Selasa, 28 November 2017

Tes Penerimaan Mahasiswa Baru UNU NTB Masuk Gelombang Kedua

Mataram, PKB Kab Tegal. Unversitas Nahdlatul Ulama (UNU) Nusa Tenggara Barat menggelar tes gelombang kedua Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) di kampus utama jalan Pendidikan nomor 6 Kota Mataram Rabu (12/8). Sebanyak seratus lebih calon mahasiswa tampak mengerjakan soal yang diujikan di lokasi seleksi.

Tes Penerimaan Mahasiswa Baru UNU NTB Masuk Gelombang Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)
Tes Penerimaan Mahasiswa Baru UNU NTB Masuk Gelombang Kedua (Sumber Gambar : Nu Online)

Tes Penerimaan Mahasiswa Baru UNU NTB Masuk Gelombang Kedua

"Jumlah peserta yang ikut tes sebanyak 133 orang dari semua jurusan yang tersedia," kata Wakil Ketua Panitia Pelaksana Jamiluddin.

Materi yang diujikan, kata jamil, hanya tes tulis yang ? meliputi materi Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, IPA, IPS, dan Pendidikan Agama.

PKB Kab Tegal

"Dari keseluruhan yang mengikuti tes PMB ini yang paling diminati adalah jurusan Farmasi Kesehatan. Selebihnya terbagi pada 10 prodi yang tersedia," katanya.

PKB Kab Tegal

Gelombang kedua ini merupakan gelombang terakhir. Pihak penyelenggara tidak membuka gelombang tes penerimaan selanjutnya.

“Karena, tanggal 26-28 Agustus sudah mulai ospek. Per 1 September nanti proses perkuliahan sudah dimulai,” terangnya. (Hadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kyai PKB Kab Tegal

Iqra’ dan Dimensi Masyarakat Digital

Oleh Ahmad Yahya

Manusia dititahkan oleh Allah swt sebagai khalifah dimuka bumi ini dengan diberi potensi akal pikiran. Manusia dituntut untuk berlomba-lomba mengembangkan potensi dirinya dan mengangtualisasikannya secara nyata dalam kehidupan sosial. Oleh sebab itu manusia akan dimintai pertanggung jawaban atas semua usaha yang pernah dilakukannya dihadapan sang khaliq. 

Membaca adalah perintah Allah swt yang pertama kepada Nabi Muhammad saw, menurut bahasa Al-Quran berasal dari kata qara’ yang artinya membaca, atau bacaan, sehingga Al-Quran adalah kalam Allah swt yang diturunkan dengan kewajiban membacanya bagi hamba-hamba-Nya. Dan ini dikuatkan dengan perintah Allah swt yang diturunkan yaitu surah Al ‘Alaq ayat 1-5: 

Iqra’ dan Dimensi Masyarakat Digital (Sumber Gambar : Nu Online)
Iqra’ dan Dimensi Masyarakat Digital (Sumber Gambar : Nu Online)

Iqra’ dan Dimensi Masyarakat Digital

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al ‘Alaq :1-5)

Ayat di atas menunjukkan bagaimana Allah swt telah mengutamakan kewajiban membaca bagi hamba-hamba-Nya. Karena dengan membaca setiap manusia dapat memahami, mempelajari serta menghayati sesuatu yang tidak diketahuinya. 

PKB Kab Tegal

Perintah membaca merupakan sesuatu yang paling berharga yang pernah dan dapat diberikan kepada ummat manusia.

Membaca juga sebagai perwujudan pelaksanaan perintah Allah swt, kaum muslimin dapat meningkatkan ilmu pengetahuan sehingga dengannya Allah swt akan meninggikannya beberapa derajat. Allah swt juga telah memerintahkan manusia untuk memperhatikan ciptaan Allah swt dan mempelajarinya hingga bermanfaat bagi kehidupan di dunia.

Tantangan iqra dalam masyarakat digital

Keberadaan internet dalam masyarakat digital saat ini tentunya sangat mempengaruhi pola pikir dan pola tata masyarakat dalam menentukan masa depannya untuk berkembang secara individu maupun kelompok. Semua sisi kehidupan sudah bergantung dengan teknologi digital, terutama wujud nyata adanya internet. Jadi, kalau disikapi secara arif dan bijaksana bahwa budaya kita saat ini tengah berkembang.

