Selasa, 14 November 2017

Mainkan Angklung-Rebana Sampai ke Negeri China

Angklung dan Rebana, dua alat musik khas Indonesia yang sangat populer di tanah air ini akhir tahun kemarin mengalun di negeri China. Adalah pelajar yang tergabung dalam Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok cabang Nanchang yang mengenalkan dua alat musik tersebut ke masyarakat China, khususnya di kota Nanchang ibukota Provinsi Jiangxi.

Penampilan Angklung disuguhkan dalam pentas budaya akhir tahun program Pascasarjana Nanchang University. Acara yang diadakan pada (30/12) tersebut bertempat di ruang Music Hall Yuyong Guan Nanchang University yang dipadati sekitar 500 penonton.

Yang menarik, para penampil Angklung tersebut adalah 16 mahasiswi asli China yang memainkan instrumen musik My Heart Will Go On dengan iringan petikan gitar oleh Farkhandika Akbar mahasiswa program bahasa Mandarin Nanchang University dan ? Nurwidianto selaku konduktor.

Penampilan tersebut adalah yang kedua kalinya mereka setelah sebelumnya mereka tampil dalam pentas Indonesian Food Festival pertengahan November kemarin yang diadakan PPI Tiongkok Nanchang di Nanchang University.

Mainkan Angklung-Rebana Sampai ke Negeri China (Sumber Gambar : Nu Online)
Mainkan Angklung-Rebana Sampai ke Negeri China (Sumber Gambar : Nu Online)

Mainkan Angklung-Rebana Sampai ke Negeri China

Alat musik Angklung yang didapat dari bantuan KBRI Beijing tersebut, diajarkan tiap akhir pekan selama dua bulan kepada puluhan mahasiswa-mahasiswi Nanchang University yang asli China di bawah bimbingan Nurwidianto, mahasiswa asal Kendal Jawa Tengah yang mengambil S2 jurusan Aplikasi Matematika Nanchang University.

“Kita sangat bangga bisa mengenalkan budaya Indonesia kepada masyarakat China, apalagi dalam hal ini Angklung adalah bagian dari salah satu warisan budaya Indonesia yang diakui Unesco, mereka sangat interest terhadap budaya Indonesia,” ujar Nurwidianto yang juga Wakil Ketua PPI Tiongkok Cabang Nanchang.

PKB Kab Tegal

Nurwidianto yang akrab disapa Widi menambahkan, yang makin membanggakan lagi ketika penampilan usai, aplaus dan apresiasi ratusan penonton luar biasa hingga acara usai pun banyak yang meminta foto bersama dengan alat tersebut, mereka sangat penasaran karena alunan suara dari bambu itu bisa dimainkan begitu harmonis.

Rebana

PKB Kab Tegal

Selain mengenalkan Angklung, PPI Tiongkok cabang Nanchang juga mengenalkan alat musik Terbang Rebana, mereka sudah tampil dalam empat pementasan yang berbeda selama November-Desember kemarin, mulai dari ajang Indonesian Food Festival, Foreign-Chinese Student Exchange, pentas Pertukaran Budaya Nanchang University Student Union dan terakhir adalah di pentas akhir tahun yang diselenggarakan oleh Foreign Affair Office Nanchang City Government.

Satu set alat Rebana yang dimainkan oleh 20 mahasiswa Indonesia di Nanchang University tersebut adalah bantuan dari Bupati Demak Jawa Tengah dan beberapa Tokoh di Semarang. Mereka berlatih bersama yang di koordinir oleh Nurwidianto dan membawakan lagu Obat Hati dalam versi bahasa Jawa dan Indonesia, Ya Nabi Salaam dan Hamawi Ya Mismis.

“Sebagai bagian dari program pengenalan budaya Indonesia kepada publik China oleh PPI Tiongkok Cabang Nanchang dan sepanjang yang saya tahu, Rebana ini mungkin yang pertama kali dimainkan di daratan China.” ujar Ahmad Syaifuddin Zuhri selaku Wakil Ketua Umum PPI Tiongkok Pusat.

Apresiasi masyarakat China terhadap budaya Indonesia begitu tinggi, tak heran ketika berita ini ditulis, Tim Rebana mahasiswa Indonesia di Nanchang University tersebut baru saja mendapat konfirmasi undangan untuk pentas tanggal 22 Januari besok dari beberapa komunitas masyarakat kota Nanchang.

