Selasa, 02 Januari 2018

Bersikap Ramah terhadap Rerumputan, Sebuah Kesalehan Ekologis

Tidak semua orang bersikap ramah terhadap rerumputan. Banyak orang? membabat habis atau mencabut tumbuh-tumbuhan itu sampai ke akar-akarnya. Mereka memandang rerumputan sebagai tumbuh-tumbuhan yang hanya mengotori atau tidak sedap dipandang mata. Cara pandang ini perlu diperbaiki dengan sikap yang lebih ramah karena sebenarnya rerumputan itu justru memberikan manfaat besar kepada kita terutama dalam hubungannya dengan kesehatan, keindahan, dan kebersihan lingkungan.

Belum banyak orang menyadari bahwa di musim kemarau seperti sekarang ini kita sebenarnya membutuhkan rerumputan yang tumbuh, misalnya di halaman atau sekitar rumah untuk mencegah tanah gundul. Tanah gundul di musim kemarau sudah pasti akan menjadi sumber debu yang tidak baik bagi kesehatan. Di dalam debu yang diembuskan angin dan beterbangan ke mana-mana kadang terdapat bibit penyakit yang dapat merugikan kesehatan kita, seperti penyakit mata, berbagai penyakit yang menyerang saluran pencernaan, dan bahkan saluran pernapasan.

Bersikap Ramah terhadap Rerumputan, Sebuah Kesalehan Ekologis (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersikap Ramah terhadap Rerumputan, Sebuah Kesalehan Ekologis (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersikap Ramah terhadap Rerumputan, Sebuah Kesalehan Ekologis

Tidak hanya itu, debu juga mengotori lingkungan kita. Lihatlah kaca-kaca, lantai dan dinding rumah kita. Di musim kemarau kaca-kaca-kaca jendela, pintu dan perabot rumah tangga sering kali menjadi sangat kotor karena debu yang beterbangan di sekitar rumah kita. Lantai rumah atau apa pun yang menyelimuti lantai juga penuh debu. Demikian pula perabot-perabot rumah tangga juga tampak kusam penuh debu.

PKB Kab Tegal

Semua dampak negatif dari debu tersebut seharusnyalah membuka kesadaran kita bahwa kita perlu bersikap lebih ramah terhadap rumput-rerumputan di sekitar kita dengan memberinya kesempatan untuk tumbuh dan berkembang. Namun hal ini memang membutuhkan kesediaan kita untuk rajin merawatnya dengan baik. Sekarang sudah bukan saatnya lagi kita pandang rerumputan sebagai tumbuh-tumbuhan liar yang harus dihabisi. Atau, kita tidak menyukai rerumputan itu hanya karena malas merawatnya.

PKB Kab Tegal

Di musim penghujan di mana suplai air cukup berlimpah, rerumputan akan tumbuh dan berkembang dengan sangat cepat dan bisa dikatakan cenderung liar. Agar tidak liar maka kita harus merawatnya dengan baik dan merapikannya dengan alat potong yang ada. Hal yang harus selalu kita ingat dalam memotong ini adalah jangan sampai rerumputan itu kita pangkas atau cabut hingga sampai ke akarnya. Justru di musim penghujan inilah rerumputan yang kita rawat dengan baik akan menunjukkan keindahannya karena tampak hijau dan sejuk di mata. Di samping itu, tanah yang ditumbuhi rerumputan cenderung tidak becek atau “jeblok” ketika sering dilewati orang atau kendaraan.

Di musim kemarau dimana suplai air terbatas, kita memang perlu menyiraminya dengan air sesuai ketersediaan agar tidak mati seluruhnya. Biasanya di musim ini, banyak rerumputan tampak kering dan kurang sedap dipandang mata. Namun hal ini bukanlah alasan untuk mencabut dan menghabisinya sebab rerumputan itu meskipun kering dan tampak mati tetap bisa melapisi tanah dan? tidak menghasilkan banyak debu yang dapat mengganggu kesehatan dan kebersihan lingkungan kita.

Allah SWT mengingatkan dalam Al-Qur’an, Surah Ar-Ruum, ayat 41:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan-tangan manusia, supaya allah menimpakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”

Ayat di atas menegaskan bahwa kerusakan yang terjadi di atas bumi, termasuk debu-debu yang menganggu kesehatan dan kebersihan lingkungan kita, disebabkan oleh perbuatan kita sendiri seperti bersikap tidak ramah terhadap rerumputan di sekitar kita. Memang tidak ada jaminan 100 persen bahwa? rerumputan akan menghentikan dihasilkannya debu-debu oleh tanah. Namun setidaknya bisa mengurangi cukup signifikan.

