Jumat, 23 Desember 2016

Katib Aam: NU Didirikan Bukan Sekadar untuk Dakwah

Jakarta, PKB Kab Tegal. Katib Aam PBNU KH Yahya Cholil Staquf mengingatkan tetang pentingnya Nahdliyin mengetahui tujuan didirikannya Nahdlatul Ulama. Menurutnya, NU didirikan para ulama lebih dari semata untuk tujuan dakwah dan tarbiyah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

“Tapi NU juga beridiri untuk listishlâhi (membangun dan memperbaiki) Indonesia,” ujarnya di hadapan peserta Pelatihan dan Konsolidasi Media Online di Lingkungan PBNU yang digelar Lembaga Ta’lif wan Nasyr NU (LTNNU) di Jakarta, Sabtu (24/10).

Katib Aam: NU Didirikan Bukan Sekadar untuk Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)
Katib Aam: NU Didirikan Bukan Sekadar untuk Dakwah (Sumber Gambar : Nu Online)

Katib Aam: NU Didirikan Bukan Sekadar untuk Dakwah

Pria yang akrab disapa Gus Yahya ini lalu menceritakan tentang keluarnya NU dari partai Masyumi menjelang Pemilu 1955. Baginya, sikap NU untuk keluar dari partai afiliasi kelompok-kelompok Islam tersebut merupakan keputusan cerdas yang melampaui urusan NU sebagai golongan.

PKB Kab Tegal

Sebab, katanya, bila NU tetap bergabung di Masyumi kemungkinan besar partai ini memperoleh suara separuh lebih warga Indonesia dan mendominasi keputusan sidang konstituante. Hal ini tidak positif untuk perkembangan Indonesia, karena Masyumi yang didominasi kalangan muslim modernis kala itu mengusung gagasan sektarian berdirinya negara Islam.

“Jika negara Islam berdiri, maka NKRI pasti bubar. Apalagi saat itu Papua belum berhasil direbut,” ujarnya. Menurut Gus Yahya, kiai-kiai NU mengambil keputusan visioner itu dengan logika syariat dan fiqih yang sangat kompleks dan kerap berusaha dipatahkan kelompok lain hanya dengan jargon sederhana “kembali ke al-Qur’an dan Hadits”.

PKB Kab Tegal

Dengan demikian, lanjutnya, NU terdiri dari dua gagasan yang tak bisa saling dilepaskan, yakni? keaswajaan dan keindonesiaan. Hanya saja, untuk menyiarkan kedua hal tersebut NU butuh kendaraan konkret, seperti media dan lain-lain.

Ia mendorong para peserta pelatihan tersebut aktif dalam menyebarkan nilai-nilai Aswaja dan keindonesiaan untuk membangun bangsa Indonesia yang lebih beradab. Hadir dalam kesempatan itu ketua Pengurus Pusat LTNNU Juri Ardiantoro, serta para utusan dari lembaga dan badan otonom NU. (Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Berita, Anti Hoax, Lomba PKB Kab Tegal

Rabu, 21 Desember 2016

Berminat Menjadi Perwakilan ASBIHU? Ini Syaratnya

Jakarta, PKB Kab Tegal. Kehadiran travel umrah dan haji menjadi titik terang bagi masyarakat yang ingin melaksanakan perjalanan ibadah haji ataupun umrah. Pasalnya keberadaan travel haji dan umrah dapat membantu memudahkan masyarakat yang merencanakan pelaksanaan ibadah mereka di tanah suci, dari soal biaya, jadwal, dan tata cara pelaksanaan ibadah haji dan umrah.

Untuk memperkuat manajemen terutama dari sisi pemasaran, biro atau travel haji dan umrah sangat terbantu oleh adanya agensi. Hal tersebut juga berlaku pada manajemen ASBIHU Tour and Travel.

Berminat Menjadi Perwakilan ASBIHU? Ini Syaratnya (Sumber Gambar : Nu Online)
Berminat Menjadi Perwakilan ASBIHU? Ini Syaratnya (Sumber Gambar : Nu Online)

Berminat Menjadi Perwakilan ASBIHU? Ini Syaratnya

Tetapi, ada beberapa hal yang membedakan ASBIHU dengan biro haji dan umrah lainnya. Di antaranya, PT Al Abshar Asbihutama Sejahtera memposisikan setiap agen sebagai rekan kerja. Oleh karenanya ASBIHU menamakan agen-agennya dengan istilah perwakilan.?

