Minggu, 12 November 2017

Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong

Pemalang, PKB Kab Tegal - Kekompakan dan kebersamaan yang tergambar jelas oleh para keder pelajar NU Kendaldoyong saat membersihkan Gedung NU Desa Kendaldoyong Kecamatan Petarukan Kabupaten Pemalang, Selasa (7/3). Hiruk-pikuk lalu lintas kendaraan dan teriknya matahari tak menyurutkan semangat mereka dalam membersihkan gedung yang sempat lama tak terpakai.

Gedung NU di Desa Kendaldoyong ini dulunya digunakan sebagai koperasi atau BMT bagi masyarakat setempat. Tetapi berjalannya waktu koperasi ini mengalami kemunduran yang berbuntut pada tutupnya koperasi itu sendiri.

Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Makmurkan Kembali Gedung NU Kendaldoyong

Karena lama tak terpakai, para pelajar NU berinisiatif untuk menghidupkan kembali dan merawat gedung itu. Mereka akan menjadikannya sebagai kesekretariatan mereka. Inisiatif mereka ditanggapi positif dari Ketua NU dan masyarakat sekitar.

PKB Kab Tegal

Ketua IPPNU Desa Kendaldoyong Nuraeni mengatakan, “Kegiatan semacam ini perlu dilakukan dan seharusnya dari pihak yang atas atau pihak NU dan banom-banom yang lain turut andil dalam kegiatan ini. Semoga langkah teman-teman ini bisa membuka mata masyarakat untuk membantu merawat gedung ini lagi.”

Kegiatan bersih-bersih gedung ini rencananya akan rutin dilakukan setiap dua pekan. “Karena jika bukan kita yang memulai siapa lagi. Semoga ini langkah kecil yang bisa membawa manfaat besar bagi masyarakat,” kata Ketua IPNU Kendaldoyong Fiki Amri. (Khoirul U/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Meme Islam PKB Kab Tegal

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

London, PKB Kab Tegal. Berbagai benncana yang menimpan Indonesia baik di Gunung Merapi, Wasior, maupun tsunami Mentawai menjadikan empati mahasiswa muslim berbagai negara di Rusia dan membantunya melalui "Gerakan 100 Rubel". Selain sholat ghaib di kampus Patric Lumumba (RUDN), Moskow, Rusia, mereka juga mengumpulkan uang.

"Bagi kami, bencana yang terjadi di Indonesia adalah bencana kita semua umat Islam di dunia. Untuk itu, kami berdoa bersama untuk saudara-saudara kita itu,"tutur mahasiswa kedokteran asal Komo Astrov, Afrika, Usman dan Ketua Persatuan Mahasiswa Indonesia di Rusia (PERMIRA), Khoirul Rosyadi, Senin (15/11).

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Muslim Rusia Bantu Bencana

Dalam sholat ghoib yang difasilitasi itu diikuti tidak kurang dari 20 mahasiswa asing yang ada di Rusia serta mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Sholat Ghaib ini adalah bentuk empati kami, bahwa Indonesia adalah saudara kami,”ujar mahasiswa S3 jurusan sejarah Patric Lumumba, asal Yaman, Muhammad Siyagi.

PKB Kab Tegal

Menurut Khoirul Rosyadi, Sholat Ghoib oleh mahasiswa asing yang ada di Rusia tersebut, merupakan salah satu acara rangkaian yang dikoordinir oleh PERMIRA untuk bencana yang terjadi di Indonesia.

PKB Kab Tegal

Selain sholat ghaib juga mengadakan acara penggalangan dana untuk korban bencana. Dalam acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu, PERMIRA menggelar acara pentas amal seni oleh mahasiswa dan warga negara Indonesia yang ada di Rusia.

Sekretaris PERMIRA, Adniel Roemza, mengatakan, dalam acara gerakan 100 Rubel untuk Indonesia, dipentaskan, puisi, lagu, monolog, dan tari-tarian Indonesia oleh mahasiwa dan pelajar Indonesia yang ada di Rusia. Acara itu digelar di Kedubes RI.

