Jumat, 15 Desember 2017

RMI Gelar Halaqah Pengasuh Pesantren

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pengurus Pusat Rabithah Ma’ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMINU) atau asosiasi pesantren NU menyelenggarakan halaqah pengasuh di Pondok Pesantren al-Hamid (Putra) Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur, 29-30 Desember 2012.

Demikian dalam undangan yang diterima PKB Kab Tegal, Jumat (28/12). Selain diikuti para pengasuh dan perwakilan dari 40 pesantren di wilayah Jawa, agenda ini juga akan dihadiri Ketua Pengurus Pusat RMINU KH Amin Haidari, Ketua PBNU Imam Azis, Wakil Sekretaris Jendral PBNU Imdadur Rahmat, dan sejumlah pejabat Kementerian Agama.

RMI Gelar Halaqah Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
RMI Gelar Halaqah Pengasuh Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

RMI Gelar Halaqah Pengasuh Pesantren

Acara halaqah ini mengambil tema “Penguatan Peran Pesantren sebagai Pusat Peradaban”. Dalam forum ini, para pengasuh pesantren akan memetakan potensi pesantren, terutama dari segi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancamannya; merumuskan strategi penguatan kelembagaan dan kerja sama lintas sektor; serta merumuskan aksi bagi upaya penguatan pesantren sebagai pusat peradaban.

PKB Kab Tegal

Bersama Direktorat Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kementerian Agama, RMI bertekad akan mengembalikan fungsi pesantren sebagai agen perubahan sebagaimana yang dilakukan generasi pendahulu.

PKB Kab Tegal

“Pesantren tidak hanya ? menjadi lembaga agama, tetapi juga menjadi lembaga sosial yang mengemban fungsi-fungsi kemasyarakatan bagi komunitas di sekitarnya,” demikian dalam ToR acara halaqah pengasuh pesantren ini.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pahlawan PKB Kab Tegal

GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom

Makassar, PKB Kab Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Makassar melaksanakan Rapat Pleno Kepengurusan di Aula Pondok Pesantren MDIA Makassar di Jalan Lamuru Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (25/06) dini hari.

GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Makassar Bentuk Enam Lembaga Semiotonom

Rapat Pleno tersebut membahas dan menetapkan lembaga semiotonom yang akan mengintensifkan kiprah semua GP Ansor di Kota Makassar. Lembaga yang dimaksud adalah Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) yang dipimpin oleh Muhammad Rizal Burahmat, Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) yang dipimpin oleh A.M. Azhar Aljurida, Lembaga Penelitian dan Kajian Strategis yang dipimpin oleh Muhajirin, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang dipimpin Ardiand Arnold, Majelis Zikir Rijalul Ansor yang dipimpin oleh Abdullah al-Amody dan Sarkorcab Barisan Serba Guna (Banser) yang dipimpin oleh Haryono.

Agussalim Said, Ketua Ansor Makassar dalam sambutannya sangat berharap semua lembaga yang dibentuk dapat berkonstribusi nyata di tengah-tengah masyarakat.

PKB Kab Tegal

"Ansor adalah organisasi besar yang secara historis tak bisa dinafikan perannya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Dan lembaga yang dibentuk hari ini saya harapkan betul-betul menghayati peran besar Ansor di masa lalu hingga menjadi spirit perjuangan di masa kini. Ansor harus berkonstribusi nyata di tengah-tengah masyarakat,” tegas Agus.

Dalam Waktu dekat semua lembaga semiotonom akan melakukan Rapat Kerja? yang membahas program masing-masing lembaga untuk satu periode ke depan dan akan disampaikan dalam Rapat Pengurus yang diagendakan pekan depan. (Rahman /Mahbib)

PKB Kab Tegal

Foto: Suasana Rapat Pleno PC GP Ansor Makassar

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Pondok Pesantren, Hadits PKB Kab Tegal

Menyegarkan Kembali Semangat Ber-NU

Mulai 2010, pengaderan menjadi salah satu program prioritas NU mengingat adanya tantangan baru yang dihadapi terkait dengan situasi yang berubah. Hingga kini, proses pengaderan terus berjalan dengan massif. Pada era awal 2010 lalu itu, pengaderan bersifat nasional dengan peserta dari perwakilan tingkat provinsi. Para kader terlatih di tingkat provinsi ini kemudian menjadi instruktur yang bertugas melakukan pengaderan di tingkat bawahnya. 

