Minggu, 17 Desember 2017

Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja

Sumedang, PKB Kab Tegal. Untuk mewujudkan mesjid sebagai pusat gerakan pemeliharaan akidah Ahlussunnah wal Jamaah Annahdliyah, sebagai pusat pelayanan dan kesehatan umat, pusat keilmuan, dan sumber pendidikan, Pengurus Lembaga Tamir Mesjid (LTM) Nahdlatul Ulama Kabupaten Sumedang kembali menggelar Pelatihan Muharrik Mesjid pada hari Sabtu, 16 April 2016.?

Seluruh pengurus DKM se-Kecamatan Jatinangor yang berjumlah sebanyak 50 orang berkumpul di Mesjid Pondok Pesantren Al-Falah untuk mendapatkan materi tentang muharrik masjid.

Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Mesjid Sebagai Pusat Gerakan Aqidah Aswaja

Ketua LTMNU Kabupaten Sumedang Ust. Eman Sulaeman mengatakan bahwa pelatihan Muharrik Mesjid Nahdlatul Ulama ini menjadi program utama Pengurus LTMNU kabupaten Sumedang. Tujuan utamanya yaitu membentengi masjid-mesjid Nahdlatul Ulama dari rongrongan paham-paham radikal di luar paham Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.?

Selain itu ingin menyampaikan tentang pentingnya Kegiatan Muharrik Mesjid demi terciptanya pengurus masjid yang paham betul terhadap kegiatan-kegiatan tamir mesjid ala Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah.

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan itu hadir pula Wakil Rais PCNU Sumedang Kiai Ade Gaos. Ia memaparkan secara detail dan terperinci materi tentang Ke-Aswaja-an ala Nahdlatul Ulama.?

Ia juga mengutip pepatah Arab, "Kebaikan yang tidak terorganisir akan dikalahkan oleh kebathilan yang terorganisir". Selain itu Kiai Ade Gaos juga membangkitkan semangat juang dan kecintaan warga Nahdliyin di daerah Jatinangor terhadap Nahdlatul Ulama dengan menyampaikan pepatah bijak Kiai Asad: "Jadikanlah NU itu sebagai istrimu yang engkau nafkahi, bukan sebagai suami yang engkau jadikan sebagai pemberi nafkah".

Selanjutnya untuk terciptanya warga Nahdliyin yang aman sejahtera, Kiai Ade Gaos mengajak warga untuk bersama-sama membesarkan Nahdlatul Ulama khususnya di daerah Kabupaten Sumedang.?

PKB Kab Tegal

Ketua LTMNU Kabupaten Sumedang sempat pula mengutip kata-kata bijak salah satu Kiai NU "Bangsa yang paling celaka adalah bangsa yang tidak mengetahui sejarah bangsanya sendiri, lebih-lebih umat yang tidak mengetahui sejarah agamanya sendiri" (Al-Habib Muhammad Luthfi bin Yahya). (Dede Rohmat Apandi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News PKB Kab Tegal

Sabtu, 16 Desember 2017

Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016

Pontianak, PKB Kab Tegal. Setelah melalui persaingan ketat, lahirlah para juara di ajang Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016 di Pontianak. Lomba ditutup pada Jumat (26/8) malam. Selanjutnya para juara tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI Nomor 4777 Tahun 2016 tentang Penetapan Pemenang KSM.

Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)
Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016 (Sumber Gambar : Nu Online)

Ini Daftar Lengkap Para Pemenang Kompetisi Sains Madrasah 2016

Adapun daftar lengkap nama para juara di KSM 2016 dari tingkat MI, MTs, MA, dan MAN IC dapat dilihat di link ini: Website Direktorat Pendidikan Madrasah?

Provinsi Jawa Timur kembali menjuarai Kompetisi Sains Madrasah (KSM). Setelah menjadi juara umum di beberapa KSM sebelumnya, di KSM 2016 yang berlangsung di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, mereka juga menyabet titel serupa.

Jawa Timur berhak mendapat gelar sebagai juara umum dengan menyabet 11 piala dengan rincian 9 emas pada bidang lomba; Matematika, IPA (MI), Matematika, Biologi, Fisika (MTs), Matematika, Biologi, Kimia, Ekonomi (MA), dan 2 perak; Geografi, Fisika (MA). Juara 2 diraih kontingen Jawa Tengah dengan 6 emas dan 5 perak, sementara peringkat 3 diraih Provinsi Jawa Barat dengan perolehan 5 medali emas, 3 perak dan 3 perunggu.