Istilah tersebut sekaligus menggambarkan bahwa agen-agen bukan sebagai anak buah atau bawahan, tetapi memiliki peran yang setara dengan ASBIHU di tingkat pusat.

Wujud lainnya adalah dengan pemberian insentif yang berharga dari ASBIHU kepada setiap perwakilannya di seluruh Indonesia. Selain mendapatkan biaya khusus perjalanan ibadah umrah, perwakilan juga berkesempatan membawa dan mempimpin jamaah mereka.

PKB Kab Tegal

Untuk memperkuat kinerja setiap perwakilan, manajemen ASBIHU juga secara rutin dan intensif mengadakan pelatihan serta pertemuan. Pada pertemuan tersebut, perwakilan selain bersilaturahim, juga diberikan pengetahuan serta tips-tips mengembangkan ASBIHU.

Hal ini jelas menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin menjadi perwakilan ASBIHU. Syarat menjadi perwakilan ASBIHU terhitung mudah. Masyarakat cukup mendaftarkan diri dan menyerahkan foto kopi bukti identitas diri.

Nah, bagi Anda yang tertarik menjadi perwakilan ASBIHU, tunggu apa lagi? Segera hubungi PT Al-Abshar Asbihutama Sejahtera, dengan datang langsung ke alamatnya di Jl. Jend. Basuki Rahmat No.12, RT.12/RW.1, Kp. Melayu, Jatinegara, Kota Jakarta Timur. Calon perwakilan juga dapat menghubungi nomor telepon 021-8590-0265 dan 0812-1881-2972. (Kendi Setiawan/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal AlaNu, Kiai, Budaya PKB Kab Tegal

Rabu, 14 Desember 2016

Banser Banyumas Kukuhkan Ifan Haryanto Jadi Anggota Kehormatan

Banyumas, PKB Kab Tegal



Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Bogor, Ifan Haryanto, dikukuhkan Satuan Kordinasi Cabang Barisan Serbaguna (Satkorcab Banser) Banyumas menjadi anggota kehormatan. Acara pengukuhan tersebut digelar bersamaan dengan pengukuhan Satkorcab Banser se-Banyumas.

Banser Banyumas Kukuhkan Ifan Haryanto Jadi Anggota Kehormatan (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Banyumas Kukuhkan Ifan Haryanto Jadi Anggota Kehormatan (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Banyumas Kukuhkan Ifan Haryanto Jadi Anggota Kehormatan

Ifan mengaku terharu dan bangga atas penganugerahan tersebut. Baginya, itu adalah sebuah kehormatan bisa menjadi anggota kehormatan Banser Banyumas.

Menurut dia, Banser adalah salah satu elemen bangsa yang paling konsisten dalam menjaga keutuhan Negara Republik Indonesia (NKRI). “Banser merupakan salahsatu komponen kepemudaan NU yang konsisten membumikan ajaran Aswaja, merawat tradisi, dan menjaga keutuhan NKRI,” kata alumni Universitas Birmingham itu kepada PKB Kab Tegal, Senin (28/8).

Oleh sebab itu, laki-laki kelahiran Banyumas itu berharap, ke depan Banser akan selalu bisa istiqamah dalam merawat persatuan dan kesatuan Indonesia. “Banser Banyumas akan selalu istiqomah menjadi garda terdepan pengawal Pancasila dan menjaga NKRI,” ucapnya.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Kepala Satkorcab Banser Kabupaten Banyumas Andri Widianto menganggap, tiga tokoh tersebut memiliki kiprah dan peran masing-masing dalam kontribusinya terhadap Banser Banyumas. Sebenarnya, ada empat orang yang seharusnya dikukuhkan menjadi anggota kehormatan.

“Namun Suherman yang merupakan pengusaha NU tidak hadir dalam acara tadi,” ucapnya. “Ini juga sebagai bentuk penghargaan dan penerimaan ketiganya untuk bergabung dan aktif dalam membesarkan organisasi ini (Banser),” lanjutnya.

Acara pengukuhan tersebut dimulai dengan Apel Kebangsaan dan Kesetiaan Terhadap NKRI yang dihadiri 2500 anggota Banser se-Banyumas.

