Sabtu, 10 Februari 2018

Hajar Hidayatullah 1-4, Darul Ulum Wakili Sumatera VI di Putaran Final LSN

Bengkulu, PKB Kab Tegal. Laga final Liga Santri Nusantara Regional Sumatera VI yang meliputi Sumatera Barat dan Bengkulu, telah berlangsung Rabu (5/10) di Stadion Semarak Sawah Lebar, Kota Bengkulu.

Hajar Hidayatullah 1-4, Darul Ulum Wakili Sumatera VI di Putaran Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Hajar Hidayatullah 1-4, Darul Ulum Wakili Sumatera VI di Putaran Final LSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Hajar Hidayatullah 1-4, Darul Ulum Wakili Sumatera VI di Putaran Final LSN

Kickoff laga final yang mempertemukan juara Zona Sumbar Pesantren Darul Ulum, melawan juara Zona Bengkulu, Pesantren Hidayatullah, ditandai dengan tendangan bola oleh Kapolda Bengkulu Brigjen Pol M Ghufron.

Sejak peluit panjang berbunyi, tim Darul Ulum mencoba membangun serangan terlebih dahulu. Tetapi usaha kedua tim perwakilan Zona Sumbar dan Bengkulu ini, belum menghasilkan gol hingga babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, kedua tim saling menyusun serangan, bola-bola bahaya sempat kedua peroleh, tapi sayang hingga babak kedua selesai, tak ada satupun yang dapat menghasilkan gol. Hingga pada akhirnya terjadilah adu finalti, yang dimenangkan Pesantren Darul Ulum dengan gol 4-1.

Dengan kemenangan tersebut, Pesantren Darul Ulum berhak melaju ke babak seri nasional mewakili Regional Sumatera VI yang pada babak penyisihan diikuti 14 Pesantren se-Sumbar dan Bengkulu.

PKB Kab Tegal

"Dengan kemanangan ini, maka Pesantren Darul Ulum akan mewakili Regional Sumatera VI di seri nasioanal yang akan berlangsung di Yogyakarta,” jelas Herliardo Ketua Panpel Sumatera VI.

"Siapapun yang menang kita apresiasi, yang penting momentum Liga Santri Nusantara telah membangkitkan ghirah/semangat pesantren di bidang olahraga," tambahnya.

Laga final Regional Sumatera VI di samping dihadiri Kapolda Bengkulu, juga hadir Kapolres Bengkulu, Staf Ahli Gubernur Bengkulu, Din Ikwan, para pejabat Kemenag Provinsi, panitia Liga Santri Nusantara pusat dan daerah, serta ratusan suporter kedua tim. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Kiai, Ubudiyah PKB Kab Tegal

LAZISNU akan Salurkan 15.000 Paket Sembako dan 10.000 Santunan Yatim

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pengurus Pusat Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) akan menyalurkan sebanyak 15.000 paket sembako dan 10.000 santunan untuk anak yatim pada bulan Ramadhan 1436 H ini.

LAZISNU akan Salurkan 15.000 Paket Sembako dan 10.000 Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)
LAZISNU akan Salurkan 15.000 Paket Sembako dan 10.000 Santunan Yatim (Sumber Gambar : Nu Online)

LAZISNU akan Salurkan 15.000 Paket Sembako dan 10.000 Santunan Yatim

“Paket sembako dan santunan ini adalah program rutin PP LAZISNU pada setiap bulan Ramadhan,” kata Ketua PP LAZISNU KH Masyhuri Malik ditemui di kantornya lantai 2 gedung PBNU, Jalan Karamat Raya 164 Jakarta Pusat, Senin (22/6).

Ditambahkan, paket sembako dan santunan yang akan disalurkan pada bulan Ramadhan ini diperoleh dari para muzakki dan dermawan yang sudah rutin menyalurkan zakat dan sedekahnya melalui LAZISNU.

PKB Kab Tegal

Sementara itu Manager Fundrising dan Program PP LAZISNU Nur Rohman mengatakan, tema yang diambil oleh PP LAZISNU dalam pengumpulan zakat, infaq dan shadaqah pada bulan Ramadhan tahun ini adalah “Bangkit Sedekah”.

PKB Kab Tegal

“Sedekah yang kita maksudkan di sini bermakna umum, menyangkut zakat, infaq dan shadaqah,” katanya.