Apa yang dilakukan oleh para mahasiswa Indonesia di China tersebut semakin menguatkan peran people-to-people contact antara Indonesia dengan China dan semakin menambah daftar Tapak Kaki Budaya (Foot Print) Indonesia di China.

?

Ahmad Syaifuddin Zuhri

Mahasiswa S2 Jurusan Hubungan Internasional Nanchang University dan Wakil Ketua Umum Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok 2013-2014

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Tegal, Hikmah PKB Kab Tegal

Bantuan Produktif LAZISNU Juga Hadir di Kota Depok

Depok, PKB Kab Tegal. Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) kembali menyalurkan bantuan produktif. Kali ini giliran para pengusaha mikro yang tergabung kedalam pengajian-pengajian yang di Kota Depok, Jawa Barat. Sebanyak 20 orang yang sebagian besar adalah pedagang mendapatkan tambahan modal usaha.

Bantuan Produktif LAZISNU Juga Hadir di Kota Depok (Sumber Gambar : Nu Online)
Bantuan Produktif LAZISNU Juga Hadir di Kota Depok (Sumber Gambar : Nu Online)

Bantuan Produktif LAZISNU Juga Hadir di Kota Depok

Hal ini menjadi bagian dari program pemberdayaan ekonomi mikro LAZISNU bernama “NUPreneur”. Ketua Pengurus Cabang NU (PCNU) Depok H Raden Salamun Adiningrat mengatakan, saat ini di kota-kota besar ada kecenderungan NU semakin terlupakan, hal ini seiring dengan menjamurnya organisas-organisasi Islam di masyarakat.

Sementara itu, lanjutnya, problem masyarakat yang semakin kompleks perlu segera dijawab, termasuk di sektor perekonomian. Oleh karena itu, kata Salamun, peran LAZISNU melalui program tersebut merupakan bukti keberpihakan NU kepada pembangunan ekonomi rakyat. Dengan program NUPreneur, diharapkan akan semakin mengokohkan kembali peran NU di masyarakat.

PKB Kab Tegal

Bantuan tersebut diserahkan melalui Koperasi Syirkah Bangun Persada pada 26 Maret kemarin. Mujahid, mewakili Koperasi Syirkah Bangun Persada, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan LAZISNU kepada pihaknya.

PKB Kab Tegal

Mujahid juga berpesan agar para penerima bantuan (mustahiq) memegang amanah bahwa dana untuk modal usaha mereka dan bukan untuk keperluan yang tidak produktif. Dengan demikian maka diharapkan usaha para mustahiq semakin maju. Semakin tinggi tingkat produktivitas, semakin besar pula peluang pengentasan kemiskinan itu dapat terwujud.

“Sebetulnya bisa saja zakat itu hanya diberikan begitu saja kepada para mustahiq toh itu merupakan hak mereka juga, namun jika demikian maka tentu ada kecenderungan para penerima menganggap zakat tersebut hanya sebatas karitas (pemberian) semata dan tujuan pemberdayaan tentu tidak akan tercapai,” katanya.

Dengan program bantuan produktif melalui koperasi, maka penyalurannya akan semakin sistematis. Penyaluran dana zakat itu oleh koperasi dibuat skema menjadi produk Qordhul Hasan, yaitu produk pembiayaan kebajikan dalam bentuk modal usaha. Para penerima akan mengembalikan dana tersebut tanpa adanya tambahan (ziyadah/bunga/bagi hasil) sedikit pun. Hanya saja disarankan adanya infaq. Dana itupun dapat dipinjam kembali oleh penerima yang sama, atau penerima yang lain yang tentunya yang masuk kategori mustahiq zakat.

Sementara itu bagi koperasi syariah, masuknya dana zakat, infaq, shadaqah, dan wakaf tidak dapat diakui sebagai pendapatan koperasi. Pengelolaannya pun harus terpisah dengan dana komersial lainnya. Saat ini koperasi memiliki karyawan yang semuanya adalah lulusan STAINU, ditambah dua orang mahasiswa Perbankan Syariah STAINU yang sedang Praktik Kerja Lapangan. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah PKB Kab Tegal

Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim

Jakarta, PKB Kab Tegal. Dalam jangka panjang, yang menjadi penentu dalam berbagai hal dalam kehidupan bermasyarakat adalah masyarakat itu sendiri, bukan pemimpin keagamaan. Karena itu, pilihan negara Islam menjadi sangat tidak tepat.