PKB Kab Tegal

Hadir dalam kesempatan tersebut Aslog Satkornas Banser Faizin Marya, Satkorwil Banser Jawa tengah yang diwakili Mukhtar Makmun, Ketua GP Ansor Banyumas Khasis, dan Komandan Satkorcab Banser Andry Widiyanto. Hadir juga Syuriah, Ketua PCNU serta Lembaga dan Badan Otonom NU Banyumas, Anggota DPR RI Siti Mukaromah, segenap pimpinan Polres Banyumas serta jajaran Korem 071 Wijaya Kusuma. (Muchlison Rohmat/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nasional PKB Kab Tegal

Selasa, 13 Desember 2016

Diba’an

Dibaan adalah tradisi membaca atau melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad yang dilakukan oleh masyarakat NU. Pembacaaan shalawat dilakukan bersama secara bergantian. 

Ada bagian dibaca biasa, namun pada bagian-bagian lain lebih banyak menggunakan lagu. Istilah  diba’an mengacu pada kitab berisi syair pujian karya al-Imam al-Jaliil as-Sayyid as-Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba’iy asy-Syaibani az-Zubaidi al-Hasaniy. 

Diba’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Diba’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Diba’an

Kitab tersebut secara populer dikenal dengan nama kitab Maulid Diba’. Pembacaan syair-syair pujian ini biasanya dilakukan pada bulan maulud (Rabiul Awal) sebagai rangkaian peringatan maulid Nabi. 

Di sejumlah desa di Jawa, pembacaan syair maulid dilakukan setiap minggu secara bergilir dari rumah ke rumah. Seperti halnya pembacaan kitab al-Barzanji, al-Burdah, dan Manaqib Syaikh Abdul Qadir al-Jailani, pembacaan Diba’ atau biasa disebut diba’an juga dilakukan saat hajatan kelahiran anak, pernikahan, khitanan, tingkeban, ketika menghadapi kesulitan dan musibah, atau untuk memenuhi nazar. 

PKB Kab Tegal

Kitab Diba’ adalah salah satu dari sekian banyak kitab klasik yang tidak masuk di dalam pengajaran pesantren, namun akrab dan populer digunakan oleh masyarakat pesantren.

Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba’iy lahir pada hari ke-4 bulan Muharram tahun 866 H dan wafat hari Jumat 12 Rajab tahun 944 H. 

PKB Kab Tegal

Dia adalah seorang ulama hadits terkemuka dan mencapai tingkatan hafidz dalam ilmu hadits, yaitu seorang yang menghafal 100.000 hadits lengkap dengan sanadnya. Selain ahli ilmu hadis, Syaikh Abu Muhammad Abdurrahman ad-Diba’iy juga seorang muarrikh atau ahli sejarah. Beberapa di antara sekian banyak kitab karangannya ialah Taisirul Wusul ila Jaami`il Usul min Haditsir Rasul, Qurratul Uyun fi Akhbaril Yaman al-Maimun, Bughyatul Mustafid fi akhbar madinat Zabid, dan lain-lain.

Tradisi membaca syair pujian dari kitab Maulid Diba’ ini (selain al-Barzanji dan al-Burdah) adalah salah satu tradisi yang menjadi sasaran kritik kaum puritan. Kaum puritan menolak peringatan maulid apalagi disertai dengan ritual-ritual pembacaan puji-pujian. Mereka menganggap peringatan maulid yang dilakukan dengan cara membaca kitab-kitab tersebut  adalah perbuatan bid’ah.  

Selain dianggap tidak dicontohkan oleh Nabi, kaum puritan juga menganggap isi atau apa yang dibaca dalam tradisi diba’an adalah kisah-kisah palsu dan pujian berlebihan sehingga merupakan syirik.

Di tengah acara diba’an atau berzanjen ada ritual berdiri atau yang populer disebut dengan istilah “srakalan” atau “marhabanan” yakni ketika pembacaan kitab sampai pada kalimat  "Asyaraqal badru ‘alaina". Pada saat ini semua hadirin berdiri. 

