Kamis, 02 November 2017

Pencak Silat Diusulkan jadi Ekstra Kurikuler Sejak SD

Jakarta, PKB Kab Tegal. Dalam rangka mempertahankan keberadaan olah raga pencak silat sebagai tradisi, Menpora Adyaksa Dault mengusulkan pencak silat menjadi kegiatan ekstra kurikuler dari sekolah dasar.

“Di daerah-daerah yang mana pencak silat menjadi basis, seharusnya ini menjadi ekstra kurikuler sejak tingkat SD sampai SMA,” tuturnya dalam pembukaan kongres Pagar Nusa I di Asrama Haji Pondok Gede Jakarta, Kamis.

Tentu saja usulan ini mendapat sambutan dan tepuk tangan meriah dari pasar peserta kongres yang memenuhi gedung serba guna II Asrama Haji Pondok Gede Jakarta.

Pencak Silat Diusulkan jadi Ekstra Kurikuler Sejak SD (Sumber Gambar : Nu Online)
Pencak Silat Diusulkan jadi Ekstra Kurikuler Sejak SD (Sumber Gambar : Nu Online)

Pencak Silat Diusulkan jadi Ekstra Kurikuler Sejak SD

Adyaksa berpendapat bahwa sebuah prestasi tidak bisa dicapai dengan tiba-tiba karena harus melalui proses panjang yang dijalani sejak usia dini seperti yang dilakukan oleh negara-negera lain dalam membina para atletnya.

Menpora merasa prihatin dengan prestasi olah raga yang dicapai oleh para altet Indonesia. Dalam Asean Games, Indonesia saat ini hanya menduduki peringkat ke 5 dengan selisih 8 medali emas dari Singapura sehingga kalau tidak dipersiapkan, prestasi ini bisa semakin jeblok.

PKB Kab Tegal

Mengenai prestasi dibidang pencak silat, meskipun ini tradisi yang berasal dan berakar dari Indonesia, saat ini posisi pertama diduduki oleh Vietnam karena para pelatih terbaik dari Indonesia pindah ke sana.

“Diperlukan fokus yang terus menerus agar prestasi oleh raga kita bisa bangkit kembali,” tuturnya. Menyinggung kekalahan Indonesia vs Korsel dalam Piala Asia, Adyaksa menjelaskan bahwa ini wajar karena Konsel merupakan finalis piala dunia, bahkan kebobolan hanya satu gol ini sudah mendingan karena negara tetangga ada yang kebobolan sampai 5 gol.

PKB Kab Tegal

Keberadaan olah raga saat ini menjadi sangat penting sebagai pemersatu bangsa. “Dalam sepak bola semalam, semuanya memagang bendera merah putih, dari seluruh partai, Komnas HAM, Kontras, dan lainnya yang mempersatukan seluruh komponen bangsa,” tandasnya. (mkf)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Khutbah, Sholawat PKB Kab Tegal

Rabu, 01 November 2017

Pertahankan Budaya Lama, GP Ansor Kota Sukabumi Bentuk Rampak Beduk

Sukabumi, PKB Kab Tegal



Pimpinan Cabang GP Ansor Kota Sukabumi membentuk sebuah grup musik tradisional dengan instrumen beduk. Alat pemanggil shalat yang biasa terletak di sisi luar masjid tersebut dipukul bertalu-talu secara bersamaan oleh beberapa orang. Grup tersebut bernama Rampak Beduk.

Pertahankan Budaya Lama, GP Ansor Kota Sukabumi Bentuk Rampak Beduk (Sumber Gambar : Nu Online)
Pertahankan Budaya Lama, GP Ansor Kota Sukabumi Bentuk Rampak Beduk (Sumber Gambar : Nu Online)

Pertahankan Budaya Lama, GP Ansor Kota Sukabumi Bentuk Rampak Beduk

Rampak Beduk merupakan kolaborasi alat musik tradisional beduk dengan alat musik modern seperti gitar, biola, ditambah juga dengan tifa. Kolaborasi tersebut digawangi vokalis yang merupakan pemimpin grup tersebut, Ikhmal.?

