Rabu, 29 November 2017

Mensos Resmikan 6 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di Nganjuk

Nganjuk, PKB Kab Tegal. Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa meresmikan enam Lembaga Penyelenggaraan Kesejahteraan Sosial Anak yang Berhadapan dengan Hukum (LPKS ABH) di seluruh Indonesia Lembaga-lembaga tersebut sebagai pusat rehabilitasi sosial bagi anak yang berhadapan dengan hukum.

Mensos Resmikan 6 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Mensos Resmikan 6 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di Nganjuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Mensos Resmikan 6 Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak di Nganjuk

"Saat ini, masih ada 8.900-an anak kita yang berhadapan dengan hukum. Untuk anak di bawah usia 18 tahun harus dibina. Namun karena keterbatasan saat ini masih dicampur dengan lembaga pemasyarakatan dewasa," kata Khofifah di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (8/4) lalu seperti dilansir Antara.

?

Lima LPKS ABH yang diresmikan Khofifah di Nganjuk adalah LPKS ABH "Cokro Baskoro" Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur; LPKS ABH "Kasih Ibu" Kota Padang, Sumatera Barat; LPKS ABH "Insan Berguna" Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung; LPKS ABH "Surya" Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara; LPKS ABH "Songulara" Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah dan LPKS ABH Kabupaten Subang, Jawa Barat.

PKB Kab Tegal

Khofifah mengatakan, saat ini ada sekitar 58 persen anak berhadapan dengan hukum yang divonis hukuman di bawah tujuh tahun penjara yang masih dibina di lembaga pemasyarakatan dewasa.

Sedangkan anak berhadapan dengan hukum yang divonis di atas tujuh tahun penjara sekitar 59 persen masih dibina di lembaga pemasyarakatan dewasa.

"Menurut Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak, bila vonisnya di bawah tujuh tahun akan dibina di LPKS ABH yang dikelola Kementerian Sosial. Sedangkan bila vonisnya di atas tujuh tahun, akan dibina di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) yang dikelola Kementerian Hukum dan HAM," papar Ketua Umum PP Muslimat NU itu.

PKB Kab Tegal

Khofifah tidak memungkiri bahwa masih banyak anak yang dibina di lembaga pemasyarakatan dewasa, contohnya pelaku kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur berinisial YY di Bengkulu, yang tujuh di antaranya masih anak-anak.

"Pengadilan Negeri Bengkulu menjatuhkan hukuman 10 tahun kepada mereka. Saya sudah meminta kepada Kementerian Hukum dan HAM agar mereka dibina di LPKA Bandung yang akhirnya dikabulkan," terangnya. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Sunnah, Anti Hoax, Habib PKB Kab Tegal

Selasa, 28 November 2017

Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra

Karanganyar, PKB Kab Tegal. Pelaksanaan ujian nasional (UN) tinggal menghitung hari. Sekitar 600 siswa SMP/MTs. kelas IX dan SMA/MA/ SMK se-Kabupaten Karanganyar menggelar istighosah bersama di Masjid Agung Karanganyar yang diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kabupaten Karanganyar, Sabtu (12/4). Ratusan siswa ini berdoa memohon ketenangan batin dan persiapan menghadapi UN yang akan dilaksanakan mulai Senin (14/4).

Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang UN, IPNU-IPPNU Karanganyar Gelar Istighotsah Kubra

Para siswa se-Karanganyar tersebut sejak lepas Dhuhur telah memenuhi Aula Masjid Agung Karanganyar. Mereka dengan khidmat melantunkan ayat-ayat Al Quran. Acara istighosah tersebut seperti biasa diawali dengan bacaan Sholawat Nabi Muhammad dengan diiringi grup hadrah Al-Munawwar Matesih.

Ketua Panitia penyelenggara, Wahyu memberikan motivasi kepada para peserta istighostah "Mari kita bersama-sama untuk menata hati dan fikiran melalui berdoa maupun berdzikir untuk meraih kelulusan dalam ujian mendatang," ujarnya saat memberikan sambutan.

