Kamis, 08 Desember 2016

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal Meninggal Dunia

Jakarta, PKB Kab Tegal?



Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un…Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal Ahmad Sururi mengembuskan napas terakhirnya di Rumah Sakit Dharmais Jakarta, Senin (27/3) pukul 22.30 WIB.

“Jam 22.30 di RS Dharmais Jakarta,” ujar Bujairomi Ahda, sepupu Ahmad Sururi, saat dihubungi PKB Kab Tegal.

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)
Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal Meninggal Dunia (Sumber Gambar : Nu Online)

Wakil Ketua PCNU Kabupaten Tegal Meninggal Dunia

Seminggu sebelum dirawat di RS Dharmais, almarhum sempat berpamitan ke Buntet Pesantren pada Selasa, (21/3). Selain bertemu dengan Ny. Hj.Faizah Chowi istri dari kiainya, ia juga berziarah ke komplek pemakaman Gajah Ngambung Buntet Pesantren.

PKB Kab Tegal

Almarhum adalah alumnus Buntet Pesantren yang dikenal sebagai tokoh muda Tegal yang sangat aktif dalam berorganisasi. Selain menjadi wakil ketua PCNU Kabupaten Tegal, ia juga aktif sebagai Ketua Ikatan Alumni Buntet Pesantren untuk wilayah Brebes, Tegal, dan Pemalang (Iklab Bergalang). ? Ia, juga turut menjadi pembina di Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Tegal.

Mas Uyi, begitu ia biasa dipanggil, dikenal sebagai pribadi yang tawadu dan pekerja keras. Ia juga tak pernah berhenti belajar. “Pribadi yang tawadu, pekerja keras, dan tak pernah berhenti untuk selalu belajar,” ujar Kang Nemi Mu’tashim Billah, putra kiai almarhum di Buntet Pesantren.

PKB Kab Tegal

Selain berorganisasi, ia juga aktif di kampus sebagai dosen hubungan internasional Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Saat ini, ia tengah menyelesaikan studi strata tiganya di Universitas Padjajaran Bandung. (Syakirnf/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba PKB Kab Tegal

Rabu, 07 Desember 2016

Semangat Ramadhan di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan

Probolinggo, PKB Kab Tegal - Dalam rangka menambah amaliyah ibadah dan menyemarakkan bulan Ramadhan 1437 H, pengurus Masjid Agung Ar-Raudlah Kota Kraksaan Kabupaten Probolinggo menyelenggarakan berbagai kegiatan yang dikemas dalam bentuk Semangat Ramadhan dan Idul Fitri 1437 H.

Kegiatan ini dilakukan selama sebulan Ramadhan dan dipamungkasi sholat Idul Fitri 1 Syawwal 1437 H. Kegiatan yang dilakukan di antaranya shalat tarawih berjamaah, tadarus Al-Qur’an, pengajian ba’da Subuh, dan pengajian menjelang berbuka puasa.

Semangat Ramadhan di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Semangat Ramadhan di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Semangat Ramadhan di Masjid Agung Ar-Raudlah Kraksaan

“Juga ada takjil buka puasa bersama 700 jamaah setiap hari selama bulan Ramadhan,” kata Sekretaris Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah H Moh Nurul Yakin, Senin (6/6).

Menurut Nurul Yakin, kegiatan ini dilaksanakan agar semua lapisan masyarakat bisa terlibat untuk bersama-sama menyemarakkan bulan suci Ramadhan 1437 H. “Kami hanya sebatas memfasilitasi,” jelasnya.

PKB Kab Tegal

Pengajian menjelang berbuka puasa dan ba’da Subuh ini diisi oleh lebih kurang 30 da’i dari berbagai elemen. Mulai dari Takmir Masjid Agung Ar-Raudlah, MUI, pengurus NU Kota Kraksaan, Bupati dan pejabat Pemkab Probolinggo, Baznas, Polres, Pengadilan Agama, dan Pengadilan Negeri Kraksaan.

PKB Kab Tegal

“Semua terlibat sebagai da’i dengan materi yang berbeda setiap harinya disesuaikan dengan bidangnya masing-masing. Materi yang disampaikan pada jelang berbuka puasa tidak sama dengan ba’da Subuh,” terangnya.

