Senin, 04 Desember 2017

Mengenal Ibn Arabi Lebih Dekat

Bicara Ibn Arabi, tentu tidak asing lagi di telinga kita. Tokoh tasawuf terkemuka itu memang seringkali dibahas, terutama pemikirannya dalam bidang tasawuf. Akan tetapi, tidak lengkap mempelajari pemikiran Ibn Arabi dalam berbagai bidang tanpa mengetahui biografi Ibn Arabi, karena pemikiran seseorang akan lebih mudah dipahami ketika kita mengetahui riwayat hidupnya.

Buku ini membahas secara mendalam riwayat hidup Ibn Arabi dan perjalan spiritual Ibn Arabi ke berbagai daerah dan dimensi, terutama pertemuannya dengan para sufi di belahan dunia barat. Mau atau tidak, ketika membaca biografi Ibn Arabi, secara otomatis kita akan terdampar pula kedalam khazanah keilmuan sang Guru Besar tersebut.

Ibn Arabi, nama lengkapnya adalah Syaikh Akbar Muhyiddin Ibn Arabi. Ia adalah seorang tokoh sufi besar dari Andalusia yang meninggal dan dimakamkan di kaki gunung Qasiun, Damaskus, pada tahun 638 H./1240 M.. (hlm. xv)

Mengenal Ibn Arabi Lebih Dekat (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengenal Ibn Arabi Lebih Dekat (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengenal Ibn Arabi Lebih Dekat

Usaha pembuktian kedalaman kesufian Ibn Arabi terbagi dalam tiga hal. Pertama, pengalaman kesufian dalam wujud dan waktu abadi. Kedua, pengalaman kesufian dalam wujud dan waktu kebarzahan yang menjadi "waktu-antara" antara waktu abadi dan waktu kesejarahan. Ketiga, pengalaman kesufian dalam wujud dan waktu kesejarahan yang hadir melalui para sufi dengan ketaatan yang sempurna kepada Allah Swt. (hlm. 28)

Salah satu teladan Ibn Arabi dalam perilaku zuhud adalah pamannya, Syaikh Yahya bin Tughan. Terkhusus untuk pamannya, Ibn Arabi mengutip sejumlah syair yang digubah untuk mengabadikan kesalehan dan teladan kemanusiaan yang telah berhasil diperolehnya.

Syair-syair itu sebagai berikut:

PKB Kab Tegal

Aku dalam ihwal—lihatlah

Aku, mujurnya diriku!—pikirkanlah

PKB Kab Tegal





Rumahku dimana saja, di atas bumi

Kuminum air segar diri





Tak ada padaku: orang tua,

atau anak—pun keluarga





Lengan kananku bantalku

Ketika kubalik diri, lengan kiriku





Pernah kucicipi kenikmatan—dulu

Setelah renungku, semua hanya khayak semu (hlm. 178)





Buku ini juga menjelaskan pengaruh Ibn Arabi di belahan dunia Islam di Barat dan juga pengaruhnya di Indonesia. selebihnya selamat menikmati.

Data buku?

Judul: Biografi Ibn Arabi

Penulis: Muhammad Yunus Masrukhin

Penerbit: Keira Publishing

Cetakan: I, 2015

Tebal: 332 Halaman

ISBN: 978-602-1361-28-3

Peresensi: Moh. Tamimi, Mahasiswa Instika, Guluk-guluk, Sumenep program studi Pendidikan Bahasa Arab.?

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pondok Pesantren, Anti Hoax, Berita PKB Kab Tegal

Gandeng UPI, Pergunu Latih Guru Menulis Karya Ilmiah

Bandung, PKB Kab Tegal. Pimpinan Cabang Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Kabupaten Bandung, Jawa Barat bekerja sama dengan Departemen Sejarah Fakultas Pendidikan IPS Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) bandung menyelenggarakan wrokshop Pelatihan Karya Tulis Ilmiah dan Pengembangan Media Pembelajaran bagi guru-guru NU di Bandung.

Kegiatan dilaksanakan di Aula MTs YPP Darul Hikam Jalan Raya Pengalengan No.442 Banjaran Kabupaten Bandung pada Sabtu dan Ahad, (14-15/10).

Gandeng UPI, Pergunu Latih Guru Menulis Karya Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)
Gandeng UPI, Pergunu Latih Guru Menulis Karya Ilmiah (Sumber Gambar : Nu Online)

Gandeng UPI, Pergunu Latih Guru Menulis Karya Ilmiah

Kegiatan wrokshop ini diikuti oleh 120 orang guru perwakilan dari 27 kecamatan. Turut hadir dalam kegitan tersebut, Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh, Dekan Fakultas Pendidikan IPS Agus Mulyana dan Ketua Departemen Sejarah Murdiyah Winarti.