PKB Kab Tegal

Ia berharap kepada peserta istighotsah agar setelah lulus nanti untuk ikut dan bergabung dengan organisasi IPNU-IPPNU, tambahnya

PKB Kab Tegal

Istighotsah yang dipimpin oleh Rais Syuriah MWC NU Karangapandan, KH. Agus Mushtafa berlangsung khusuk dan khidmat. Usai berdoa, KH. Yahya menyampaikan pesan singkat kepada ratusan pelajar yang hadir.

KH. Mushtafa mengajak para pelajar untuk selalu berdoa, berikhtiar dan meminta doa restu kepada orang tua dan guru-guru agar ilmu yang dicita-citakan bermanfaat.

"Sebagai pelajar harus terus berdoa, berikhtiar, dan meminta doa dan restu kepada orang tua dan guru-guru kalian agar apa yang dicita-citakan bermanfaat baik di dunia maupun akhirat," pesannya ratusan pelajar

Sementara, Ketua PC.IPNU, Khalid menjelaskan kegiatan ini menjadi agenda rutinan yang diselenggarakan setiap tahun menjelang Ujian Nasional.

"Alhamdulillah, acara ini mampu membuat para Pelajar tampak semakin optimis dalam menghadapi UN yang akan digelar 14 April mendatang." tuturnya.

Dalam acara tersebut tampak hadir Ketua PCNU Kabupaten Karanganyar, Kiai Mukti Ali, Kiai dan  Kasi Mapenda Kemenag Kab. Karanganyar Drs. H. Muhtadi M.Pd. (Ahmad Rosidi/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax, Ulama, Pertandingan PKB Kab Tegal

Tes Penerimaan Mahasiswa Baru UNU NTB Masuk Gelombang Kedua

Mataram, PKB Kab Tegal. Unversitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat menggelar tes gelombang kedua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di kampus utama jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram Rabu (12/8). Sebanyak seratus lebih calon mahasiswa tampak mengerjakan soal yang diujikan di lokasi seleksi.

Tes Penerimaan Mahasiswa Baru UNU NTB Masuk Gelombang Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)
Tes Penerimaan Mahasiswa Baru UNU NTB Masuk Gelombang Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)

Tes Penerimaan Mahasiswa Baru UNU NTB Masuk Gelombang Kedua

"Jumlah peserta yang ikut tes sebanyak 133 orang dari semua jurusan yang tersedia," kata Wakil Ketua Panitia Pelaksana Jamiluddin.

Materi yang diujikan, kata jamil, hanya tes tulis yang ? meliputi materi Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, dan Pendidikan Agama.

PKB Kab Tegal

"Dari keseluruhan yang mengikuti tes PMB ini yang paling diminati adalah jurusan Farmasi Kesehatan. Selebihnya terbagi pada 10 prodi yang tersedia," katanya.

PKB Kab Tegal

Gelombang kedua ini merupakan gelombang terakhir. Pihak penyelenggara tidak membuka gelombang tes penerimaan selanjutnya.

“Karena, tanggal 26-28 Agustus sudah mulai ospek. Per 1 September nanti proses perkuliahan sudah dimulai,” terangnya. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kyai PKB Kab Tegal

Iqra’ dan Dimensi Masyarakat Digital

Oleh Ahmad Yahya

Manusia dititahkan oleh Allah swt sebagai khalifah dimuka bumi ini dengan diberi potensi akal pikiran. Manusia dituntut untuk berlomba-lomba mengembangkan potensi dirinya dan mengangtualisasikannya secara nyata dalam kehidupan sosial. Oleh sebab itu manusia akan dimintai pertanggung jawaban atas semua usaha yang pernah dilakukannya dihadapan sang khaliq. 

Membaca adalah perintah Allah swt yang pertama kepada Nabi Muhammad saw, menurut bahasa Al-Quran berasal dari kata qara’ yang artinya membaca, atau bacaan, sehingga Al-Quran adalah kalam Allah swt yang diturunkan dengan kewajiban membacanya bagi hamba-hamba-Nya. Dan ini dikuatkan dengan perintah Allah swt yang diturunkan yaitu surah Al ‘Alaq ayat 1-5: 

Iqra’ dan Dimensi Masyarakat Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Iqra’ dan Dimensi Masyarakat Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Iqra’ dan Dimensi Masyarakat Digital

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq :1-5)

Ayat di atas menunjukkan bagaimana Allah swt telah mengutamakan kewajiban membaca bagi hamba-hamba-Nya. Karena dengan membaca setiap manusia dapat memahami, mempelajari serta menghayati sesuatu yang tidak diketahuinya. 