Sementara itu, ketua Fungsi Pensosbud, KBRI Moskow, M Aji Surya, mengatakan, apa yang dilakukan PERMIRA merupakan bentuk dari kepedulian mahasiswa Indonesia yang ada di Rusia. "Semoga niat baik ini juga menghasilkan hal yang baik pula," katanya.

Sedangkan, Asep Indra Maulana, ketua pelaksana acara tersebut menjelaskan, acara Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini, tidak saja diikuti oleh warga Indonesia yang ada di Rusia tetapi juga dari berbagai negara. Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia ini dihadiri oleh masyarakat Indonesia yang ada di Rusia dan juga warga Rusia yang peduli bencana Indonesia.

Gerakan 100 Rubel untuk Indonesia itu akan berlangsung selama satu minggu.  Di hari pertama, Gerakan 100 rubel untuk Indonesia tersebut, terkumpul uang sebesar 30.350 rubel dan 155 Dolar Amerika. "Jumlah yang terkumpul itu, hanya di kota Moskow, Kota-kota yang lain belum terhitung,"demikian Adniel Roemza, sekretaris PERMIRA.(amf/ant)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Bahtsul Masail, Kiai PKB Kab Tegal

IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda

Tasikmalaya, PKB Kab Tegal



Pimpinan Anak Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Kecamatan Cikatomas,Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, resmi dilantik dan merekrut kader baru, Ahad, 28 Februari 2016, di Gedung Dakwah Islam (GDI) Kecamatan Cikatomas.

IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)
IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda (Sumber Gambar : Nu Online)

IPNU-IPPNU Cikatomas Siap Kawal Generasi Muda

Pelantikan ini dihadiri oleh segenap pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Cikatomas dan kader-kader di komisariat dan ranting se-Kecamatan Cikatomas dan akan dilanjutkan dengan perekrutan kader baru, yaitu Makesta (Masa Kesetiaan Anggota) Raya se-Kecamatan Cikatomas.

Ketua PAC IPNU Kecamatan Cikatomas, Riandi menuturkan bahwa PAC Kecamatan Cikatomas dua tahun ke depan bertekad membawa pelajar Cikatomas lebih maju dan melahirkan generasi muda yang berkualitas.

Ia juga berusaha dengan dorongan dari para dewan pembina dan MWCNU setempat untuk memasukan pelajaran Aswaja Annahdliyyah sebagai salahsatu kurikulum di seluruh sekolah se kecamatan cikatomas.

PKB Kab Tegal

Adapun Ketua Dewan Pembina PAC IPNU Kecamatan Cikatomas Lukmanul Hakim sangat berharap PAC IPNU Cikatomas terus maju dan berjuang mengawal pelajar untuk menjadi kader benteng ulama dan ideologi Aswaja an-Nahdliyyah di masa depan.

Koordinator Kaderisasi PW IPNU Jawa Barat itu juga menegaskan bahwa IPNU harus bekerja sama dengan NU dan badan otonom NU setempat untuk bisa memasukan ke-Aswaja-an sebagai kurikulum di seluruh sekolah di Cikatomas. (Husni Mubarok/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Doa PKB Kab Tegal

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko

Kenitra, PKB Kab Tegal. Dalam rangka kunjungan muhibah, segenap rombongan KH Sholahudin Wahid ? yang tiba di Maroko pada hari Jumat (5/4) langsung disambut hangat oleh Duta Besar Republik Indonesia Untuk ? Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja dan sebagian besar mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di Maroko.

Dalam acara penyambutan ini juga diisi dengan acara diskusi atau tausiyah bersama KH Sholahudin Wahid pengasuh pondok pesantren Tebuireng yang bertempat di Wisma Duta Indonesia.?

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Sholah Berikan Tausiyah di Maroko

Sebelum acara dibuka H. Husnul Amal selaku sekretaris pribadi Dubes RI H. Tosari Widjaja sekaligus pembawa acara menyampaikan bahwa kunjungan rombongan Gus Sholah (panggilan akrab KH Sholahudin Wahid ) tidak bisa lepas dari peran almarhumah Mahsusoh Ujiati istri Dubes H. Tosari Widjaja yang semasa hidupnya pernah meminta Gus Sholah untuk berkunjung ke Maroko, hanya saja baru saat ini Gus Sholah baru bisa meluangkan waktunya.