Grup itu tampil perdana pada Tabligh Akbar yang diselenggarakan GP Ansor Kota Sukabumi dengan tema “Meningkatkan Ukhuwah dalam Kebinekaan dengan Meraih Keberkahan Ramadhan” di lapangan kantor Kelurahan Cisarua Kamis malam, (26/5).

Ketua PC GP Ansor Kota Sukabumi Wing Wing Suhendar mengatakan, grup tersebut dibentuk sebagai upaya melestarikan budaya lama, ditampilkan kembali dengan kemasan yang berbeda mengikuti zaman hari ini.

“Masih banyak yang menganggap bahwa beduk bid’ah. Padahal nyatanya bahwa memang dakwah para Wali Songo terdahulu lewat budaya. Ini menjadi daya tarik. Maka hari ini Ansor membuktikanya,” katanya.?

PKB Kab Tegal

Lewat rampak beduk, lanjut Wing WIng, GP Ansor ingin memasyarakatkan alat musik tersebut sekaligus menjadi energi positif bagi anggota Ansor dan masyarakat. Karena ternyata, ketika ditampilkan menjadi perekat sosial, yaitu terjalinnya silaturahim antarpemuda. ?

“Ke depan rampak bedug ini dilaksanakan secara terus-menerus karena melihat antusias yang sangat luar biasa dari masyarakat serta pemuda di Kota Sukabumi,” jelasnya.?

Penampilan rampak beduk disaksikan Wakil Ketua PW GP Ansor Jawa Barat Havidz Syutansyah. Ia mengapresiasi grup tersebut. Ia berharap rampak beduk menjadi ciri khas GP Ansot Kota Sukabumi.

PKB Kab Tegal

Tabligh Akbar tersebut diisi dengan taushiyah Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Sukabumi KH Asep Rahamatullah, dan santunan Kepada 99 Anak Yatim. (Jahid/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Santri, Tokoh PKB Kab Tegal

Beberapa Masalah Keagamaan Kontemporer akan Dibahas dalam Rakernas LBM

Jakarta, PKB Kab Tegal. Beberapa masalah keagamaan kontemporer (masail diniyah waqi’yyah) yang berkembang di masyarakat akan dibahas dalam rangkaian acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Lembaga Bahtsul Masa’il Nahdlatul Ulama (LBM-NU) di Jakarta, 5-7 September 2007 mendatang.

Masalah penting yang akan dibahas dalam Komisi Bahtsul Masail Diniyah Waqi’yyah antara lain seputar multilevel marketing (MLM), visualisasi penulisan ayat suci Al-Qur’an, suami-isti yang tinggal serumah setelah terjadi talak, tenaga kerja Indonesia (TKI) illegal, dan aborsi yang dilakukan akibat korban perkosaan.

LD PBNU Tingkatkan Kapasitas Mental-Spiritual Para Da’i di Sultra

Kendari, PKB Kab Tegal. Penting untuk mengembangkan pemahaman yang komprehensif bahwa perbedaan adalah suatu keniscayaan. Karena itu bangsa Indonesia harus bijak menyikapi perbedaan tersebut. Sebagai da’i, kita harus menampilkan dakwah yang rahmatan lil alamin.

LD PBNU Tingkatkan Kapasitas Mental-Spiritual Para Da’i di Sultra (Sumber Gambar : Nu Online)
LD PBNU Tingkatkan Kapasitas Mental-Spiritual Para Da’i di Sultra (Sumber Gambar : Nu Online)

LD PBNU Tingkatkan Kapasitas Mental-Spiritual Para Da’i di Sultra

Demikian disampaikan oleh Sekretaris Lembaga Dakwah PBNU (LD PBNU), H Nurul Yakin Ishaq dalam kegiatan ‘Pelatihan Peningkatan Kapasitas Mental Spiritual Rohaniawan’ yang diselenggarakan oleh Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kota Kendari, Selasa-Kamis (17-19/11). 

