Senin, 09 Januari 2017

Pasang Tanda Masjid NU

Yogyakarta, PKB Kab Tegal. Beberapa waktu lalu PWNU DIY mengumumkan bahwa NU setempat telah kehilangan 26 masjid. Sekarang, mungkin lebih dari itu.

Bukan hanya fisiknya saja yang hilang, non-fisiknya juga iya. Misalnya, doa qunut, puji-pujian, dan membaca bismillah sudah tidak ada lagi. Ini harusnya menjadi keprihatinan bersama bagi kita semua.

Pasang Tanda Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasang Tanda Masjid NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasang Tanda Masjid NU

Demikian diungkapkan oleh Kiai Hasyim Turmudzi, pengasuh pondok pesantren Al-Ikhlas, Jogokaryan dalam diskusi tentang pemakmuran masjid di desa Tlogo, Kebon Agung, Imogiri, Rabu malam(8/5)

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan itu juga, ia juga membeberkan cara jitu dalam menangkal orang-orang yang ingin merebut masjid NU.

PKB Kab Tegal

“Ada cara jitu menangkal orang-orang atau kelompok tertentu yang ingin merebut masjid NU. Kasih plang atau tanda Masjid NU, jadi identitasnya jelas. Pasti mereka akan takut. Hal ini sudah terbukti ketika saya dulu studi banding di daerah Kendal sana,” ungkapnya.

Prio, takmir masjid Nurul Yakin yang juga berasal dari Kendal mengamini apa yang diutarakan Kiai Hasyim. Ia bercerita, di daerahnya memang warga sangat fanatik sekali dan kuat Aswajanya. 

“Disana memang sangat keras dalam hal melawan kelompok-kelompok atau mereka yang tidak sepaham dengan Aswaja,” ungkap Prio sembari mengungkapkan rencana pemasangan plang masjid Nu di daerahnya. 

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam bertempat di Masjid Nurul Yakin, desa Tlogo, Kebon Agung, Imogiri, tersebut, merupakan hasil kerja sama antara P3M dan PCNU Bantul. 

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Rokhim Bangkit

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Daerah, AlaNu, Nusantara PKB Kab Tegal

Pesantren Darul Huda Juara Liga Santri Nusantara 2017

Bandung, PKB Kab Tegal 



Pondok Pesantren Darul Huda Ponorogo, akhirnya keluar sebagai juara Liga Santri Nusantara (LSN) 2017 setelah mengalahkan Pondok Pesantren Darul Hikmah Cirebon pada partai grand final di Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Ahad malam (29/10). 

Sejak mula pertandingan, Darul Huda langsung menekan Darul Hikam. Serangan itu membuahkan gol pada menit ke-12 melalui tendangan nomor punggung 15, Ferry. Skor 1-0 untuk Darul Huda. Hingga peluit babak kedua dibunyikan, skor tidak berubah. 

Pesantren Darul Huda Juara Liga Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Darul Huda Juara Liga Santri Nusantara 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Darul Huda Juara Liga Santri Nusantara 2017

Atas keberhasilan tersebut, Darul Huda mendapatkan piala bergilir Liga Santri Nusantara dan hadiah uang senilai Rp 100 juta. Menpora Imam Nahrawi menyerahkan piala itu setelah mengalungkan medali kepada tim juara.

Sementara itu, Darul Hikmah, sebagai juara dua, meraih hadiah uang senilai Rp 75 juta plus trofi. (Abdullah Alawi)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax PKB Kab Tegal

Sabtu, 07 Januari 2017

Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan

Jombang, PKB Kab Tegal. Seakan sudah menjadi kebiasaan setiap gelaran konferensi cabang (Konfercab) NU, tak sedikit orang membincangkan terkait siapa ketua dan rais yang layak menakhkodai pucuk pimpinan NU selanjutnya. Bahasan yang berkutat soal pemilihan ini sebetulnya sudah menghilangkan makna Konfercab NU yang semestinya.

Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan (Sumber Gambar : Nu Online)
Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan (Sumber Gambar : Nu Online)

Dikritik, Tiap Konfercab yang Diributkan Masih Berkutat soal Pemilihan

Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Jombang H Muslimin Abdilla mengungkapkan, dengan merujuk pada ART NU, bahwa Konfercab adalah assembly (forum permusyawaratan) tertinggi di tingkat cabang. Sebagaimana dalam ART pasal 79 Konferensi Cabang membicarakan dan menetapkan lima hal penting.?