PKB Kab Tegal

Perintah membaca merupakan sesuatu yang paling berharga yang pernah dan dapat diberikan kepada ummat manusia.

Membaca juga sebagai perwujudan pelaksanaan perintah Allah swt, kaum muslimin dapat meningkatkan ilmu pengetahuan sehingga dengannya Allah swt akan meninggikannya beberapa derajat. Allah swt juga telah memerintahkan manusia untuk memperhatikan ciptaan Allah swt dan mempelajarinya hingga bermanfaat bagi kehidupan di dunia.

Tantangan iqra dalam masyarakat digital

Keberadaan internet dalam masyarakat digital saat ini tentunya sangat mempengaruhi pola pikir dan pola tata masyarakat dalam menentukan masa depannya untuk berkembang secara individu maupun kelompok. Semua sisi kehidupan sudah bergantung dengan teknologi digital, terutama wujud nyata adanya internet. Jadi, kalau disikapi secara arif dan bijaksana bahwa budaya kita saat ini tengah berkembang.

PKB Kab Tegal

Kehadiran alat-alat digital tersebut tentunya sangat membantu untuk meningkkan minat baca, dan minat mencari segala informasi yang dibutuhkan, karena semua informasi mudah di akses melalui media-media online, postingan facebook, instagram, cuitan di twitter maupun segala bentuk media-media yang menggelar segala informasi dan ilmu pengetahuan yang bersifat digital. Sehingga masyarakat kita hari ini bisa dikata adalah masyarakat digital yang tergantung dengan hal-hal tersebut.

Hal ini juga memberikan efisiensi dan kecepatan masyarakat dalam menerima sumber informasi dan pengetahuan secara luas. Mereka tanpa perlu repot-repot membeli koran, majalah, buku, bahkan menyempatkan membaca di perpustakaan.    

Kadang hal ini menjadi dua sisi mata pedang yang perlu dipikirkan dan di kaji ulang dengan akal sehat dan nalar waras. Salah satu sisi era digital memberikan informasi dan ilmu pengetahuan secara cepat dan memudahkan, disalah satu sisi menggiring ke arah yang negatif, menyesatkan dan sulit sekali dipertanggung jawabkan. Kemudian yang muncul adalah ancaman menggrogoti tata kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai ini.

Segala sumber informasi ditelan secara mentah-mentah tanpa dasar etika dan akhlak yang luhur. Arus deras Informasi selalu menggelinding secara liar tanpa arah. Ancaman terberatnya adalah fitnah dengan mudah berkembang disegala lini kehidupan masyarakat yang bersumber dari tekhnologi informasi yang berkembang saat ini. Jika sekadar membaca, barangkali sebagian besar dari kita banyak membaca tulisan-tulisan yang melimpah di dunia maya. Namun jika kita bicara membaca buku?

Minimnya jumlah buku yang dibaca orang Indonesia tidak lain karena kurangnya buku dan mahalnya harga buku yang terbit di negeri ini. Jangkauan membaca buku hanya golongan kelas menengah ke atas. Sedangkan golongan kelas bawah beranggapan bahwa buku bukan konsumsi pokok kelas bawah. Yang terpenting adalah segala kebutuhan keluarga tercukupi tiap harinya. Ini menjadi dasar bahwa pendidikan adalah hal yang utama, dan pendidikan menjadikan kemakmuran untuk seluruh lapisan masyarakat, bukan justru memiskinkan.

Ada beberapa hal yang harus diupayakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di era digital saat ini. Pertama, kampanye gerakan membaca yang di canangkan pemerintah harus di dorong dengan tindakan nyata, tidak hanya slogan dan simbol belaka yang usang dimakan waktu. Kedua, menumbuhkan perpustakaan diberbagai daerah dengan berbagai macam dan beragam cara. Ketiga, Memperbanyak sumber referensi buku yang akan dibaca oleh masyarakat. Keempat, memberikan akses sebesar-besarnya untuk masyarakat dalam memperoleh sumber ilmu pengetahuan lewat membaca.