“Bukan lagi kiai yang menentukan. Karena itu, almarhum Rais Akbar Nahdlatul Ulama KH. Hasyim Asy’ary dan KH. Wahid Hasyim itu berfikir ya sudah negara ini jangan dijadikan negara Islam,” kata mantan ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) di depan para puluhan peserta pengajian Ramadhan di Pesantren Ciganjur, Jakarta (1/10).

Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Dur: Saya Ikut Mbah Hasyim

Kenapa kita menjadi negara Pancasila? Menurut Gus Dur, dalam masa depan pluralitas itu sangat penting dan tidak bisa dipisahkan dari kehidupan umat manusia yang beragama. Islam sendiri tidak memungkiri adanya pluralitas itu.

“Maka mau tidak mau jangan negara Islam. Kalau saya sih ikut Mbah Hasyim saja (KH. Hasyim Asy’ary: Red), karena kenyataannya memang begitu,” kata Gus Dur.

Konsekuensi dari negara Pancasila adalah adanya pemisahan yang tegas antara agama dan negara. “Karena itu undang undang seperti Anti Pornografi dan Pornoaksi (APP) harus dihindarkan, nah karena itu berarti UU berarti pemerintah campatr tangan,” kata Gus Dur yang sejak awal berbeda dengan PBNU dalam soal APP.

Dalam negara Pancasila, dikatakan Gus Dur, pemerintah tidak dapat menentukan apakah sebuah intitusi dalam masyarakat telah mengganggu ketentraman umum atau tidak. Gus Dur mencontohkan, pemerintah yang diwakili oleh pihak kepolisian sempat berencana menutup pesantren Nguki Solo yang dipimpin oleh Ustadz Ba’asyir karena dinilai meresahkan masyarakat dan diklam sebagai sarang penggemblengan para teroris.

PKB Kab Tegal

“Waktu itu hanya saya yang berani membantah. Saya katakan, bahwa negara tidak punya urusan untuk menutup pesantren. Masyarakat yang berhak menutup, bukan kepolisian. Apalagi kepolisian kan hanya menjalankan perintah saja, tidak berhak menentukan apakah melanggar kepentingan umum atau tidak,” kata Gus Dur. (nam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Cerita, Tegal, Humor Islam PKB Kab Tegal

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya

Alkisah seorang anak hidup dalam kederhanaan. Sebut saja ia dalam kisah nyata ini dengan inisial H. Ibunya pergi merantau dan dia tinggal bersama neneknya. Setiap bulan ibunya pulang untuk sekadar silaturahmi pada orang tuanya yang masih hidup dan bertemu anaknya. Selama ini saya pun juga tidak tau apa pekerjaan asli sang ibu itu.

Suatu ketika tepatnya di bulan puasa Ramadhan, sang ibu itu pulang ke kampung halaman untuk berkumpul bersama keluarga. Seperti biasa adat anak-anak Jawa, setiap bulan puasa tak lepas dari petasan yang menjadi mainan mereka. Banyak anak-anak yang main petasan di pinggir jalan, di depan rumah orang, tanpa berpikir apakah yang mereka lakukan mengganggu orang lain atau tidak. Yang namanya anak-anak, sudah diberi tahu beberapa kali pun seakan tak dihiraukan.

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Nyata Ucapan Ibu Berbuah Petaka untuk Anaknya

Tepatnya di depan rumahku kejadian ini berawal. Setelah shalat tarawih banyak anak yang bermain di depan rumah termasuk si H. Kebetulan hari-hari itu kakekku sedang sakit. Kebetulan malam itu ibu si H sedang ada di dalam rumahku berniat menjenguk kakekku. “Anak-anak, kalian jangan sampai main petasan di depan rumah ini, ya! Kakek lagi sakit” teriak ibu H sambil keluar di depan rumah. Setelah itu si ibu pun masuk lagi ke rumah dan kembali ke kamar kakek.

