Minggu, 13 Agustus 2017

Mbah Wahab: Nggak Pakai Tawon!

Dalam sebuah perjalanan Yogya-Solo, bus yang ditumpangi KH Wahab Hasbullah berhenti di Klaten. Cuaca sangat panas, sehingga para penumpang merasakan suasana gerah.

Untung para penjual es segera datang. Mereka mengerumuni bus untuk menawarkan dagangannya. Es yang dijual sebetulnya bukan es seperti zaman sekarang, tapi hanya sejenis ‘cao’, sejenis minuman dari air sumur dengan diberi sirup pemanis dari gula Jawa.

Mbah Wahab: Nggak Pakai Tawon! (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Wahab: Nggak Pakai Tawon! (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Wahab: Nggak Pakai Tawon!

Sirup-sirup itu selalu terbuka dan dikerumuni tawon-tawon. Maka tak jarang, beberapa tawon ikut masuk ke dalamnya.

PKB Kab Tegal

Mbah Wahab yang sudah kehausan memesan segera ikut memesan es. Tanpa diteliti es tersebut langsung diminumnya.

Selang beberapa saat terasa ada yang aneh dalam lidahnya. Rupanya beberapa ekor tawon ikut masuk ke dalam mulutnya. Cepat-cepat dimuntahkannya, sambil kembali memesan pada penjual, “Malih nggih, mboten ngangge tawon!” (segelas lagi, nggak pakai tawon!).

PKB Kab Tegal

(Ajie Namuddin, disarikan dari buku Mbah Wahab Hasbullah Kiai Nasionalis Pendiri NU karya KH Saifuddin Zuhri)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Olahraga, Doa PKB Kab Tegal

Alumni Pesantren Annahdlah Diminta Perluas Jaringan

Makassar, PKB Kab Tegal. Pengurus Baru Ikatan Alumni Pondok Pesantren Annahdlah (Iapan) Makassar diimbau untuk lebih aktif dalam menjalankan organisasi. Perkembangan organisasi alumni ini pun mesti diiringi dengan lingkup jaringan yang kian lebar.

Alumni Pesantren Annahdlah Diminta Perluas Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)
Alumni Pesantren Annahdlah Diminta Perluas Jaringan (Sumber Gambar : Nu Online)

Alumni Pesantren Annahdlah Diminta Perluas Jaringan

Dorongan ini muncul dalam acara pelantikan pengurus Iapan masa khidmah 2014-2017 di Masjid Nurul Ihsan Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis malam (23/10).

“Iapan perlu memperluas jaringan tidak hanya lingkup internal pesantren, tetapi juga dilingkup eksternal pesantren, tetap memelihara ajaran atau tradisi-tradisi lama yang baik dan mengambil ajaran atau tradisi baru yang lebih baik,” tutur Pemimpin Umum Pesantren Annahdlah Dr. KH. Afifuddin Harisah.

PKB Kab Tegal

Ia juga mengingatkan, pengurus harus melaksanakan dua hal, yaitu syari’at dan ciri khas pesantren. Menurutnya, perilaku komunitas pesantren berbeda dari komunitas lainnya. Dalam hal tata krama, misalnya, pesantren memiliki tradisi mencium tangan sebagai tanda penghormatan kepada orang yang lebih tua atau orang yang telah mengajar kita.

PKB Kab Tegal

Wakil Katib Syuriah NU Makassar ini juga meminta alumni berperan aktif terhadap pembangunan pesantren yang sedang berlangsung dan direncanakan tiga lantai.

Hadir pada pelantikan tersebut Sekretaris Cabang NU Kota Makassar Drs. KH. Masykur Yusuf, M.Ag, Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Makassar, Pimpinan Umum Pondok Pesantren Annahdlah, serta ratusan santri-santriwati pesantren yang menyaksikan pelantikan tersebut.

“Kami sebagai pengurus yang baru memohon arahan dan bimbingan pihak pesantren dalam menjalankan program kerja ke depan dan menjadikan IAPAN sebagai wadah silaturrahim antar santri, pesantren dan alumni” kata Ketua Umum Iapan Firdaus Dahlan. (Muhammad Nur/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sholawat, IMNU PKB Kab Tegal

Jumat, 11 Agustus 2017

RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan

Jombang, PKB Kab Tegal. Setelah sempat tertunda, Rumah sakit NU Jombang, Sabtu (10/ 3) resmi dibuka. Rumah Sakit dengan Tipe C ini memberikan nama kamar-kamarnya dengan nama Pendiri NU, termasuk juga nama KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur.