"Pertama soal laporan pertanggungjawaban PCNU, kedua pokok-pokok program tahunan, ketiga hukum dan masalah keagamaan dan kemasyarakatan, keempat rekomendasi organisasi, dan selanjutnya memilih rais melalui Ahwa dan memilih ketua," katanya, Sabtu (22/4).

Ia tak menampik, isu yang sedang gencar di permukaan menjelang gelaran Konfercab NU di Kota Santri ini adalah soal pemilihan yang sebenarnya hanya menjadi salah satu bahasan Konfercab dari poin penting lainnya.?

PKB Kab Tegal

"Pemilihan rais dan ketua, sampai saat ini masih menjadi pembicaraan yang paling menonjol, padahal pemilihan hanyalah salah satu dari lima pembahasan dalam Konfercab," tambah pria berkacamata ini.

Dari bahasan tunggal itu, tambah dia, sampai saat ini, peserta Konfercab belum menjadikan materi pokok-pokok program, rekomendasi dan pembahasan hukum dan masalah keagamaan, sebagai bahasan yang lebih penting daripada bahasan tentang pemilihan ketua atau rais," tuturnya.

PKB Kab Tegal

Pada kondisi yang setagnan ini, lanjutnya, menandakan bahwa organisasi NU masih tergantung kepada individu yang dipilih sebagai rais atau ketua, belum menjadi organisasi yang tergantung dengan program.

"Kalau begini terus, maka program akan tergantung dengan siapa yang menjadi ketua atau rais, bukan ketua atau rais yang harus tergantung dengan program yang diputuskan dalam Konfercab. Sehingga tidak banyak memperhatikan keputusan Konfercab tentang program," paparnya.

Semestinya menurut pria yang kerab disapa Cak Muslimin ini siapapun ketua atau rais harus menjalankan program yang diputuskan dalam Konfercab. Tidak boleh sama sekali keluar dari program yang diputuskan dalam Konfercab.?

"Karena itu, menjadi ketua atau rais adalah beban yang berat, karena harus menjalankan program yang dimanahkan oleh Konfercab," tutupnya. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba, Tokoh PKB Kab Tegal

Jumat, 06 Januari 2017

Wapres Singgung Pentingnya Peran Kepemimpinan untuk Atasi Radikalisme

Jakarta, PKB Kab Tegal

Pembukaan International Summit of The Moderate Islamic Leaders (Isomil) ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wakil Presiden RI Jusuf Kalla di Ruang Cenderawasih, Jakarta Convention Center, (Senin (09/05) pagi. Dalam kesempatan tersebut, ia menyinggung pentingnya peran kepemimpinan sebuah negara untuk mengatasi masalah radikalisme dan terorisme.?

Wapres, dalam sambutanya menyampaikan sangat berbahagia dengan terselenggaranya Isomil. ? “Kita percaya bahwa perwakilan yang ada di sini ingin mencerahkan masa depan,” kata Wapres.

Wapres Singgung Pentingnya Peran Kepemimpinan untuk Atasi Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)
Wapres Singgung Pentingnya Peran Kepemimpinan untuk Atasi Radikalisme (Sumber Gambar : Nu Online)

Wapres Singgung Pentingnya Peran Kepemimpinan untuk Atasi Radikalisme

Ia mengatakan penduduk Islam di dunia sebanyak 1, 6 milyar orang. Itu berarti 22 persen dari keseluruhan penduduk dunia. Juga ada 57 negara di dunia yang mayoritas warganya beragama Islam, diantaranya tersebar di Asia dan Afrika.

Menurut Wapres, negara-negara Islam di dunia memiliki dua per tiga sumber daya minyak. Ini sebagaui gambaran bagaimana Islam puya peran penting. “Di ? mana ada suara adzan ada kekayaan,” seloroh Wapres disambut tepuk tangan hadirin.

PKB Kab Tegal

Wapres melanjutkan penyelenggaraan konferensi (Isomil) adalah hal yang mudah. Tetapi pelaksanaan perdamaian dunia tidak semudah dalam konferensi. Untuk itu membutuhkan persatuan dan kekuatan bersama.?

PKB Kab Tegal

Isomil akan membicarakan salah satunya bagaimana mengatasi terorisme global. Seluruh perwakian negara yang hadir menginginkan Islam yang moderat, yaitu yang rahmatan lil alamin untuk kebaikan dan persatuan, yang merupakan cita-cita bersama.

