Minggu, 11 Maret 2018

Bupati Hadiri Pelantikan PMII Blora

Grobogan, PKB Kab Tegal. Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Blora telah dilantik di Resto Joglo Blora pada Ahad (29/12). Dalam pelantikan kali ini, PMII Blora mengambil tema “ Menyongsong Blora demokratis Untuk Kesejahteraan rakyat”.

Ismu Ngatono dipercaya untuk memimpin dan mengemban amanah sebagai Ketua PC PMII Kabupaten Blora untuk masa khidmah 2013-2014 dengan menggantikan seniornya, Misbahul Hamdan.

Bupati Hadiri Pelantikan PMII Blora (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Hadiri Pelantikan PMII Blora (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Hadiri Pelantikan PMII Blora

Semua pengurus PC PMII Kabupaten Blora dikukuhkan dan dilantik oleh Ketua Pengurus Besar PMII Bambang.

PKB Kab Tegal

Selain Bambang, tampak hadir pula Bupati Blora, Joko Nugroho yang menyempatkan diri untuk hadir menyampaikan sambutan dalam forum pelantikan PC PMII Blora.

PKB Kab Tegal

Rasyid sebagai salah satu anggota PMII mengatakan, dengan adanya pengambilan tema tersebut kita harapkan PMII Blora mampu membuat meanstrem pada masyarakat untuk tidak terjebak pada politik praktis.

Seusai pelantikan dilanjutkan Sarasehan oleh PB PMII. Salah satu diantara pembahasan yang diangkat adalah mengenai kader PMII dalam upaya mengawal demokrasi (asnawi lathif/mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah, News PKB Kab Tegal

Rabu, 07 Maret 2018

Prancis Orbitkan Satelit Mata-Mata

Prancis, PKB Kab Tegal
menggunakan roket peluncur dari Arianespace, telah berhasil meluncurkan satelit observasi Helios IIA untuk Departemen Pertahanan Perancis, Belgia dan Spanyol. Selain untuk observasi ruang angkasa, satelit ini juga akan dipakai menguji kemungkinan pengembangan persenjataan, mempersiapkan dan mengevaluasi operasi militer, dan pemetaan daratan digital untuk sistem penuntun rudal jelajah.

Peluncuran ini dilaksanakan dari Landasan Ruang Angkasa Eropa di Kourou, Guyana Perancis pada hari Sabtu, 18 Desember 2004 pukul 13:26 waktu lokal di Kourou (16:26 GMT, atau 23:26 WIB).

Setelah menempuh perjalanan selama 60 menit dan 8 detik, roket peluncur Ariane 5 secara akurat telah menempatkan satelit Helios II A menuju orbit polar Sun-synchronous. Bersama Helios II A, dibawa juga enam satelit pendamping yaitu empat mikro satelit Essaim dan dua satelit kecil lainnya, Parasol dan Nanosat.

"Kesuksesan peluncuran Helios merupakan langkah maju bagi kebijakan ruang angkasa kami," kata Menteri Pertahanan Prancis, Michele Alliot-Marie. "Menguasai ruang angkasa adalah bekal menuju masa depan," lanjutnya.

Helios IIA adalah satelit pertama dari generasi kedua sistem observasi spaceborne pertahanan keamanan Perancis, yang dilakukan melalui kerjasama dengan Belgia dan Spanyol. Biro pertahanan Perancis DGA (Délégation Générale pour l’Armement), yang merupakan bagian dari MoD Perancis, merupakan penanggung jawab program ini. Badan ini melimpahkan tanggung jawab atas segment ruang angkasa kepada biro  ruang angkasa Perancis, CNES (Centre National d’Etudes Spatiale).

Satelit yang beratnya kira-kira 4.200 kg pada saat peluncuran ini disebut-sebut mampu melihat objek sekecil buku di semua tempat di Bumi. Perlengkapan sensor inframerah-nya memungkinkan militer Prancis mendapatkan berbagai informasi pada malam hari dari angkasa, suatu hal yang pertama kali dimiliki Prancis.

Sementara satelit Parasol (payung) yang ikut diorbitkan, ditujukan untuk mempelajari efek selimut awan dan gas aerosol terhadap pemanasan global dan munculnya efek rumah kaca. Efek ini diyakini muncul akibat buangan gas karbon dioksida dari Bumi menutupi atmosfer sehingga menghalangi panas keluar dari Bumi. Akibatnya suhu Bumi makin panas.