 

Memang mengubah budaya sadar membaca itu sangat sulit, tetapi setidaknya niat baik ini harus terus disuarakan. Membaca itu keterampilan yang harus dilatih, seperti lari maraton, semakin sering berlatih, semakin kuat, semakin suka, daya tahan semakin maksimal. Sehingga pengetahuan yang kita peroleh dari membaca menjadi alat bagi kita untuk berdaya dan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Selamat membaca. Wallahu a’lam.

Penulis adalah Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Sosial Masyarakat IMAN Institute, Tinggal di Kota Semarang.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News, Berita PKB Kab Tegal

Kader Muda NU di Sidoarjo Gelar Festival Hadrah Al-Banjari

Sidoarjo, PKB Kab Tegal. Remaja Masjid Agung Purboyo Suwaluh, Balongbendo, Sidoarjo, bekerja sama dengan IPNU-IPPNU ranting Suwaluh menggelar festival Al-Banjari se-Kabupaten Sidoarjo yang digelar di masjid setempat, Sabtu (28/1) lalu.

Kader Muda NU di Sidoarjo Gelar Festival Hadrah Al-Banjari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU di Sidoarjo Gelar Festival Hadrah Al-Banjari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU di Sidoarjo Gelar Festival Hadrah Al-Banjari

Festival Hadrah Al-Banjari se-Kabupaten Sidoarjo ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, peringatan "Haul Mbah Purboyo", serta upaya mensyiarkan agama Islam. Pasalnya, disekitar lokasi tersebut diduga terdapat aliran intoleran.

Ketua panitia, M Khoirul Maarif, menjelaskan bahwa, acara festival Hadrah Al-Banjari ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahunnya. Tahun ini, mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.

"Peserta Hadrah Al-Banjari tahun lalu sekitar 30 grup. Sekarang pesertanya berjumlah 50 grup. Tidak ada batasan umur. Satu grup membawakan dua lagu, lagu pertama wajib dan satunya lagu bebas. Kegiatan ini untuk mensyiarkan agama Islam dan Maulid Nabi," jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Suwaluh Balongbendo, Sidoarjo, M Heru Sulton, menceritakan bahwa Mbah Purboyo termasuk pendiri masjid agung Purboyo, dan semasa hidupnya Mbah Purboyo ikut andil dalam perang Padri, mensyiarkan agama Islam dan termasuk prajurit Pangerang Diponegoro.

PKB Kab Tegal

Meski namanya tidak tercatat dalam agenda besar negara, namun warga sekitar sangat menghargai dan mengapresiasi perjuangan mbah Purboyo. Pasalnya, mbah Purboyo pasa massa itu, turut serta dalam mensyiarkan agama Islam dan salah satu santri Pangeran Diponegoro.

"Mbah Purboyo sebagai santri Pangeran Diponegoro dan prajurit Pangeran Diponegoro yang hijrah dalam perang Padri dan mengembangkan Islam di Purboyo. Masyarakat Nahdliyin serta takmir masjid disini kemudian menikdaklanjutinya dengan mengadakan haul dan pengajian umum untuk mengenang jasa beliau," ujarnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Nahdlatul, AlaSantri PKB Kab Tegal

GP Ansor Jombang Ajak Pemuda Setempat Bershalawat

Jombang, PKB Kab Tegal. Dalam rangka menyambut momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang mengajak pemuda dan warga masyarakat setempat untuk bershalawat secara bersma-sama selama dua hari di Terminal Parkir Makam Gus Dur, Senin-Selasa (7-8/12/2015).

Pembacaan shalawat dikemas dengan festival penampilan dari beberapa kesenian hadrah dan banjari yang ada di Kabupten Jombang. Kurang lebih dari 21 Grup Al Banjari se Kabupaten Jombang yang mewakili dari masing-masing kecamatan hadir mengikuti kegiatan ini hingga rampung. Sebelumnya, mereka membaca tahlil dan doa bersama ditujukan kepada Almarhum KH Abdurrahman Wahid dan para pendiri Jam’iyah Nahdhatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia.?