Salurkan zakat, infaq, dan sedekah Anda melalui LAZISNU ke nomor rekening BNI 010.85723.08 untuk zakat dan BNI 010.85756.48 untuk infak dan shadaqah serta rekening Mandiri 123.000.483. 8951 untuk zakat  dan Mandiri 123.000.483.8977 untuk infaq dan shadaqah atau datang langsung ke kantor PP LAZISNU di Gedung PBNU, Lantai 2, Jalan Kramat Raya 164, Jakarta Pusat. Telp 021-3102913 SMS 0813.9800.9800. (Red: Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kiai PKB Kab Tegal

Gubernur Jatim Sebut Pesantren Solusi Pendidikan di Era Global

Pasuruan, PKB Kab Tegal

Gubernur Jawa Timur H Soekarwo secara resmi membuka gelaran Silaturrahmi Nasional (Silatnas) perdana gerakan "Ayo Mondok", Jumat malam (13/5), di Taman Candra Wilwatikta Pandaan Pasuruan, Jawa Timur.

Tampak hadir dalam acara pembukaan, Wakil Rais Aam PBNU KH Miftahul Akhyar, Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj, Ketua PWNU Jawa Timur KH Mutawakkil Alallah, Ketua PP RMINU KH Abdul Ghaffar Rozin, Koordinator Nasional Ayo Mondok KH Luqman Harits Dimyathi, Wakil Gubernur Jatim H Saifullah Yusuf dan Bupati Pasuruan H Irsyad Yusuf.

Gubernur Jatim Sebut Pesantren Solusi Pendidikan di Era Global (Sumber Gambar : Nu Online)
Gubernur Jatim Sebut Pesantren Solusi Pendidikan di Era Global (Sumber Gambar : Nu Online)

Gubernur Jatim Sebut Pesantren Solusi Pendidikan di Era Global

Pakde Karwo, sapaan akrabnya, sangat mengapresiasi langkah yang telah dilakukan oleh PBNU dan RMINU dengan mengampanyekan Gerakan Ayo Mondok. Menurutnya, gerakan kembali ke pesantren merupakan sebuah jawaban atas kegalauan dan keresahan dari dampak berkembangnya era global dan digital.?

"Revolusi digital harus diwadahi dengan cerdik. Dengan gerakan kembali ke pesantren, Nyantri lagi, ditepuk pundaknya oleh kiai lagi dan sorogan kitab kuning adalah solusi yang luar biasa," kata Gubernur disambut tepuk tangan ribuan hadirin.

Berkembangnya era digital dalam dunia global saat ini, lanjut Pakde, membawa berbagai kemanfaatan dalam lini kehidupan. Namun, era digital juga menimbulkan berbagai macam masalah baru, seperti kejahatan, amoralitas, dan kekerasan. Pesantren merupakan jawaban terhadap liberalitas informasi. Pesantren satu-satunya tempat yang sangat efektif untuk menanamkan pendidikan moral dan spiritual kepada generasi bangsa.

PKB Kab Tegal

"Sentuhan dari para kiai menimbulkan proses moralitas. Bila negaradiduni ini ingin maju, maka harus menempatkan moralitas dan spiritual dalam pembangunan pemerintah," jelasnya.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Koordinator nasional gerakan "Ayo Mondok" KH Luqman Harits Dimyathi dalam laporanya menyampaikan, sejak diresmikan pada 1 Juni 2015, gerakan ini mendapat apresiasi yang positif dari masyarakat. Ayo Mondok berhasil menyadarkan kembali masyarakat, bahwa pesantren merupakan tempat utama untuk menuntut ilmu.

"Alhamdulillah, efek dari gerakan Ayo Mondok ini, kuantitas santri yang mondok di pesantren semakin hari semakin banyak," jelasnya.

Katib Syuriyah PBNU ? itu juga menghimbau kepada masyarakat untuk dapat memasukkan satu diantara putra-putrinya untuk belajar di pesantren."Minimal satu dari putra putri kita, kita masukkan ke pesantren,"katanya.

Pembukaan Silatnas Perdana Ayo Mondok berlangsung meriah. Acara diisi dengan peluncuran lagu Gerakan Ayo Mondok yang dibawakan oleh grup Padang Howo Pasuruan, dan pemutaran Video profil Ayo Mondok dan profil Potensi Kabupaten Pasuruan.