Pemberian nama para pendiri NU, pada kamar dan beberapa ruangan merupakan kesepakatan antara direksi dan Pengurus Cabang NU. "Karena milik NU atas intruksi kiai semua kamar, ruangan kita beri nama pendiri NU," terang Bambang Hayunanto Direktur RSNU disela- sela peresmian kepada NU online.

RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan (Sumber Gambar : Nu Online)
RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan (Sumber Gambar : Nu Online)

RSNU Jombang Diresmikan, Nama Pendiri NU Diabadikan

Untuk kamar VVIP misalnya, tertempel nama besar Hadratus Syeikh KH Hasyim Asyari, sedangkan nama  KH Abd Wahab Hasbulloh, menempati kamar VIP yang terdiri dari 3 kamar sementara nama  KH Bisri Syansuri juga menjadi nama salah satu kamar kelas VÍP. "Untuk  nama Gus Dur dipakai pada ruangan pertemuan utama," tambah dokter Bambang mengatakan.

PKB Kab Tegal

Mantan Direktur RSUD Jombang, ini menambahkan, RS NU merupakan Rumah sakit kelas D  yang memiliki  36 yang terdiri dari, kamar VVIP ada  4  kamar, kamar VIP 6  kamar, kelas satu 6 kamar, kelas 3  ada 8 kamar. "Setelah diresmikan, insyaallah mulai Senin, kita langsung beroperasi," pungkasnya.

PKB Kab Tegal

Redaktur    : Mukafi Niam

Kontributor: Muslim Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sejarah, IMNU PKB Kab Tegal

"Rektor UIM; Membangun Bangsa Harus Dimulai dari Moralitas"

Makassar, PKB Kab Tegal. Sadra International Institute bekerja sama Pusat Studi dan Pengabdian Islam (PSPI) Masjid Kampus Unhas mengadakan seminar nasional bertajuk Sains, Teknologi, dan Aksiologi Perspektif Islam, (31/10) Sabtu yang bertempat di Auditorium Prof Ahmad Amiruddin Universitas Hasanuddin Makassar.

Prof Basyir Syam mewakili Rektor Universitas Hasanuddin dalam sambutannya mengungkapkan bahwasanya Islam merupakan agama samawi dan Islam bukan hanya sekedar ajaran ketuhanan, melainkan mencakup seluruh sistem kehidupan manusia yakni sosial, budaya, sains, politik dan lain sebagainya.

Rektor UIM; Membangun Bangsa Harus Dimulai dari Moralitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Rektor UIM; Membangun Bangsa Harus Dimulai dari Moralitas (Sumber Gambar : Nu Online)

"Rektor UIM; Membangun Bangsa Harus Dimulai dari Moralitas"

Rektor Universitas Islam Makassar (UIM) Dr Majdah M Zain dihadapan ratusan mahasiswa dari berbagai kampus di Makassar berbicara mengenai "Peran Universitas Islam Makassar dalam melahirkan Ilmuwan dan Sumber Daya Unggul".

PKB Kab Tegal

Dalam orasinya Majdah mengungkapkan tentang bahaya virus kapitalisme yang berimbas pada gaya hidup hedonisme mahasiswa kita, olehnya itu kita harus menghadirkan Islam dengan 2 (dua) acuan Al-Quran dan Sunnah sebagai sebuah software dalam beragama, berkehidupan dan berbangsa.

PKB Kab Tegal

Di sisi lain Indonesia sebagai bangsa yang besar ? dalam membangun peradabannya, harus berawal dari membangun moralitas, kita bisa melihat kemajuan peradaban Timur Tengah, Eropa, Amerika, Jepang dan saat ini Korea, semuanya membangun mental manusianya. Tentunya Islam memiliki nilai itu, tetapi umat Islam jauh dari ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

Ia mengatakan, Ilmu pengetahuan saja tidak cukup membangun bangsa. Hal ini bisa dilihat peradaban Jepang dengan budaya Bushido dan Korea Saemaul Undong. Keduanya berasal dari nilai tradisi mereka.?

“Tentunya sebagai bangsa Indonesia yang memiliki tradisi sendiri, Indonesia jauh lebih kaya dan kenapa kita tidak mengamalkan, padahal semua nilai tradisi bangsa ini berasal dari nilai-nilai Islam itu sendiri,” jelas Majdah.

UIM sebagai salah satu perguruan tinggi Nahdlatul Ulama memiliki tanggung jawab untuk melahirkan generasi yang unggul dengan cita-cita membentuk mahasiswanya dengan karakter qurani, sehingga UIM tidak hanya menghasilkan alumni berotak cerdas, tetapi memiliki akhlakul karimah.