Tak lama kemudian, “Daaaaaaaarrrrr....” suara petasan meletus hingga membuat yang di dalam rumah kaget. Bergegaslah ibunda H tadi keluar.

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

“Siapa yang mainan petasan barusan” teriak ibu itu dengan muka merah.

“H, Bu” sahut salah satu anak yang di depan tadi.

Seketika ibu itu juga teriak pada anaknya. Ucapan yang bernada marah terucap, “Ingat, Nak, kamu diatur sulit. Ingat ya, kamu tidak pernah akan bahagia selamanya karena kamu sulit diatur,” teriak ibu tadi pada anaknya.

Saat itu aku berada di rumah dan dengan jelas mendengar langsung “doa” sang ibu tadi pada H. Diriku merasa tercengang dengan perkataan ibu tadi. “Masyaallah, tega banget ibu tadi mendoakan anaknya sendiri seperti itu. Bukankah doa ibu pada anak itu mudah terkabul? Apalagi sang ibu dalam keadaan marah karena anaknya,” gumamku dalam hati. H memang tergolong anak yang lumayan nakal. Tapi menurutku justru nakal itu harus didoakan agar berubah dan nantinya menjadi baik.

Beberapa tahun kemudian...

Kehidupan H selama ini memang tergolong yang tidak beruntung. Dia pernah jadi buronan polisi karena kasus pencurian di Surabaya. Dalam hal pernikahan, ia gagal karena berakhir perceraian. Nikah lagi, dan menghamili mertuanya sendiri. Diusirlah ia oleh warga kampung istrinya karena dianggap mencemarkan nama baik. Dan yang terakhir yang saya tahu, H hampir dikeroyok pemuda kampungnya sendiri karena mencuri. Dan sekarang dia pun lontang-lantung di rumah seakan membawa beban berat jika dilihat raut mukanya.

Ya Allah, seketika jika melihat kehidupanya saya teringat ucapan ibundanya sewaktu dia kecil dulu. Ucapan sang ibu yang mendoakan anaknya tidak akan bahagia selamanya. “Apakah ini yang dinamakan doa ibu yang selalu terkabul,” pikirku.

Dengan kisah ini semoga kita menjadi orang tua yang lebih santun di setiap ucapan. Tidak gampang mendoakan dengan doa yang buruk. Jika anak kita nakal, hendakaknya malah kita doakan semoga diberi kesadaran hingga mendapat kebaikan. Karena ridha Allah tergantung dengan ridha orang tua juga.”

Menjadi orang tua memang sulit. Harus mengatur rumah tangga, juga mendidik anak-anak agar mempunyai akhlak baik. Bandelnya sang anak kadang memancing emosi mereka. Inilah gambaran orang tua. Tetapi, meskipun demikian hendaklah orang tua menjaga ucapan untuk anak-anak mereka. Sebandel dan senakal apapun anak jangan sampai orang tua terucap dari mulut suatu perkataan yang tidak baik pada anak apalagi mendoakan yang tidak baik. Na’udzubillah.

Ahmad Toha, pengajar; berdomisili di Trenggalek Jawa Timur

=====

PKB Kab Tegal mengajak kepada pembaca semua untuk berbagi kisah inspiratif penuh hikmah baik tentang cerita nyata diri sendiri atau pengalaman orang lain. Silakan kirim ke email: redaksi@nu.or.id

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian PKB Kab Tegal

Senin, 13 November 2017

Tata Cara Jama Shalat

Yang dimaksud dengan shalat jama’ ialah mengumpulkan dua shalat fardlu dikerjakan dalam satu waktu shalat. Shalat yang boleh dijama’ adalah shalat dhuhur dengan ashar dan magrib dengan isya’.Shalat jama’ ada 2 (dua) macam, pertama jama’ taqdim ialah melakukan shalat dhuhur dan ashar pada waktunya dhuhur atau melakukan shalat maghrib dan isya’ pada waktunya maghrib. Kedua, Jama’ ta’khir ialah melakukan shalat dhuhur dan ashar pada waktunya shalat ashar atau melakukan shalat maghrib dan isya’ pada waktunya shalat isya’.

Syarat-syarat jama’ taqdim ada 4 (empat): Pertama, tartib maksudnya mendahulukan shalat yng pertama dari pada yang kedua seperti mendahulukan shalat dhuhur dari pada ashar, atau mendahulukan maghrib dari pada isya’.