Dengan demikian, bersikap ramah terhadap rerumputan dan membiarkannya hidup serta merawatnya dengan baik merupakan kesalehan ekologis yang selalu ditunggu-tunggu oleh alam lingkungan? kita demi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan bersama.? Apalagi di saat sekarang di mana kerusakan ekologis dan pencemaran lingkungan terus memburuk dari waktu ke waktu. Adalah manusia dan bukan malaikat yang harus bertanggung jawab terhadap masalah ini karena merekalah yang dijadikan Allah SWT sebagai khalifah di bumi sebagaimana ditegaskan di dalam Al-Qur’an, Surah Al-Baqarah, Ayat 30 sebagai berikut:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya: “Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi.” Mereka berkata, “Apalah Engkau hendak menjadikan orang yang merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu.”

Singkatnya, ayat di atas menegaskan bahwa justru karena manusialah yang melakukan kerusakan di bumi, maka merekalah yang diberi tanggung jawab oleh Sang Pecipta untuk menjaga kelestariannya dengan dijadikan mereka sebagai khalifah supaya mereka mengetahui sendiri akibat langsung dari apa yang diperbuatnya di muka bumi ini.

Muhammad Ishom, adalah dosen Fakultas Agama Islam Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Surakarta



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pondok Pesantren PKB Kab Tegal

Radikalisme Berkembang dari Paham Takfiri

Pringsewu, PKB Kab Tegal

Ketua PCNU H Taufiqurrohim merespon imbauan dan ajakan Kementerian Kominfo untuk mendukung pengawasan dan penanganan akun-akun media sosial juga situs-situs di internet yang terbukti mendukung aksi kekerasan atau terorisme.

"Tidak hanya yang radikal saja yang perlu diblokir, namun yang takfiri juga perlu diblokir. Sebab munculnya paham radikal bermula dari paham takfiri (mengafirkan orang lain)," Kata Taufiq ketika dihubungi lewat sambungan telepon, Kamis (21/1).

Radikalisme Berkembang dari Paham Takfiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Radikalisme Berkembang dari Paham Takfiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Radikalisme Berkembang dari Paham Takfiri

Menurutnya, jika pemberantasan dilakukan dari bibitnya yaitu paham takfiri maka paham radikalisme dapat ditekan perkembangannya sehingga tidak tumbuh subur mempengaruhi masyarakat.

"Kita harapkan pemberantasan ini juga tidak hanya pada pemblokiran situs-situsnya saja namun kegiatan kegiatan paham takfiri juga harus di berantas," tegasnya.

PKB Kab Tegal

Seperti diberitakan bahwa baru-baru ini Kominfo memblokir beberapa akun dan situs online setelah melakukan pengawasan dan menerima laporan dari masyarakat. Kementerian Kominfo telah memblokir sedikitnya 11 website yang mendukung tindakan teror di Tanah air.

Kominfo juga mengajak seluruh masyarakat untuk mengawasi dan melaporkan jika mengetahui situs-situs atau akun media sosial yang menyebarkan paham radikal. Masyarakat dapat melaporkannya melalui email aduankonten@mail.kominfo.go.id, pihak Kementerian Kominfo akan menindaklanjutinya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Halaqoh, Ubudiyah PKB Kab Tegal

Senin, 01 Januari 2018

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

Gresik, PKB Kab Tegal. PC LP Gresik berhasil menyelenggarakan Pemilihan Pelajar Teladan 2013. Acara yang dihelat pada 25-26 Mei 2013 di SMA Hidayatussalam, Lowayu, Dukun, Gresik itu diikuti 442 peserta dari 16 MWC Ma’arif di Kabupaten Gresik dari berbagai jenjang pendidikan.

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)
Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan (Sumber Gambar : Nu Online)

Maarif NU Gresik Gelar Pemilihan Pelajar Teladan

Peserta yang mengikuti PPT ke-35 ini adalah hasil seleksi dari siswa terbaik yang diadakan oleh pengurus MWC LP Ma’arif di setiap kecamatan. Dalam seleksi itu, setiap MWC Ma’arif memilih 3 pelajar putra putri dari setiap jenjang pendidikan mulai dari MI/SD, SMP/MTs dan MA/SMK/SMA.

”Jadi PPT ini adalah pemilihan tingkat kabupaten yang diikuti wakil terbaik dari masing-masing MWC,” kata Ketua PC LP Ma’arif Gresik H Ismail Syarif.