PKB Kab Tegal

Pemenang lomba-lomba yang ditetapkan dalam keputusan ini akan mendapatkan penghargaan berupa: medali, piagam penghargaan, dan bantuan studi apresiasi prestasi. Berikut rincian penghargaan:

Madrasah Ibtidaiyah (MI):

Medali Emas : 5.000.000,-

PKB Kab Tegal

Medali Perak : 4.000.000,-

Medali Perunggu : 3.000.000,-

?

Madrasah Tsanawiyah (MTs):

Medali Emas : Rp. 6.000.000,-

Medali Perak : Rp. 5.000.000,-

Medali Perunggu : Rp. 4.000.000,-

Madrasah Aliyah (MA):

Medali Emas : Rp. 7.000.000,-

Medali Perak : Rp. 6.000.000,-

Medali Perunggu : Rp. 5.000.000,-

?

Peraih penghargaan :

1) The Best Overall : Rp. 3.000.000,-

2) The Best Theory : Rp. 3.000.000,-

3) The Best Exploration/Experiment: Rp. 3.000.000,-

(Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal RMI NU, Fragmen PKB Kab Tegal

Umat Islam Wajib Ciptakan Lingkungan Bebas dari Sampah

Way Kanan, PKB Kab Tegal - Bumi berperan penting bagi kelangsungan hidup manusia. Karena itu, menjaga karunia Allah tersebut untuk tidak tercemar dan rusak merupakan keharusan. Setiap muslim berkewajiban ‘mencambuk dirinya mencintai kebersihan.

Pengasuh Pesantren Assiddiqiyah 11 Kiai Imam Murtadlo di Gunung Labuhan, Selasa (23/2) menilai maslahat? kegiatan "Way Kanan Ramik Ragom (beragam) Sakai Sambayan (gotong royong) Bergerak Untuk Indonesia #BebasSampah2020".

Umat Islam Wajib Ciptakan Lingkungan Bebas dari Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Wajib Ciptakan Lingkungan Bebas dari Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Wajib Ciptakan Lingkungan Bebas dari Sampah

"Kegiatan semacam itu harus ditindaklanjuti. Jadikan itu sebagai cambuk bagi kita, umat Islam untuk mencintai kebersihan. Artinya jangan sekali, tapi terus berlanjut. Masyarakat harus diedukasi memilah sampah dari sumbernya, karena sampah bisa menjadi berkah. Ini harapan saya ke depan," ujar Kiai Imam.

PKB Kab Tegal

Al-Quran Surat At-Taubah ayat 108 menyatakan Allah menyukai hamba-hamba-Nya yang bersih. Sementara Al-Quran Surat Ali Imran ayat 134 menegaskan Allah mencintai hamba-hamba yang berbuat kebaikan.

PKB Kab Tegal

"Gerakan dilakukan kemarin baik. Kalau ada yang melarang berbuat untuk kebaikan semacam itu, dan itu umat Islam. Itu perlu dipertanyakan sandarannya Islam apa. Terkecuali kegiatan tersebut bertabrakan dengan saat sholat misalnya, itu boleh dilarang. Saya siap diskusi dengan orang yang melarang melakukan kegiatan baik semacam itu," kata Kiai Imam lagi.

Pada Ahad, (21/2) sejumlah 30 santri Assiddiqiyah 11, 2 ustadzah, dan 5 anak dari Dusun 1 Pamuka Jaya, Kampung Labuhan Jaya Kecamatan Gunung Labuhan, menurut Kiai Imam, turun dalam aksi yang dipimpinnya langsung.

"Kiai-kiai kita sepatutnya mendukung dan terlibat dalam kegiatan kebersihan semacam itu,"? ujar alumni Pesantren Langitan, Tuban.

Berkaitan dengan kegiatan dikolaboratori GP Ansor setempat dipimpin Gatot Arifianto, Bupati Raden Adipati Surya memberi apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh relawan.? ? ? ?

"Mengawali itu yang sulit. Semua berawal dari kita, kita mulai dari lingkungan sekitar kita dulu. Jadikan budaya dalam diri kita untuk membuang sampah pada tempatnya. Saya sangat mengapresiasi kegiatan positif tersebut dan harapan kita bisa menjadi agenda rutin setiap bulan sehingga benar-benar terwujud lingkungan kita yang bersih dan bebas sampah," ujar Adipati.

Selain di Blambangan Umpu, Gunung Labuhan, Banjit, Baradatu, Negara Batin, Pakuan Ratu dan Way Tuba, peringatan HPSN 2016 juga diikuti Pramuka SMAN1 Bumi Agung Ambalan Raden Intan-RA Kartini. Kurang lebih 30 anggota Pramuka memilah dan memungut sampah berkeliling Kampung Pisang Baru, Kecamatan Bumi Agung. (Syuhud Tsaqafi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News PKB Kab Tegal

Waspadai Gaya Dakwah Wahabi

Mojokerto, PKB Kab Tegal. Banyak cara dilakukan aliran Wahabi saat memperkenalkan diri. Agar ajakannya bisa mengena kepada warga, tidak jarang mereka mengubah format dan nama agar tidak mudah dikenali.