PKB Kab Tegal

Kehadiran alat-alat digital tersebut tentunya sangat membantu untuk meningkkan minat baca, dan minat mencari segala informasi yang dibutuhkan, karena semua informasi mudah di akses melalui media-media online, postingan facebook, instagram, cuitan di twitter maupun segala bentuk media-media yang menggelar segala informasi dan ilmu pengetahuan yang bersifat digital. Sehingga masyarakat kita hari ini bisa dikata adalah masyarakat digital yang tergantung dengan hal-hal tersebut.

Hal ini juga memberikan efisiensi dan kecepatan masyarakat dalam menerima sumber informasi dan pengetahuan secara luas. Mereka tanpa perlu repot-repot membeli koran, majalah, buku, bahkan menyempatkan membaca di perpustakaan.    

Kadang hal ini menjadi dua sisi mata pedang yang perlu dipikirkan dan di kaji ulang dengan akal sehat dan nalar waras. Salah satu sisi era digital memberikan informasi dan ilmu pengetahuan secara cepat dan memudahkan, disalah satu sisi menggiring ke arah yang negatif, menyesatkan dan sulit sekali dipertanggung jawabkan. Kemudian yang muncul adalah ancaman menggrogoti tata kehidupan berbangsa dan bernegara yang damai ini.

Segala sumber informasi ditelan secara mentah-mentah tanpa dasar etika dan akhlak yang luhur. Arus deras Informasi selalu menggelinding secara liar tanpa arah. Ancaman terberatnya adalah fitnah dengan mudah berkembang disegala lini kehidupan masyarakat yang bersumber dari tekhnologi informasi yang berkembang saat ini. Jika sekadar membaca, barangkali sebagian besar dari kita banyak membaca tulisan-tulisan yang melimpah di dunia maya. Namun jika kita bicara membaca buku?

Minimnya jumlah buku yang dibaca orang Indonesia tidak lain karena kurangnya buku dan mahalnya harga buku yang terbit di negeri ini. Jangkauan membaca buku hanya golongan kelas menengah ke atas. Sedangkan golongan kelas bawah beranggapan bahwa buku bukan konsumsi pokok kelas bawah. Yang terpenting adalah segala kebutuhan keluarga tercukupi tiap harinya. Ini menjadi dasar bahwa pendidikan adalah hal yang utama, dan pendidikan menjadikan kemakmuran untuk seluruh lapisan masyarakat, bukan justru memiskinkan.

Ada beberapa hal yang harus diupayakan untuk meningkatkan minat baca masyarakat di era digital saat ini. Pertama, kampanye gerakan membaca yang di canangkan pemerintah harus di dorong dengan tindakan nyata, tidak hanya slogan dan simbol belaka yang usang dimakan waktu. Kedua, menumbuhkan perpustakaan diberbagai daerah dengan berbagai macam dan beragam cara. Ketiga, Memperbanyak sumber referensi buku yang akan dibaca oleh masyarakat. Keempat, memberikan akses sebesar-besarnya untuk masyarakat dalam memperoleh sumber ilmu pengetahuan lewat membaca.

 

Memang mengubah budaya sadar membaca itu sangat sulit, tetapi setidaknya niat baik ini harus terus disuarakan. Membaca itu keterampilan yang harus dilatih, seperti lari maraton, semakin sering berlatih, semakin kuat, semakin suka, daya tahan semakin maksimal. Sehingga pengetahuan yang kita peroleh dari membaca menjadi alat bagi kita untuk berdaya dan mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara. Selamat membaca. Wallahu a’lam.

Penulis adalah Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan dan Sosial Masyarakat IMAN Institute, Tinggal di Kota Semarang.

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal News, Berita PKB Kab Tegal

Kader Muda NU di Sidoarjo Gelar Festival Hadrah Al-Banjari

Sidoarjo, PKB Kab Tegal. Remaja Masjid Agung Purboyo Suwaluh, Balongbendo, Sidoarjo, bekerja sama dengan IPNU-IPPNU ranting Suwaluh menggelar festival Al-Banjari se-Kabupaten Sidoarjo yang digelar di masjid setempat, Sabtu (28/1) lalu.