Dengan suksesnya misi ke-enam belas ini, peluncur standar Ariane 5G ("Generic") kembali membuktikan kemampuannya untuk melakukan serangkaian misi yang lengkap, mulai dari peluncuran satelit pemerintahan menuju orbit Sun-synchronous hingga peluncuran satelit komersil berbobot besar menuju orbit geostasioner dan satelit ilmiah menuju orbit khusus. Helios IIA adalah satelit militer ke-23 yang dibawa oleh roket peluncur Ariane. (arianespace/CNN/k-ol/cih))

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Amalan, Halaqoh, Anti Hoax PKB Kab Tegal

Prancis Orbitkan Satelit Mata-Mata (Sumber Gambar : Nu Online)
Prancis Orbitkan Satelit Mata-Mata (Sumber Gambar : Nu Online)

Prancis Orbitkan Satelit Mata-Mata

Pesantren-pesantren Ini Buat Website dengan Domain ponpes.id

Bandung, PKB Kab Tegal. Pengelola Nama Domain Internet (Pandi) Indonesia memberikan domain ponpes.id kepada beberapa pesantren yang mengirimkan utusannya dalam kegiatan Workshop Membuat Website Pesantren di Kantor Iniximindo Jl Cipaganti No 95, Bandung Jawa Barat, Kamis-Jumat (5-6/3).

Pesantren yang mengikuti kegiatan ini diantaranya Pesantren Al-Mizan dengan alamat website almizan.ponpes.id, pesantren Al-Karimiyah (alkarimiyah.ponpes.id), Pesantren Al-Mukhtariyyah (almukhtariyyah.ponpes.id), dan beberapa pesantren lainnya.

Pesantren-pesantren Ini Buat Website dengan Domain ponpes.id (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren-pesantren Ini Buat Website dengan Domain ponpes.id (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren-pesantren Ini Buat Website dengan Domain ponpes.id

Ketua Pandi, Sigit Widodo mengatakan ponpes.id ini adalah domain pertama yang ada di dunia, Pandi yang mempunyai jargon bangga pakai .id ini memberikan domain kepada masing-masing pesantren dengan kapasitas 10 GB.

"Saya mengharapkan pertemuan kita tidak sampai di sini saja karena pesantren bapak-bapak semua akan menjadi proyek percontohan, ke depan akan diikuti oleh pesantren-pesantren lain di Indonesia," katanya dalam penutupan kegiatan.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Tito Taqiyudin yang mewakili Pesantren Al-Karimiyah Subang mengatakan, program ini sangat bagus karena tidak semua pesantren memiliki website sehingga pesantren menjadi silent majority di dunia maya.

"Ini bagus sekali, pesantren bisa mengikuti perkembangan zaman, ini sesuai dengan qaidah almuhafadzatul qadimus shalih walakhdu biljadidil ashlah, menjaga tradisi yang baik dan mengambil tradisi baru yang lebih baik," tukasnya. (Aiz Luthfi/Fathoni)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hikmah PKB Kab Tegal

Selasa, 06 Maret 2018

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan

Suara adzan menempati posisi istimewa dalam hati umat Islam. Bunyi yang dipantulkannya sangat berbeda dari suara-suara lainnya. Setiap orang memunyai ekspresi tersendiri ketika adzan dikumandangkan. Ada yang berdiri hingga adzan selesai. Orang yang tidur tiba-tiba langsung duduk ketika ? mendengar suara adzan. Orang yang sedang beraktivitas langsung berhenti dan terdiam sampai adzan selesai digemakan.

Ekspresi berdiri, duduk, dan lain-lain ini merupakan bentuk penghormatan seseorang akan suara adzan karena suara adzan terbilang sakral. Hal ini juga tidak hanya terjadi di zaman sekarang, sejak dulu masyarakat sudah terbiasa melakukan hal ini.

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan (Sumber Gambar : Nu Online)
Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan (Sumber Gambar : Nu Online)

Berdiri Ketika Mendengar Suara Adzan

Namun apakah ekspresi semisal ini merupakan kewajiban, kesunahan, atau bagaimana? Terkait masalah ini al-Suyuthi dalam Hawi al-Fatawa menjelaskan:

PKB Kab Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

PKB Kab Tegal

Sebenarnya berita yang beredar tentang orang yang berdiri tidak boleh langsung duduk dan orang yang duduk harus tetap duduk ketika mendengar suara adzan, tidak ada landasan dalam hadits Nabi, baik hadits shahih maupun dhaif. Bahkan tidak seorang pun ulama fikih menyebutkan permasalahan ini. Maka orang yang mendengar suara adzan sementara ia dalam posisi berdiri diperbolehkan langsung duduk. Orang yang sedang duduk diperbolehkan untuk berbaring. Orang yang berbaring diperkenankan juga untuk tetap berbaring.