GP Ansor Jombang Ajak Pemuda Setempat Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jombang Ajak Pemuda Setempat Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jombang Ajak Pemuda Setempat Bershalawat

H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua PC GP Ansor Jombang mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dalam menyukseskan agenda tersebut. “Atas kerjasama antara PC GP Ansor, Ishari dan Pemkab Jombang, kegiatan ini sesuai dengan harapan bersama,” katanya, Selasa (8/12).

PKB Kab Tegal

Selain itu Gus Antok sapaan akrabnya mengungkapkan keinginannya menjadikan kesenian hadrah ini sebagai daya tarik bagi generasi muda di Jombang untuk hadir dan kemudian memiliki kemauan kuat untuk berkhidmat di Ansor NU, juga sebagai media dakwah kepada masyarakat, khususnya para orang tua.?

“Kepada para pemuda Jombang supaya lebih tertarik untuk berkhidmat di Ansor melalui media seni hadrah dan banjari tersebut. Anak-anak muda sebaiknya bergabung dalam organisasi Ansor dimana ? memiliki kegiatan yang positif guna menjawab keresahan dan persoalan generasi muda saat ini, seperti pergaulan bebas dan narkoba,” ungkapnya.?

PKB Kab Tegal

Kehadiran para anak-anak muda yang tergabung dalam grup al banjari ini, kata dia akan menjadi jejaring sosial yang sangat baik guna proses kaderisasi dan regenerasi Ansor NU. Setiap majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, dapat bersinergi dengan Ishari menggunakan seni hadrah atau al banjari. Hal ini untuk menyemarakkan majelis ilmu sekaligus sholawat dan menimbulkan daya tarik di masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam perkembangannya, lanjut Gus Antok, setidaknya sudah ada 4 Pengurus Anak Cabang (PAC) dalam kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor selalu bergandengan dengan Ishari setempat. “Semoga ini menjadi sinergi yang bermanfaat dan bermartabat untuk NU di tengah masyarakat yang kepedulian dan kebanggaan ? terhadap organisasi NU semakin luntur,” tandasnya.

Terahir Gus Antok menuturkan, sebagai bentuk motivasi kepada para penampil seni banjari dan hadrah, pihaknya memberikan penghargaan kepada 3 Grup terbaik dan 3 Grup harapan. Penghargaan berupa berupa piala dan uang pembinaan. Grup terbaik masing-masing mendapat uang pembinaan Rp 2 Juta, dan Grup Harapan masing-masing mendapat Rp 1,5 Juta. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh, Sejarah PKB Kab Tegal

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Bisa dihitung jari anak muda yang menggemari seni budaya, khususnya wayang. Satu di antaranya adalah Dandy Asghor Dawudi, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIP Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng. Selain berselera melahap buku-buku pewayangan, Dandy –sapaan akrabnya, juga memiliki keahlian membuat wayang.

Ketertarikan Dandy terhadap wayang sejak tahun 2014 lalu ketika dia masih duduk di bangku STM (Sekolah Teknik Menengah). Dan jauh sebelum itu, pemuda kelahiran 24 Juni 1998 itu pernah menjadi anggota seni rakyat jaranan Raden Anom Dusun Bumiarjo Desa Gudo Jombang selama dua tahun.?

Dandy mulai gemar membaca referensi buku-buku budaya Jawa dan sejenisnya hingga ia menemukan ketertarikan pada pewayangan. Wayang, menurut Dandy merupakan simbol-simbol budaya yang sastrawi dan sarat dengan nilai-nilai filosofis.

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Wayang sendiri, ungkapnya, adalah ajaran. “Mulai dari agama, politik semua ada di wayang. Tata negara sampai tasawuf itu ada di wayang. Wayang itu cermin kehidupan, kehidupan kompleks ada di wayang.”

Dandy melanjutkan, dalam wayang semua itu menyatu. Sekarang ini ketika bicara tentang politik dipisahkan dengan nilai ketuhanan atau tanpa menyentuh Tuhan. Kalau dalam pewayangan ada Satrio pinandito sinisian wahyu. Maksudnya, seseorang berjuang (berpolitik) tidak karena kepentingan tertentu, tapi menjalankan tugas sebagai kholifah. Setiap langkahnya ada pertimbangan dengan Dewa (Tuhan). Ada keseimbangan spiritual dunia dan akhirat.