Kedua, niat jama’ dalam shalat yang pertama. Waktu niatnya adalah antara takbir dan salam, tapi yang sunat, niat bersamaan dengan takbiratul ihram. Niatnya shalat dhuhur dan ashar dengan jama’ taqdim:

Tata Cara Jama Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)
Tata Cara Jama Shalat (Sumber Gambar : Nu Online)

Tata Cara Jama Shalat

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? “Saya niat shalat fardlu dhuhur empat rekaat dijama’ bersama ashar dengan jama’ taqdim karena Allah Ta’ala”.

Niatnya shalat maghrib dan isya’ dengan jama’ taqdim:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKB Kab Tegal

? “Saya niat shalat fardlu maghrib tiga rekaat dijama’ bersama isya’ dengan jama’ taqdim karena allah Ta’ala”.

Ketiga, Muwalat ( berurutan ) maksudnya antara dua shalat pisahnya tidak lama menurut uruf, jadi setelah dari shalat yang pertama harus segera takbiratul ihran untuk shalat yang kedua.

Keempat, Ketika mengerjakan shalat yang kedua masih tetap dalam perjalanan, meskipun perjalanan itu tidak harus mencapai masafatul qashr, sebagaimana shalat qashar? (lihat keterangan dalam rubrik syariah judul tuntunan mengqashar Shalat). Sebagaimana dalam matan gahayah wat taqrib:

PKB Kab Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?, ? ? ? ? ? ? ?

Boleh saja bagi musafir menjamak (mengumpulkan) antara shalat dzuhur dan ashar dalam waktu mana saja yang ia suka (diantara keduanya). Dan antara shalat maghrib dan isya di waktu mana saja yang ia suka. ?

Adapun syarat-syarat jama’ ta’khir ada dua, pertama, Niat jama’ ta’khir dilakukan dalam waktunya shalat yang pertama. Niatnya shalat dhuhur dan ashar dengan jama’ ta’khir :

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

“Saya niat shalat fardlu maghrib empat rekaat dijama’ bersama ashar dengan jama, ta’khir karena Allah Ta’ala”.?

Niatnya shalat maghribi dan isya’ dengan jama’ ta’khir:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

? “Saya niat shalat fardlu maghrib tiga rekaat dijama’ bersama isya’ dengan jama’ ta’khir karena Allah Ta’ala”.

Dua, ketika mengerjakan shalat yang kedua masih tetap dalam perjalanan sebagaimana keterangan di atas. (Red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nusantara, Makam PKB Kab Tegal

Melawan Radikalisme

Oleh Nur Faizin Darain



Sikap intoleran, kekerasan warga, dan radikalisme adalah tiga mata rantai yang acap menghantui kesatuan kita sebagai bangsa. Tidak adanya sikap saling menghormati antarindividu dan kelompok semakin memicu sikap apatis. Indikasi tersebut semakin diperunyam munculnya beberapa kelompok yang membawa ajaran khilafah pada bangunan Indonesia yang sudah matang.

Melawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Melawan Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Melawan Radikalisme

Paham ekstrim kanan atau ekstrim kiri yang mulai merebak di negeri ini semakin berdampak sistemik pada perubahan tatanan sosial kemasyarakatan. Beberapa paham keagamaan radikal misalnya, semakin memperlebar jurang fundamentalisme agama. Mereka juga semakin merengsek ke dalam sendi-sendi kehidupan beragama dan ber-ahlussunnah wal jamaah yang mayoritas dijalankan umat Islam di Indonesia.?

Tidak hanya itu, pemahaman dangkal perihal Islam dan sunnah begitu mudah mengkafirkan golongan atau kelompok lain yang tidak sepaham. Kecenderungan ini semakin memperlebar jurang disintegrasi, pun juga konflik dan teror di beberapa daerah acap mengemuka. Rasa aman untuk menjalankan praktik keberagamaan dan praktik sosial-kemasyarakatan lainnya tentu menjadi entry point dalam merekatkan hubungan berbangsa dan bernegara. Ancaman disintegrasi tentu perlu disikapi serius oleh banyak kalangan, terutama para ulama yang menjadi soko guru praktik keberagamaan dan keberagaman ? di Indonesia?