Pendapat as-Suyuthi ini paling tidak bisa dijadikan argumentasi bahwa berdiri ketika mendengar suara adzan bukanlah sebuah kewajiban. Begitu pula dengan orang yang duduk dan berbaring juga diperbolehkan melanjutkan posisinya, tanpa harus mengubah posisi ketika menyimak suara adzan.

Namun kita juga tidak boleh menyalahkan bila ada orang yang berdiri ketika mendengar suara adzan. Sebab bisa jadi itu bentuk dari penghormatannya dan ekpresinya. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal AlaSantri, PonPes PKB Kab Tegal

Remaja Masjid di Manado Siap Jadi Pelopor Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI

Manado, PKB Kab Tegal. Sekretaris Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara Masri Soleman memberikan apresiasi kepada PBNU melalui Lembaga Takmir Mesjid (LTM) yang telah melaksanakan program Pelatihan Pemuda  Pelopor dengan memilih Sulawesi Utara sebagai salah satu tempat pelaksanaanya.

"Kegiatan ini akan menjadi ajang penanaman nilai-nilai Islam Nusantara, ini memang sangat penting untuk remaja masjid sesuai tema yang diusung," kata Masri Senin (4/12).

Kegiatan bertema Revitalisasi Peran dan Fungsi Masjid sebagai Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI diadakan sebagai upaya menjaga dan menjadikan aktivitas masjid bebas dari aktivitas penyebaran fitnah, kebencian dan paham yang anti-Pancasila atau intoleran.

Remaja Masjid di Manado Siap Jadi Pelopor Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Remaja Masjid di Manado Siap Jadi Pelopor Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Remaja Masjid di Manado Siap Jadi Pelopor Benteng Kedaulatan dan Pemakmuran NKRI

"Peserta yang berasal dari berbagai Remaja Mesjid di manado, sangat antusias samapai-sampai kuota 50 orang yang di targetkan panitia menjadi sekitar 60 orang," katanya

Kegiatan diselenggarakan di 5 kabupaten/kota di Sulawesi Utara yaitu Manado, Bitung, Minahasa Utara, Minahasa Selatan, dan Bolaang Mongondow. (Timur/Kendi Setiawan)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Daerah, Pahlawan PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

Antisipasi Bencana di Daerah Rawan, Kemensos Gandeng Banser NU

Surabaya, PKB Kab Tegal - Kementerian Sosial (Kemensos) melibatkan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU) sebagai sahabat Taruna Tanggap Bencana (Tagana). Kementerian ini mengukuhkan Banser ke dalam barisan Tagana, relawan khusus darurat bencana bentukan Kemensos di Waduk Kebraon, Kecamatan Karangpilang, Surabaya, Sabtu (16/7).

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, Banser digandeng karena di organisasi semi militer NU ini sudah terbentuk pasukan khusus penanganan bencana, yakni Banser Tanggap Bencana (Bagana).

Antisipasi Bencana di Daerah Rawan, Kemensos Gandeng Banser NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Antisipasi Bencana di Daerah Rawan, Kemensos Gandeng Banser NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Antisipasi Bencana di Daerah Rawan, Kemensos Gandeng Banser NU

Karena itu, Kemensos merasa perlu memfasilitasi sumber daya itu untuk dilatih pengetahuan dan teknik penanganan bencana.

"Banser merupakan elemen strategis yang sudah lama ada di negeri ini. Setiap ada bencana Banser selalu ada ikut membantu. Kebetulan di Banser ada Bagana, kita fasilitasi dengan pelatihan, kita tambahi bimteknya," kata Khofifah.

PKB Kab Tegal

Menurut Khofifah, Indonesia merupakan negara yang rawan bencana. Tercatat ada 274 kabupaten/kota di negeri ini rawan dilanda bencana. Sebagian besar di antaranya berada di Jawa Timur.

PKB Kab Tegal

"Hari ini Bandara Abdul Rahman Saleh Malang ditutup karena semburan abu Gunung Bromo. Jatim juga pernah dilanda bencana gempa karena letusan Kelud. Hari ini di beberapa daerah di Jatim juga masih ada yang terkena banjir," tegas Khofifah.

Karena itu, kondisi ini sangat menuntut sensitivitas masyarakat untuk korban ketika bencana melanda suatu daerah. "Di sini pentingnya Tagana, Bagana, lembaga dan elemen masyarakat lain membantu warga terdampak bencana," ujarnya.