Kader Muda NU di Sidoarjo Gelar Festival Hadrah Al-Banjari (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Muda NU di Sidoarjo Gelar Festival Hadrah Al-Banjari (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Muda NU di Sidoarjo Gelar Festival Hadrah Al-Banjari

Festival Hadrah Al-Banjari se-Kabupaten Sidoarjo ini dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, peringatan "Haul Mbah Purboyo", serta upaya mensyiarkan agama Islam. Pasalnya, disekitar lokasi tersebut diduga terdapat aliran intoleran.

Ketua panitia, M Khoirul Maarif, menjelaskan bahwa, acara festival Hadrah Al-Banjari ini merupakan acara rutin yang digelar setiap tahunnya. Tahun ini, mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya.

"Peserta Hadrah Al-Banjari tahun lalu sekitar 30 grup. Sekarang pesertanya berjumlah 50 grup. Tidak ada batasan umur. Satu grup membawakan dua lagu, lagu pertama wajib dan satunya lagu bebas. Kegiatan ini untuk mensyiarkan agama Islam dan Maulid Nabi," jelasnya.

Sementara itu Kepala Desa Suwaluh Balongbendo, Sidoarjo, M Heru Sulton, menceritakan bahwa Mbah Purboyo termasuk pendiri masjid agung Purboyo, dan semasa hidupnya Mbah Purboyo ikut andil dalam perang Padri, mensyiarkan agama Islam dan termasuk prajurit Pangerang Diponegoro.

PKB Kab Tegal

Meski namanya tidak tercatat dalam agenda besar negara, namun warga sekitar sangat menghargai dan mengapresiasi perjuangan mbah Purboyo. Pasalnya, mbah Purboyo pasa massa itu, turut serta dalam mensyiarkan agama Islam dan salah satu santri Pangeran Diponegoro.

"Mbah Purboyo sebagai santri Pangeran Diponegoro dan prajurit Pangeran Diponegoro yang hijrah dalam perang Padri dan mengembangkan Islam di Purboyo. Masyarakat Nahdliyin serta takmir masjid disini kemudian menikdaklanjutinya dengan mengadakan haul dan pengajian umum untuk mengenang jasa beliau," ujarnya. (Moh Kholidun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Nahdlatul, AlaSantri PKB Kab Tegal

GP Ansor Jombang Ajak Pemuda Setempat Bershalawat

Jombang, PKB Kab Tegal. Dalam rangka menyambut momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dan Haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Pimpinan Cabang (PC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Jombang mengajak pemuda dan warga masyarakat setempat untuk bershalawat secara bersma-sama selama dua hari di Terminal Parkir Makam Gus Dur, Senin-Selasa (7-8/12/2015).

Pembacaan shalawat dikemas dengan festival penampilan dari beberapa kesenian hadrah dan banjari yang ada di Kabupten Jombang. Kurang lebih dari 21 Grup Al Banjari se Kabupaten Jombang yang mewakili dari masing-masing kecamatan hadir mengikuti kegiatan ini hingga rampung. Sebelumnya, mereka membaca tahlil dan doa bersama ditujukan kepada Almarhum KH Abdurrahman Wahid dan para pendiri Jam’iyah Nahdhatul Ulama (NU) di seluruh Indonesia.?

GP Ansor Jombang Ajak Pemuda Setempat Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jombang Ajak Pemuda Setempat Bershalawat (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jombang Ajak Pemuda Setempat Bershalawat

H Zulfikar Damam Ikhwanto, Ketua PC GP Ansor Jombang mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Ikatan Seni Hadrah Indonesia (Ishari) dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang dalam menyukseskan agenda tersebut. “Atas kerjasama antara PC GP Ansor, Ishari dan Pemkab Jombang, kegiatan ini sesuai dengan harapan bersama,” katanya, Selasa (8/12).

PKB Kab Tegal

Selain itu Gus Antok sapaan akrabnya mengungkapkan keinginannya menjadikan kesenian hadrah ini sebagai daya tarik bagi generasi muda di Jombang untuk hadir dan kemudian memiliki kemauan kuat untuk berkhidmat di Ansor NU, juga sebagai media dakwah kepada masyarakat, khususnya para orang tua.?