PKB Kab Tegal

Kegiatan PPT tingkat kabupaten yang dilaksanakan selama 2 hari dimulai dari tanggal 25 dan 26 Mei 2013. Pada hari pertama diadakan seleksi tes tulis untuk peserta dari lembaga pendidikan formal (MI/SD, MTs, SMP, SMA/SMA, MA). Materi tes tulis yang dimulai pukul 13.00 sampai pukul 16.00 WIB itu mengujikan 4 kompetensi, yaitu agama, ke-Nu-an, bahasa dan pengetahuan umum. Pada hari pertama itu, acara PPT ke-35 ini dimeriahkan kirab dengan diiringi drumband. Selain itu ada juga bazar Fatayat Ranting Lowayu, Dukun.

PKB Kab Tegal

Pada malam harinya, diselenggarakan pembukaan yang dihadiri Arifin Junaidi Ketua PP LP Ma’arif NU. Pada acara itu juga hadir, Ketua PCNU Kab. Gresik, H Khusnul Chuluq, Kepala Dispendik Gresik Nadlif. Dewan Pakar LP Maarif Gresik Chusaini Mustas dan  Ketua LP Maarif Gresik Ismail Syarif, serta semua pengurus MWC Ma’arif NU se-Kabupaten Gresik.

Pada hari kedua, acara bertambah padat, karena seleksi PPT diikuti oleh seluruh peserta baik untuk pendidikan formal maupun non formal (TPQ dan Madin). Untuk pendidikan formal mengikuti tes pidato, KIR, presentasi dan kreatifitas sesuai dengan jenjang pendidikannya.

Redaktur: Mukafi Niam 

Reporter : Choiruddin

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Cerita PKB Kab Tegal

PBNU Imbau Warga Shalat Ghaib untuk KH Idris Marzuki

Jakarta, PKB Kab Tegal. Katib Aam PBNU KH Malik Madani menyatakan ungkapan belasungkawa atas wafatnya pengasuh pesantren Lirboyo Kediri KH Idris Marzuki yang lazim disapa Mbah Idris pada hari ini, Senin (9/6). Kiai Malik meminta segenap warga NU untuk melangsungkan sembahyang ghoib dan mengirimkan surah Al-Fatihah untuk Mbah Idris.

“Mbah Idris ialah salah seorang Mustasyar PBNU. Kemarin kita kehilangan KH Chotib Umar, Jember. Beliau juga Mustasyar. Kita warga NU kehilangan besar atas wafatnya dua kiai ini,” kata Kiai Malik kepada PKB Kab Tegal per telepon, Senin (9/6) siang.

PBNU Imbau Warga Shalat Ghaib untuk KH Idris Marzuki (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Imbau Warga Shalat Ghaib untuk KH Idris Marzuki (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Imbau Warga Shalat Ghaib untuk KH Idris Marzuki

Warga NU di masing-masing tempat selayaknya melakukan sembahyang ghoib, membaca surah Al-Fatihah, dan permohonan magfiroh untuk Kiai Chotib, Mbah Idris, dan Ibu Hj Asmah Sjachruni, imbau Kiai Malik yang pamit menuju tempat duka, Kediri.

PKB Kab Tegal

Warga NU harus mengambil pelajaran dari kehilangan ini. “Karenanya, regenerasi dan kaderisasi menjadi niscaya. Mari kita bacakan surah Al-Fatihah,” pungkas Kiai Malik. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Aswaja, Khutbah, Tokoh PKB Kab Tegal

Minggu, 31 Desember 2017

Aktivis Pergerakan Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi

Bandung, PKB Kab Tegal. Para aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Bandung menziarahi peristirahatan terakhir Ketua Umum I Pengurus Besar PMII, H Mahbub Djunaidi, di Kota bandung pada Kamis (18/4).

Aktivis Pergerakan Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Aktivis Pergerakan Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Aktivis Pergerakan Ziarahi Makam Mahbub Djunaidi

Menurut salah seorang aktivis PMII yang turut ziarah, Hilman Yuliana, tujuan ziarah kepada pengarang mars PMII adalah cara mengenang jasa-jasanya.

“Memang beliau adalah salah satu pendiri PMII. Organisasi berumur setengah abad ini, masih dan tetap akan berdiri kokoh dan terus berkomitmen untuk mengawal bangsa ini, tak lepas dari jasa beliau,” katanya kepada PKB Kab Tegal melalui surat elektronik pada Jumat, (19/4).

PKB Kab Tegal

Seharusnya, sambung lulusan UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini, seluruh aktivis PMII tahu sepak terjang H. Mahbub Djunaidi. Tapi pada kenyataannya, tidak demikian. Paling yang diketahui adalah dia sebagai politikus, jarang yang mengenal sebagai penulis berjuluk pendekar pena, sastrawan, dan bahkan penerjemah.