Sementara Grup kenamaan Wali Band yang hadir menghibur peserta Silatnas dan masyarakat, didaulat menjadi Duta Gerakan "Ayo Mondok" tahun 2016. (Zaenal Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pondok Pesantren PKB Kab Tegal

Jumat, 09 Februari 2018

Tgk Hasballah-Tgk Marzuki Pimpin Kembali PCNU Pidie Jaya Aceh

Pidie Jaya, PKB Kab Tegal. Konferensi cabang Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, berlangsung Sabtu (26/4) siang. Konfercab mengamanahkan Drs. Tgk. H. M. Nur Hasballah sebagai Rais Syuriyah dan Tgk. Marzuki Ali sebagai Ketua Tanfidziyah masa bakti 2014-2019.

"Saudara Drs. Tgk. H. M. Nur Hasballah dan Tgk. Marzuki Ali  diharapkan dapat menggerakkan PCNU Pidie Jaya dengan benar. Pemimpin artinya mengemban amanat, perjuangan, dan menjunjung tinggi cita-cita bersama,” ungkap Rais Syuriah PWNU Aceh Tgk H Nurruzahri Yahya usai pemilihan, Sabtu (26/04) siang.

Tgk Hasballah-Tgk Marzuki Pimpin Kembali PCNU Pidie Jaya Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)
Tgk Hasballah-Tgk Marzuki Pimpin Kembali PCNU Pidie Jaya Aceh (Sumber Gambar : Nu Online)

Tgk Hasballah-Tgk Marzuki Pimpin Kembali PCNU Pidie Jaya Aceh

Tgk H Nurruzahri Yahya mengatakna, NU organisasi kemasyarakatan. Pengurus baru diserahi amanat berat. “Ketua harus orang yang bisa menggerakkan roda organisasi, jangan orang yang diam," tambahnya.

PKB Kab Tegal

Pemilihan berlangsung di Aula Majelis Permusyawaratan Ulama Kabupaten Pidie Jaya, di Kecamatan Meureudu. Pemilihan yang diikuti secara antusias oleh peserta konfercab NU Pidie Jaya berakhir pada 15.00 sore.

PKB Kab Tegal

“Drs. Tgk. H. M. Nur Hasballah terpilih secara  aklamasi setelah calon rivalnya mengundurkan diri sebagai Rais Syuriyah. Sedangkan Ketua Tanfidziyah terpilih Tgk Marzuki Ali terpilih secara aklamasi,” kata  Sekretaris Tanfidziyah PWNU Aceh Tgk Asnawi M. Amin, S.Ag.

Usai pemilihan, Drs. Tgk. H. M. Nur Hasballah dan Tgk Marzuki Ali disambut jabat tangan oleh sejumlah peserta konfercab NU Pidie Jaya. Sementara itu Safaruddin sebagai ketua presidium sidang mengumumkan tim formatur yang akan membentuk jajaran kepengurusan baru PCNU Pidie Jaya. (Indra/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax PKB Kab Tegal

Kamis, 08 Februari 2018

GP Ansor Lampung Tengah Miliki Pemimpin Baru

Lampung Tengah, PKB Kab Tegal. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Lampung Tengah kini memiliki pemimpin baru. Melalui forum Konferensi Cabang VII, Saryono terpilih secara aklamasi sebagai ketua baru untuk masa khidmah 2016-2020.

Saryono adalah Wakil Bendahara PC GP Ansor Lampung Tengah pada periode kepengurusan sebelumnya. Ia juga merupakan mantan Ketua Panwaskab Lampung Tengah dan alumni STIE Widia Wiwaha Yogyakarta.

GP Ansor Lampung Tengah Miliki Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Lampung Tengah Miliki Pemimpin Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Lampung Tengah Miliki Pemimpin Baru

"Peserta Konfercab VII ini terdiri 28 PAC? dan ratusan pimpinan Ranting GP Ansor se-kabupaten Lampung Tengah, dengan tema Konfercab Memperkuat Basis Ideologi Dengan Tradisi Amaliyah dan Tradisi Intelektual Ahlussunnah wal Jamaah," kata Budi Prasetyo selaku ketua panitia pelaksana Konfercab.

PKB Kab Tegal

Forum tertinggi GP Ansor tingkat cabang itu berlangsung di Aula Pesantren Walisongo kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah, selama sehari penuh, akhir pekan kemarin (7/8).

?

"Telah banyak hal yang diputuskan dalam arena Konfercab VII ini, khususnya perencanaan pokok-pokok program kerja, rekomendasi dan keputusan-keputusan lain Gerakan Pemuda Ansor Lampung Tengah masa khidmah 2016-2020," tambah Budi.