Yakin menegaskan, pelatihan seperti ini perlu diteruskan dan ditingkatkan untuk mengader dai-dai yang memiliki wawasan keagamaan dan kebangsaan yang memadai sehingga dakwah yang disampaikan adalah dakwah yang menyejukkan, bukan yang menakutkan, dakwah yang menyenangkan bukan yang menegangkan, dakwah yang ramah bukan yang penuh amarah. 

PKB Kab Tegal

“Menegakkan amar maruf dengan maruf dan menjalankan nahi munkar juga dengan cara maruf,” jelas Yakin melalui rilisnya.

PKB Kab Tegal

Kegiatan ini merupakan kelanjutan kerjasama antara Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dengan Lembaga Dakwah PBNU. Pelatihan ini diikuti sekitar 40 orang dai trans dari berbagai Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) di Provinsi Sulawesi Tenggara. 

Hadir juga sebagai narasumber H Masrukhin (Wakil Ketua LD-PBNU). Sementara dari Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi hadir Direktur Pengembangan Sosial Budaya Ir Arif Pribadi, beserta jajarannya H Haryono, dan Hj Arumdati (Kasubdit). Sementara dari Sultra hadir Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Drs Armunanto. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh, Aswaja PKB Kab Tegal

LAZISNU Tebar Berkah Selama Ramadhan

Jakarta, PKB Kab Tegal. Ramadhan benar-benar dimanfaatkan oleh Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat, Infak dan Shadaqah (LAZISNU) untuk berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Sejumlah agenda telah disusun dari awal sampai akhir bulan puasa ini.

LAZISNU Tebar Berkah Selama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU Tebar Berkah Selama Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU Tebar Berkah Selama Ramadhan

Kegiatan tersebut sebagian merupakan hasil kerjasama dengan sejumlah pihak. Pada bulan ini, LAZISNU juga menerima banyak amanah dari sejumlah korporasi. Direktur Lazis NU Amir Makruf mengungkapkan, pihaknya menerima 1 Milyar dari CT Coprs, yang dimiliki oleh Chaerul Tanjung, terdiri dari zakat korporasi sebesar 500 juta dan 500 juta untuk santunan yatim CT Grup yang disebar Â? di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta dan Bangka Belitung.

Selanjutnya, LAZISNU juga menerima dana dari CIMB Niaga Syariah sebesar 150 juta rupiah. Pihak korporasi membuat ketentuan secara khusus penggunaan dana tersebut.

PKB Kab Tegal

Seperti tahun-tahun sebelumnya, mantan wapres Jusuf Kalla juga membagikan zakatnya, dalam 10.000 paket sembako untuk didistribusikan oleh LAZISNU.

PKB Kab Tegal

Selain itu, grup Artha Graha juga mengajak kerjasama dalam program pasar murah di beberapa kota. Mereka akan menjual paket sembako senilai 50 ribu hanya dengan harga 25 ribu.

Sejumlah acara yang sudah berjalan diantaranya santunan anak yatim sebanyak 100 orang bekerjasama dengan JakTV di masjid An Nur Patukangan dan pelatihan manajemen zakat di pesantren Al Hikam, yang diasuh oleh mantan ketua umum PBNU KH Hasyim Muzadi di Depok.Â?

Pada 24-28 Juli juga akan digelar Pesantren Ramadhan untuk 1000 anak jalanan bersama Yayasan Nanda Dian Nusantara.

“Untuk berbagai program di daerah, kami akan melibatkan LAZISNU yang selama ini sudah aktif,” tandasnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Makam PKB Kab Tegal

Senin, 30 Oktober 2017

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon

Jakarta, PKB Kab Tegal



Semangat ibu-ibu Muslimat NU sepertinya tak padam karena usia mulai menua. Setiap mereka mengadakan kegiatan mislanya, suasana riuh penuh semangat seperti pada Pelantikan Perangkat Pusat dan Rapat Pleno II dan Periodik I di hotel Acacia Jakarta, Sabtu (14/10).

Pada kesempatan itu, di antara yang disampaikan Ketua Umum Pimpinan Pusat Muslimat NU Hj. Khofifah Indar Parawansa adalah semangat yang terkandung pada lagu Ya Ahlal Wathon atau Ya Lal Wathon yang digubah KH Wahab Hasbullah pada 1914.

