Minggu, 21 Agustus 2011

Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir

Yogyakarta, PKB Kab Tegal

Sejak Kiai Ali As’ad dikabarkan wafat pada hari Rabu (03/02) sekitar pukul 14.30 WIB, kediamannya tidak pernah sepi dari para peziarah. Mereka berduyun-duyun datang memberikan penghormatan terakhir terhadap kiai yang dikenal sebagai santri kesayangannya Kiai Ali Maksum tersebut. Hingga hari pemakamannya, pada Kamis (04/02), para peziarah seolah tak ada habisnya, ribuan pelayat datang, mulai dari para kiai, santri, pejabat dan masyarakat berbaur menjadi satu di halaman Pesantren Nailul Ula yang ia dirikan.

Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)
Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir (Sumber Gambar : Nu Online)

Ribuan Pelayat Antarkan Kiai Ali As’ad ke Peristirahatan Terakhir

Hadir dalam acara pemakaman tersebut, Rais Syuriyah PWNU DIY KH Asy’ari Abta, Katib Syuriah PWNU DIY KH. Hasan Abdullah, Mustasyar PWNU DIY Prof. Asif Hadi Pranata, Rais Syuriah PCNU Sleman KH. Mas’ud Masduqi, Pengasuh Pesantren al-Munawwir Krapyak KH Najib Abdul Qadir, Pengasuh Pesantren Nurul Ummahat KH Abdul Muhaimin, Ketua MUI DIY KH Thoha Abdurrahman, Katib Aam PBNU Periode 2010-2015 KH Malik Madani, ? Bupati Sleman Sri Purnomo dan beberapa pengurus wilayah NU DIY lainnya.?

Sebagai wakil keluarga sekaligus teman seperjuangan ketika nyantri di Pesantren Krapyak, KH Abdul Muhaimin dalam sambutannya mengatakan bahwa Kiai Ali adalah kiai yang alim dan perjuangannya untuk umat tak diragukan lagi,

PKB Kab Tegal

“Sejak nderek Kiai Ali Maksum hingga saat ini, perjuangan Kiai Ali As’ad tidak diragukan lagi. Beliau selalu menjadi rujukan umat,” ujar KH. Muhaimin di hadapan ribuan pelayat.?

Dalam kesempatan tersebut, KH Muhaimin juga menyampaikan wasiat KH Ali As’ad.

“Sebelum wafat, KH Ali As’ad berwasiat agar para putra-putri beliau melanjutkan perjuangannya, merawat Pondok Pesantren Nailul Ula dan meneruskan majelis-majelis taklim yang sudah berjalan,” tandasnya.?

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Rais Syuriyah PWNU DIY KH Asy’ari Abta ketika menyampaikan mauidhoh hasanahnya mengungkapkan bahwa meninggalnya KH Ali As’ad merupakan peristiwa besar.

“Meninggalnya orang satu kampung itu ringan dibandingkan dengan meninggalnya orang alim satu, seperti KH Ali As’ad ini,” tegasnya.?

KH Ali As’ad wafat dalam usia 64 tahun. Ia meninggalkan seorang istri (RR Nuroniah), empat orang putra (Chalwa Anjumi Tanawwar, Miqdam Raidal Haq, Rajif Dienal Maula, Amyaz bil Aufaq) dan 3 orang cucu. Semasa hidupnya ia banyak menerjemahkan beberapa kitab. Ia juga salah satu kiai yang merintis berdirinya Majalah Bangkit PWNU DIY dan menjadi pimpinan redaksi yang pertama kali di bawah bimbingan langsung KH Ali Maksum. (Nur Rokhim/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Tegal, Syariah PKB Kab Tegal

Jumat, 19 Agustus 2011

GP Ansor Waykanan Umumkan Pemenang Festival Budaya Islam

Waykanan, PKB Kab Tegal. Pimpinan Cabang GP Ansor Waykanan menetapkan pemenang enam cabang perlombaan yang dibuka dalam Festival Budaya Islam. Dalam festival di pesantren Darul Hikmah, Baradatu Waykanan, Lampung, Rabu-Kamis (29-30/1), GP Ansor Waykanan juga menggelar sunatan massal.