PKB Kab Tegal

Dubes RI Untuk Kerajaan Maroko H. Tosari Widjaja dalam sambutannya berharap semoga kedatangan rombongan ini mampu memperkuat hubungan kerjasama antara Indonesia dan Maroko khususnya dalam pendidikan Islam.?

Di dalam tausiyahnya Gus Sholah banyak sekali memberikan motifasi kepada para mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indoensia (PPI) Maroko agar bisa memanfaatkan waktunya sebaik mungkin serta belajar untuk berfikir secara luas. Agar cakrawala berfikir mahasiswa tidak jumud.?

PKB Kab Tegal

Di sisi lain Gus Sholah juga berbicara mengenai keadaan yang sedang terjadi di Indonesia, mulai dari ? kemasyarakatan, keekonomian, kepemerintahan, dan yang sangat menarik adalah ketika beliau berbicara mengenai pendidikan yang ada di Indonesia.

"Penyebab ? dari kemunduran pendidikan yang ada di indonesia ? dikarenakan oleh pihak pengajar yang tidak memahami konsep pendidikan secara benar, karena makna pendidikan yang sebenarnya adalah transfer of knowledge yang di bungkus dengan nilai-nilai sopan santun bukan hanya menyalurkan ilmu saja lalu lepas tangan."

Gus Sholah juga berpendapat bahwa ada tiga factor yang harus diperhatikan dalam metode pendidikan. Yang pertama guru menguasai dan benar-benar mendalami materi, yang ke dua guru sudah pernah mendapatkan pelatihan pengajaran dan yang ke tiga guru harus mampu memilki akhlak yang baik dan harus di salurkan ke siswa didik.

Ia juga menambahkan bahwa masyarakat muslim di Indonesia, khususnya para santri, jangan pernah mendikotomikan antara ilmu agama dan ilmu umum.?

“Jangan ? pernah mengatakan bahwa ilmu agama adalah ilmu ukhrowi dan ilmu umum adalah ilmu duniawi, karena semuanya adalah sama dan wajib untuk dipelajari, semisal ketika ilmu umum ? di orientasikan untuk menolong orang lain maka itu juga di sebut dengan ilmu ukhrowi, jadi saya pesankan ? bahwa santri harus mempelajari kedua-duanya.”

? Acara ini juga dimeriahkan dengan group sholawat rebana yang dibawakan oleh mahasiswa STAINU Jakarta yang sedang mengikuti program kelas internasional di Univ. Ibnu Tofail Kenitra, Maroko.

Hadir pula segenap jajran home staf dan lokal staf KBRI Rabat, para mahasiswa Indonesia dan masyarakat Indonesia yang ada di maroko.

Kontributor: Nizar Presto

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU, Pendidikan PKB Kab Tegal

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater

Demak, PKB Kab Tegal



Tahun ini, 2017 Pondok Pesantren Futuhiyyah Mranggen Demak kembali menggelar pementasan teater. Pementasan ini merupakan bagian dari serangkaian acara haflah akhirussanah yang meliputi muwada’ah, khatmil Al-Qur’an dan khatmil kutub. Kegiatan tahunan tersebut insyallah akan dilaksanakan pada hari Ahad malam (21/5) bersama dengan grup Hadlrah al-Muqorrobin Kendal yang dipimpin oleh al-Habib Abdullah Farid bin Masyhur al-Munawwar.?

Lakon yang akan dipentaskan kali ini ialah berjudul Tak Ada Bintang di Dadanya. Sebuah karya yang ditulis oleh Hamdy Salad dan ditulis ulang oleh dua sutradara muda Fakhrur Rozi dan Abd. Chanan S. Lakon ini bercerita tentang seseorang yang mendedikasikan seluruh hidupnya untuk pendidikan anak bangsa.

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater (Sumber Gambar : Nu Online)
Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater (Sumber Gambar : Nu Online)

Haflah, Pesantren Futuhiyyah Gelar Teater

Menurut Rozi, selaku sutradara, lakon ini sangat relevan dipentaskan di dunia pesantren, mengingat pesan-pesan moralnya mengenai dunia pendidikan begitu luhur. “Karena di pesantrenlah ditemui sosok seperti kiai yang dengan penuh keikhlasan dan keistiqamahannya mendidik para santri dari seluruh pelosok negeri. Sosok seperti kiai inilah yang saya kira sangat sulit ditemui di zaman modern yang materialistik ini,” katanya.?