Nurul Yakin menambahkan bahwa Masjid Agung Ar-Raudlah juga melayani penerimaan dan penyaluran zakat. Untuk penerimaan zakat dilakukan tanggal 1-27 Ramadhan. Sedangkan penyalurannya akan dilakukan 28 Ramadhan. “Beragam kegiatan ini diakhiri dengan shalat Idul Fitri bersama pada tanggal 1 Syawal 1437 H,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sholawat, Amalan PKB Kab Tegal

GP Ansor Kencong Gelar Upacara di Eks Lokalisasi

Jember, PKB Kab Tegal

Kemerdekaan Indonesia bukan hadiah, tapi hasil perjuangan yang cukup panjang dan berdarah-darah. Karena itu, kesadaran tentang urgensi kemerdekaan harus dimiliki oleh segenap anak bangsa, tak terkecuali mantan mucikari dan wanita tuna susila. Itulah sebabnya, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kencong, Jember, Jawa Timur menggelar upacara 17-an di eks lokalisasi Besini, Puger, Jember, Rabu (17/8).

GP Ansor Kencong Gelar Upacara di Eks Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Kencong Gelar Upacara di Eks Lokalisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Kencong Gelar Upacara di Eks Lokalisasi

Menurut Ketua PC GP Ansor Kencong Muhammad Yasin Yusuf Ghazali, pihaknya sengaja menghelat upacara pengibaran bendera di bekas lokalisasi untuk menggugah kesadaran penghuni eks lokalisasi dan warga sekitarnya tentang betapa pentingnya arti kemerdekaan.

"Kita berharap agar warga sekitar eks lokalisasi juga memiliki kesadaran betapa tidak gampang meraih? kemerdekaan ini. Selanjutnya, diharapkan mereka dapat mengisi kemerdekaan dengan bekerja sebaik-baiknya sesuai dengan profesinya masing-masing," jelasnya kepada PKB Kab Tegal.

PKB Kab Tegal

Upacara memperingati hari kemerdekaan RI yang dikuti oleh 250 anggota Ansor? dan Banser itu digelar di halaman parkir masjid Nurul Hidayah, masjid eks lokalisasi. Bertindak selaku inspektur upacara adalah Muhammad Yasin Yusuf Ghazali.

Dalam sambutannya, Yasin mengajak generasi muda agar dapat menapaktilasi sejarah perjuangan yang dilakukan para pahlawan bangsa, sehingga mengetahui bahwa perjuangan untuk meraih kemerdekaan tidaklah gampang. Ia mengatakan, segenap elemen bangsa, termasuk para kiai dan santri bahu-membahu untuk mengusir penjajah hingga akhirnya Indonesia merdeka. "Menghormati bendera merah putih bukan menganggap bendera itu tuhan. Tapi kita mengenang jasa sekaligus menghoramti para pahlawan," ucapnya.

PKB Kab Tegal

Yasin juga mengajak anggota Banser dan Ansor agar selalu optimis serta memberikan yang terbaik bagi bangsa dengan cara melayani masyarakat, dan ikut menjaga keamanan dan ketertiban umum. Ia mengaku cemas? dengan kecederungan prilaku buruk generasi muda sekarang. Sebagian dari mereka, katanya, banyak terjebak dalam perilaku hedonis, mabuk-mabukan, dan bahkan terlibat dalam tindakan kriminal. "Itu tantangan bagi kita semua. Dan Banser harus ambil bagian dalam mengikis prilakau yang tidak baik itu," pintanya. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU PKB Kab Tegal

Selasa, 06 Desember 2016

30 Tahun Beristighfar atas Ucapan Alhamdulillah

Seorang arif biLlah, Syekh Sariy Saqathy (wafat th. 253 H./967 M.) murid sufi besar Ma’ruf Karkhy, pernah berkata: “Tiga puluh tahun aku beristighfar, memohon ampun kepada Allah atas ucapanku sekali ‘Alhamdulillah’!”

“Lho, bagaimana itu?” tanya seseorang yang mendengarnya.