GP Ansor Waykanan Umumkan Pemenang Festival Budaya Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Waykanan Umumkan Pemenang Festival Budaya Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Waykanan Umumkan Pemenang Festival Budaya Islam

Enam cabang lomba yang dilombakan antara lain rebana, Al-Barjanji, deklamasi puisi Gus Mus, Pidato, Adzan, dan Mewarnai Kaligrafi. Enam lomba ini diikuti pelajar dan warga dari sejumlah titik di Lampung seperti Lampung Utara dan Tanggamus.

Ketua panitia festival Gatot Arifianto mengatakan, juara pertama deklamasi puisi Gus Mus diraih Piramida dari MTs Nurul Falah Gunung Tiga Pugung kabupaten Tanggamus. Sri Iyasa pelajar SMK Nurul Falah Gunung Tiga Pugung, Tanggamus menyabet juara kedua. Sedangkan juara ketiga direbut Khoiriyah dari SMAN 1 Pakuanratu Waykanan.

PKB Kab Tegal

Ketentuan pemenang diputuskan dewan juri lomba puisi. Mereka antara lain pembina pelatihan mata kuliah drama STKIP Pringsewu Lampung, WD Fatchurrochman Syam, pegiat seni yang menjadi duta mahasiswa Generasi Berencana (GenRe) Nasional 2013 Ponita Dewi, dan pengajar Bahasa Indonesia di SMPN 3 Baradatu, Gunari.

PKB Kab Tegal

Sedangkan dewan juri lomba rebana Sekretaris PCNU Waykanan Totok Dwi Pambudi, Ketua Rijalul Ansor PAC Bumiagung Hasyim As’ary dan pegiat Komunitas Seni Kampung Lebah Feriyanto memutuskan grup rebana pesantren l Falak Hussaadah Pakuanratu sebagai juara pertama lomba rebana. Juara kedua diraih grup Khairunisa dari Madrasah Aliyah Gupi Banjit. Sementara juara ketiga direbut grup Nurul Iman dari Kampung Tiuh Balak Pasar.

Adapun pemenang pertama lomba pidato ialah Hasrul Husaini pelajar SMPN 1 Bumiagung. Juara kedua Khoiriyah dari SMK Pakuanratu. Juara ketiga Alfina Fauziah pelajar SMK Nurul Falah Gunung Tiga, Tanggamus. Lomba pidato dijurikan Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri Blambangan Umpu Neneng Rahmadini, Agus Suhardi, dan Yovie Oktorbob.

“Yuli Tri Astuti dari Madrasah Aliyah Negeri Banjarnegara Baradatu sebagai juara harapan satu lomba pidato," sebut Gatot yang juga Wakasatkorcab Banser Waykanan.

Harianto dari Pakuanratu ditetapkan sebagai juara pertama lomba Azan. Juara kedua Azis Ramadhan dari Rebangtangkas. A Toha Karim dari pesantren Nurul Iman menyabet juara ketiga. Sedangkan Abdur Rohman dari Rebangtangkas menerima juara harapan satu. (Heri Amanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Pendidikan, Internasional PKB Kab Tegal

Kamis, 18 Agustus 2011

GP Ansor Pakumbulan Nyalakan Obor di Malam 1 Syura

Buaran, PKB Kab Tegal. Menyambut datangnya tahun baru Hijriyah 1437 H, GP Ansor Pakumbulan kecamatan Buaran menggelar pawai obor keliling desa. Masyarakat menyambut penuh antusias. Anak-anak, remaja, hingga orang tua berpartisipasi memeriahkan kegiatan yang baru pertama diselenggarakan ini.

GP Ansor Pakumbulan Nyalakan Obor di Malam 1 Syura (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Pakumbulan Nyalakan Obor di Malam 1 Syura (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Pakumbulan Nyalakan Obor di Malam 1 Syura

Pasalnya, selain semarak tahun baru yang diusung, para warga juga berharap keberkahan acara ini. Sekitar 1500an warga berbagai umur melaksanakan konvoi berjalan memegang obor.