Sementara itu Kasatkornas Banser Alfa Isnaeni mengatakan bahwa Banser berdiri di semua daerah di negeri ini. Setiap Banser memiliki Bagana. "Banser sebetulnya sudah biasa turun membantu ketika terjadi bencana. Sekarang tinggal ilmunya saja yang perlu ditambahi," tuturnya. (Abdul Hady JM/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax, Nasional PKB Kab Tegal

Minggu, 04 Maret 2018

Soal Pemberitaan Terorisme, Media Massa Dinilai Masih Elitis

Jakarta, PKB Kab Tegal

Agus Sudibyo, Pengajar Komunikasi Massa di Akademi Televisi Universitas Indonesia (UI), mengungkapkan penyebab mengapa pihak korban jarang diberitakan dalam pemberitaan isu terorisme. Menurutnya, hal itu karena media massa lebih mempertimbangkan siapa yang diberitakan.

Soal Pemberitaan Terorisme, Media Massa Dinilai Masih Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Pemberitaan Terorisme, Media Massa Dinilai Masih Elitis (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Pemberitaan Terorisme, Media Massa Dinilai Masih Elitis

Di Indonesia, secara umum pemberitaan mengacu pada names make news (nama adalah berita). Apabila korban adalah orang awam, bukan tokoh ternama, artis, pejabat, atau pengamat, pemberitaan tidak menyebut atau mengutamakan sudut pandang tokoh yang diberitakan.

Agus menyampaikan ha tersebut saat menjadi pembicara dalam sesi “Realitas Media dalam Peliputan Terorisme” pada kursus singkat “Penguatan Perspektif Korban? dalam Peliputan Isu Terorisme bagi Insan Media” di Hotel Ibis Budget, Menteng Jakarta Pusat, Rabu (25/5) siang.

PKB Kab Tegal

Baca: Berita Terorisme dari Sudut Pandang Korban Masih Minim

PKB Kab Tegal

Menurut Agus, minimnya pendekatan sudut pandang korban dalam pemberitaan isu terorisme juga disebabkan karena beberapa permasalahan lain, yaitu elitisme dalam pemilihan isu, elitisme dalam pemilihan sumber berita, jurnalisme pernyataan (statemen), sehingga wartawan (dan media massa) melakukan konstruksi realitas elite, hingga timbul bias kelas menengah.

Terkait dengan elitisme dalam pemilihan sumber berita, Agus mengungkapkan, “Seharusnya media massa memberikan ruang bagi unordinary people untuk bicara. Apa nilai berita harus terkait dengan nama besar? Maka korban, tidak pernah bisa muncul atau sulit dapat ruang kecuali untuk berita human interest.”

Agus meneruskan elitisme dalam pemilihan isu sering terjadi misalnya dalam pemberitaan kasus korupsi yang diberitakan adalah yang melibatkan orang besar, atau angka korupsinya yang besar dan terjadi di pusat kekuasaan. Sangat mungkin kasus korupsi terjadi di semua lapisan masyarakat, walaupun angka korupsi itu kecil, jika dijumlahkan menimbulkan angka korupsi yang tinggi.

Sementara jurnalisme statemen dicontohkan dengan adanya pemberitaan yang hanya berisi pernyataan-pernyataan. “Media massa pun terpola dalam jurnalisme cangkem,” kata pria kelahiran Malang, Jawa Timur ini.

Agus mengaku tidak bermaksud menyalahkan pihak-pihak tertentu. Akan tetapi pola yang terjadi itu, tanpa disadari mengonstruksi pers menjadi realitas elite. Kalaupun masalah sembako dibicarakan, misalnya itu dari sudut pandang kaum elite. Dan inilah bentuk paradoks dari media.

Selanjutnya, sambung Agus, wartawan mengalami bias kelas. Dari sisi kesejahteraan wartawan di Indonesia masuk kelas menengah ke bawah. Sedangkan dari sisi intelektualitas wartawan adalah dari kelas menengah ke atas. Akibatnya, isu-isu yang disebarkan ke publik adalah isu kelas menengah ke atas.

Mengkritisi penyebutan korban dalam pemberitaan isu terorisme, Agus memaparkan korban yang dimaksud adakah korban atas aksi terorisme atau korban atas pemberitaan terorisme.

Disebutkan Agus, pemberitaan di media juga dapat menciptakan korban. Misalnya saat media massa televisi menampilkan istri atau anak dari pelaku terorisme. Istri atau anak pelaku terorisme itu kemudian dikucilkan dari masyarakat setelah penayangan.

Media massa harus sadar dan hati-hati betul apa dampak dari pemberitaan. Jangan sampai perlombaan media massa untuk menjadi yang pertama dalam pemberitaan, justru menimbulkan kekonyolan dan permasalahan baru, saran Agus. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU PKB Kab Tegal