Jumat, 08 Desember 2017

38 Pelajar NU Lasem Latih Kemampuan Otomotif dan Tatarias

Rembang, PKB Kab Tegal. Pengurus harian PCNU Lasem menggelar pelatihan keterampilan di bidang otomotif, teknik pendingin, dan tatarias. Kegiatan yang melibatkan 38 pelajar SMNU dan MANU Lasem ini dihadirkan untuk meningkatkan kapasitas peserta pelatihan pada tiga bidang tersebut.

Pelatihan yang dibuka di gedung LP Ma’arif NU Lasem, Rabu (6/5), terselenggara atas kerja sama PCNU Lasem dan Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Tampak hadir pada pembukaan pelatihan ini Ketua PCNU Lasem KH Shalahuddin Fattawi, pengurus MWCNU setempat, Kepala SMKNU Lasem, Kepala MANU Lasem, Kepala Dinsosnakertrans, sejumlah instruktur dari dinas serta tamu undangan lainya.

38 Pelajar NU Lasem Latih Kemampuan Otomotif dan Tatarias (Sumber Gambar : Nu Online)
38 Pelajar NU Lasem Latih Kemampuan Otomotif dan Tatarias (Sumber Gambar : Nu Online)

38 Pelajar NU Lasem Latih Kemampuan Otomotif dan Tatarias

Sebanyak 38 peserta pelatihan yang diadakan pada Kamis (7/5) ini terdiri atas 16 peserta pelatihan servis motor, 16 peserta pelatihan teknik pendingin, dan 6 peserta di bidang tatarias. Pelatihan ini akan dilangsungkan di tempat berbeda.

PKB Kab Tegal

Kiai Shalahuddin mengatakan “Peserta kali ini tidak hanya remaja NU, tapi ada beberapa siswa dan siswi yang ditunjuk oleh sekolah dari LP Ma’arif NU Lasem. Saya mengharapkan adanya tindak lanjut yang baik dari kerja sama ini, baik itu dengan menambah berbagai macam pelatihan ataupun pendalaman materinya.”

Ia juga berharap pelatihan ini membawa hasil bagi peserta dengan perubahan pola pikir peserta untuk berwirausaha atau sebagai tenaga kerja berkualitas.

PKB Kab Tegal

Sementara Kepala Dinsosnakertrans Waluyo mengatakan, “Sebenarnya banyak dari berbagai kalangan ingin mendaftar untuk mengikuti pelatihan ini, tapi hanya ini yang berhasil.”

Peserta yang lulus pelatihan akan mendapatkan sertifikat resmi dari dinas agar dapat digunakan sebagaimana mestinya. Waluyo berharap peserta dapat mendayagunakan SDM mereka agar lebih produktif. (Akhmad Sayuti/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pondok Pesantren PKB Kab Tegal

Siswa MA dan MTs Ma’arif NU Blitar Juarai Kader Kesehatan Remaja

Blitar, PKB Kab Tegal. Prestasi membanggakan diukir oleh Nanda Uifi siswa Madrasah Aliyah (MA) Ma’arif NU Kota Blitar, Jawa Tengah. Karena siswa Aliyah milik PCNU Blitar itu berhasil menyabet juara pertama kader kesehatan remaja se Kota Blitar 2016 tingkat ? SLTA yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Blitar.

Siswa MA dan MTs Ma’arif NU Blitar Juarai Kader Kesehatan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa MA dan MTs Ma’arif NU Blitar Juarai Kader Kesehatan Remaja (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa MA dan MTs Ma’arif NU Blitar Juarai Kader Kesehatan Remaja

Untuk bisa meraih prestasi itu Nanda harus bersaing ? dengan ? ratusan pelajar SMA/SMK dan MA se Kota Blitar. Sementara dua siswa MTS ? Ma’arif ? NU Kota Blitar diajang yang sama juga menyabet ? gelar juara II dan III untuk tingkat ? SLTP se Kota Blitar.

“Alhamdulillah anak-anak bisa berprestasi dibidang kader kesehatan," ujar Bahruddin ? salah satu guru di MA Ma’arif ? NU Blitar itu.

Menurut Bahruddin, lomba kader kesehatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kota Blitar dalam rangka meningkatkan peran serta remaja dalam bidang ? kesehatan. Baik untul SLTP dan SLTA. Lomba untuk SLTP di selenggarakan pada tgl 27 September dan SLTA padatanggal 28 September 2016 kemarin.?

“Ada tiga siswa dari Lembaga Pendidikan Ma’arif NU. Siswa Aliyah meraih juara I tingkat SLTA dan dua siswa MTs meraih juara II dan III,” ungkap Bahruddin yang juga Wakil Ketua PCNU Kabupaten Blitar itu.?