Di mulai dari balai desa Pakumbulan, peserta berjalan mengelilingi desa selama sekitar 2 jam untuk kembali finish di balai desa. Selama perjalanan tersebut, lantunan sholawat berkumandang tanpa henti.

PKB Kab Tegal

Acara ditutup dengan pembagian ratusan doorprize dengan mengundi kupon peserta. Hadiah yang disuguhkan berbagai rupa mulai dari ayam, kipas angin, hingga sepeda Jepang.

PKB Kab Tegal

“Dengan menyala obor di desa kami malam ini, kita berharap di tahun yang baru ini menyala pula kehidupan kita. Dijauhkan dari segala musibah dan kesusahan. Khususnya untuk negeri tercinta, Indonesia!” kata Khumailin di sela-sela acara.

Kegiatan ini berlangsung meriah. Rencananya kegiatan serupa akan dijadikan kegiatan rutin oleh Pemuda Ansor Pakumbulan. (M Mirza Rofiq-Sulthoni/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Quote, Aswaja PKB Kab Tegal

Rabu, 03 Agustus 2011

Wabup Jombang Beri Santunan Ratusan Anak Yatim

Jombang, PKB Kab Tegal

Ratusan anak yatim yang berada di lingkungan Pondok Pesantren Bahrul Ulum (PPBU) Tambakberas Jombang menerima santunan dari wakil bupati setempat. Kegiatan juga dipungkasi dengan buka puasa yang diikuti sejumlah guru dan ratusan siswa dari Madrasah Aliyah KH Abdul Wahab Chasbulloh (MAUWH).

Wabup Jombang Beri Santunan Ratusan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
Wabup Jombang Beri Santunan Ratusan Anak Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

Wabup Jombang Beri Santunan Ratusan Anak Yatim

"Menjadi anak yatim jangan sampai minder," kata Wakil Bupati Jombang, Nyai Hj Mundjidah Wahab, Ahad (18/6). Kalau ada kemauan dan semangat, bisa sekolah dan mondok dengan tanpa biaya, lanjut Ketua PC Muslimat NU Jombang ini.

Baginya, pesantren dan sejumlah madrasah memberikan kemudahan kepada siapa saja para fakir miskin? dan anak yatim untuk dapat mengenyam pendidikan secara layak. "Asalkan memiliki semangat dan sungguh-sungguh, pasti akan diterima dengan baik. Jangan memikirkan biaya," katanya.

PKB Kab Tegal

Layanan keringanan, bahkan dibebaskan dari biaya pendidikan adalah sebagai komitmen pesantren dan madrasah kepada kalangan kurang mampu. "Apalagi yang bersangkutan adalah tetangga sekitar, wajib kita bantu," kata Pengasuh Pesantren Putri Lathifiyah II PPBU tersebut.

PKB Kab Tegal

Kegiatan memberikan santunan kepada anak yatim ini adalah tradisi tahunan di MAUWH. "Alhamdulillah tahun ini ada ratusan penerima, dari sebelumnya hanya lima puluh anak," kata Nyai Mundjidah, sapaan akrabnya. Ia pun berupaya agar jumlah penerima santunan tahun depan bisa ditambah, lanjutnya.

Sebelum penyerahan santunan, kegiatan diawali dengan pembacaan yasin dan tahlil. Para guru, murid dan tetangga memadati halaman sekolah yang berada di kawasan PPBU tersebut. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hikmah, Berita, AlaSantri PKB Kab Tegal

Warga NU Sudan Peringati Maulid Nabi

Khartoum, PKB Kab Tegal. Warga NU Di Sudan menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan oleh Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Khartoum Sudan bekerja sama dengan KBRI Khartoum Sudan, Jum’at (8/2) lalu.