30 Tahun Beristighfar atas Ucapan Alhamdulillah (Sumber Gambar : Nu Online)
30 Tahun Beristighfar atas Ucapan Alhamdulillah (Sumber Gambar : Nu Online)

30 Tahun Beristighfar atas Ucapan Alhamdulillah

“Begini. Terjadi kebakaran di Baghdad,” kata Syekh menjelaskan, “lalu ada orang yang datang menemuiku dan mengabarkan bahwa tokoku selamat tidak ikut terbakar. Aku waktu itu spontan mengucap, Alhamdulillah! Maka ucapan itulah yang kusesali selama 30 tahun ini. Aku menyesali sikapku yang hanya mementingkan diri sendiri dan melupakan orang lain.”

PKB Kab Tegal

Tiga puluh tahun Syekh Sariy menyesali ucapan Alhamdulillahnya. Beliau menyesal karena sadar—sekejab setelah melafalkan ungkapan syukurnya itu—bahwa dengan ungkapan syukurnya itu berarti beliau masih sangat tebal perhatiannya kepada diri sendiri. Begitu tebalnya hingga menindih kepekaan perhatiannya kepada sesama.

Sekejab beliau tersadar: alangkah degilnya orang yang mensyukuri keselamatan sebuah toko pada saat keselamatan sesama dan harta benda mereka terbakar habis. Alangkah musykilnya orang yang sanggup menyatakan kegembiraan di saat musibah menimpa sebagian besar saudara-saudaranya.

PKB Kab Tegal

Meski saya, atau mungkin juga anda, bukan wali Allah yang bersih; adalah sangat mudah memahami penyesalan mulia orang suci --paman Bapak para sufi Al-Junaid—itu. Kecuali bila hati kita memang sudah sedemikian membatu oleh kecintaan kita yang berlebihan kepada diri sendiri dan dunia. Na’udzubillah





Cerita ini disampaikan KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) di akun Facebook pribadinya pada 24 Mei 2009

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax, Hadits PKB Kab Tegal

Rabu, 30 November 2016

Rintis Kemandirian Nahdliyin, PWNU DKI Jakarta Hadirkan 267 Toko NU di Setiap Kelurahan

Jakarta, PKB Kab Tegal - PWNU DKI Jakarta kembali mengadakan pelatihan yang bermanfaat bagi umat khususnya bagi kader-kader muda NU di Jakarta. Acara pelatihan ekonomi syariah dengan tema Bisnismu Bisa Go Publik terlaksana selama dua hari, yaitu 26-27 September 2017 di Puncak, Bogor.

Ketua PWNU DKI Jakarta H Saefullah menyampaikan pentingnya peran kader muda NU untuk membangkitkan ekonomi umat lewat usaha dan kerja keras.

Rintis Kemandirian Nahdliyin, PWNU DKI Jakarta Hadirkan 267 Toko NU di Setiap Kelurahan (Sumber Gambar : Nu Online)
Rintis Kemandirian Nahdliyin, PWNU DKI Jakarta Hadirkan 267 Toko NU di Setiap Kelurahan (Sumber Gambar : Nu Online)

Rintis Kemandirian Nahdliyin, PWNU DKI Jakarta Hadirkan 267 Toko NU di Setiap Kelurahan

"Saya menganggap perlu datang ke sini, sebab menurut saya bahwa bagi warga NU saat ini, terutama para pemudanya, bukan lagi belajar mantiq, tapi bagaimana caranya menguatkan ekonomi warga," ujar Saefullah.

PKB Kab Tegal

Saat ini kami sedang membangun Gedung PWNU DKI Jakarta. “Ada 4 lantai, satu lantai untuk membangun ekonomi, khususnya untuk operasional PWNU, tidak sebar proposal, tidak minta ke mana-mana. Harus kader atau pengurus NU yang menggerakkan ekonomi di Jakarta," ucapnya.

PKB Kab Tegal

NU harus mandiri, Saefullah mengutip apa yang disampaikan oleh Ketum PBNU, Said Aqil Siroj, tidak boleh bertahan untuk membangun NU, tapi yang kita lakukan hanya menyebar proposal, kayak di zaman sebelum kemerdekaan.