“Kepada para pemuda Jombang supaya lebih tertarik untuk berkhidmat di Ansor melalui media seni hadrah dan banjari tersebut. Anak-anak muda sebaiknya bergabung dalam organisasi Ansor dimana ? memiliki kegiatan yang positif guna menjawab keresahan dan persoalan generasi muda saat ini, seperti pergaulan bebas dan narkoba,” ungkapnya.?

PKB Kab Tegal

Kehadiran para anak-anak muda yang tergabung dalam grup al banjari ini, kata dia akan menjadi jejaring sosial yang sangat baik guna proses kaderisasi dan regenerasi Ansor NU. Setiap majelis Dzikir dan Shalawat Rijalul Ansor, dapat bersinergi dengan Ishari menggunakan seni hadrah atau al banjari. Hal ini untuk menyemarakkan majelis ilmu sekaligus sholawat dan menimbulkan daya tarik di masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam perkembangannya, lanjut Gus Antok, setidaknya sudah ada 4 Pengurus Anak Cabang (PAC) dalam kegiatan Majelis Dzikir dan Sholawat Rijalul Ansor selalu bergandengan dengan Ishari setempat. “Semoga ini menjadi sinergi yang bermanfaat dan bermartabat untuk NU di tengah masyarakat yang kepedulian dan kebanggaan ? terhadap organisasi NU semakin luntur,” tandasnya.

Terahir Gus Antok menuturkan, sebagai bentuk motivasi kepada para penampil seni banjari dan hadrah, pihaknya memberikan penghargaan kepada 3 Grup terbaik dan 3 Grup harapan. Penghargaan berupa berupa piala dan uang pembinaan. Grup terbaik masing-masing mendapat uang pembinaan Rp 2 Juta, dan Grup Harapan masing-masing mendapat Rp 1,5 Juta. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh, Sejarah PKB Kab Tegal

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Bisa dihitung jari anak muda yang menggemari seni budaya, khususnya wayang. Satu di antaranya adalah Dandy Asghor Dawudi, mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FIP Universitas Hasyim Asy’ari (Unhasy) Tebuireng. Selain berselera melahap buku-buku pewayangan, Dandy –sapaan akrabnya, juga memiliki keahlian membuat wayang.

Ketertarikan Dandy terhadap wayang sejak tahun 2014 lalu ketika dia masih duduk di bangku STM (Sekolah Teknik Menengah). Dan jauh sebelum itu, pemuda kelahiran 24 Juni 1998 itu pernah menjadi anggota seni rakyat jaranan Raden Anom Dusun Bumiarjo Desa Gudo Jombang selama dua tahun.?

Dandy mulai gemar membaca referensi buku-buku budaya Jawa dan sejenisnya hingga ia menemukan ketertarikan pada pewayangan. Wayang, menurut Dandy merupakan simbol-simbol budaya yang sastrawi dan sarat dengan nilai-nilai filosofis.

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)
Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang (Sumber Gambar : Nu Online)

Belajar Filosofi Agama hingga Politik lewat Wayang

Wayang sendiri, ungkapnya, adalah ajaran. “Mulai dari agama, politik semua ada di wayang. Tata negara sampai tasawuf itu ada di wayang. Wayang itu cermin kehidupan, kehidupan kompleks ada di wayang.”

Dandy melanjutkan, dalam wayang semua itu menyatu. Sekarang ini ketika bicara tentang politik dipisahkan dengan nilai ketuhanan atau tanpa menyentuh Tuhan. Kalau dalam pewayangan ada Satrio pinandito sinisian wahyu. Maksudnya, seseorang berjuang (berpolitik) tidak karena kepentingan tertentu, tapi menjalankan tugas sebagai kholifah. Setiap langkahnya ada pertimbangan dengan Dewa (Tuhan). Ada keseimbangan spiritual dunia dan akhirat.

“Kalau sekarang ini urusan politik ya untuk macul (demi kepentingan atau keuntungan, red) saja. Demi kekuasaan dan kepentingan belaka. Urusan dunia dan akhirat dipisahkan,” selorohnya.