PKB Kab Tegal

“Untuk juara I akan mengikuti seleksi ditingkat Provinsi Jawa Timur. Doakan anak-anak bisa meraih prestasi maksimal,” tambah mantan wartawan Karya Darma Jawa Pos Grup itu. (Imam Kusnin Ahmad/Fathoni)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Santri, News PKB Kab Tegal

Kamis, 07 Desember 2017

Wahai Pemuda, Hidup Itu Akidah dan Perjuangan!

Boyolali, PKB Kab Tegal -

Pemuda saat ini adalah pemimpin masa depan. Demikian pula para kader GP Ansor dan Banser, di masa kini, merupakan calon pemimpin bangsa ini di masa depan.

“Ansor di masa kini adalah pemimpin NU, pemimpin bangsa di masa mendatang,” kata Sekretaris PW GP Ansor Jawa Tengah Sholahudin Aly, saat memberikan semangat kepada para peserta pembaretan yang diselenggarakan GP Ansor-Banser Boyolali di Pondok Pesantren Dawar Boyolali, Sabtu (15/4).

Ditambahkan Sholah, jamiyyah NU beserta lembaga dan nanomnya menjadi tonggak penting dalam berdirinya NKRI.

Wahai Pemuda, Hidup Itu Akidah dan Perjuangan! (Sumber Gambar : Nu Online)
Wahai Pemuda, Hidup Itu Akidah dan Perjuangan! (Sumber Gambar : Nu Online)

Wahai Pemuda, Hidup Itu Akidah dan Perjuangan!

Sementara itu, Pengasuh Pesantren Dawar Mojosongo Boyolali KH Abdul Hamid memberikan pesan kepada para peserta pembaretan agar senantiasa memegang dua prinsip hidup.

“Perlu Anda ingat, wahai pemuda Ansor dan Banser, sesungguhnya hidup adalah akidah dan perjuangan! Hidup adalah bagaimana mempertahankan akidah. Akidah Aswaja tidak boleh dirongrong oleh akidah lain,” tuturnya.

PKB Kab Tegal

Kiai Abdul Hamid menambahkan, hidup juga perjuangan. Berjuang untuk agama, berjuang untuk bangsa.

Ia juga mengapresiasi kepada para peserta pembaretan, yang rela menempuh perjalanan dengan jalan kaki sejauh 50 km.

PKB Kab Tegal

“Semangat para sahabat ini membuat saya merasa bangga dan bahagia. Harapan saya Indonesia ini masih tetap utuh dan kokoh,” tutupnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News, Ahlussunnah, Nahdlatul PKB Kab Tegal

Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang

Malang, PKB Kab Tegal - Pimpinan Komisariat Perguruan Tinggi (PKPT) Unibraw mermpungkan program pendidikan untuk anak jalanan dan anak usia dini di Kota Malang, Ahad (5/6). Program pendidikan anak jalanan dan usia dini tahap pertama ini resmi ditutup dengan pencapaian target sesuai dengan yang direncanakan.

Dalam program tahap awal ini pelajar NU Unibraw bekerja sama dengan LPAN Griya Baca Kota Malang. Dengan program ini, mereka berharap Kota Malang menjadi kota inklusif, kota layak anak, dan mencetak anak yang berkarakter bagi masa depan.

Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Sudahi Program Tahap Awal Pendampingan Anak Jalanan di Kota Malang

Program dengan nama Dream for The Kidds ini dilaksanakan selama lima bulan dan mendapatkan respon positif. Hal ini ditandai dengan tingginya antusias masyarakat dan banyaknya relawan yang turut serta. Penutupan program tahap satu ini ditandai dengan penyerahan sealer (penyegel) kemasan produk kepada pengurus LPAN Griya Baca Kota Malang yang nantinya akan ditindaklanjuti pada program tahap dua dengan fokus pemberdayaan pembuatan produk.

PKB Kab Tegal

Alhamdulillah tahap satu sudah selesai dan ditutup sesuai jadwal sebelum bulan Ramadhan, tahap satu kami masih berfokus pada perkenalan dan pendidikan dasar bagi anak. Pendidikan dasar ini adalah pondasi awal di mana nanti pada fase dua kami akan mencoba mengarahkan pada sektor pemberdayaan ekonomi supaya anak jalanan dan anak usia dini bisa mandiri dan jiwa kewirausahaanya terlatih,” ujar Koordinator Program Rekanita Kurnia Islami.

Selama lima bulan, program ini dijalankan oleh 14 relawan aktif dan diikuti oleh 32 anak di Kota Malang. “Harapanya program sosial seperti ini akan tetap berlanjut dan mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. IPNU-IPPNU harus mampu menjadi pelopor nasional gerakan sosial kemasyarakatan yang massif,” tambah seorang relawan Rekan A’inurrofiqin.