PWNU DKI Jakarta juga tidak mengandalkan APBN apalagi APBD. “Jangan mentang-mentang saya Sekda DKI Jakarta, tapi ayo bersama kita membangun NU dengan usaha dan kerja-kerja ekonomi kita.”

Rencananya akan disiapkan sekitar 267 toko NU di tiap-tiap kelurahan di Jakarta. “Usaha dan kerja keras dengan sistem yang baik insya Allah harapan kita ini akan menjadi kenyataan dan menuai sukses. Jujur dan amanah kunci utamanya.” (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Amalan, Jadwal Kajian PKB Kab Tegal

Senin, 28 November 2016

Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri

Jakarta, PKB Kab Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj berharap warga NU Jawa Timur mampu menghasilkan pemimpin dengan latar belakang Nahdliyyin dalam Pilgub Jatim yang berlangsung pada tahun 2013 mendatang.

“NU harus ada yang jadi lurah sampai dengan presiden, apalagi di Jawa Timur karena disana NU mayoritas,” katanya.

Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Penting punya Gubernur Sendiri

Namun, ia menegaskan, NU sebagai institusi tidak boleh digunakan sebagai kendaraan politik. “Jadi dalam pencalonannya tidak boleh menggunakan tanda tangan rais syuriyah dan ketua tanfidziyah untuk memperoleh dukungan,” paparnya.

PKB Kab Tegal

Tugas dan peran NU sebagai sebuah organisasi, lebih besar daripada sekedar alat untuk mencari rebutan jabatan. Politik NU adalah politik kebangsaan untuk menjaga cita-cita dan semangat bangsa yang mana NU merupakan salah satu founding fathernya.

PKB Kab Tegal

Ia menambahkan, di NU tidak kekurangan calon pemimpin karena telah terjadi proses pengkaderan pemimpin di lingkungan NU dari tingkat pelajar. “Para pemimpin NU merupakan orang yang telah terbiasa memimpin orang banyak, jadi siap untuk menjadi pemimpin bagi masyarakat,” tandasnya.

Saat ini terdapat dua orang kader NU yang digadang-gadang menjadi calon dalam Pilgub Jatim, yaitu Ketua Umum PP Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan Mantan Ketua Umum GP Ansor Saifullah Yusuf. Sejauh ini belum ada keputusan partai mana yang akan mengusungnya.

Penulis: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Bahtsul Masail PKB Kab Tegal

Minggu, 27 November 2016

Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik

Padangpariaman, PKB Kab Tegal?

Innalillahi wainnailaihi raji’un. Sumatera Barat berduka. Ulama kharismatik dan pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Nagari Pakandangan, Kecamatan VI Lingkung Kabupaten Padangpariaman, Provinsi Sumatera Barat Syekh H. Ali Imran Hasan wafat pukul 04.00 WIB Rabu (12/4) dini hari. Ia wafat di kediamannya yang berada di komplek Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan. Kabar duka ini cepat menyebar melalui media sosial dan pesan singkat hingga kawasan Pesantren Nurul Yaqin terlihat dipadati masyarakat yang datang berbagai daerah.?

Sebelumnya, Syekh Ali Imran sudah menjalani perawatan di Rumah Sakit Siti Rahman Padang. Di rumah dirawat selama satu minggu karena kesulitan bernapas. Pada Minggu (9/4) kemarin Syekh Ali Imran dibawa pulang. ? ?

Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik (Sumber Gambar : Nu Online)
Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik (Sumber Gambar : Nu Online)

Syekh H. Ali Imran Hasan Wafat, Sumbar Kehilangan Ulama Kharismatik

Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman kepada PKB Kab Tegal menyebutkan, sebagai murid kami sangat berduka atas kepergian Buya Syekh Ali Imran untuk selamanya. Ini berarti masyarakat Sumatera Barat sudah kehilangan lagi seorang ulama yang alim, kharismatik dan memiliki keilmuan keislaman yang mendalami.

