidasi organisasi yang massif sampai ke tingkatan akar rumput.

PKB Kab Tegal

“Agenda GP Ansor yang baru terbentuk adalah forum bahsul masta’il diniyah yang dilaksanakan setiap malam Jumat sekaligus shalawatan dan yasinan,” katanya melalui press realeas GP Ansor Kota Bandung yang dikirm ke PKB Kab Tegal, Ahad, (7/4).

PKB Kab Tegal

Juga menyiapkan calon anggota Banser yang akan didiklatsarkan oleh Satkorcab Banser Kota Bandung.

Ranting-ranting GP Ansor yang terbentuk adalah Babakan Asih dengan ketua Asep Dandi, Suka Asih diketuai Ending, Babakan Tarogong diketuai Anwar Musadad. Sementara Deni Permana sebagai Ketua Ranting Jamika dan Asep Nurhidayat sebagai Ketua Ranting Kopo.

Pembentukan tersebut dihadiri Tanfidziyah dan Syuriyah MCW NU Kecamatan Bojongloa Kaler dan Jajaran Pimpinan Harian GP Ansor Kota Bandung, di antaranya ketua, Aa Abdul Rozak.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Bahtsul Masail, Amalan, Cerita PKB Kab Tegal

Rabu, 28 Desember 2016

Kanwil Kemenag Bahas Perkembangan Pendidikan Bareng Ma’arif NU Jateng

Semarang, PKB Kab Tegal. Kepala Kantor Kementerian Agama Wilayah Jawa Tengah, Drs. H. Ahmadi, M.Ag., membahas perkembangan pendidikan madrasah dan sekolah dengan jajaran Pengurus Wilayah Lemabaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (PW LP Ma’arif NU) Jawa Tengah, Jumat, (23/1) lalu.?

Kanwil Kemenag Bahas Perkembangan Pendidikan Bareng Ma’arif NU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)
Kanwil Kemenag Bahas Perkembangan Pendidikan Bareng Ma’arif NU Jateng (Sumber Gambar : Nu Online)

Kanwil Kemenag Bahas Perkembangan Pendidikan Bareng Ma’arif NU Jateng

Ahmadi menuturkan, kini semakin banyak masyarakat yang mempercayakan pendidikan putra-putrinya di madrasah. Oleh karena itu, lanjutnya, lembaga-lembaga yang terlibat dalam pengelolaan sekolah atau madrasah ? harus saling sinergi dan satu koordinasi mewujudkan visi memajukan madrasah.

“Ma’arif NU Jateng sebagai salah satu lembaga yang memiliki peran strategis dalam peningkatan mutu madrasah bisa selalu berkoordinasi dengan Kanwil Kemenag,” pintanya.

PKB Kab Tegal

Setelah mendengar paparan program-program dan kegiatan, serta perkembangan terkini sekolah di lingkungan Ma’arif dari Ketua PW LP Ma’arif NU Jateng H. Agus Sofwan Hadi, SH., Ahmadi sangat mengapresiasi, karena bisa langsung bersentuhan dengan kepala-kepala madrasah di daerah. Dia berharap suatu saat perlu adakan dialog atau forum khusus untuk membahas persoalan pendidikan madrasah di Jateng.

PKB Kab Tegal

Turut serta dalam rombongan, Sekretaris ? Drs. Sahidin, M.Si, Koordinator Bidang Madrasah Tsanawiyah Dr. H. Noor Abadi M.Pd ? dan Drs. Junaidi M.Pd, ? Bidang Madrasah Aliyah, Antin Latifah, M.Ag, ? Bidang Dikdasmen, Ilyas Johari, MM, serta Bidang Kerjasama Usaha, Muslihudin MM.

Dalam pertemuan itu, dibahas juga berbagai isu hangat ? pendidikan seperti ? Kurikulum 2013, sertifikasi, dan lain-lain. Selain ? bersilaturrahmi dengan ? Kakemenag, rombongan PW LP Ma’arif NU Jateng juga menemui Kabid Mapenda yang juga penasihat LP Ma’arif NU Jateng Drs. H. Jamun Effendi. (Muslihudin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax PKB Kab Tegal

Pemilik Kartanu di Subang Optimis Bertambah

Subang,PKB Kab Tegal

Kepala Cabang Bank Mandiri Subang, Dindin Dimasnara mengapresiasi kebijakan ekonomi Nahdlatul Ulama yang bekerjasama dengan mereka melalui penerbitan Kartu Tanda Anggota NU

(Kartanu).