PKB Kab Tegal

Lebih dari itu, ziarah bagi PMII adalah memandang hidup ini fana, bahwa setiap orang akan mati, “Juga bagi PMII yang memang latar belakang NU itu sudah membudaya,” pungkas pengurus PMII di Lembaga Penerbitan Pers dan Jurnalistik ini.

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Berita PKB Kab Tegal

Pasar Rakyat di Banyuwangi Digelar Bareng Konfercab

Jakarta, PKB Kab Tegal. Gelaran Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) bersama Pengurus Cabang telah sampai di wilayah Banyuwangi, Jawa Timur.

Pasar Rakyat kali ini digelar bersamaan dengan pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) NU Banyuwangi, Sabtu-Ahad (12-13/1).

Pasar Rakyat di Banyuwangi Digelar Bareng Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat di Banyuwangi Digelar Bareng Konfercab (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat di Banyuwangi Digelar Bareng Konfercab

“Sebenarnya jadwal awal pasar rakyat di Banyuwangi akan dilaksanakan Desember kemarin. Namun karena pada tanggal 12-13 Januari itu Banyuwangi ada Konfercab NU jadi pasar raknyatnya dilaksanakan bersamaan dengan Konfercab, biar lebih semarak,” kata Munawir, panitia lokal penyelenggara Pasar Rakyat Indonesia di Banyuwangi dihubungi PKB Kab Tegal, Jum’at (11/1).

PKB Kab Tegal

Pasar rakyat kali ini disenggarakan di Lapangan Pondok Pesantren Pesantren Darussalam Blokangung. Sementara Konfercab akan diselenggarakan di komplek pesantren yang diasuh oleh KH A. Hisyam Syafa’at itu.

“Lapangan ini cukup strategis yang menghubungkan dengan berbagai daerah di Banyuwangi,” kata Munawir.

PKB Kab Tegal

Pembukaan pasar rakyat akan dilakukan Sabtu (12/1) pagi pukul 07.10 WIB bersamaan dengan pembukaan Konfercab. Rencananya Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj juga hadir dalam Konfercab ini sekaligus meramakain gelaran pasar rakyat.

Konfercab NU Banyuwangi akan dihadiri sekitar 1.500 nahdyiyin yang sekaligus akan menyemarakkan pasar pakyat. Sementara pasar rakyat sendiri terbuka untuk warga yang tidak ikut terlibat secara langsung dalam Konfercab.

Menurut Munawir, kegiatan pasar rakyat juga melibatkan berbagai perangkat NU dari lembaga, lajnah dan badan otonom (banom) NU di Banyuwangi.

“Lembaga, lajnah dan Banom NU ini tidak ikut terlibat langsung dalam Konfercab. Jadi diharapkan akan meramaikan kegiatan pasar rakyat bersama warga,” pungkas Munawir.

Penulis: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Hikmah, Nusantara PKB Kab Tegal

Manuver Gus Dur Mengimbangi Israel

Oleh: Munawir Azis

Sebagai seorang presiden yang memahami sejarah antar bangsa dan peta politik Internasional, KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) memiliki insting serta strategi diplomatik yang jitu. Pada masa awal menjadi presiden, Gus Dur dengan cekatan memetakan posisi Indonesia di kancah internasional, dan dengan cepat membangun hubungan diplomatik antar negara-negara yang dianggap strategis.?

Gus Dur melakukan kunjungan internasional ke berbagai negara, dari Amerika Serikat, Eropa, hingga negara-negara Asia. Gus Dur membuka poros Indonesia, China dan India, sebagai pilar ekonomi dan politik Asia. Selain itu, Gus Dur juga mengamankan jaringan US dan Australia, yang merupakan jaringan politik, ekonomi dan pertahanan internasional.?

Ketika Gus Dur menjadi presiden, pernyataan perdana dalam politik luar negeri ialah rencananya membuka hubungan dagang dengan Israel, serta memperbaiki hubungan diplomatik serta ekonomi dengan China dan India. Gus Dur memprediksi bahwa China dan India akan menjadi pilar ekonomi Asia, yang penting untuk diajak kerjasama. “Kepemimpinan dan perhatian mendalam Gus Dur terhadap politik luar negeri, sedikit banyak tampaknya akan mengubah orientasi Deplu,” demikian tertulis dalam Perjalanan Politik Gus Dur? (hal. 90).