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)
Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon (Sumber Gambar : Nu Online)

Khofifah Minta Muslimat NU Hafal Lagu Ya Ahlal Wathon

“KH Wahab Hasbullah menciptakan lagu yang sangat heroik dan memiliki nasionalisme yang sangat tinggi,” katanya.

Menteri Sosial ini menyebut “rukun” menghafal lagu itu bagi para pengurus perangkat pusat yang dilantik.

PKB Kab Tegal

“Dan kita semua yang belum hafal, tugas pertama pengurus yayasan adalah wajib hafal,” pintanya. “Sanggup tidak?” tanya Khofifah.

“Sanggup!” jawab ibu-ibu dengan kompak dan keras.

Khofifah pun mengawali menyanyikan lagu Ya Ahal Wathon dan diikuti para peserta.

Berikut lirik lagu Ya Ahlal Wathon:

Ya lal wathon ya lal wathon ya lal wathon

PKB Kab Tegal

Hubbul wathon minal iman

Wala takun minal hirman

Inhadlu alal wathon





Indonesia biladi

Anta ‘unwanul fakhoma

Kullu may ya’tika yauma

Thomihay yalqo himama

Artinya: 

“Pusaka hati wahai tanah airku

Cintamu dalam imanku

Jangan halangkan nasibmu

Bangkitlah, hai bangsaku!

Indonesia negriku

Engkau Panji Martabatku

S’yapa datang mengancammu

‘Kan binasa di bawah durimu!” (Husni Sahal/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sholawat, Kiai PKB Kab Tegal

PCINU Korsel Terbitkan Kartanu “All in One”

Seoul, PKB Kab Tegal. Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Korea Selatan (Korsel) melakukan terobosan dengan menerbitkan Kartu Anggota NU (Kartanu). Tidak sekedar tanda resmi warga NU, Kartanu ini dapat digunakan untuk keperluan transportasi dan transaksi di pusat perbelanjaan.

PCINU Korsel Terbitkan Kartanu “All in One” (Sumber Gambar : Nu Online)
PCINU Korsel Terbitkan Kartanu “All in One” (Sumber Gambar : Nu Online)

PCINU Korsel Terbitkan Kartanu “All in One”

“Kartanu ini All in One, banyak fungsinya. Alhamdulillah sebagian besar anggota sudah memegang Kartanu, ada yang masih diproses dan sebagian masih dalam pendataan”, ujar Bendahara PCINU Korsel, Budi Riyanto ditemui di Seul, Ahad (21/9).

Korsel dikenal sebagai negara maju yang memanfaatkan teknologi di semua lini. Hampir semua infrastruktur tidak ada yang tidak berbasiskan teknologi, tidak terkecuali layanan jasa dan transaksi keuangan. Atas dasar inilah, PCINU melakukan terobosan yang patut ditiru oleh pengurus cabang lain yang tersebar diseluruh dunia.

PKB Kab Tegal

Saat ini, lanjut Budi, Kartanu memiliki multifungsi. Setidaknya ada 3 manfaat, pertama bisa sebagai identitas sebagai warga NU di Luar negeri.

Kedua, bisa dijadikan kartu multi trip atau melakukan transaski jasa transportasi. “Di Korsel, jika kita hendak menaiki Korail (MRT-nya Korea) kita diwajibkan memiliki kartu khusus atau membeli di mesin khusus, nah saat ini Kartanu bisa difungsikan layaknya kartu Korail atau lebih dikenal dengan Subway. Selain Korail Kartanu juga bisa dipakai untuk memudahkan saat hendak menaiki bus,” katanya.

PKB Kab Tegal

Ketiga bisa dijadikan sebagai kartu transaksi perbelanjaan, layaknya kartu Debet, jika saldo yang tersisa masih cukup maka Kartanu sangat membantu untuk berbelanja di banyak Minimarket di Korsel. Menarik bukan! (Syamsuddin/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren PKB Kab Tegal