“Kalau sekarang ini urusan politik ya untuk macul (demi kepentingan atau keuntungan, red) saja. Demi kekuasaan dan kepentingan belaka. Urusan dunia dan akhirat dipisahkan,” selorohnya.

PKB Kab Tegal

Wayang juga, lanjut laki-laki bermata sipit ini, menjadi refleksi dalam kehidupan. Wayang sebenarnya simbol-simbol. Misalnya Arjuna itu simbol asmara. Arjuna kalau membunuh musuhnya, tidak pernah menusuk musuhnya. Butho melawan Arjuna pasti butho mati tertusuk kerisnya sendiri. Arjuna melawan angkara murka itu dengan cinta. “Sayangnya, sekarang wayang dianggap sekadar cerita, remeh dan tidak relevan dengan kehidupan sekarang ini,” tuturnya.

Wayang juga membawa Dandy memahami kearifan Wali Songo dalam membawa ajaran Islam di tanah Jawa, “Kata orang Jawa, Islam masuk ke Jawa itu artinya orang Jawa pulang pada dirinya sendiri. Orang Jawa sebelum masuknya Hindu dan Budha, sudah menemukan Tuhannya sendiri, bahwa alam semesta itu ada yang menciptakan, dan mereka memeluk kepercayaan Kapitayan. Wali Songo masuknya lewat aliran kepercayaan tersebut. Jadi, istilahnya bukan shalat, tapi sembahyang, itu adalah sembah hyang atau menyembah Tuhan. Tempat ibadah orang Jawa namanya sanggar pamujan, menjadi langgar, langgar yang kuno pasti ada bulatan kosong. Itu warisan dari Kapitayan,“ papar Dandy.

Sayangnya, sesal Dandy, saat ini budaya, termasuk wayang, fungsinya lebih banyak untuk kepentingan komersial. “Kalau di Jawa itu, ada keris, ada pedang, ada pacul. Keris itu integritas, inti ajaran, inti, watak, karakter. Kalau pedang itu kekuasaan dan politik. Kalau pacul itu alat mencari uang. Akan tetapi, saat ini keris juga difungsikan sebagai pacul, segala sesuatu dikomersilkan,” ungkapnya.

PKB Kab Tegal

Selain mendalami pewayangan, Dandy juga memiliki keahlian membuat wayang. Keahliannya itu bermula ketika dia melihat salah satu tayangan di TV di mana ada salah seorang perajin wayang yang memanfaatkan kertas duplek untuk membuat wayang. Kertas duplek itu pengganti kulit yang tentu saja mahal harganya. Dandy yang tertarik wayang mulai mengikuti jejak dengan mulai menggambar atau membuat sketsanya. Tidak mudah membuat sketsa wayang, “Ngepaskan pas ndingkluknya (nunduknya, red) agak susah. Dan ketika membuat biasanya butuh ketenangan batin. Awalnya memang tidak bisa, mblendot-mblendot, lama-kelamaan menjadi bagus,” akunya.

Untuk bahan membuat wayang, Dandy membutuhkan kertas duplek, lem, tatak untuk nyungging yang terbuat dari paku dudur yang direnda. “Selama ini yang paling susah nyeketsanya,” katanya. Proses awalnya, kertas duplek disket dulu, lalu disatukan, trus disungging, dicari gapit, tangan dikasih sendi-sendi, kemudian jadi. “Kadang prosesnya butuh dua jam selesai, kadang bisa berhari-hari kalau lagi tidak tenang,” selorohnya sambil tertawa.

Dandy selama ini membuat wayang secara otodidak karena tidak ada komunitas yang bisa diikuti di Gudo. Sampai sekarang Dandy sudah membuat sekitar 20 wayang plus 3 gunungan. Dengan tokoh yang berbeda-beda, seperti Semar, Arjuna, Bratasena, Dewa Amral, Gatutkaca,dan lain sebagainya. (Robiah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Humor Islam PKB Kab Tegal