PKB Kab Tegal

Konfercab VII GP Ansor Lampung Tengah tahun 2016 ini dihadiri tokoh-tokoh NU antara lain Kiai Syaikhul Ulum Syuhada (pengasuh Pesantren Walisongo), Budi Sriono (Wakil Ketua PCNU Lampung Tengah),? Kiai Aminan (Sekretaris PCNU Lampung Tengah), Hidir Ibrahim (Ketua PW GP Ansor Lampung), Muhyidin Thohir (Wakil Ketua PC LP Maarif NU Lampung Tengah), Budi Hadi Yunanto (Ketua KPUD Lampung Tengah), Agus Setiawan (dosen IAIM NU Metro Lampung), Iwanuddin (Ketua Lakpesdam NU Metro Lampung ), serta perwakilan Muslimat NU, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, dan PMII setempat.? (Akhmad Syarief Kurniawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal RMI NU PKB Kab Tegal

Pesantren, dari Wangi Parfum Kiai hingga Ngaji

Dengan gagasan kreatif para penulis, telah lahir banyak literatur bertemakan pesantren bertebaran di tanah air. Terlepas dari beragam label negatif yang seringkali disandangkan, keberadaan pesantren justru telah memberi energi positif bagi dunia literasi negeri ini yang cenderung lesu dan tertinggal.

Bermacam genre buku telah menghiasi ruang baca, tinggal kita pilih mana yang disukai. Dari buku hasil penelitian semisal Pesantren Studies hingga cerita fiksi macam Negeri Lima Menara, semua tersedia.

Pesantren, dari Wangi Parfum Kiai hingga Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren, dari Wangi Parfum Kiai hingga Ngaji (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren, dari Wangi Parfum Kiai hingga Ngaji

Tapi bagi anda yang ‘alergi’ dengan buku-buku tebal, atau malas bertele-tele membaca karya fiksi, buku ini mungkin dapat menjadi alternatif. Ditulis oleh alumni pesantren, buku berjudul Lost in Pesantren ini berisi kisah-kisah inspiratif yang mengurai segala dinamika kehidupan di penjara suci.

Dengan bahasa yang renyah dan sederhana, pembaca dapat dengan rileks memilih topik mana yang ingin dibaca. Meski membahas tentang pesantren, buku ini layak dinikmati semua kalangan.

Saeful Bahri membagi buah penanya ini ke dalam tiga bagian. Bagian pertama berisikan fragmen kehidupan pesantren dan laku hidup santri. Dari bab ini kita bisa tahu bahwa meski terjal, perjalanan menjadi santri tak melulu soal duka cita. Baca saja artikel berjudul Elegi Santri di Terungku Suci, anda dapat melihat betapa kreatifnya mereka mengisi waktu.

Selain itu tersaji pula kisah pribadi sang penulis tentang hari pertama di pesantren, perjumpaan dengan sang kiai yang terkenal dengan aroma parfumnya, bahkan sampai detik terakhir perpisahan semua ada. Sangat cocok untuk memancing kenangan masa lalu bagi para alumni.

PKB Kab Tegal

Pada bagian selanjutnya, Saeful Bahri mengulas dengan detail beberapa nilai kehidupan yang tersemai dan tumbuh subur di rahim pesantren. Tak hanya itu, ia juga mengungkap fakta bahwa nilai kearifan tersebut amatlah selaras dengan teori penemuan para intelektual barat.

Soal  kecerdasan adversitas misalnya, buah pemikiran dari Paul G. Stoltz ini menyatakan bahwa kecerdasan seseorang juga bisa dilihat sewaktu menghadapi kesulitan dalam hidup. Lebih lanjut, Paul membagi manusia ke dalam tiga tipe ketika punya masalah, quitter (penyerah), camper (pekemah), climber (pemanjat).

Pesantren sebagai salah satu model pendidikan yang ada di Indonesia memiliki karakter yang dapat menunjang proses pembentukan kecerdasan di atas. Kita tahu, sistem kehifupan pesantren mengajarkan kemandirian, kedisiplinan, daya tahan, dan tempaan untuk hidup siap susah bukan siap senang.

Di pesantren, anak-anak usia belasan tahun tinggal tanpa ada pengawasan dan bantuan orang tua (hal. 95). Kondisi inilah yang kemudian membuat kecerdasan adversiatas santri terasah hingga membentuk pribadi climber (pemanjat) sebagaimana dalam teori Stoltz di atas.