Dalam sambutannya pada pembukaan kegiatan wrokshop,, Kepala MTs YPP Darul Hikam KH Deden H Muzhofar menyambut dengan baik dan sangat antusias atas terselenggaranya kegiatan wrokshop di MTs YPP Darul Hikam.

"Selamat datang dan bertimakasih atas d beri kesempatam untuk menjadi tuan rumah dalam kegiatan wrokshop Penelitian Penulisan Karya tulis Ilmiah ini," tutur Kiai Deden.

PKB Kab Tegal

Lebih lanjut, dia berharap agar kegiatan ini senantiasa menjadi sarana bagi guru-guru untuk terus membaca dan belajar. Agar guru senantiasa kreatif dan inovatif dalam pengembangan media pembelajaran.

Sementara itu, Saepuloh menjelaskan bahwa kegiatan pelatihan ini bertujun untuk meninngkatkan kemampuan guru dalam penulisan karya tulis ilmiah dalam hal ini Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Karya tulis ilmiah ini merupakan salah satu kompenen kewajiban guru dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB).

"Kita bersama UPI, ingin melatih guru dalam penulisan karya ilmiah, dalam hal ini penelitian tindakan kelas (PTK)," tutur Saepuloh.

Lebih lanjut, Saepuloh mengatakan bahwa Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini merupakan salah satu komponen pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB)  yang sangat sulit untuk dikerjakan oleh guru.

PKB Kab Tegal

"Kegiatan ini harus ada tindak lanjutnya, dengan pedampingan pembutan PTK bagi peserta oleh team narasumber secara online," tutur Saepuloh.

Sementara itu, Agus Mulyana menjelaskan kegitan ini merupakan ptogram pengabdian departemen sejarah FPIPS UPI yang dilaksanakan kerjasama dengan Pergunu. Karena pada umumnya  guru-guru sekolah/madrasah yang tergabung dalam Pergunu jarang tersentuh pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh dinas terkait. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul Ulama, AlaNu PKB Kab Tegal

Shalat Gerhana, GP Ansor Jateng Baca Khotbah Mbah Maemun

Semarang, PKB Kab Tegal - Puluhan peserta workshop jurnalistik yang diselenggarakan oleh PW GP Ansor Jawa Tengah melakukan shalat gerhana di mushalla PWNU Jateng, Rabu (9/3) pagi. Pada kesempatan ini materi khotbah yang disampaikan kader GP Ansor Grobogan Habib diambil dari khotbah KH Maemun Zubair yang dirilis situs resmi PBNU PKB Kab Tegal.

Habib membaca khotbah gerhana dengan membuka HP android untuk menuju langsung website PKB Kab Tegal.

Shalat Gerhana, GP Ansor Jateng Baca Khotbah Mbah Maemun (Sumber Gambar : Nu Online)
Shalat Gerhana, GP Ansor Jateng Baca Khotbah Mbah Maemun (Sumber Gambar : Nu Online)

Shalat Gerhana, GP Ansor Jateng Baca Khotbah Mbah Maemun

Sedangkan yang bertindak sebagai bilal adalah Banser Magelang Lukman. Sementara? imam shalat gerhana ini adalah Ketua GP Ansor Boyolali Khoiruddin.

PKB Kab Tegal

Dari pantauan PKB Kab Tegal peserta yang mengikuti shalat gerhana sekitar 60-an. Mereka terdiri atas Ansor dan Banser se-Jawa Tengah. (Ahmad Rosyidi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal News, Olahraga PKB Kab Tegal

Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road

Sidoarjo PKB Kab Tegal. Banyak cara yang bisa dilakukan warga Nahdliyin untuk mendapatkan pahala di bulan Ramadhan khususnya pada malam Lailatul Qodar. Seperti yang dilakukan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Sidoarjo, Jawa Timur ini.

Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road (Sumber Gambar : Nu Online)
Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road (Sumber Gambar : Nu Online)

Buru Lailatul Qodar, PMII Gelar Sahur on The Road

Memasuki 10 hari terakhir Ramadhan, PC PMII Sidoarjo membagikan 1000 bungkus nasi kepada warga Sidoarjo yang hendak menyantap sahur. Mereka menyusuri sepanjang jalan Sidoarjo mulai dari depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sidoarjo menuju pasar Larangan hingga berhenti di kantor PCNU Sidoarjo, jalan Airlangga Sidoarjo, Jawa Timur.