Ahlussunnah wal jamaah sebagai landasan berpikir penting kiranya diketengahkan dalam situasi yang hampir turbulensi tersebut. Ahlussunnah atau kelompok yang cinta melakukan sunnah nabi dapat menjadi jawaban atas segala permasalahan di negeri ini, terutama dalam melawan ekstrimisme bermotif agama. Etika wal jamaah memberikan garansi tiap kelompok beriringan dan berirama dalam merawat keindonesiaan. Hasil pendidikan ala ahlussunah wal jamaah dapat dirasakan bahwa sangat jarang (atau tidak ada sama sekali) kita temui kelompok ahlussunnah wal jamaah melakukan tindakan fanatik dan atau radikal berdasarkan agama yang dapat merugikan orang lain.?

Refleksi GP Ansor

PKB Kab Tegal

Dalam merawat keindonesiaan, kebangsaan, dan keislaman, GP Ansor bersama-sama NU dan seluruh elemen masyarakat harus bergandengan tangan “melawan” segala bentuk intoleransi dan radikalisasi. Sebagai badan organisasi otonom dibawah naungan NU (Nahdlatul Ulama), GP Ansor tidak hanya harus berjibaku melakukan penguatan nilai-nilai ahlussunah wal jamaah di internal kader. Lebih dari itu, GP Ansor memiliki tanggung jawab dalam konteks kebangsaan memberikan rasa aman kepada seluruh elemen masyarakat sesuai semangat ber-ahlussunah wal jamaah. Dari sinilah GP Ansor yang memasuki usianya ke-83 tahun pada 24 April 2017 dapat merawat NKRI.?

Langkah praktis dalam upaya merawat NKRI dapat dilakukan di pelbagai bidang kehidupan berbangsa dan bernegara. Tentu dengan semangat ber-ahlussunnah wal jamaah sebagai landasan berpikir dan bergerak. Merawat NKRI dalam kehidupan berbangsa ala GP Ansor ialah melakukan pemberdayaan kepada masyarakat marjinal, terpinggirkan, kelompok minoritas yang teraniaya, dan memastikan sikap toleran dapat berjalan beriringan dengan keberagamaan dan keberagaman yang sudah mendarah daging di tengah-tengah masyarakat Indonesia. Praktik bernegara ala GP Ansor tentu tidak hanya semata-mata mencintai negeri ini, pun juga merawat dan membela negeri ini dari segala bentuk imperialisme dan rongrongan dari kelompok tertentu yang hendak mengutak-atik bangunan NKRI.

Sebagai garda terdepan NU melawan segala bentuk tindakan intoleran dan paham radikal, GP Ansor secara bersamaan juga meruwat dan merawat kehidupan bermasyarakat, beragama, berpolitik, dan bernegara melalui konsep ahlussunnah wal jamaah. Doktrin ahlussunah wal jamaah ini, sebagaiamana dijelaskan KH. Said Aqil Siraoj (2009), menyandarkan diri pada beberapa prinsip yang tidak ke kanan dan tidak pula ke kiri. Beberapa prinsip tersebut antara lain; prinsip syura atau musyawarah, al-‘adl atau keadilan, al-hurriyyah atau kebebasan yang menjadi kebutuhan primer setiap manusia, dan prinsip al-musawah atau kesetaraan derajat. Semua prinsip tersebut menyatu pada satu elemen; merawat keindonesiaan.?

Islam ahlussunah wal jamaah bukan aliran. Ia hanya cara pandang melihat realitas dan merefleksikannya dalam tindakan nyata. Pengejewantahan konsep al-‘adl misalnya, GP Ansor membawa semangat persaudaraan dan kemanusiaan dalam setiap tindakannya. Tidak melulu segala bentuk anarkisme dan atau radikalisme dilawan dengan tindakan anarkis pula. Dengan semangat kemanusiaan pertama-tama yang dilakukan ialah pendekatan sosial-kemanusiaan. Walaupun GP Ansor dikenal dengan pasukan berani matinya tidak selalu kemungkaran di negeri ini dilawan dengan pentungan.?