Dengan demikian pengaderan bisa dilakukan secara berjenjang dan terstruktur secara rapi. Di Jawa Timur dan beberapa daerah di Jawa Tengah, pengaderan tersebut sudah mencapai level MWCNU atau badan otonom di level cabang. Program ini terus diperluas bagi pengurus atau warga yang belum sempat mengikutinya, mengingat terbatasnya kuota dalam satu kali pengaderan dan besarnya minat untuk mengikuti proses tersebut.

Disiplin dan kemandirian menjadi penekanan program ini. Selama proses pengaderan yang berlangsung sekitar tiga hari, seluruh peserta harus mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Jika tidak memenuhi unsur kehadiran, mereka dianggap gugur atau tidak lulus dalam pengaderan ini. Kemandirian berarti bahwa penyelenggaraan kegiatan ini sepenuhnya ditanggung oleh peserta sendiri. Karena itu, mereka harus membayar biaya tertentu agar bisa mengikuti kegiatan ini. Hal ini sekaligus untuk menguji, seberapa jauh mereka berani berkorban untuk kepentingan organisasi sebelum meminta orang lain untuk berkorban. Hal ini sekaligus menunjukkan, komitmen mereka bagi NU bukan sekedar wacana, tetapi juga terbukti dengan aksi nyata. 

Menyegarkan Kembali Semangat Ber-NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Menyegarkan Kembali Semangat Ber-NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Menyegarkan Kembali Semangat Ber-NU

Setelah kegiatan pengaderan selesai di kelas, dilanjutkan dengan program lanjutan yang disesuaikan dengan masing-masing daerah. Salah satu program yang paling massif dan cukup berhasil adalah penggalangan dana Koin NU untuk mendorong kemandirian operasional organisasi. Kesuksesan program penggalangan dana ini menjadikan banyak daerah ingin mengetahui cara-cara mengorganisir warga NU dengan lebih baik. 

Urgensi pengaderan dalam era kekinian adalah semakin beragamnya gerakan keagamaan di Indonesia. Zaman dahulu, identitas Islam di Indonesia dengan mudah dapat dipilah-pilah dengan tegas antara satu kelompok dengan kelompok lain. Kini, banyak sekali varian gerakannya. Mereka yang mengklaim sebagai gerakan aswaja juga berjibun. Bahkan ada kelompok-kelompok kecil merasa sebagai pemilik sah kebenaran tafsir agama. Warga NU perlu tahu apa membedakan antara NU dengan organisasi lainnya atau apa beda Aswaja an Nahdliyah dengan klaim aswaja lainnya. Dari sini mulai dikenalkan apa itu NU yang sebenarnya, ajaran keagamaannya, ciri khususnya, pandangannya terhadap nasionalisme, dan hal-hal lainnya. Semuanya dikupas secara tuntas. 

Para peserta merasa mendapat pencerahan setelah mengikuti pengaderan ini. Dari obrolan dengan PKB Kab Tegal, mereka mendapat pemahaman baru tentang NU dan merasa dikuatkan ideologi ke-NU-annya. Selama ini sebagian besar mereka mengenal NU karena menjalankan amaliyah NU. Kini mereka dikenalkan mengapa harus mengikuti NU bukan hanya secara amaliyah saja, tetapi juga harus meningkat dalam gerakan organisasi. 

PKB Kab Tegal

Mereka yang ikut pengaderan ini bukan hanya remaja atau pemuda, tetapi juga warga NU dengan kategori senior, termasuk para syuriyah NU di beberapa daerah. Mereka rela meninggalkan kesibukannya selama bebeapa hari untuk mendapatkan penyegaran tentang ke-NU-an setelah selama ini disibukkan mengajar mengajar mengaji atau mencari nafkah. Ini secara jelas menunjukkan ghirah untuk ber-NU sangat besar.

Tentu saja, keberhasilan pengaderan yang terlihat dari antusiame warga NU di berbagai level untuk mengikuti karena metode kesesuaian materi yang dibutuhkan, metode pengajaran yang pas dan terutama dampak yang dihasilkan setelah pengaderan berupa aktivitas NU yang lebih hidup di daerah-daerah yang yang pengurusnya sudah dilakukan penyegaran. Promosi dengan cara getok tular menjadi saran yang efektif di lingkungan NU. 

Keberhasilan proses pengaderan di kantong-kantong NU harus dilanjutkan di daerah-daerah lain di mana komunitas NU masih perlu diperkuat dan dikembangkan. Daerah-daerah di luar Jawa yang amaliyah ibadahnya berciri khas NU tetapi belum mengidentifikasi diri secara kuat sebagai warga NU bisa menjadi prioritas. Tantangan yang ada kini adalah, menjalankan amaliyah saja tidak cukup jika tidak disertai dengan jamiyah yang kuat. Kata-kata bijak yang sudah dipahami secara luas, mereka yang bisa mengorganisir diri dengan kuat akan menjadi pemenang. 