“Sesuai dengan pesan beliau, bagaimana Nurul Yaqin terus berkembang dan tetap bertahan hingga hari kiamat datang. Nurul Yaqin harus terus berkibar. Baik sebagai paham maupun sebagai kelembagaan. Sebagai paham, bagaimana pemahaman keagamaan Islam yang diwariskan beliau dapat diamalkan oleh para murid-muridnya dan masyarakat. Sedangkan secara kelembagaan Nurul Yaqin terus berkembang,” kata Rahmat Tuanku Sulaiman.

Ali Imran lahir pada subuh 30 Juni 1926 di Tanjung Aur, Pakandangan, Padangpariaman. Ayahnya Pakiah Hasan Tuanku Bagindo dan ibunya Siti Marin. Jika dirunut silsilah nenek moyang, darah ulama memang sudah dimilikinya. Syeikh Muhammad Amin bin Abdullah lebih dikenal dengan sebutan Syekh Mato Aie di Pakandangan yang terkenal di wilayah Padang Pariaman, adalah kakek buyut Syekh H. Ali Imran Hasan.

PKB Kab Tegal

Dari perkawinan dengan Azar Mainis, Syekh Ali Imran dikarunia lima orang anak. Yakni Almuhdi Karim, Darussalam, Asyaidul Akram, Muzi Latunil Isma dan Imma Latukhaira. Dari kelima anaknya, kini dikarunia 17 cucu.

Syekh Ali Imran pulang ke Pakandangan tahun 1960 dari belajar agama di Malalo. Kemudian mendirikan pondok pesantren Nurul Yaqin. Sebelum mendirikan pesantren, Syekh Ali Imran sudah berguru pada 17 ulama yang mengajari berbagai ilmu. Gurunya dimulai dari ayahnya sendiri, Syekh Hasan bin Muhammad Rahim yang bergelar Tuanku Bagindo (lahir 1897 M dan wafat 1980).

Kemudian Ali Imran berguru pula kepada Syekh Muhammad Aminullah bin Abdullah yang dikenal dengan Buya Mato Aia. Syekh Muhammad lahir 1776 dan wafat 1926 M. Guru lainnya Tuanku Pakandangan, Tuanku Sutan Pakandangan, Tuanku Andah Pakandangan, Syekh Muhammad Yatim Tuanku Sutan Ampalu Tinggi Tandikek Mudiak Padang, Syekh Muhammad Yasin Tuanku Qadhi Koto Tujuh Malin Bandaro (lahir 1227 H, wafat 1367 H), Muhammad Zein Tuanku Hitam yang bertempat tinggal di Surau Ampaleh Ringan-Ringan, Syekh Zakaria Tuanku Labai Sati Padang Laweh Malalo (wafat 1973 M atau 10 Ramadhan 1393 H),

PKB Kab Tegal

Ia juga berguru kepada Syekh Syahidan Syarbaini Mungo Padang Manggateh Payakumbuh, Syekh Ibrahim Harun Tiakar Payo Basuang Payakumbuh, Syekh Tuanku Shalih karamat yang bermaqam di Pasar Panjang Sungai Sarik, wafat 14 Rajab 1394 H atau 1974 M. Syekh Dura Tuanku Angin, bermaqam di Padang Magek Batu Sangkar wafat Selasa pukul 10.00 WIB pagi 4 Zulkaedah 1402 H, Syekh H. Abu Bakar Sampan VII Koto Pariaman, Syekh H. Ibrahim Ampalu Tinggi, Syekh Muhammad Yunus Tuanku Sasak Pasaman, Syekh Tuanku Sidi Talua Sampan Pariaman.

Pondok Pesantren Nurul Yaqin hingga kini terus berkembang. Saat ini jumlah santri sudah mencapai hampir 1.000-an orang. Selain menempati bangunan awal yang berada di kawasan kediaman Syekh Ali Imran, kini memiliki bangunan rusunawa yang mampu menampung hampir 400- an santri laki-laki. Selain itu juga sedang dibangun ruangan belajar yang masih berada di kawasan rusunawa. Pesantren Nurul Yaqin juga sudah memiliki 12 cabang yang tersebar di berbagai daerah di Sumatera Barat. (Armaidi tanjung/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Olahraga, Daerah PKB Kab Tegal