Senin, 06 November 2017

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini

Sidoarjo, PKB Kab Tegal. Wakil Sekretaris PCNU Sidoarjo Ustadz M Rifai menuturkan tiga hal yang harus direalisasikan oleh setiap organisasi terutama Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPNU-IPPNU).

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini (Sumber Gambar : Nu Online)
Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini (Sumber Gambar : Nu Online)

Setiap Organisasi Perlu Merealisasikan Tiga Perkara Ini

"Tiga ini yang harus direalisasikan oleh IPNU-IPPNU, pertama penataan organisasi. NU di seluruh tingkatan bisa berjalan dengan baik bagi seluruh Lajnah, Banom dan tingkatan di cabang," tuturnya saat memberikan sambutan pada acara Pondok Aswaja VII di Ponpes Chusnaini Klopo Sepoloh Sukodono Sidoarjo, Sabtu (4/7).

Kedua, peningkatan amaliyah. Saat ini banyak yang menggunakan Aswaja, tetapi bukan NU. Maka dari itu, pihaknya meminta supaya mengikuti Aswaja yang Nahdlatul Ulama.

PKB Kab Tegal

"Pondok Aswaja ini silakan diikuti dengan baik, sebagai bekal. Orang itu berbeda, antara yang ikut pondok Aswaja atau tidak. Karena nanti itu terlihat dari peningkatan wawasan Aswajanya," ungkapnya. 

Banyak pemuda yang tergiur dengan ISIS. Tapi NU tidak mengenal paham garis geras. Untuk membentengi dari radikalisme itu sendiri harus mengikuti kegiatan seperti Pondok Aswaja.

PKB Kab Tegal

"Sikap NU di tengah masyarakat adalah tawazun, tawasuth, tasamuh, i’tidal, dan Amar maruf nahi mungkar. Itu yang harus kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari," tegasnya.

Ketiga, tentang pendidikan. Jangan sampai pendidikan kalah dengan perkara lain. Karena pendidikan itu sangat penting. Pondok Aswaja yang dilakukan oleh IPNU-IPPNU itu mungkin akan menemukan kesulitan. 

“Karena menerapkan istiqomah itu tidak mudah, namun jika dilakukan dengan konsisten, pasti akan terwujud,” ujarnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU PKB Kab Tegal

Minggu, 05 November 2017

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka

Bantul, PKB Kab Tegal. Acara pembukaan Bulan Budaya yang diadakan oleh PWNU DIY dalam rangka memperingati Harlah NU ke-90, Sabtu malam (11/5), berlangsung cukup ramai. 

Hujan yang mengguyur daerah lapangan Piyungan, Bantul, Yogyakarta, sebagai lokasi acara cukup deras. Namun semangat para personil group sholawat sebagai pengisi acara, yang mayoritas sudah tidak dapat dikatakan muda, tetap patut diapresiasi tinggi. 

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)
Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka (Sumber Gambar : Nu Online)

Bulan Budaya PWNU DIY Dibuka

Sebagai pra acara, malam itu diisi dengan penampilan dan kolaborasi tiga kelompok shalawat dari beragam jenis, yakni group hadrah ittihadul fata yang membawakan shalawat berbahasa Arab, kelompok sholawat emprak pesantren Kaliopak yang menyajikan shalawat dengan bahasa Jawa dan diiringi tarian, kemudian group shalawat ‘Kuda Mas’ yang memadukan shalawat dengan alat-alat musik Tionghoa.

PKB Kab Tegal

Alunan musik shalawat yang indah pun menggema malam itu. Selain sarat akan kandungan nilai-nilai agama yang disampaikan melalui seni musik, penampilan ketiga group shalawat yang beragam itu menunjukkan kolaborasi antar etnis yang berbeda, namun tetap dapat disatukan dan bernafaskan Islam pula.

Usai penampilan ketiga group shalawat, acara dilanjutkan dengan sambutan ketua pelaksana kegiatan Bulan Budaya, Samsu Hadi Samono. Dalam sambutannya tersebut, dikatakan bahwa rangkaian kegiatan bulan budaya telah dimulai sejak pagi, yakni apel pagi sebagai bentuk kesetiaan terhadap Pancasila, kemudian kirap budaya dan Jatilan sebagai bentuk pengenalan budaya kepada masyarakat. 