"Pada sahur on the road ini, kami membagikan 1000 bungkus nasi sebagai simbol 10 hari terakhir Ramadhan dan memburu berkah malam 1000 bulan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menambah kecintaan kita kepada sesama sebagai bukti nilai dasar pergerakan yaitu hablum minannas," kata Ketua Umum PC PMII Sidoarjo, Muhammad Mahmuda, Selasa (28/6).

Sahur on the road yang digagas oleh PC PMII Sidoarjo ini mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat. Nampak antusias, warga yang mengetahui aktivis muda NU ini membawa bungkusan nasi, warga pun berdatangan dan berebut ingin mendapatkan nasi tersebut. Tak ayal, sampai terjadi aksi saling dorong sesama warga yang ingin mendapatkan nasi tersebut. (Moh Kholidun/Mukafi Niam)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kiai, Ulama PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), hari ini meluncurkan buku putih bertajuk “Benturan NU-PKI 1948-1965”. Buku itu merupakan respon dan klarifikasi (tabayyun) atas berbagai informasi dan propaganda yang muncul akhir-akhir ini.

Buku putih diluncurkan di kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin (9/12) siang, dihadiri antara lain Hermawan Sulistyo (LIPI-peneliti peristiwa 1965), Kiki Syahnakri (PPAD), Agus Sunyoto (Sejarawan), dan KH Miftakhul Akhyar (Rois NU Jatim).

Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI (Sumber Gambar : Nu Online)
Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI (Sumber Gambar : Nu Online)

Hari ini, PBNU Luncurkan Buku Putih NU-PKI

Menurut Panitia Peluncuran Buku Putih, Adnan Anwar, buku itu antara lain adanya dramatisasi jumlah korban PKI dalam peristiwa 1965. Dikatakannya, dari sekitar belasan atau puluhan ribu korban disebutkan berjumlah ratusan ribu, bahkan peneliti barat mengasumsikan jumlah korban menyentuh angka hingga satu juta orang.

PKB Kab Tegal

“Tim buku putih mengungkapkan adanya proses dramatisasi jumlah korban itu. Bahkan di beberapa daerah yang menjadi basis PKI, jumlah korban yang disebutkan itu lebih banyak dari jumlah penduduk yang terdata waktu itu. Ini harus diluruskan,” kata Wakil Sekretaris PBNU itu, Ahad (8/12).

Buku itu mengungkapkan bahwa rentetan peristiwa 1948 dan 1965 merupakan konflik horisontal. Korban dan pelakunya berasal dari banyak pihak. Buku itu secara khusus melampirkan korban dari kalangan NU yang hampir tidak pernah dicatat oleh para peneliti barat.

PKB Kab Tegal

Menurut Adnan, buku itu diterbitkan untuk melanjutkan proses rekonsiliasi (islah) telah terjadi secara alami, terutama di antara NU dan keluarga korban 1965.

“Jangan sampai propaganda dan provokasi yang dilakukan pihak-pihak tertentu dapat mengganggu proses terjadinya rekonsiliasi yang terjadi alami. Kita tidak bisa membiarkan ada orang luar terus mengadudomba bangsa Indonesia,” katanya.

Ditambahkan, buku itu juga ditujukan untuk kader NU. “Generasi NU yang lahir belakangan harus mengetahui sejarah secara menyeluruh agar tidak goncang dan resah dengan berbagai informasi yang beredar,” pungkasnya. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Budaya PKB Kab Tegal

Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat

Jakarta, PKB Kab Tegal - Lupa itu ada ongkosnya. Meski hal sepele, tapi akbitanya kaki Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Brebes Khulasoh lecet karena saking bergesekan dengan sepatu yang dikenakannya.

“Biasanya pakai kaus kaki, tapi kali ini lupa,” kata pensiunan PNS di Kemenag Brebes sambil meraba jari-jari kakinya di aula utama Asrama Haji Embarkasi Jakara, Pondok Gede, Jakarta Timur, pada Kamis siang (24/11).

Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)
Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat (Sumber Gambar : Nu Online)

Khulasoh Lupa Kaus Kaki di Kongres Muslimat

Kaki dalam kondisi seperti itu, tentu tidak nyaman beraktivitas di arena Kongres Muslimat ke-17 tersebut. Ibu kelahiran tahun 1947 tersebut tertatih jika berjalan.

PKB Kab Tegal

Ia tak kehabisan akal untuk melindungi kaki lecetnya.

“Mas, di luar ada yang jualan hansaplas tidak ya?” ?