Pihak IPNU-IPPNU Unibraw dan LPAN Griya Baca Kota Malang berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah membantu terselenggaranya program tahap satu. Mereka membuka kesempatan bagi siapa saja untuk ikut terlibat dalam program ini dan memberikan kontribusi baik berupa materi, buku, atau sekedar waktu luang untuk datang ke program ini setiap hari Ahad di alun-alun Kota Malang. (Ikbar Sallim Al-Asyari/Alhafiz K)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, IMNU PKB Kab Tegal

HIPSI Ramaikan Pasar Online

Jakarta, PKB Kab Tegal. Himpunan Pengusaha Santri Indonesia (HIPSI) menggagas TOKO NU secara online sebagai upaya menciptakan perputaran pasar antar warga Nahdliyin. Melalui alamat website tokonu.com pengunjung dapat mengakses dengan mudah untuk melakukan transaksi jual-beli online.

HIPSI Ramaikan Pasar Online (Sumber Gambar : Nu Online)
HIPSI Ramaikan Pasar Online (Sumber Gambar : Nu Online)

HIPSI Ramaikan Pasar Online

“Inovasi merupakan salah satu senjata HIPSI dalam melebarkan sayap bersama santri di Indonesia. Dengan melimpahnya kemampuan SDM-nya, HIPSI menggagas TOKO NU online ini,” kata Mohammad Gozali, Ketua Umum HIPSI, dihubungi PKB Kab Tegal, Jumat  (21/9).

Toko online HIPSI ini menawarkan berbagai produk, dari pertanian, peternakan, kuliner, industri kreatif, hingga gadget dan otomotif.

PKB Kab Tegal

Menurut Gozali, kegiatan lain yang sudah dilakukan HIPSI adalah pembinaan dan pembentukan 8 kluster budidaya lele sangkuriang bekerjasama dengan Bank Mandiri di 8 pondok pesantren besar Jawa Timur. selain itu juga pembinaan agrobisnis 10 hektar di Bondowoso dan Pasuruan, pembentukan usaha bersama di bidang kuliner, kerajinan, peternakan, bahkan property&IT company.

PKB Kab Tegal

“Berbagai kegiatan HIPSI bisa diakses di www.pesantrenmandiri.com,” tambahnya.

HIPSI yang dibentuk di bawah Rabithah al-Maahid al-Islamiyyah (RMI) atau asosiasi pesantren se-Indonesia mempunyai visi Mencetak 1 Juta Santri Pengusaha. Sementara misinya, antara lain, menjadi wadah pengembangan pendidikan wirausaha santri  yang mandiri. 

“HIPSI telah membulatkan tekad untuk menumbuhkan klaster pengusaha kecil dan menengah baru yang benilai tambah, bersinergi dan bermartabat,” demikian Muhammad Ghazali.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News, Fragmen, Pemurnian Aqidah PKB Kab Tegal

Hari Ibu, Fatayat Gelar Jalan Sehat di Monas

Jakarta, PKB Kab Tegal. Dalam rangka memperingati Hari Ibu yang jatuh pada 22 Desember, Pimpinan Pusat Fatayat NU menggelar jalan sehat dengan rute Monumen Nasional (Monas)-Bundaran HI-Monumen Nasional, Ahad (22/12) dengan jarak sekitar 2.5 km.

Kader-kader Fatayat berseragam pakaian olah raga putih hijau khas Fatayat secara bergelombang memenuhi sisi selatan Silang Monas. Tak sedikit diantaranya datang bersama keluarga, suami dan anak. Rekreasi sekaligus olah raga bersama. Dan jika beruntung, siapa tahu dapat hadiah door prize.

Hari Ibu, Fatayat Gelar Jalan Sehat di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari Ibu, Fatayat Gelar Jalan Sehat di Monas (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari Ibu, Fatayat Gelar Jalan Sehat di Monas

Sekitar jam 6 pagi, mereka melakukan pemanasan dengan senam aerobik dipandu oleh beberapa instruktur senam diiringi dengan musik yang ceria.

PKB Kab Tegal

Menteri BUMN Dahlan Iskan yang energik, turut datang dalam acara ini. Ia naik ke panggung dan mengajak peserta untuk sehat dengan berolah raga senam.

Hujan rintik-rintik yang membasahi monas sejak subuh tidak menghalangi para anggota Fatayat untuk ikut senam dan bergembira bersama.