Waspadai Gaya Dakwah Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Waspadai Gaya Dakwah Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Waspadai Gaya Dakwah Wahabi

Hal ini disampaikan oleh Ustadz Idrus Romli ketika menjadi pembicara pada acara Daurah Kader Aswaja di Pondok Pesantren Riyadlul Jannah Pacet Mojokerto, Jawa Timur Ahad (10/2). Kegiatan ini atas prakarsa Aswaja Center PCNU Kabupaten Mojokerto dan berlangsung sejak Sabtu hingga Ahad (9-10/2).

Idrus menandaskan bahwa untuk efektifitas dakwah yang dilakukan Wahabi yakni dengan mengubah format bahkan namanya sendiri. Dengan perubahan ini diharapkan akan banyak pihak yang akhirnya tertarik dan melupakan sama sekali kata “wahabi” yang di tanah air terlanjur dimusuhi.

PKB Kab Tegal

“Yang mudah dideteksi adalah mereka gemar melakukan dikotomi terhadap kalangan yang tidak sepaham,” katanya. Di antaranya mengatakan diri mereka sebagai al-muslimun, sedangkan kalangan yang tidak setuju dengan pendapat dan gerakan mereka disebut al-kafirun. “Demikian juga menyebut orang lain dengan al-musyrikun, sedangkan mereka mengklaim dirinya sebagai al-muwahhidun,” lanjutnya.

PKB Kab Tegal

Aktifis PW Aswaja Center NU Jawa Timur ini juga mengingatkan bahwa sekarang kelompok Wahabi menamakan dirinya dengan Salafi untuk melawan Ahlus Sunnah Wal Jamaah. “Mereka hanya mengubah nama, sedangkan isi, gerakan yang dibawa dan diajarkan sama saja dengan Wahabi jaman dulu,” sergahnya.

“Metamorfosis ini hendaknya dipahami secara baik oleh seluruh warga NU, khususnya mereka yang terlibat aktif di kepengurusan di berbagai tingkatan,” katanya mengingatkan.?

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Syaifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah, Quote, Sejarah PKB Kab Tegal

Multaqa Ulama Nasional VIII Bahas Penguatan Pesantren

Solo, PKB Kab Tegal. Ratusan ulama berkumpul di Kota Solo dalam agenda ‘Multaqa Ulama Nasional VIII’, selama dua hari lalu (18-19/11). Kegiatan yang diisi dengan forum seminar dan diskusi tersebut dipusatkan di Gedung Bustanul Asyiqin Solo.

Multaqa Ulama Nasional VIII Bahas Penguatan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Multaqa Ulama Nasional VIII Bahas Penguatan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Multaqa Ulama Nasional VIII Bahas Penguatan Pesantren

Kepada PKB Kab Tegal salah satu panitia acara Habib Umar As-Segaf menerangkan pertemuan ulama ini diikuti ratusan ulama dan pemimpin pesantren dari berbagai daerah di Indonesia. “Ada sekitar 300-an ulama yang kami undang dari berbagai daerah se-Indonesia. Adapula tamu dari negara lain seperti Yaman dan Madinah,” ujar dia.

Ditambahkan oleh dia, dalam pertemuan yang diinisiasi Majelis Muwasholah ini dibahas beberapa tema antara lain mengenai penguatan madrasah dan pesantren.

PKB Kab Tegal

“Pertemuan ini akan dibagi menjadi 5 sesi. Sesi pertama diisi oleh Habib Umar bin Salim dari Yaman. Selanjutnya diadakan forum dialog dan diakhir kegiatan dibentuk beberapa komisi untuk mendiskusikan beberapa tema tersebut,” imbuh dia.

Hasil dari pertemuan ini, kemudian akan dibentuk kegiatan serupa di beberapa daerah. “Harapan dari forum ini, semoga dapat mengikat hubungan ulama, serta mengembalikan peran mereka,” pungkasnya. (Ajie Najmuddin/Anam)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News PKB Kab Tegal

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri

Probolinggo, PKB Kab Tegal



Peringatan Nuzulul Qur’an pada hakekatnya adalah ingin mengajak untuk introspeksi bersama-sama. Apakah ayat-ayat Allah dalam Al-Qur’an masih menghiasi dalam kesibukan kesehariannya di dunia ini.

Hal tersebut ditegaskan oleh Mustasyar PCNU Kabupaten Probolinggo H. Hasan Aminuddin dalam peringatan Nuzulul Qur’an 1438 H yang digelar oleh Polres Probolinggo di Masjid Amaanullah Mapolres Probolinggo, Selasa (20/6) malam.