Kemudian pada sesi selanjutnya yang akan menjadi pembicara yakni Prof Dr S Mofid Hoseini Kohsari (Iran) dan Prof Dr Juraid Abd Latief (Universitas Tadulako Palu) yang akan berbicara Kontribusi Pemikiran Islam terhadap Sains, Teknologi, dan Aksiologi, kemudian Dr Abdel Azis Abbacy (Aljazair) akan berbicara filsafat Islam, serta Prof Dr Mardan (Wakil Rektor I UIN Alauddin) akan berbicara tentang Peran Perguruan Tinggi Islam dalam melahirkan SDM yang Unggul. (Andy Muhammad Idris/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Habib, Makam, IMNU PKB Kab Tegal

Kamis, 10 Agustus 2017

Ada yang Lebih Maslahat Ketimbang Demo 2 Desember, Apa itu?

Bandar Lampung, PKB Kab Tegal. Membersihkan masjid lebih maslahat dan bisa dirasakan manfaatnya daripada mengikuti demonstrasi. Sebagai pengikut Nabi Muhammad SAW, apa yang disampaikan Rasulullah tentu sangat pantas menjadi pegangan. HR Ibnu Majah tegas menyatakan: Barang siapa yang mengeluarkan kotoran dari masjid, maka Allah akan membangunkannya sebuah rumah di surga.

Ada yang Lebih Maslahat Ketimbang Demo 2 Desember, Apa itu? (Sumber Gambar : Nu Online)
Ada yang Lebih Maslahat Ketimbang Demo 2 Desember, Apa itu? (Sumber Gambar : Nu Online)

Ada yang Lebih Maslahat Ketimbang Demo 2 Desember, Apa itu?

Pernyataan tersebut disampaikan oleh penggiat Gusdurian Lampung, Gatot Arifianto, di Bandar Lampung, Ahad (20/11).

"Kami tentu lebih tertarik dengan itu. Murah dan bermanfaat. Karena itu, 2 Desember 2016 nanti Gusdurian Lampung dan Pesantren Assidiqqiyah 11 Way Kanan memilih melakukan harakah (gerakan) bersih masjid," katanya.

Selain membersihkan Masjid Al-Amin, Dusun 1, Kampung Labuhan Jaya, Kecamatan Gunung Labuhan, Kabupaten Way Kanan, kegiatan lain ialah Dhuha bersama, bakti sosial penyembuhan alternatif hijamah atau bekam sesuai sunah Rasul serta Aji Tapak Sesontengan dengan infaq seikhlasnya.

"Demonstrasi akan mengeluarkan biaya tinggi, baik dari pendemo atau dari aparatur keamanan. Dana dari puluhan ribu orang tersebut akan lebih bermanfaat jika dihimpun dan disalurkan bagi anak yatim atau 1,8 juta anak Indonesia yang putus sekolah setiap tahunnya," kata Gatot.

PKB Kab Tegal

Islam, lanjutnya, menyediakan banyak pintu untuk masuk surga, tidak hanya mati syahid, jihad di jalan Allah sebagaimana yang mendadak marak menjadi display profile diberbagai media sosial.

PKB Kab Tegal

Ia menambahkan, apa yang mudharat pada 4 November kemarin sudah jelas. Dari tingginya volume sampah, makian yang disambut sorak gembira dan tepuk tangan yang berbanding terbalik dengan ajaran Islam hingga emosi.

Bareskrim Polri sudah menetapkan calon Gubernur DKI Jakarta petahana Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok sebagai tersangka. Adapun Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Maruf Amin juga sudah mengapreasi upaya Polri dan menilai proses hukum kasus Ahok telah transparan sehingga mengimbau umat Islam untuk tidak kembali turun ke jalan menuntut dipercepatnya penegakan hukum atas kasus Ahok.

"Kasus tersebut sudah ada yang menangani. Kenapa tidak dikawal saja dengan harakah kemanusiaan atau apa saja yang positif, berdampak baik bagi kehidupan sebagai bentuk cerdas ketersinggungan atas ucapan Ahok,” jelas Gatot.

Dia menandaskan, hal yang pantas untuk didemo dan Insyaallah maslahat bagi anak cucu kita mendatang ialah diri kita masing-masing. Apakah kita Islam literasi yang tahu teks tanpa praktik atau Islam implementasi. (Syuhud Tsaqafi/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hikmah PKB Kab Tegal

Rabu, 09 Agustus 2017

Pelajar NU Harus Ambil Peran Produksi Konten di Dunia Digital

Semarang, PKB Kab Tegal - H Hasan Chabibie dari Pustekom Kemendikbud RI berpesan bahwa pelajar NU dalam hal ini pengurus harian IPNU-IPPNU Jawa Tengah harus lebih intens dalam menggarap literasi. H Hasan yang pernah diamanahi sebagai Ketua IPNU Jawa Tengah mendorong para pelajar NU untuk terlibat aktif memproduksi konten-konten dengan warna ke-NUan.