Melalui pengaderan ini, penguatan jamiyah NU akan terus berlangsung, menyesuaikan diri dengan zaman baru dengan tantangan barunya. Karakter generasi millennial yang terlahir di zaman internet ini tentu sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelumnya. Merekalah yang akan menjadi pemimpin NU pada era 20-30 mendatang. Kemampuan untuk meader dan menanamkan ideologi NU hari ini akan menentukan masa depan NU. (Ahmad Mukafi Niam)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hikmah PKB Kab Tegal

Kamis, 14 Desember 2017

NU Pringsewu Imbau Masyarakat Hati-hati Investasi Bodong

Pringsewu, PKB Kab Tegal. Ketua PCNU Kabupaten Pringsewu H Taufiqurrohim mengingatkan dan mengimbau kepada masyarakat khususnya Warga NU untuk tidak tergiur dengan segala macam bentuk tawaran bergabung dengan kelompok yang menjanjikan keuntungan finansial melalui berinvestasi uang dalam jumlah tertentu.

Berbagai investasi bodong saat ini banyak bermunculan dengan menyasar tidak saja orang-orang yang ekonomi menengah ke bawah namun juga orang berpendidikan, TNI, Polri, PNS serta ekonomi menengah atas menjadi sasaran empuk investasi ini.

NU Pringsewu Imbau Masyarakat Hati-hati Investasi Bodong (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Pringsewu Imbau Masyarakat Hati-hati Investasi Bodong (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Pringsewu Imbau Masyarakat Hati-hati Investasi Bodong

Salah satu bentuk investasi sejenis ini yang sedang marak dan berkembang di Kabupaten Pringsewu adalah investasi yang memberikan iming-iming bantuan pembayaran hutang sampai dengan lunas yang konon berasal dari Swiss yaitu UN Swissindo.

Investasi ini menawarkan kepada siapa saja untuk menyetorkan sejumlah uang dan persyaratan administratif berupa KTP dan sejenisnya. Setelah itu mereka akan dijanjikan uang untuk melunasi hutang yang akan dicairkan sebelum lebaran. Dana tersebut konon berasal dari harta karun Presiden Sukarno.

"Hati-hati investasi tak jelas seperti ini. Jangan gampang terpengaruh dan ikut-ikutan kegiatan seperti ini," katanya di depan Pengurus NU Kecamatan dan Ranting saat melakukan Safari Ramadhan di Masjid Darussalam Fajar Agung Barat Pringsewu, Senin (5/6).

PKB Kab Tegal

Ia mengatakan bahwa dirinya selaku pengurus NU dan beberapa ormas keagamaan lainnya serta dari MUI sudah melakukan pertemuan membahas UN Swissindo dengan beberapa elemen-elemen terkait, yang diinisiasi oleh Pemda Kabupaten Pringsewu.?

Hasil pertemuan tersebut menilai bahwa aktifitas UN Swissindo selama ini sudah membuat masyarakat resah dan data yang mereka gunakan palsu.

Dalam pertemuan pada Senin (5/6/17) di Kantor Bupati Pringsewu yang menghadirkan para Relawan UN Swissindo dan otoritas Jasa keuangan (OJK) ini juga didapat keterangan bahwa UN Swissindo ilegal dan dibeberapa daerah sudah ditangani oleh pihak kepolisian karena para nasabah/relawannya merasa sudah menjadi korban.

Hal senada juga dikatakan Ketua MUI Pringsewu KH Hambali yang juga hadir pada Kegiatan Safari Ramadhan tersebut. Ia mengatakan bahwa Rasulullah sudah menegaskan untuk meninggalkan sesuatu yang tidak jelas dan meragukan.?

PKB Kab Tegal

"Da maa yariibuka Ilaa ma la yariibuka. Tinggalkanlah apa yang meragukanmu kepada apa yang tidak meragukanmu," tegasnya.

Kiai Hambali yang juga Wakil Ketua PCNU Pringsewu ini menghimbau kepada masyarakat Kabupaten Pringsewu untuk bekerja dengan cara baik dan benar dalam memenuhi kebutuhan hidup. Yang terpenting dari Rezeki yang didapat menurutnya adalah kehalalan dan kebarakahannya bukan jumlahnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Islam PKB Kab Tegal

Masjid dan Pesantren Adalah Aset NU

Jepara, PKB Kab Tegal. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) kabupaten Jepara KH Asyhari Syamsuri menyatakan keberadaan masjid dan pesantren merupakan aset NU yang tidak boleh ditinggalkan karena keduanya merupakan modal yang luar biasa. 