PKB Kab Tegal

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk mempertegas kembali budaya-budaya NU yang sesuai dengan Negara Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu Camat Piyungan, Agus Sulistiyana, dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan ini dilakukan dalam rangka mewujudkan jati diri bangsa, melestarikan budaya dan menggalang persatuan. 

“NU itu dapat merekatkan hubungan masyarakat, karena saat ini persatuan sedang terusik”, tegasnya.

Kemudian diperkuat lagi dengan pernyataan KH Asyhari Abta, Rais Syuriyah PWNU DIY, bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan untuk mempertegas kembali relasi Islam dengan budaya, terlebih Yogya yang dikenal sebagai pusat budaya. Bagi NU itu, lanjutnya, menjalankan Islam itu yang penting sesuai dengan syari’at. 

“NU itu mementingkan realitas, bukan sekedar formalitas,” tandasnya.

Usai sambutan-sambutan, acara dilanjutkan dengan penyerahan wayang secara simbolik, dari Rais Syuriyah NU DIY, KH Asyhari Abta, kepada dalang, Ki Cermo Radiyo Harsono, sebagai tanda pagelaran wayang telah dimulai.

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Dwi Khoirotun Nisa’

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kyai PKB Kab Tegal

Suara Takbir Mengalun Merdu di Hawaii

Honolulu, PKB Kab Tegal. Menjadi orang rantau, tentu lebaran mempunyai makna tersendiri. Demikian pula dengan komunitas Muslim di Hawai. Perayaan Hari Raya Idul Fitri menjadi begitu syahdu, penuh makna dan sangat menyentuh hati bagi setiap muslim di sana. Kenapa? Tentu karena umumnya umumnya Muslim di Hawaii adalah perantau, atau bukan asli penduduk amerika. Rata-rata adalah keturunan Asia: Indonesia, India, Timur Tengah, Turki dan lain-lain.

Perayaan Idul Fitri di Hawaii dimulai dengan kumandang takbir yang mengalun merdu sejak Maghrib di Masjid Manoa Hawaii. Meski tanpa speacker yang terdengar nyaring ke luar Masjid, namun tetap dapat dilangsungkan dengan Khusyu dan syahdu hingga malam hari sekitar jam 21.00 waktu setempat. Demikian dilaporkan Slamet Thohari kontributor PKB Kab Tegal di Honolulu, Negara Bagian Hawai, AS.

Wakil PBB Nilai Situasi Irak “Tetap Mengerikan”

New York, PKB Kab Tegal. Situasi di Irak "sangat berat" tapi bukan berarti tak bisa diselesaikan, meskipun bentrokan sektarian terus berkecamuk di negeri itu, kata seorang utusan PBB untuk Irak di Markas PBB, New York.

Wakil PBB Nilai Situasi Irak “Tetap Mengerikan” (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil PBB Nilai Situasi Irak “Tetap Mengerikan” (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil PBB Nilai Situasi Irak “Tetap Mengerikan”

Meskipun situasi kemanusiaan "tetap mengerikan", Nickolai Mladenov --Wakil Khusus Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon untuk Irak, mengatakan kepada wartawan melalui konferensi jarak jauh dari Baghdad, "Irak dapat diselamatkan dan negeri tersebut dapat dipersatukan."

Ia menggantungkan harapannya pada anggota parlemen baru pada 1 Juli, setelah pemungutan suara pada 3 April. 

PKB Kab Tegal

"Ini adalah langkah yang mendapat mandat undang-undang dasar dalam proses politik di Irak," kata Mladenov, sebagaimana dikutip Xinhua. "Jadi kami harap keadaan akan terurai secepatnya setelah 1 Juli."

Ia mengatakan Misi Bantuan PBB di Irak (UNAMI), yang ia pimpin, telah "bekerja dengan sangat keras dengan wakil dari semua partai politik" untuk mewujudkan itu. Ia menambahkan wakil PBB menyadari bahwa "itu bukan urusan biasa lagi".