Perkara berdiri pada saat seperti ini pernah dibahas dalam Muktamar NU, yakni pada Muktamar NU ke V tahun 1930 di Pekalongan. Batsul masail pada muktamar ini memutuskan bahwa berdiri ketika berzanjen/diba’an hukumnya sunnah, termasuk ‘uruf syar’i.

Kitab Diba’ ini telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Jawa dan Bahasa Indonesia. Di antaranya adalah: Al-Qawl al-Badi’ fi tarjamah al-Maulid ad-Dibai, merupakan terjemahan ke dalam bahasa Jawa oleh Ahmad Fauzan bin Muhammad al-Rabani, diterbitkan oleh al-Munawar Semarang. Qathr al-Marba’wa Nayl al-Arb, tarjamah Maulid ad-Diba’wa maulid al-‘Azab, merupakan terjemahan bahasa Jawa oleh H. Ahmad Subki Masyhari diterbitkan Hasyim Putra, Semarang. 

Ada juga Yaqulu ad-Da’i tarjamah Al-Maulid ad-Diba’i, terjemahan bahasa Jawa oleh KH Misbah bin Zain al-Musthafam penerbit Al-Ihsan, Surabaya. Al-Maulid ad-Diba’i; Diba’an Arab Latin beserta Terjemahannya, terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia oleh Badlowi Syamsuri, Penerbit Apollo Surabaya; Tarjamah Maulid  ad-Dibay oleh H. Abdullah Shonhaji, Penerbit Al-Munawar. (Sumber: Ensiklopedia NU)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah, Pemurnian Aqidah, Kyai PKB Kab Tegal

Jumat, 09 Desember 2016

NUTIZEN Akan Siarkan Langsung Ngaji Ramadhan di 30 Pesantren

Jakarta, PKB Kab Tegal

Menyambut bulan Ramadhan yang kian dekat, NUTIZEN, media baru berbasis aplikasi yang berisi video, audio, dan news aggregator, sudah menyiapkan teknologi untuk live streaming (siaran langsung) ngaji bulan puasa di 30 pesantren di Indonesia.

NUTIZEN Akan Siarkan Langsung Ngaji Ramadhan di 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
NUTIZEN Akan Siarkan Langsung Ngaji Ramadhan di 30 Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

NUTIZEN Akan Siarkan Langsung Ngaji Ramadhan di 30 Pesantren

“Kami sudah berjejaring dengan teman-teman di pelbagai pondok. Beberapa sudah mulai uji coba livestreaming, berhasil. Tinggal ngaji posonan (Ramadhan-red) saja,” tutur Savic Ali, Direktur aplikasi NUTIZEN, Jumat (27/05).

Pesantren yang sudah uji coba teknologi live streaming ini antara lain Pondok Pesantren Al Munawwir Krapyak, Yogyakarta; Pesantren Al Jihad Surabaya; Pesantren Sirajuth Thalibin Brabo, Grobogan; Pesantren Darul Ishlah Jakarta; Pesantren Asnawiyah Demak, dan lainnya. Bukan hanya itu, beberapa Pengurus Cabang Istimewa NU (PCINU) juga sudah uji coba acara mereka, misalnya, PCINU Malaysia, PCINU Tunisia dan menyusul PCINU di negara lain. ?

PKB Kab Tegal

“Ini adalah ikhtiar sederhana kami sebagai santri untuk berbakti kepada kiai-kiai dan pesantren. Melalui teknologi ini, insyaallah pesantren akan menjangkau lebih banyak jamaah,” tambahnya.

Lalu, bagaimana cara supaya pesantren bisa juga live streaming kegiatan mereka?

PKB Kab Tegal

“Langsung saja kontak redaksi, nanti akan langsung segera ditindaklanjuti atau bisa via media sosial NUTIZEN,” tutupnya.

NUTIZEN sendiri adalah aplikasi yang digawangi oleh anak-anak muda NU dan bergerak di bidang video dan tv streaming. Ada banyak sekali video keislaman dan musik religi yang disajikan sebagai sarana belajar Islam melalui sumber terpercaya. Di aplikasi ini pula pengguna telepon pintar bisa ikut ngaji langsung dengan kiai-kiai sepuh seperti KH Maimoen Zubair, KH Mustofa Bisri, Habib Luthfi, KH Said Aqil Siradj dan lain-lain. Aplikasi ini bisa diunduh gratis di playstore dengan tautan ini. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Khutbah, Sholawat PKB Kab Tegal

Kamis, 08 Desember 2016

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal Meninggal Dunia

Jakarta, PKB Kab Tegal?



Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un…Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal Ahmad Sururi mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Dharmais Jakarta, Senin (27/3) pukul 22.30 WIB.

“Jam 22.30 di RS Dharmais Jakarta,” ujar Bujairomi Ahda, sepupu Ahmad Sururi, saat dihubungi PKB Kab Tegal.

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal Meninggal Dunia

Seminggu sebelum dirawat di RS Dharmais, almarhum sempat berpamitan ke Buntet Pesantren pada Selasa, (21/3). Selain bertemu dengan Ny. Hj.Faizah Chowi istri dari kiainya, ia juga berziarah ke komplek pemakaman Gajah Ngambung Buntet Pesantren.

PKB Kab Tegal

Almarhum adalah alumnus Buntet Pesantren yang dikenal sebagai tokoh muda Tegal yang sangat aktif dalam berorganisasi. Selain menjadi wakil ketua PCNU Kabupaten Tegal, ia juga aktif sebagai Ketua Ikatan Alumni Buntet Pesantren untuk wilayah Brebes, Tegal, dan Pemalang (Iklab Bergalang). ? Ia, juga turut menjadi pembina di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tegal.

Mas Uyi, begitu ia biasa dipanggil, dikenal sebagai pribadi yang tawadu dan pekerja keras. Ia juga tak pernah berhenti belajar. “Pribadi yang tawadu, pekerja keras, dan tak pernah berhenti untuk selalu belajar,” ujar Kang Nemi Mu’tashim Billah, putra kiai almarhum di Buntet Pesantren.

PKB Kab Tegal

Selain berorganisasi, ia juga aktif di kampus sebagai dosen hubungan internasional Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Saat ini, ia tengah menyelesaikan studi strata tiganya di Universitas Padjajaran Bandung. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba PKB Kab Tegal

Rabu, 07 Desember 2016

Semangat Ramadhan di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan

Probolinggo, PKB Kab Tegal - Dalam rangka menambah amaliyah ibadah dan menyemarakkan bulan Ramadhan 1437 H, pengurus Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo menyelenggarakan berbagai kegiatan yang dikemas dalam bentuk Semangat Ramadhan dan Idul Fitri 1437 H.

Kegiatan ini dilakukan selama sebulan Ramadhan dan dipamungkasi sholat Idul Fitri 1 Syawwal 1437 H. Kegiatan yang dilakukan di antaranya shalat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, pengajian ba’da Subuh, dan pengajian menjelang berbuka puasa.

Semangat Ramadhan di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Ramadhan di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Ramadhan di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan

“Juga ada takjil buka puasa bersama 700 jamaah setiap hari selama bulan Ramadhan,” kata Sekretaris Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah H Moh Nurul Yakin, Senin (6/6).

Menurut Nurul Yakin, kegiatan ini dilaksanakan agar semua lapisan masyarakat bisa terlibat untuk bersama-sama menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1437 H. “Kami hanya sebatas memfasilitasi,” jelasnya.

PKB Kab Tegal

Pengajian menjelang berbuka puasa dan ba’da Subuh ini diisi oleh lebih kurang 30 da’i dari berbagai elemen. Mulai dari Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah, MUI, pengurus NU Kota Kraksaan, Bupati dan pejabat Pemkab Probolinggo, Baznas, Polres, Pengadilan Agama, dan Pengadilan Negeri Kraksaan.

PKB Kab Tegal

“Semua terlibat sebagai da’i dengan materi yang berbeda setiap harinya disesuaikan dengan bidangnya masing-masing. Materi yang disampaikan pada jelang berbuka puasa tidak sama dengan ba’da Subuh,” terangnya.

Nurul Yakin menambahkan bahwa Masjid Agung Ar-Raudlah juga melayani penerimaan dan penyaluran zakat. Untuk penerimaan zakat dilakukan tanggal 1-27 Ramadhan. Sedangkan penyalurannya akan dilakukan 28 Ramadhan. “Beragam kegiatan ini diakhiri dengan shalat Idul Fitri bersama pada tanggal 1 Syawal 1437 H,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sholawat, Amalan PKB Kab Tegal