PKB Kab Tegal

Wayang juga, lanjut laki-laki bermata sipit ini, menjadi refleksi dalam kehidupan. Wayang sebenarnya simbol-simbol. Misalnya Arjuna itu simbol asmara. Arjuna kalau membunuh musuhnya, tidak pernah menusuk musuhnya. Butho melawan Arjuna pasti butho mati tertusuk kerisnya sendiri. Arjuna melawan angkara murka itu dengan cinta. “Sayangnya, sekarang wayang dianggap sekadar cerita, remeh dan tidak relevan dengan kehidupan sekarang ini,” tuturnya.

Wayang juga membawa Dandy memahami kearifan Wali Songo dalam membawa ajaran Islam di tanah Jawa, “Kata orang Jawa, Islam masuk ke Jawa itu artinya orang Jawa pulang pada dirinya sendiri. Orang Jawa sebelum masuknya Hindu dan Budha, sudah menemukan Tuhannya sendiri, bahwa alam semesta itu ada yang menciptakan, dan mereka memeluk kepercayaan Kapitayan. Wali Songo masuknya lewat aliran kepercayaan tersebut. Jadi, istilahnya bukan shalat, tapi sembahyang, itu adalah sembah hyang atau menyembah Tuhan. Tempat ibadah orang Jawa namanya sanggar pamujan, menjadi langgar, langgar yang kuno pasti ada bulatan kosong. Itu warisan dari Kapitayan,“ papar Dandy.

Sayangnya, sesal Dandy, saat ini budaya, termasuk wayang, fungsinya lebih banyak untuk kepentingan komersial. “Kalau di Jawa itu, ada keris, ada pedang, ada pacul. Keris itu integritas, inti ajaran, inti, watak, karakter. Kalau pedang itu kekuasaan dan politik. Kalau pacul itu alat mencari uang. Akan tetapi, saat ini keris juga difungsikan sebagai pacul, segala sesuatu dikomersilkan,” ungkapnya.

PKB Kab Tegal

Selain mendalami pewayangan, Dandy juga memiliki keahlian membuat wayang. Keahliannya itu bermula ketika dia melihat salah satu tayangan di TV di mana ada salah seorang perajin wayang yang memanfaatkan kertas duplek untuk membuat wayang. Kertas duplek itu pengganti kulit yang tentu saja mahal harganya. Dandy yang tertarik wayang mulai mengikuti jejak dengan mulai menggambar atau membuat sketsanya. Tidak mudah membuat sketsa wayang, “Ngepaskan pas ndingkluknya (nunduknya, red) agak susah. Dan ketika membuat biasanya butuh ketenangan batin. Awalnya memang tidak bisa, mblendot-mblendot, lama-kelamaan menjadi bagus,” akunya.

Untuk bahan membuat wayang, Dandy membutuhkan kertas duplek, lem, tatak untuk nyungging yang terbuat dari paku dudur yang direnda. “Selama ini yang paling susah nyeketsanya,” katanya. Proses awalnya, kertas duplek disket dulu, lalu disatukan, trus disungging, dicari gapit, tangan dikasih sendi-sendi, kemudian jadi. “Kadang prosesnya butuh dua jam selesai, kadang bisa berhari-hari kalau lagi tidak tenang,” selorohnya sambil tertawa.

Dandy selama ini membuat wayang secara otodidak karena tidak ada komunitas yang bisa diikuti di Gudo. Sampai sekarang Dandy sudah membuat sekitar 20 wayang plus 3 gunungan. Dengan tokoh yang berbeda-beda, seperti Semar, Arjuna, Bratasena, Dewa Amral, Gatutkaca,dan lain sebagainya. (Robiah/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Humor Islam PKB Kab Tegal

Senin, 27 November 2017

Menko Rizal Ramli: Gus Dur Penggagas Poros Maritim

Jombang, PKB Kab Tegal. Universitas Hasyim Asyari Pesantren Tebuireng Jombang, Ahad (8/11) kembali mewisuda 356 mahasiswanya. Wisuda yang digelar di halaman gedung kampus anyar itu cukup istimewa karena dihadiri Menko Maritim, Dr Rizal Ramli.

Menko Rizal yang dikenal sebagai orang dekat Gus Dur ini sempat melakukan ziarah ke Makam Presiden KH Abdurrahman Wahid. Rizal mengatakan, Gus Durlah yang mengusulkan soal poros atau kawasan maritim. "Gus Dur mempunyai obsesi besar terhadap dunia maritim Indonesia. Saya sangat bangga, dan terharu, beliau Gus Dur makamnya sangat sederhana," ujarnya mengawali pidatonya.