PKB Kab Tegal

"Ada kesepakatan umum di seluruh dewan bahwa pemerintah mendatang mencakup wakil mendasar seluruh masyarakat Irak dan itu harus dipimpin oleh satu tim orang yang mampu untuk dengan cepat mengatasi tantangan ... serta mempersatukan bermacam masyarakat," kata Mladenov. "Apa susunan pemerintah nantinya terserah keputusan wakil yang dipilih secara demokratis di negeri ini."

Pemerintah saat ini, yang dipimpin oleh Perdana Menteri Nouri Al-Maliki, telah dikecam karena terlalu pro-Syiah, sehingga melahirkan dukungan buat kelompok pro-Sunni --Negara Islam Irak dan Levant (ISIL) dan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), yang saat ini merebut banyak wilayah Irak dan mengancam Ibu Kota negeri tersebut, Baghdad.

Namun Mladenov mengatakan meskipun ia menduga ISIS takkan menyerang ibu kota Irak, "pendapat yang ada ialah mereka berusaha mengucilkan Baghdad". Ia mengatakan ada banyak personel militer di kota tersebut untuk mempertahankannya. (antara/mukafi niam)

Foto: Reuters

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Aswaja, Halaqoh PKB Kab Tegal

Sabtu, 04 November 2017

Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak

Demak, PKB Kab Tegal. Sistem pendidikan pesantren berusaha mencetak anak yang pandai dan cerdas. Selain itu, mengarahkan pola hidup anak dalam rangka menjalani hidupnya di masa mendatang.

Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak (Sumber Gambar : Nu Online)
Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak (Sumber Gambar : Nu Online)

Pendidikan Pesantren Arahkan Pola Hidup Anak

“Menentukan pendidikan anak sangat vital termasuk pendidikan yang berlandaskan agama. Cerdas kalau tidak dasari agama maka anak manusia akan mengandalkan logika akal itu rentan dengan aqidahnya,” kata KH Buchori Masruri saat memperingati 1000 hari wafatnya Ibu Nyai Hj Mujahadah Musyafak, pengasuh Pesantren Nurul hikmah Merbotan Bintoro Demak, Selasa malam 10/3.

Mantan ketua PWNU Jateng tersebut mengapresiasi perjuangan almarhumah yang peduli pada pendidikan anak lewat dunia pesantren. Menurutnya pesantren memiliki karakter, watak dan tradisi tersendiri yang berbeda dengan masyarakat pada umumnya.

PKB Kab Tegal

Dikatakannya, pesantren memiliki keunikan sendiri dalam aspek-aspek kehidupannya pola kepemimpinan pondok pesantren yang mandiri. Kitab-kitab rujukan umum yang selalu digunakan dari berbagai abad dalam bentuk kitab kuning dan sistem nilai yang digunakan adalah bagian dari masyarakat luas dan dianggap mampu mengajarkan pendidikan dan tidak mudah kena dengan budaya negatif

“Jangan menyesal memasukkan anak ke pesantren karena di sini anak akan menerima pendidikan dengan sistim kehidupan berdasarkan agama, mereka disiapkan untuk masa depan maka anak tidak akan ketinggalan jaman,” jelas kiai Buchori. (A.Shiddiq Sugiarto/Anam)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama, RMI NU PKB Kab Tegal

Songsong Ujian, Pelajar SMA Al-Muayyad Ziarahi Makam Pandanaran

Surakarta, PKB Kab Tegal. Pelajar SMA Al-Muayyad Surakarta berziarah di makam sunan Pandanaran Klaten dan makam KH Manshur Popongan. Mereka berdoa kepada Allah di makam kedua orang saleh ini dalam rangka menyambut Ulangan Tengah Semester.