Hal itu disampaikannya dalam Rapimda Lembaga Ta’mir Masjid Nahdlatul Ulama (LTMNU) yang dilaksanakan di Gedung NU, Jalan Pemuda No.51, Ahad (10/3). 

Masjid dan Pesantren Adalah Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Masjid dan Pesantren Adalah Aset NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Masjid dan Pesantren Adalah Aset NU

Menurutnya, dari 2 tempat itu organisasi NU kian berkembang. Masjid jelasnya selain sebagai tempat peribadatan juga tempat kajian Islam sedangkan pesantren merupakan pusat kajian ilmu keagamaan bagi santri. 

PKB Kab Tegal

Kiai Asyhari yang juga kepala SMKN 3 Jepara melansir jumlah masjid versi LTMNU Cabang Jepara sebanyak 662 dan 80% merupakan masjid basis NU. Meski demikian ia menyayangkan ada beberapa rumah Allah yang kini dikuasai kelompok lain. 

“Semisal di desa Slagi kecamatan Pakis Aji ada sebuah tempat ibadah yang dulunya kental dengan tradisi NU—kini sudah berubah drastis,” keluhnya. 

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Haryono Wibowo, staf ahli Bupati bidang pembangunan, kemasyarakatan dan SDM mewakili Bupati Jepara memberikan apresiasi kegiatan yang diikuti ratusan peserta dari Imam, Khatib, Takmir Masjid dan tamu undangan dari Banom NU. 

Haryono mengatakan forum tersebut juga terkait dengan kegiatan rutin safari Jum’at yang dilaksanakan Bupati bersama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Pihaknya sebelum melaksanakan pelaksanaan shalat Jum’at terlebih dahulu meninjau MI di sekitar lokasi kunjungan. 

“Kami—Bupati bersama SKPD melakukan komunikasi pada pihak madrasah terkait kegiatan-kegiatan, kondisi, rencana dan permasalahan yang dihadapi sehingga melalui forum itu terjalinlah komunikasi timbal balik antara Pemkab dan lembaga yang terkait,” katanya. 

Dari forum Safari Jum’at lanjut Haryono akan banyak informasi masuk kemudian ditindaklanjuti. Tujuannya, masih menurut dia tidak lain untuk menjalin kerukunan agama muaranya tidak ada letupan ormas dan memberikan ekses positif ditengah-tengah masyarakat. 

Kiai Asyhari Syamsuri juga menghimbau kepada warga NU agar tetap membentengi masjid agar tidak diambil alih oleh kelompok-kelompok lain. 

Kegiatan yang menggandeng PT Sinde Budi Sentosa dihadiri KH Masdar Farid Mas’udi, Rais Syuriyah PBNU, KH Abdul Manan A Ghani, Ketua LTM-PBNU, serta rombongan LTM PBNU. 

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Syaiful Mustaqim      

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pertandingan, Bahtsul Masail PKB Kab Tegal

NU Peduli Berikan Bantuan dan Pelayanan untuk Korban Gempa Aceh

Aceh Besar, PKB Kab Tegal. Hujan menyambut kedatangan kloter ketiga rombongan NU Peduli Gempa Aceh di Kantor PWNU Aceh, Jalan Ir ? Moh Tahier Nomor 9 Komplek Dayah Thalibul Huda, Bayu Lam Cot, Darul Imarah Aceh Besar Selasa (13/12) pagi. Rombongan disambut oleh Ketua PWNU Aceh Tengku Faisal Ali beserta jajarannya.

Kedatangan rombongan ketiga hari ini terdiri dari relawan LPBINU, yang merupakan tenaga tambahan dari relawan yang telah berada di lokasi pengungsian dampak gempa Aceh sejak pekan lalu.?

NU Peduli Berikan Bantuan dan Pelayanan untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Peduli Berikan Bantuan dan Pelayanan untuk Korban Gempa Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Peduli Berikan Bantuan dan Pelayanan untuk Korban Gempa Aceh

Selain itu, juga hadir perwakilan LAZISNU. Seperti dijadwalakan sebelumnya, LAZISNU mengirimkan barang bantuan yang akan dibagikan kepada warga terdampak bencana gempa Aceh.