Manuver Gus Dur Mengimbangi Israel (Sumber Gambar : Nu Online)
Manuver Gus Dur Mengimbangi Israel (Sumber Gambar : Nu Online)

Manuver Gus Dur Mengimbangi Israel

Mengapa dengan Israel? Dengan membuka komunikasi politik dan ekonomi dengan Israel, Gus Dur berupaya membereskan beberapa tantangan dengan sekali langkah. Gus Dur berupaya membenamkan keraguan dan ‘musuh imajiner’ bangsa Indonesia akan profil Negara Israel. Selain itu, Gus Dur juga sangat mengetahui jaringan Israel-Amerika yang berpengaruh dalam bidang politik-ekonomi dunia. Juga, bagaimana kecerdasan Gus Dur untuk memanfaatkan celah dalam diplomasi konflik Timur-Tengah. ?

Dalam catatan Greg Barton, Gus Dur yakin bahwa kaum muslim Indonesia akan berhenti melawan musuh imajiner kalau Indonesia sudah meratifikasi serta meresmikan hubungan dengan Negara Israel. “Gus Dur percaya untuk menjadikan Indonesia dapat memperoleh kematangan sebagai suatu bangsa, ia harus berani menghadapi musuh-musuh imajiner itu dan mengganti kecurigaan dengan persahabatan dan dialog,” tulis Barton, dalam Biografi Gus Dur (hal. 380).?

Gus Dur memahami jurus tiki-taka dalam jaringan antar negara dan hubungan internasional. Dalam diplomasi internasional, dikenal istilah tit for tat (balas-membalas) atau ‘stick and carrot’ (menghukum atau memberi hadiah). Tindakan-tindakan ini sudah lazim dilakukan oleh negara-negara besar, bahkan juga oleh pimpinan PBB. Biasanya, untuk menghukum negara-negara yang melanggar aturan main. Misalnya, ketika Indonesia terkena embargo militer dalam kasus Timor-Timur, presiden Gus Dur dan jajaran pemerintahan berusaha untuk memperbaiki hubungan antar negara. Menhan Juwono Sudarsono, yang merupakan representasi sipil, menyampaikan bahwa Menhan AS William Cohen sudah menunjukkan sikap melunak, dibandingkan dengan masa pemerintahan BJ Habibie. Cohen menilai hubungan kedua negara sudah cair, dan embargo militer akan dicabut, mengingat lobi politik Presiden Gus Dur dan posisi Menhan yang dijabat oleh kalangan sipil, bukan Jenderal Militer.?

PKB Kab Tegal

Setelah dilantik menjadi presiden, Gus Dur serius membenahi jaringan internasional dengan menguatkan struktur dan strategi politik internasional Indonesia. Alwi Shihab ditunjuk sebagai Menteri Luar Negeri, yang mencerminkan konsentrasi Gus Dur terhadap isu Timur Tengah, sebagai titik pijak politik internasional bagi Indonesia. Dalam waktu cepat pada pekan awal sebagai presiden, Gus Dur mengundang 16 Duta Besar Negara Arab untuk melakukan dialog tentang isu internasional dan diplomasi politik antar negara. Termasuk Dubes Palestina, Ribhi ? Y Awad. Langkah Gus Dur ini, menghapus kecurigaan negara-negara Arab tentang manuver Gus Dur membangun hubungan diplomatik dengan Israel.?

Wacana hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel, menghangat ketika Menlu Alwi mengungkapkan rencana dibukanya hubungan dagang Indonesia dan Israel. Pernyataan ini, menindaklanjuti pidato Gus Dur, dalam seminar ‘Indonesia Next’ di Denpasar, Bali, pada akhir Oktober 1999. Ketika itu, Gus Dur menyatakan pentingnya kerjasama ekonomi dengan Israel tanpa membuka hubungan diplomatik. Menurut Sang Presiden, hubungan diplomatik antara Indonesia dan Israel memang belum sepenuhnya diperlukan, mengingat konteks politik saat itu.

Namun, ada sebuah rahasia yang tidak banyak diketahui publik. Apa itu? Gus Dur memberi syarat agar Indonesia dilibatkan dalam proses perdamaian di Timur Tengah. Dengan demikian, Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di dunia, akan didengar di ranah internasional (Kompas, 26 Oktober 1999).?

PKB Kab Tegal

Manuver Gus Dur dalam politik internasional, menunjukkan kecerdasannya dalam mengelola jurus diplomasi. Gus Dur tidak sekedar presiden kiai, ia juga memahami peta politik internasional sekaligus mampu berkomunikasi dalam politik ‘tingkat tinggi’. Keahlian yang jarang dimiliki presiden-presiden setelahnya.

Munawir Aziz, Wakil Sekretaris Lembaga Ta’lif wan Nasyr (LTN-PBNU). ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren, Khutbah PKB Kab Tegal