Pemilik Kartanu di Subang Optimis Bertambah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemilik Kartanu di Subang Optimis Bertambah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemilik Kartanu di Subang Optimis Bertambah

“Ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang dibangun antara Bank Mandiri dengan Nahdlatul Ulama. Mudah-mudahan buah dari kerja sama ini ada barokahnya,” ujarnya usai refleksi Hari Santri Nasional di Wisma Karya Subang, Jawa Barat pada Sabtu (22/10).

Dikatakan, pihaknya akan terus memberikan kontribusi positif kepada Nahdlatul Ulama yang memiliki basis massa dan memiliki historis yang panjang di negara ini. “Selain bersifat sebagai kartu pengenal, Kartanu ini akan bisa bermanfaat untuk berbagai transaksi,” katanya.

PKB Kab Tegal

Warga NU di Subang yang telah memiliki Kartanu baru berkisar kurang lebih 200 orang. Periode nanti pihaknya optimis akan semakin bertambah. “Beberapa waktu lalu kita koordinasi dengan pengurus NU di Subang, bahwa saat ini masih dalam proses entry data Kartanu di berbagai

PKB Kab Tegal

kecamatan di Kabupaten Subang. Mudah-mudahan ke depan akan semakin bertambah,” katanya.

Pihaknya yakin, Nahdlatul Ulama yang memiliki basis massa di tingkat grashroot ini akan menjadi motor penggerak perekonomian di masyarakat. “Sehingga kami (Bank Mandiri) siap menjadi partner dalam pengembangan perekonomian di masyarakat ini,” tuturnya.

Sementara, Ketua PCNU Kabupaten Subang KH Musyfiq Amrullah menegaskan, Hari Santri menjadi wahana untuk menggerakkan perekonomian masyarakat. “Jangan lupa, awal mula pendirian NU itu dilakukan dengan bagaimana membangkitkan taraf perekonomian masyarakat (Nahdlatut Tujar). Tentu ke depan Nahdliyin siap dalam prospek peningkatan ekonomi masyarakat ini,” pungkasnya. (Ade Mahmudin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah, Syariah PKB Kab Tegal

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

Jombang, PKB Kab Tegal. Kementerian Agama RI tahun ini akan meluncurkan empat model madrasah aliyah. Dari empat model tersebut sebagian sudah beroperasi di berbagai daerah di tanah air.

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)
Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah (Sumber Gambar : Nu Online)

Kementerian Agama Lunjurkan Empat Model Madrasah Aliyah

"Pertama MAN Insan Cendikia saat ini ada 9, kemudian Madrasah Keagamaan, Madrasah Kejuruan dan terakhir Madrasah Keterampilan"Terang Dr. Basnang Said, Kasi Kurikulum Madrasah dan Evaluasi Kemenag RI dalam kegiatan Sosialisasi dan Pembinaan Guru Madrasah Di MAN Denanyar, Jombang, Sabtu (1/8)

Dikatakan Basnang, tipologi Madrasah Aliyah Keagamaan akan meniru model pesantren, yakni para peserta didik diwajibkan untuk menginap dan mengikuti pengajian kitab kuning dan berbagai macam kegiatan yang sudah disusun dalam kurikulum.

PKB Kab Tegal

"Kalau madrasah kejuruan para siswa dididik dan dilatih supaya punya keterampilan khusus agar mereka siap ketika masuk dunia kerja," tambah Ketua LP Maarif NU Sulawesi Barat ini.

Tipologi madrasah aliyah yang terakhir, kata dia, adalah Madrasah Aliyah Reguler namun di dalamnya para siswa akan di berikan berbagai macam keterampilan atau life skill seperti tataboga, otomotif, menjahit, dan sebagainya.

PKB Kab Tegal

Selain itu, sambungnya, keterampilan atau life skill tersebut disesuaikan dengan kebutuhan dan sumber daya alam lokal, misalnya madrasah yang ada di pesisir, maka life skill yang ditonjolkan adalah keterampilan dalam mengelola sumber daya laut.(Aiz Luthfi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Habib, Makam, Syariah PKB Kab Tegal