Menko Rizal Ramli: Gus Dur Penggagas Poros Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)
Menko Rizal Ramli: Gus Dur Penggagas Poros Maritim (Sumber Gambar : Nu Online)

Menko Rizal Ramli: Gus Dur Penggagas Poros Maritim

Dalam pidatonya sekitar 30 menit itu, Menko Rizal di hadapan ratusan Wisudawan juga mengingatkan alumni Unihasy yang dimiliki pesantren Tebuireng ini untuk tidak membela kepentingan asing jika menjadi pejabat nantinya. "Tidak boleh lagi bangsa kita diakali bangsa asing. Tidak boleh lagi ada pejabat membela kepentingan asing. Kita harus membela kepentingan rakyat dan kepentingan nasional kita," ujarnya mengingatkan.

PKB Kab Tegal

Menko Rizal menyatakan pihaknya yakin, alumni dan civitas akademik Unhasy mempunyahi keinginan yang sama dengan dirinya yakni agar kekayaaan alam Indonesia betul betul digunakan untuk sebesar2nya bangsa kita sesuai pasal 33 UUD 45.

PKB Kab Tegal

"Karena kita ingin Indonesia lebih hebat, lebih sejahtera untuk anak cucu kita mendatang. Supaya kita bangga sebagai bangsa Indonesia," imbuhnya seraya mengingatkan sejarah maklumat Resolusi Jihad KH Hasyim Asyari, pemuda-pemudi berjuang melawan belanda bangsa 10 November, sehingga banyak tokoh ulama yang gugur. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Warta PKB Kab Tegal

JK: Pengusung Gerakan Radikalisme Jual Surga di Bawah Harga Pasar

Jakarta, PKB Kab Tegal. Wakil Presiden HM Jusuf Kalla menyebut aktivis propaganda gerakan radikalisme memberikan harga yang sangat murah untuk tiket masuk surga. Mereka mengira surga bisa diraih begitu mudah hanya dengan meledakkan bom bunuh diri di keramaian atau memerangi siapa yang berbeda pandangan menurut mereka.

JK: Pengusung Gerakan Radikalisme Jual Surga di Bawah Harga Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)
JK: Pengusung Gerakan Radikalisme Jual Surga di Bawah Harga Pasar (Sumber Gambar : Nu Online)

JK: Pengusung Gerakan Radikalisme Jual Surga di Bawah Harga Pasar

“Itu sama saja mengobral surga, dengan mengiming-imingi sesorang untuk berkenan meledakkan bom bunuh diri,” demikian JK menegaskan pada pembukaan Munas-Konbes NU 2014 di Gedung PBNU yang dihadiri ratusan warga NU, Sabtu (1/11) pagi.

Menurut JK yang kini diamanahkan sebagai anggota Mustasyar PBNU, kebahagiaan di akhirat berbanding lurus dengan kebahagiaan di dunia. Artinya, untuk mendapatkan kebahagiaan di akhirat, seorang muslim harus berjuang menciptakan kemaslahatan, kesejahteraan, dan keadilan di dunia.

PKB Kab Tegal

JK berterima kasih kepada segenap warga NU yang turut menciptakan suasana aman dan kondusif pasca pilleg dan pilpres kemarin yang sempat menegangkan.

“Alhamdulillah para kiai NU konsisten menjaga dan menciptakan suasana damai di tengah perbedaan suku, agama, keyakinan, ideologi, golongan yang membentuk NKRI sebagai negara besar,” kata JK yang sejak kecil dibawa ayahnya melihat gerakan NU di Sulsel.

PKB Kab Tegal

Konsistensi para kiai NU lagi-lagi ditunjukkan pada forum Munas-Konbes NU 2014 ini. Sidang Komisi Rekomendasi Munas-Konbes NU membahas antara lain istilah-istilah keagamaan yang kerap kali menimbulkan kesalahpahaman dan memicu tindak kejahatan radikal.

Istilah-istilah yang dimaksud di antaranya “penegakan syari’ah”, “kewajiban berjihad”, perlawanan kepada thagut”, dan “kebangkitan lagi kejayaan khilafah”. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Budaya, Meme Islam PKB Kab Tegal