Kegembiraan juga dirasakan oleh Fathon, salah satu dari aktor Teater Fatah. “Sungguh sebuah lakon yang menurut saya sangat luar biasa, saya senang dapat menjadi salah satu aktor di teater ini, sebuah pengalaman yang cukup berharga dan tak didapatkan di bangku madrasah. Sekali lagi saya sangat bersyukur dapat mengikuti prosesnya dari awal, dimulai dari latihan yang cukup melelahkan, disiplin, penuh dengan aturan main, sampai harus menguji mental level tingkat tinggi, yang paling penting bagi saya bahwa kesenian adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan manusia,“ ungkap Fathon.

PKB Kab Tegal

Selain bertujuan untuk menghibur para tamu undangan, acara ini juga sebagai media pembelajaran santri untuk mengenal dunia seni secara lebih dalam. Pengenalan seni melalui teater cukup efektif, mengingat latar belakang para santri yang notabene bukan anak seni. Dengan terjun langsung, mereka tidak dibingungkan oleh banyaknya teori dan kajian seni-kebudayaan. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Ulama PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

KH Hasyim Asy’ari Juga Seorang Pedagang

Jombang, PKB Kab Tegal. Ada yang menarik di Pesantren Tebuireng saat diasuh KH Hasyim Asy’ari. Beliau meliburkan kegiatan mengaji pada hari Selasa karena memiliki usaha di berbagai tempat. Sebuah gambaran bahwa Hadratus Syaikh juga memiliki perhatian pada ekonomi.

Hal ini disampaikan oleh Pengasuh Pesantren Tebuireng KH Shalahuddin Wahid saat menerima pengurus Himpunan Pengusaha Santri Indonesia di pesantren ini. Ini pula yang akhirnya kian memompa semangat para pengusaha muda santri ini untuk terus mengembangkan usaha agar kelak para santri dapat mandiri.

KH Hasyim Asy’ari Juga Seorang Pedagang (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Hasyim Asy’ari Juga Seorang Pedagang (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Hasyim Asy’ari Juga Seorang Pedagang

H Mohammad Ghozali menyampaikan informasi tersebut disela-sela Senam Santripreneurship yang diselenggarakan di Alon-alon Jombang (24/2). Ketua Umum HIPSI ini sangat tersentuh dengan wejangan dari Gus Sholah –sapaan KH Shalahuddin Wahid- tersebut. 

PKB Kab Tegal

Gus Sholah menandaskan bahwa setiap Hari Selasa, KH Hasyim Asy’ari memanfaatkannya untuk mengembangkan bisnis di beberapa kota seperti Kediri dan sekitarnya. Dan karena menghormati tradisi tersebut, Pesantren Tebuireng juga menerapkan libur khusus pada hari Selasa sebagai bentuk apresiasi kepada hadratus syaikh. 

PKB Kab Tegal

Cucu hadratus syaikh ini juga berpesan kepada para santri lewat HIPSI untuk menjadikan semangat kewirausahaan sebagai bagian tak terpisahkan dari sosok seorang santri. 

“Ini pula yang semakin memperkuat semangat kami untuk terus membimbing calon usahawan muda agar mampu bersaing pada kesempatan mendatang,” ungkapnya.

Ghozali yakin, dengan terus dilakukannya sosialisasi tentangan kewirausahaan di sejumlah pesantren, maka akan semakin banyak santri yang nantinya ingin mengembangkan diri untuk membuka usaha. Tidak menutup kemungkinan pada dua puluh tahun mendatang bangsa Indonesia akan menjadi salah satu negera adikuasa. 

“Alangkah indahnya bila pengusaha yang berperan saat itu adalah para santri,” harapnya.

Kini HIPSI telah memiliki perwakilan di delapan provinsi. Sedangkan untuk di Jawa Timur telah terbentuk 18 kepengurusan di tingkat kabupaten dan kota. 