PKB Kab Tegal

Hal yang patut diperhatikan dalam setiap gerakan ber-Ansor ialah memastikan bahwa bangunan yang bernama Indonesia adalah harga mati dan nilai-nilai Islam ahlsunnah wal jamaah menjadi penyangga sekaligus penyejuk di tengah-tengah maraknya konflik dan egosentrisme sektoral. Gerakan ahlussunah wal jamaah memiliki tujuan menggapai keislaman yang rahmatan lil alamin. Gerakan pemuda Islam yang menjadi rahmat bagi seluruh elemen masyarakat Indonesia.?





Penulisa adalah alumnus pascasarjana Sosiologi UGM dan Pengurus Pusat GP Ansor

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Habib, Pesantren, Hikmah PKB Kab Tegal

Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut

Pacitan, PKB Kab Tegal. Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Pacitan, Jawa Timur, Ahad (18/12) menggelar rapat senat terbuka dalam rangka wisuda sarjana strata satu (S1) ke X. Sebanyak 110 mahasiswa program Pendidikan Agama Islam (PAI) dan 27 mahasiswa program Manajemen Pendidikan Islam (MPI) dinyatakan lulus dan berhak menyandang gelar Sarjana Pendidikan (S.Pd).

Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut (Sumber Gambar : Nu Online)
Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut (Sumber Gambar : Nu Online)

Wisuda Ke-10, STAINU Pacitan Siap Bertransformasi Jadi Institut

Ketua STAINU Pacitan, KH Imam Faqih Sudjak, dalam sambutnya menyampaikan rasa terima kasihnya kepada masayarakat Pacitan yang telah memilih STAINU Pacitan sebagai tempat menimba ilmu bagi putera-puterinya.

Sebagai wujud terima kasih atas kepercayaan dari masyarakat, katanya, tahun 2016 STAINU Pacitan terus mengembangkan diri dan tengah mengajukan alih status menjadi Institut Agama Islam Nahdlatul Ulama, yang saat ini masih berproses di Dirjen Pendidikan Tinggi Agama Islam. STAINU Pacitan telah memiliki tiga program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam, Manajemen Pendidikan Islam dan Ekonomi Syariah.

“Kami melangkah sudah cukup jauh. Kami akan beralih status menjadi IAINU Pacitan dan setelah itu akan terus berupaya hingga menjadi Universitas Nahdaltul Ulama atau UNU Pacitan dan itu adalah cita-cita kami,” kata Kiai Faqih dihadapan ratusan undangan.

Kiai Faqih yang juga Rais Syuriyah PCNU Pacitan itu memohon dukungan dari seluruh masyarakat, agar niat dan usaha STAINU Pacitan tersebut dapat segera tercapai. ”Semoga upaya kita selalu mendapat kemudahan dan ridho dari Allah SWT,” harapanya.

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan itu, Kiai Faqih berpesan kepada seluruh wisudawan agar senantiasa memiliki kematangan aqidah ahlussunnah wal jamaah dan memiliki budi pekerti yang luhur. Para wisudawan diharap dapat mempraktekkan serta mengembangkan ilmu yang telah diperoleh dari bangku perkuliahan.

“Kami mengucapkan selamat, dan mudah-mudahan ilmu kalian berguna dan bermanfaat untuk masyarakat, bangsa, fiddin wal akhirat,” tutupnya.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pacitan, Suko Wiyono, yang mewakili Bupati Pacitan H Indartato, dalam sambutnya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kontribusi STAINU Pacitan dalam mencetak sarjana pendidikan Islam. STAINU, katanya, merupakan salah satu kampus unggulan. “Jadi tidak keliru, kalau anda kuliah di kampus STAINU Pacitan,” tuturnya disambut tepuk tangan oleh seluruh wisudawan.

Sekda menyampaikan pesan dari Bupati Pacitan, agar para alumni STAINU tidak berhenti belajar dan diharap terus menimba ilmu serta mengembangkan keilmuanya. ”Masa depan kalian masih panjang dan luas. Jadi jangan pernah berhenti belajar,” pesanya.?

Hadir dalam acara wisuda yang digelar di Pendopo Kabupaten Pacitan itu, Alim Ulama dan para Kiai, pengurus PCNU Pacitan dan Banomnya, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Fokopimda) Kabupaten Pacitan, dan undangan lainya. (Zaenal Faizin/Fathoni)?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Khutbah PKB Kab Tegal