"Ada 1000 paket bantuan untuk warga terdampak gempa yang akan menerima paket bantuan dari Lazisnu. Saat ini paket tersebut sedang dipersiapkan pengemasannya," ? kata Direktur Penyaluran LAZISNU Slamet Tuhari Ng.

Slamet menambahkan hingga Sabtu (10/12) lalu donasi warga melalui LAZISNU mencapai Rp105.000.000. "Untuk penyediaan barang bantuan kepada warga terdampak, tingkat penyalurannya sudah mencapai 90 persen dari dana tersebut," kata Slamet, Selasa (13/12) siang.

PKB Kab Tegal

Pada kunjungan hari ini, selain Slamet, juga hadir Ketua PP LAZISNU Syamsul Huda, Ketua LKNU Hisyam Said Budairi, Ketua LPBINU M Ali Yusuf dan Sekretaris LPBINU Yayah Ruchyati.

LKNU juga menyertakan tenaga dokter. LKNU membuka posko kesehatan di Desa Mesjid Tuha, Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya, Selasa sore.

"Adanya posko kesehatan ini untuk mencegah dan mengobati adanya penyakit yang dimungkinkan diderita warga di lokasi pengungisan," kata Didik Setiyadi salah satu dokter dari LKNU.

PKB Kab Tegal

Sementara itu Diki Apriawan, dokter lainnya mengatakan pasca bencana biasanya ada beberapa penyakit yang menyertai seperti ISPA, diare, dan penyakit kulit.

"Selain itu dari aspek psikososial juga dapat memberikan edukasi terutama kepada masyarakat terdampak bencana agar ke depan lebih bisa menjaga kesehatan," tambah Didik. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal RMI NU PKB Kab Tegal

Indonesia Kurang Serius atasi Korupsi

Jakarta, PKB Kab Tegal
Tampaknya masih panjang perjalanan Indonesia untuk menjadi negara yang bersih dari korupsi, kolusi dan nepotisme. Dalam laporan Transparansi Internasional tentang index korupsi yang dirilis kemarin, posisi Indonesia masih berada pada tingkat 21 negara terkorup diantara 159 negara yang disurvey.

Penanggung Jawab Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) PBNU HM Rozy Munir berpendapat walaupun belakangan ini gerakan anti korupsi terus digalakkan dan disosialisasikan secara besar-besaran, tetapi pemerintah terkesan kurang maksimal dan masih pilih kasih dalam penanganan korupsi.

“Yang sudah ada ditangani dengan serius karena selalu ada korupsi baru yang sering mengaburkan yang lama yang sudah diproses, lama-lama kan dha kepegang semuanya. Lebih baik yang sudah gede-gede diprioritaskan dan ditembak, kalau tidak akan kehabisan tenaga dan personalia” paparnya.

Mantan menteri BUMN era Gus Dur tersebut berpendapat bahwa pendirian beberapa lembaga untuk memberantas korupsi seperti KPK atau Tipikor merupakan gebrakan shock terapy dalam memberantas korupsi.

“Tetapi jangan setengah hati, masyarakat menunggu keseriusan dan ingin melihat hasilnya. O ternyata shock terapy menyebabkan tidak terulangnya lagi korupsi atau tak melakukan korupsi,” imbuhnya.

Masyarakat saat ini sudah sampai pada titik ketidakpercayaan bahwa dalam institusi penegak hukum ada berbagai kecurigaan korupsi, bahkan banyak diantara mereka yang memiliki kekayaan yang fantastis, tetapi rakyat belum melihat nyata bagaimana kelanjutannya.

“Kemauan politik yang sebetulnya sangat penting, dengan contoh, dengan keteladanan. Lalu perangkat perundangan disiapkan, para pemimpin dari legislatif, birokrasi dan lainnya juga harus memberi contoh,” katanya.

Dosen FE UI tersebut sangat menyayangkan posisi Indonesia dalam bidang korupsi yang sejajar dengan negara-negara terbelakang dan miskin seperti Myamar, Agnola, Chad, Somalia, Sudan Pantai Gading, Tadjikistan dan Turkmenistan. Untuk bisa bersaing dengan Malaysia, Brunei, atau India posisi Indonesia masih jauh, apalagi dibandingkan dengan Singapura yang menduduki 10 besar negara terbersih di dunia.(mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pahlawan, Sejarah PKB Kab Tegal

Indonesia Kurang Serius atasi Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)
Indonesia Kurang Serius atasi Korupsi (Sumber Gambar : Nu Online)

Indonesia Kurang Serius atasi Korupsi