“Kami akan terus mengembangkan sayap karena respon para santri juga menggembirakan,” pungkasnya.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kiai, Sholawat PKB Kab Tegal

Gus Mus Sebut Dua Tantangan NU Saat ini

Jepara, PKB Kab Tegal. Pejabat ? Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri megatakan, saat ini NU sebagai jam’iyyah (organisasi) belum bisa berjalan optimal dan masih sebatas kumpulan, komunitas atau jama’ah.?

“NU itu wadahnya jam’iyyah modern, tapi isinya jama’ah tradisional,” katanya pada taushiyah di Gedung PCNU, Jalan Pemuda No.51 Jepara, Sabtu (21/2).

Gus Mus Sebut Dua Tantangan NU Saat ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Gus Mus Sebut Dua Tantangan NU Saat ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Gus Mus Sebut Dua Tantangan NU Saat ini

Untuk itu, lanjut Gus Mus, diperlukan kajian dan langkah yang serius untuk memadukan kekuatan jama’ah dan kesadaran jam’iyyah di kalangan warga NU. Gus Mus menyebut itu tantangan internal.?

PKB Kab Tegal

Menurut Gus Mus, tantangan internal tersebut kelihatannya sederhana, tapi sangat penting agar NU tidak diobok-obok oleh kekuatan yang ingin memecah-belah kekuatan NU, menghadap-hadapkan kiai dan santri, kalangan tua dan muda dengan isu Islam syariah dan Islam liberal, isu Syiah-Sunni dan sebagainya. Hal itu terjadi karena hingga saat ini NU belum kuat.?

Padahal jika jam’iyyah NU kuat, menurut Pengasuh Pesantren Raudlatul Thalibin Rembang Rembang ini, maka NU tidak perlu galau karena 60 juta warga NU akan mematuhi aturan organisasi secara baik.

PKB Kab Tegal

Tantangan NU yang kedua, lanjut dia, adalah tantangan yang bersifat internasional karena muncul organisasi Islam yang justru mencemarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin. Mereka memekikkan takbir malah melakukan pemboman. Mereka membawa bendera bertuliskan laa ilaaha illallah muhammadur rasulullah, tapi membakar dan membunuh orang. ? Sehingga semakin banyak orang di eropa dan amerika yang anti-islam (islamophobia).

Karena itu, menurut dia, tugas para pengurus NU makin berat. Tantangan internal dan internasional mengharuskan warga nahdliyyin harus waspada. Gerakan memecah-belah Indonesia dilakukan dengan cara membenturkan antar warga NU karena NU adalah organisasi sosial keagamaan yang paling istiqomah dalam mempertahankan Pancasila dan NKRI.?

Perlu didirikan pusat kajian ke-NU-an?

Pada kesempatan yang dihadiri 500 Pengurus Cabang, Majelis Wakil Cabang (MWC) dan ranting se-Kabupaten Jepara, Gus Mus meminta agar pemikiran, pemahaman dan amaliah warga NU dikaji secara ilmiah sebagai dasar pijakan pengembangan potensi warga NU.?

“Saya merasa perlu didirikan pusat kajian ke-NU-an di Jepara karena sejak ayah saya dulu sampai saya jadi Plt Rais Aam sekarang, ke-NU-an orang Jepara sangat kental dan tidak diragukan lagi,” tutur kiai yang akrab disapa Gus Mus ini.

Menurut Gus Mus, di Jepara mulai bintang film sampai bupatinya adalah ? NU. Dulu tiap podium pengajian selalu ada lambang NU. Hampir tiap desa ada lailatul ijtima’.?

“Bahkan orang Jepara sampai gelut gara-gara rebutan pengakuan sebagai orang NU,” katanya. Yang tak kalah penting, lanjut dia, adalah berdirinya Universitas Islam Nahdlatul Ulama (UNISNU) di Jepara.

Ia melanjutkan, pemikiran dan pemahaman terhadap ajaran Islam ala NU sangat penting, tidak hanya di Indonesia tapi juga dunia. Para pengamat NU seperti Martin Van Bruinessen, Andree Feillard, dan Mitsuo Nakamura merasa heran karena NU tidak ada matinya. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nasional, Olahraga PKB Kab Tegal