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Nuzulul Qur’an Hakekatnya Introspeksi Diri

“Pernahkah kita dengan alat komunikasi yang canggih mengisi Al-Qur’an dalam handphone. Pernahkah dalam sholat satu ayat dibaca. Kegiatan ini mengajak kita yang lupa dan lalai tatlala disibukkan oleh tugas masing-masing. Meskipun satu ayat setidaknya bisa mengamalkan di lingkungannva,” katanya

Dengan kegiatan ini jelas Hasan, setidaknya polisi ini mampu mengamalkan ayat Al-Qur’an sesuai tupoksinya. Kalau tidak mampu secara finansial setidaknya bisa bermanfaat bagi masyarakat. “Di tengah-tengah fragmatisme yang sulit ini, saya ingin memberikan solusi. Cukup dengan tersenyum, seorang polisi sudha memberikan manfaat,” jelasnya.

Hasan menegaskan bahwa peran dan tugas ibu-ibu selaku istri polisi memang dibutuhkan. “Belailah kasih sayang suaminya dengan doa. Karena doa itu Insya Allah tugas suami masing-masing cukup berat. Sebab kamtibmas menjadi indikator keberhasilan polisi,” tegasnya.

PKB Kab Tegal

Lebih lanjut Hasan menerangkan bahwa sesuai dengan kewenangan polisi, banyak lahan yang dapat dilakukan untuk berbuat baik kepada masyarakat di Kabupaten Probolinggo. “Terima kasih karena situasi kamtinmas di ? Kabupaten Probolinggo cukup kondusif,” ungkapnya.

Hasan menambahkan bahwa tantangan ke depan bagaimana seorang polisi mampu beramar makruf nahi mungkar. Yang jelas untuk meniadakan sama sekali tidak mungkin. “Setelah saya melihat secara seksama, kemungkaran di zaman ini banyak dilakukan oleh anak muda. Berbeda dengan dulu yang banyak dilakukan oleh orang tua karena alasan ekonomi. Mengurai kemungkanan bukan hanya tugas polisi tetapi juga semua elemen masyarakat,” pungkasnya.

Peringatan Nuzulul Qur’an ini dihadiri oleh Wakil Rais PWNU Jawa Timur KH Marzuki Mustamar, Kapolres Probolinggo AKBP Arman Asmara Syarifuddin beserta segenap jajaran, Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton KH Zuhri Zaini, Ketua FKUB Kabupaten Probolinggo KH Idrus Ali, Ketua PCNU Kabupaten Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah dan sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat. (Syamsul Akbar/Abdullah Alawi)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Habib, Cerita PKB Kab Tegal

Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil

Boyolali, PKB Kab Tegal. Ketua Umum PP IPPNU Farida Farichah menegaskan bahwa selama kepemimpinannya ia mengambil sikap cermat dalam mengeluarkan SK cabang IPPNU. Menurutnya, ia hanya mengeluarkan SK untuk daerah yang benar-benar terdapat aktivis dan gerakan IPPNU.

Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil (Sumber Gambar : Nu Online)
Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil (Sumber Gambar : Nu Online)

Farida: Jumlah Cabang IPPNU ke Depan Harus Riil

“Saya tidak mau mengeluarkan SK yang pengurusnya tidak ada,” kata Farida dalam laporan tanggung jawaban kepemimpinan IPPNU selama tiga tahun terakhir di arena Kongres IPNU-IPPNU, di Asrama Haji Donohudan, Boyolali, Ahad (6/12) siang.

Di hadapan peserta Kongres IPPNU Farida menyatakan pengalaman kecewa terkait pengeluaran SK IPPNU di suatu daerah. Setelah PP IPPNU mengunjunginya ternyata kepengurusannya tidak ada. Sebagian lagi meminta SK IPPNU hanya untuk kepentingan KNPI, ujar Farida.

PKB Kab Tegal

“Saya ingin ke depan orang mengerti jumlah riil IPPNU di Indonesia,” kata Farida.

PKB Kab Tegal

Di akhir laporan Farida meminta maaf kepada seluruh peserta kongres atas kekurangan dalam kepemimpinannya. “Saya juga manusia. Saya belajar kemanusiaan di IPPNU,” tandas Farida.

Delegasi sepuluh PW IPPNU se-Indonesia menolak laporan Farida. Sedangkan utusan sembilan PW IPPNU lainnya menerima dengan catatan. Forum pertanggungjawaban kepemimpinan PP IPPNU masa khidmat 2012-2015 berjalan tertib dan sopan. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Syariah PKB Kab Tegal