Hal ini disampaikan H Hasan dalam pengajian budaya dengan bertema Peradaban Digital dan Dunia Pendidikan di Wisma Perdamaian Tugu Muda Semarang, Ahad (5/3).

Pelajar NU Harus Ambil Peran Produksi Konten di Dunia Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Harus Ambil Peran Produksi Konten di Dunia Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Harus Ambil Peran Produksi Konten di Dunia Digital

Ia mengutip data UNESCO yang menyebut Indonesia baru menempati peringkat 60 dunia dalam dunia literasi. Sementara dalam urusan berkomentar di media sosial Indonesia menempati peringkat ketiga.

PKB Kab Tegal

"Ini membuktikan bahwa Indonesia termasuk negara paling aktif di media sosial. Rakyatnya suka menulis komentar. Tapi di dunia literasi masih sangat tertinggal. IPNU-IPPNU yang bersinggungan langsung dengan pelajar harus bisa mengambil peran dalam upaya-upaya pengembangan literasi," tambah Hasan.

PKB Kab Tegal

Candra Malik dari Lesbumi PBNU mengingatkan cepatnya perkembangan media digital.

"Sosial media berkembang lebih cepat daripada perkembangan peradaban manusia itu sendiri. Orang merasa sudah kenal sebelum tahu langsung kepribadian masing-masing," kata Canda.

Menurut Candra Malik, fasilitas yang diberitakan oleh gawai adalah fasilitas surgawi. Ia bisa mengingatkan adzan dan menerjemahkan Al-Quran. "Bahkan, hanya bermodal like dan share kita bisa masuk surga," sindir Candra Malik mengomentari postingan-postingan di media sosial akhir-akhir ini.

Sementara itu Pengasuh Pesantren API Tegalrejo Magelang Gus Yusuf Chudlori mengajak pelajar NU untuk lebih berani menyuarakan kebenaran di tengah maraknya hoax dan fitnah menggunakan media digital.

"Sudah saatnya yang benar dianggap benar, jangan sampai diputarbalikkan oleh media sosial," tegas Gus Yusuf. (Abdul Hamid-Zulfa/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tokoh PKB Kab Tegal

Selasa, 08 Agustus 2017

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk

Pati, PKB Kab Tegal. Usaha krupuk Al Barokah salah satu usaha yang ada di Pondok Pesantren Al-Islah Desa Kadilangu, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Dengan ketrampilan yang masih terbilang ala kadarnya, tapi krupuk produksi pesantren ini sangatlah digemari masyarakat. Pasalnya permintaan akan berbagai jenis krupuk Al-Barokah semakin meningkat diberbagai penjuru daerah di Pati.

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Al-Islah Trangkil Latih Santri Produksi Krupuk

Produksi krupuk Al Barokah menjadi sebuah dinamika kecil dalam kehidupan anak pondok yang mencari ilmu disitu. Selain ilmu keagamaan juga para santri pondok juga dibekali ilmu kewirausahaan yang ditanam dalam kurikulum pendidikan pondok.

Salah satu santri Pondok Al-Islah Ahmad Basuki mengatakan, santri pondok al Islah selain diajari ilmu agama juga diajarai ilmu kewirausahaan. Banyak santri lulusan dari pondok ini mempunyai usaha mandiri ketika sudah keluar dari pondok. Daintaranya ada yang menjadi pengusaha pembudidayaan ikan lele, ternak kambing, ikan hias, ternak ayam petelur dan produsen krupuk seperti yang ada di pondok al Islah ini.

Dia membenarkan tentang kurikulum pondok yang ditanamkan kepada santri tidak hanya ilmu agama saja yang didapat, melainkan ilmu kewirausahaan yang nantinya akan menjadi dasar pemikiran santri pondok untuk mengembangkan ketrampilan ? yang didapat dari pondok. usaha yang dikelola pondok pesantren ini adalah murni dari usaha pribadi pengelola pondok. Jadi tidak ada campur tangan dari pihak lain dalam membina dan mengelola usaha yang ada di pesantren.

"Dengan penanaman skill dan ketrampilan, akan menumbuhkan minat santri dalam mengolah pikiranya untuk menjadi seorang pengusaha," ungkap Basuki, Senin (5/9).

PKB Kab Tegal

Pesantren ini lebih mengarahkan santrinya untuk menjadi seorang pengusaha daripada menjadi seorang pegawai maupun karyawan swasta. Karena dengan menjadi pengusaha akan menciptakan ladang berkah yang bisa memberikan pekerjaan bagi orang lain. (Hasanuddin/Fathoni)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Makam PKB Kab Tegal