Songsong Ujian, Pelajar SMA Al-Muayyad Ziarahi Makam Pandanaran (Sumber Gambar : Nu Online)
Songsong Ujian, Pelajar SMA Al-Muayyad Ziarahi Makam Pandanaran (Sumber Gambar : Nu Online)

Songsong Ujian, Pelajar SMA Al-Muayyad Ziarahi Makam Pandanaran

Salah satu panitia ziarah, Munir mengakui bahwa tradisi ziarah pelajar ini terbilang baru. “Sudah berjalan beberapa kali namun itu masih tergolong program baru. Dahulu biasanya pondok melakukan ziarah Soloraya menjelang khataman, namun untuk saat ini menjelang UTS maupun UAS,” kata Munir kepada PKB Kab Tegal, Selasa (23/9).

Pelajar SMA Al-Muayyad biasanya ziarah ke makam para pendiri pesantren serta makam wali dan syuhada’ di kompleks pemakaman Makamhaji.

PKB Kab Tegal

Ziarah jelang ujian ini menjadi sarana pelajar mendekatkan diri kepada Allah, sehingga memperoleh kesiapan batin dalam menghadapi ulangan. “Selain menambah kekuatan mental, kita ingin menghidupkan tradisi pesantren di kalangan pelajar,” imbuh Munir. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hikmah PKB Kab Tegal

Mahasiswa Harus Kritis Pahami Ideologi Masuk Ke Indonesia

Bandar Lampung, PKB Kab Tegal



Wakil Rektor III bagian Kemahasiswaan Universitas Lampung Aom karomani berharap agar mahasiswa saat ini lebih kritis dalam menanggapi ideologi yang masuk ke Indonesia.

Mahasiswa Harus Kritis Pahami Ideologi Masuk Ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mahasiswa Harus Kritis Pahami Ideologi Masuk Ke Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mahasiswa Harus Kritis Pahami Ideologi Masuk Ke Indonesia

"Saya harap mahasiswa itu harus selalu kritis karena sekarang banyak aliran yang mempertanyakan eksistensi dasar negara. Padahal itu tidak harus diperdebatkan karena Pancasila sudah final menjadi dasar negara Indonesia," ungkap Wakil Ketua PWNU Lampung ini.

Hal ini disampaikannya pada diskusi dan bedah buku tentang Ideologi Khilafah ala Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di ruang seminar Perpustakaan Universitas Lampung lantai III yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa Nahdlatul Ulama (KMNU) Universitas Lampung, Senin (28/8).

Dosen Fakultas Hukum, Iwan Satriawan, yang juga menjadi narasumber pada diskusi itu mengharapkan para mahasiswa, khususnya kader PMII dan KMNU Unila selalu mencintai dan mempertahankan NKRI.

PKB Kab Tegal

"Sikap Mahasiswa PMII dan KMNU harus sesuai dengan leluhurnya yaitu para ulama dan kiai-kiai NU yang mencintai dan mempertahankan NKRI sesuai dengan lagu yang dikarang oleh KH Wahab Hasbullah Yalal Wathon," ajaknya.

Diskusi dan bedah buku ini menghadirkan Dr. Ainur Rofiq Al-Amin selaku penulis buku, Prof. Dr. Aom karomani, M.Si selaku Wakil Rektor III bidang Kemahasiswaan dan M. Makmun Rasyid selaku Pembanding/penulis buku keagamaan dan keislaman.

Kegiatan ini di Ikuti 145 peserta dari beberapa perguruan tinggi di Lampung seperti Universitas Lampung, Itera, UIN Raden Intan, Polinela, PMII Unila dan beberapa dosen Unila, serta anggota dan pengurus KMNU Universitas Lampung.

Sementara itu Ketua KMNU Universitas Lampung, Adam Rouf mengungkapkan bahwa acara ini digelar agar mahasiswa memiliki pemahaman utuh mengenai ideologi khilafah.

PKB Kab Tegal

"Jadi kegiatan ini untuk mengenalkan ideologi HTI kepada mahasiswa sekaligus pasca pembubaran HTI beberapa waktu yang lalu. Dalam diskusi ini dikupas tentang ideologi khilafah serta bagaimana langkah khilafah masuk ke Indonesia. Sehingga lebih mengenal khilafah yang sebenarnya berdasarkan kita beragama dan bernegara," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah PKB Kab Tegal