PKB Kab Tegal

Bagian terakhir sungguh di luar dugaan. Alih-alih bicara soal kepesantrenan, alur berubah drastis menjadi cerita penuh hikmah seperti di buku dongeng. Sebagian diambil dari kisah-kisah tempo dulu, sedangkan sisanya adalah catatan perjalanan sang penulis ketika mengikuti pelatihan di benua Afrika. Tapi mengingat muatannya yang positif dan memotivasi, kekecewaan akibat tragedi ganti alur ini bisa sedikit terobati. 

Dan penting diketahui bahwa sebagai intermezzo, masing-masing artikel dalam buku terbitan Republika ini dipisah dengan kata-kata bijak. Pembaca bisa mengambilnya sebagai motivasi, atau sekadar pamer status di dunia maya.

Seperti yang dikatakan sejak awal, buku ini amat sederhana. Andai dikembangkan sedikit saja, saya yakin hasilnya akan jauh lebih memuaskan. Jika mau, prnulis bisa menggarap buku susulan yang pembahasannya lebih luas dan mendalam. Tak harus bersifat ilmiah, novel perjalanan hidup juga boleh. Itupun jika Kang Saeful Bahri selaku penulis mau.

Identitas buku:





Judul: Lost in Pesantren

Penulis: Saeful Bahri

Penerbit: Republika

Cetakan: I, Agustus 2017

Tebal Buku: xiv+195 hal.

ISBN: 978-602-0822-81-5

Peresensi: Ach. Khalilurrahman, penikmat buku asal Sumenep. Juru kunci di terlanjurnulis.blogspot.co.id.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Olahraga, Pesantren, Tokoh PKB Kab Tegal

Rabu, 07 Februari 2018

Syuriah NU Kudus: IPNU-IPPNU Jaga Jarak!

Kudus, PKB Kab Tegal. Rais Syuriyah PCNU Kudus KH M Ulil Albab Arwani mengingat para pengurus IPNU dan IPPNU Kudus agar saling menjaga kehormatan. Ia mendukung para pelajar NU untuk menunjukkan kepada masyarakat khususnya remaja perihal cara bergaul laki-laki dan perempuan sesuai dengan akhlaq Aswaja.

Syuriah NU Kudus: IPNU-IPPNU Jaga Jarak! (Sumber Gambar : Nu Online)
Syuriah NU Kudus: IPNU-IPPNU Jaga Jarak! (Sumber Gambar : Nu Online)

Syuriah NU Kudus: IPNU-IPPNU Jaga Jarak!

“IPNU dan IPPNU harus jaga jarak, laki-laki dan perempuan. Kalau tidak hati-hati, nanti bisa kena godaan,” kata Kiai Ulil Albab yang kini mengasuh yayasan Arwaniyyah di kediamannya, Ahad (14/9) sore.

Gus Bab, begitu Kiai Ulil Albab disapa, menyampaikan pesannya kepada rekanan pengurus baru IPNU-IPPNU yang rencananya dilantik pada Oktober mendatang.

PKB Kab Tegal

Pada pertemuan itu, Gus Bab juga menekankan agar putra-putri NU bukan sekadar giat berorganisasi, namun juga mesti pandai meruwat amaliyah NU. “Menjadi anak-anaknya warga NU, ya harus jaga amaliyah,” tegasnya.

Terkait posisi para pengurus yang mayoritas masih duduk di bangku kuliah, Kiai Kudus Kulon yang telah menyusun metode baca tartil Al-Qur’an Yanbu’a ini, menekankan pentingnya membagi waktu antara kepentingan organisasi dan kepentingan akademik.

PKB Kab Tegal

“Kalau masih ada yang di bangku sekolah atau kuliah, harus bisa meluangkan waktu untuk tetap belajar. Jangan sampai hanya sibuk di organisasi lalu mengabaikan tugas utama, belajar,” kata Gus Bab.

Demikian sejumlah wejangan Gus Bab kepada pengurus baru IPNU-IPPNU Kudus yang sowan ke kediamannya. Ia juga berharap kepada Joni Prabowo yang kini memimpin IPNU Kudus dan Futuhal Hidayah yang menggawangi IPPNU untuk menggerakkan program-program lebih giat. (Istahiyyah /Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah, Pesantren, Doa PKB Kab Tegal