Warga NU Sudan Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Warga NU Sudan Peringati Maulid Nabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Warga NU Sudan Peringati Maulid Nabi

“Mencintai Rasulullah itu tak cukup dengan perkataan atau ungkapan semata, butuh sebuah bukti dan pengurbanan yang nyata, tak sekedar berujar I love you atau I miss you saja, dibuktikan dengan menjalankan perintah dan meninggalkan larangannya serta mengikuti perilakunya yang mulia," demikian disampaikan H M. Joni Musa dalam tausiyahnya.

Peringatan Maulid yang mengusung tema “Meneladani Akhlak Rasulullah dalam Kehidupan Sosial yang Majemuk”, ini diselenggarakan di Aula H Agus Salim KBRI Khartoum Sudan, dan dihadiri oleh para pelajar Indonesia di Sudan, beberapa pejabat KBRI Khartoum, serta sejumlah tenaga kerja profesional maupun non profesional.

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan tersebut Gatot Amrih Djemirin, wakil Dubes RI untuk Sudan dan Eritrea yang berhalangan hadir menyampaikan, peringatan Maulid Nabi merupakan bagian terpenting dalam kehidupan seorang muslim sebagai ungkapan rasa cinta dan syukur atas kelahiran Nabi Muhammad SAW, serta dalam rangka meneladani sifat-sifat beliau yang merupakan manusia paling sempurna.

Ketua Tanfidziyah PCINU Khartoum Sudan H. Miftahuddin Ahimy, MA juga menyampaikan pentingnya menjaga dan melestarikan adat seperti ini yang sekarang ini banyak diusik oleh kelompok tertentu.

PKB Kab Tegal

“Saat ini tak jarang ditemukan pelajar Indonesia yang belajar di timur tengah ketika pulang ke tanah air tak segan-segan membid’ahkan acara seperti ini yang tentunya ini semua menjadi ‘pekerjaan rumah’ kita bersama untuk memberikan pencerahan dan meluruskan pemahaman sesuai pemahaman para ulama". Sebutnya

Lebih lanjut Miftahuddin menyampaikan, atas dasar inilah salah satu alasan mengapa PCINU dibentuk di negara Sudan.

Ikut memeriahkan acara tersebut Jam’iyyah Syifaul Qulub Nahdlatul Ulama (JSQ NU) Khartoum Sudan yang menampilkan beberapa lagu sholawat setelah pembacaan Maulid Barzanji.?

Kemudian acara ditutup dengan do’a yang dipimpin oleh H. Muhammad Afifullah, MA yang juga salah satu mustasyar PCINU Khartoum Sudan.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Sumber ? : Lembaga Dakwah PCINU Sudan

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax, Berita, Pesantren PKB Kab Tegal

Jumat, 22 Juli 2011

GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu

Semarang, PKB Kab Tegal. Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Tengah mengingatkan kepada semua cabang yang masa kepengurusannya sudah habis untuk menggelar konferensi dan pemilihan ketua baru. Imbauan ini disampaikan demi menegakkan peraturan dan keberlangsungan organisasi.

Hal itu dikatakan oleh Ketua PW GP Ansor Jateng H Ichwanuddin melalui asisten bidang informasi dan komunikasi, Muchtar Mamun di Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (13/12). Menurutnya, seruan ini juga sesuai dengan intruksi Pimpinan Pusat GP Ansor.

GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Ingatkan Konfercab Harus Tepat Waktu

Muchtar menyebut tiga cabang di Jawa Tengah yang mesti segera menggelar konferensi cabang (konfercab). Ketiga cabang tersebut adalah PC GP Ansor Kabupaten Rembang, PC GP Ansor Kabupaten Pati, dan PC GP Ansor Kabupaten Magelang.

PKB Kab Tegal

Meski demikian, Muchtar mengatakan peringatan ini berlaku untuk semua cabang ketika masa khidmah telah usai. Ia berharap konferensi dan reorganisasi berjalan tepat waktu. (Ahmad Asmui/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Quote PKB Kab Tegal

Selasa, 19 Juli 2011

ISNU Dukung Tokoh NU Jadi Capres

Jakarta, PKB Kab Tegal. Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat ? Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Ali Masykur Musa mendukung tokoh NU menjadi capres dalam pilpres 2014 mendatang, dalam rangka mengawal pluralismne bangsa, Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, ? UUD NRI 1945, dan NKRI.?