PKB Kab Tegal

Mantan Wapres Jusuf Kalla bersama istrinya Mufida Jusuf Kalla ikut hadir dan bergembira serta menyampaikan Selamat Hari Ibu. Kedatangannya disambut meriah oleh ibu-ibu muda Fatayat NU. Ia mengajak hadirin membacakan surat Al-Fatihah secara bersama-sama untuk mendoakan figur Ibu, yang telah berkorban membesarkan anak-anaknya. 

Ketua Umum PP Fatayat NU Ida Fauziyah bersama dengan Sekjen PBNU H Marsudi Syuhud melepas rombongan jalan kaki dengan mengibarkan bendera dan melepaskan balon ke udara.

Panitia menyediakan sejumlah hadiah menarik, termasuk dua umrah bersama dengan NRA tour and travel, kulkas, sepeda gunung dan sejumlah hadiah hiburan lainnya.

Ketua Umum PP Fatayat NU Hj Ida Fauziyah menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk penyegaran kembali dan menumbuhkan semangat berorganisasi serta rasa bangga bagi anggota Fatayat di tengah beragam organisasi masyarakat belakangan ini. Disamping itu,  Fatayat NU sebagai bagian dari perempuan Indonesia memiliki peranan sangat penting bagi kehidupan keluarga. 

"Keberhasilan seorang pria, begaimana pun hebatnya kesuksesan mereka itu karena peran besar yang diberikan oleh perempuan. Oleh karena itu peran perempuan  yang besar itu patut dihargai. Kita juga tidak akan lupa bahwa sejarah bangsa kita telah membuktikan bahwa kaum ibu lah yang telah menjadi inspirasi pergerakan perempuan Indonesia, sehingga saatnya kaum Ibu bangkit dari keterbelakangan di segala bidang baik di bidang pengetahuan, sosial, politik dan ekonomi serta bidang lainnya,” katanya.(mukafi niam) 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pesantren PKB Kab Tegal

Kitab "Al-Muqtathofat" Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Tradisi tahlilan, ziarah kubur, istighotsah, dibaan atau maulidan dan sejenisnya sudah mendarah daging di tengah masyarakat. Namun ketika ditanya mengenai dalil, sebagian masyarakat awam tidak tahu, dan itu dijadikan senjata kaum Salafi Wahabi untuk mengkafir-kafirkan banyak orang.

Adalah Kitab “al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” yang ditulis oleh KH Marzuki Mustamar, Ketua PCNU Kota Malang memberikan pedoman bagi masyarakat jika suatu ketika ada pihak-pihak yang tidak suka dengan tradisi itu.

Kitab Al-Muqtathofat Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kitab Al-Muqtathofat Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kitab "Al-Muqtathofat" Bisa Jadi Senjata Atasi Wahabi

Semestinya tidak perlu menanggapi mereka yang tidak suka dengan tradisi. Namun ketika mereka mempertanyakan, menyerang, apalagi sampai mengkafirkan, maka kita juga perlu menyiapkan jawaban.

PKB Kab Tegal

Al-Muqtathofat li Ahlil Bidayat” atau “catatan untuk para pemula” tidak lain untuk menyelamatkan masyarakat yang kerap mendapat tudingan sesat, sekaligus menyadarkan pihak-pihak tertentu agar tidak mudah mengkafirkan orang lain.

PKB Kab Tegal

Semua tradisi keagamaan yang dijalankan oleh masyarakat itu ada dasaranya, “Semua itu ada dalam kitab yang berlandasakan Ahlussunnah wal jamaah,” kata Kiai Marzuki di Masjid Mujahidin, Jalan Ikan Hiu, Lowokwaru, Malang, Selasa (30/5).

Kitab tersebut dikaji secara rutin di beberapa Masjid di Kota Malang, tepatnya setiap Selasa pukul 19.00 ba’da shalat Isyak. Tidak hanya di satu tempat, jadwal rutin tersebut berjalan di seluruh Masjid Malang secara bergilir.

Hadirnya kitab ini diharapkan memberikan informasi mengenai keabsahan tradisi ubudiyah masyarakat secara syar’i. Dengan kata lain, buku ini memupuk kepercayaan masyarakat Muslim Indoensia secara umum, khususnya bagi kalangan nahdyiyin, bahwa tradisi ritual ubudiyyah seperti tahlilan, haul, upacara selatan kelahiran, ritual empat dan tujuh bulan kandungan, peringatan Maulid Nadi, qunut dan shalat, dan yang lainnya, tidak melenceng dari aqidah dan termasuk bagian dari sunnah Nabi Rasulullah SAW.?

“Semua itu ada dasarnya, tidak asal caplok,” seru pengasuh Pondok Pesantren Sabulur Rosyad, Malang itu sembari memaparkan dalil-dalil yang sudah ditulis dalam kitab karangannya.

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Diana Manzila

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pondok Pesantren, Quote, IMNU PKB Kab Tegal