PKB Kab Tegal

Tentu saja ini adalah kode bahwa ia sebetulnya ingin dibelikan benda tersebut. Di Jakarta, benda semacam itu pasti tersedia di hampir setiap warung. Saya pun menawarkan diri jadi relawan. Tanpa diskusi, langsung mencari benda tersebut. ?

Sepanjang perjalanan membeli tersebut, saya menebak, ibu tersebut pasti akan membayarnya. Dan ternyata betul. Namun saya menolaknya. Saya hanya meminta ditukar dengan kesediaan dia untuk diwawancarai. Dia mengiyakan.

“Saya diminta aktif di Muslimat pada tahun 1989 oleh almarhum KH Masyhuri Mughni dari Pesantren Benda Sirampog,” katanya.

Padahal, kata dia, waktu itu dia aktif di Fatayat sebelumnya saja tidak. Namun ia tak bisa menolaknya karena itu perintah kiai yang ditaatinya.

Bagi ibu yang pernah nyantri di Babakan Ciwaringin, Cirebon tersebut, perintah kiai Msyhuri dulu ia pahami sekarang bahwa aktif di Muslimat NU adalah karena li i’lai kalimatillah, menegakkan agama Allah.

“Saya merasakan betul-betul banyak manfaat aktif di Muslimat. Banyak barokahnya. Barokah silaturahim, barokah rezeki,” ungkapnya.

Sebagai ketua Muslimat, ia juga menjaga betul anak-anaknya agar tetap dalam barisan Nahdlatul Ulama. Caranya dengan memperkenalkan anak sedari dini melalui kegiatan, tradisi, praktik ibadah yang sesuai dengan ajaran Islam Ahlussunah wal-Jamaah an-nahdliyah.

Kongres Muslimat NU ke-17 tersebut dibuka Presiden Joko Widodo dengan tabuhan rebana disaksikan Ketua Umum PBNU, Ketua Umum Pimpinan Muslimat NU Khofifah Indar Parawansa dan ribuan pengurus dan anggota Muslimat serta tamu Undangan. Di antara tamu tersebut ada Menteri Agama RI Lukman Hakim Saifuddin, Wakil Ketua MPR RI Osman Sapta Odang, dan lain-lain. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal AlaNu, Pondok Pesantren PKB Kab Tegal

Canda Nabi dengan Sayyidina Ali

Selain sebagai utusan Allah, Nabi Muhammad juga manusia biasa, meski tak seperti manusia biasa (basyarun laysa kal basyari). Sebagai manusia, Nabi Muhammad SAW tak lepas dari perilaku umumnya manusia, termasuk bercanda, yang tak sampai merendahkan martabatnya.

"Nabi juga suka bercanda," ungkap Kiai Ahmad Muwaffiq. Kisah ini ia sampaikan dalam peringatan Isra Miraj Nabi Muhammad di Masjid Al-Fathonah, Kesatrian, Purworejo, Jumat (31/3/2017).

Merujuk dari sebuah Hadits riwayat Imam Bukhari, pendakwah NU yang kini tinggal di Jombor, Sleman, Yogyakarta tersebut mengisahkan kepada para jamaah yang hadir.

Canda Nabi dengan Sayyidina Ali (Sumber Gambar : Nu Online)
Canda Nabi dengan Sayyidina Ali (Sumber Gambar : Nu Online)

Canda Nabi dengan Sayyidina Ali

Suatu ketika, Nabi dan Sahabat berbuka puasa. Salah satu menu yang tersaji adalah kurma. Merekapun menikmatinya, dan meletakkan sampah berupa biji kurma di depan masing-masing.

Merasa biji yang ada didepannya terlalu banyak, keisengan Sayyidina Ali pun muncul. Ia kemudian memindahkan biji-biji itu ke hadapan Nabi, mencampurkan dengan biji sisanya, kemudian berseloroh,

PKB Kab Tegal

"Apa engkau begitu lapar, wahai Nabi, sehingga begitu banyak kurma yang engkau habiskan," kata Sayyidina Ali, sambil melihat tumpukan biji kurma di depan Nabi.

Mendengar keisengan ini, Nabi pun tak marah, spaneng, apalagi mencaci maki Sayyidina Ali. Dengan cerdas, beliau membalas keisengan tersebut.

"Bukannya kau yang justru terlalu lapar, wahai Ali. Lihat di depanmu, tak hanya kurmanya yang engkau makan, tetapi juga sekaligus biji-bijinya," balas Nabi, seperti ditirukan Kiai Muwaffiq. Hadirin pun tertawa: Geerrr!!! (Ahmad Naufa)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pemurnian Aqidah, IMNU PKB Kab Tegal