Hal itu penting di tengah kehidupan berbangsa dan bernegara yang makin memunculkan komunalisme, eksklusifisme, terorisme dan simbol-simbol lain yang mengatasnamakan agama. Ini menunjukkan bahwa kondisi bangsa ini masih jauh dari cita-cita nasional sebagaimana didambakan pendiri bangsa ini atau founding fathers.

ISNU Dukung Tokoh NU Jadi Capres (Sumber Gambar : Nu Online)
ISNU Dukung Tokoh NU Jadi Capres (Sumber Gambar : Nu Online)

ISNU Dukung Tokoh NU Jadi Capres

“ISNU memang tak berurusan dengan Capres, namun kalau ditanya tokoh NU tentu banyak yang mampu memimpin negara ini. ISNU juga tak berurusan dengan Capres tua-muda, yang penting mampu memenej, mengelola dan memajukan Indonesia yang besar ini. Tapi, ISNU tak bisa menyebut nama-nama siapa yang layak menjadi Capres? ISNU hanya akan merumuskan kriteria-kriteria kepemimpinan nasional,” tandas Ali Masykur pada wartawan di Jakarta, Rabu (27/2). Ali Masykur didampingi Sekjen M Kholid Syairozi dan pengurus ISNU yang lain.

PKB Kab Tegal

Perumusan kepemimpinan nasional tersebut akan dikaji ISNU dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) yang berlangsung pada 28 Februari – 1 Maret 2013 di Semarang, Jawa Tengah. Rapimnas itu akan dibuka oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, dan akan hadir memberikan sumbangan pemikiran antara lain Wakil Ketua Umum PBNU H Said As’ad Ali, Ketua MK Mahfudh MD, Mendikbud M. Nuh, Ketua DPR RI Marzuki Ali, dan lain-lain.

Setidaknya kata Ali Masykur, di tengah kehidupan politik yang carut-marut, transaksional, dan berbiaya tinggi, pertumbuhan ekonomian juga tidak diikuti peningkatan kesejahteraan rakyat, malah kemiskinan terus bertambah. ?

PKB Kab Tegal

“Pendapatan per kapita atau PDB memang naik menjadi rata-rata 3.000 dollar AS per tahun, tapi kenaikan ini disumbang oleh 20 persen pemilik modal yang menguasai 48 % kekayaan nasional, sedangkan lapisan bawah hanya menguasai 16 % kekayaan nasional. Artinya pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati oleh kelompok lapisan menengah ke atas,” ujarnya.

Ditambah lagi hukum yang masih bermasalah, baik di tingkat struktur, substansi, maupun kultur, sehingga negara ini belum mempunyai institusi penegak hukum yang berwibawa. ? Dengan banyaknya kasus mafia peradilan dan korupsi yang melibatkan oknum kepolisian, kejaksaan, hakim, dan pengacara, maka presiden atau pemimpin nasional mendatang harus mempu menangani semua pekerjaan rumah tersebut. ?

“Karenanya, ISNU tergerak untuk mengambil peran dengan bidang dan kompetensinya dalam proses berbangsa dan bernegara melalui Rapimnas ini,” tambah Wakil Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI ini meyakinkan.

Menurut Ali Masykur, reformasi memang menghasilkan kemajuan demokratisasi politik dengan menjamurnya parpol, penyelenggara pemilu, dan pemilukada secara langsung, penguatan kewenangan parlemen dan demokratisasi lokal melalui otonomi daerah. Namun, pelembagaan demokrasi di Indonesia itu telah didekte kekuatan modal dan uang, di mana partai menjadi instrumen perburuan untuk mengeruk sumber-sumber keuangan negara.?

“DPR menjadi ajang transaksi kebijakan melalui proses legislasi yang mengangkangi jiwa konstitusi, dan pemilu menjadi transakional, maka pemimpin mendatang harus mampu menangani carut-marutnya republik ini,” pungkas Ali Masykur.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Munif Arpas

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama, Berita, Pahlawan PKB Kab Tegal