Indonesia bersyukur karena pendudukannya mencapai 90 persen yang beragama Islam, dan menjalankan ajaran Islam dengan baik. Islam di Indonesia banyak sisi perbedaan, pemeluknya terdiri dari beragam budaya, juga pelaksanaan agama berbeda-beda dalam hal-hal kecil. Perbedaan tersebut menjadi kekuatan bukan alasan perpecahan. Dan itu akan terwujud dengan saling menghargai.

Tahun-tahun ini dunia diliputi kesedihan, tutur Wapres. Ada pengebomam dan berbagai konflik yang itu semua terjadi di negara Islam. Hak ini menjadi bagian yang harus diselesaikan.?

Konflik-konflik dan terorisme yang terjadi menimbulkan Islamfobia, dan pendiskreditan terhadap Islam. Radikalisme dan terorisme pernah terjadi di masa lalu. Misalnya sejarah Kaum Khawarij yang membunuh pemimpinnya.?

“Tapi kita tidak menginginkan sejarah itu menjadi kenyatan pada saat ini,” harap Wapres.

Radikalisme dan terorisme banyak terjadi di negara Islam, seperti Irak dan Afganistan. Itu karena kegagalan pemimpin mereka, ditandai dengan tidak dihargainya pemimpin oleh rakyatnya.?

Tetapi, yang sangat bahaya adalah radikalisme ke negara lain dengan alasan demokrasi. Radikalisme sesungguhnya bukan dengan landasan Islam yang baik. Aksi bunuh diri yang dilakukan di Perancis beberapa waktu lalu, itu dilakukan oleh anak muda yang tidak kenal agama.?

Alasan terorisme juga bukan karena politik atau ekonomi, karena pelaku pengebomam misalanya meninggal dunia setelah melakukan aksi. Yang dicari oleh pelaku teror adalah surga. Ini jelas hal yang salah. Tugas utama adalah meluruskan itu. Alim ulama moderat hadir dengan satu tujuan itu, harus menjawab dan menyelesaikan itu.

Indonesia menjadi contoh negara yang saling menghormati dan dapat menjalin keharmonisan. Tidak ada radikalimse dari negara yang baik.?

Wapres berharap aksi terorisme dan radikalisme menjadi pembelajaran bersama. Adalah tidak mungkin menyatukan pemahaman yang berbeda itu, tapi bagaimana perbedaan menjadi rahmat.?

“Atas niat yang baik itulah kita hadir di sini. Oleh karena itu saya sampaikan penghargaan,” pungkas Wapres.

Dalam pembukaan Isomil hadir pula Mantan Presiden Megawati Soekarno Putri, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Puan Maharani. (Kendi Setiawan/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nusantara PKB Kab Tegal

Muktamar Ke-33 NU Masih Dibayangi Pemadaman Listrik

Jombang, PKB Kab Tegal. Muktamar ke-33 NU yang bakal digelar di Jombang, 1-5 Agustus 2015, masih dibayangi adanya pemadaman listrik. Pasalnya, hampir setiap pekan listrik di kota santri ini sering mati tanpa ada pemberitahuan pasti.

Manajer Area PLN Jombang Lusiana membenarkan masih adanya gangguan sehingga listrik padam. Terkait kesiapannya menyambut perhelatan nasional Muktamar NU di Jombang mendatang, pihaknya mengaku belum bisa memastikan.

Muktamar Ke-33 NU Masih Dibayangi Pemadaman Listrik (Sumber Gambar : Nu Online)
Muktamar Ke-33 NU Masih Dibayangi Pemadaman Listrik (Sumber Gambar : Nu Online)

Muktamar Ke-33 NU Masih Dibayangi Pemadaman Listrik

"Soal itu (listrik padam) kami belum bisa menjamin, namun yang jelas kita berusaha agar saat digelarnya acara besar itu listrik tidak mati," ujarnya saat dihubungi PKB Kab Tegal, Ahad (8/2).

PKB Kab Tegal

Lusi mengakui bahwa beberapa wilayah di Jombang sempat mengalami gangguan mati listrik karena terdapat gangguan kabel putus akibat hujan dan kerusakan peralatan. "Beberapa waktu lalu memang PLN mengalami gangguan, jaringan putus karena adanya pohon tumbang disebabkan adanya angin dan hujan. Ya, memang ada beberapa banyak faktor penyebab mati listrik ini, " jelasnya.

PKB Kab Tegal

Lusi menyarankan, pihak panitia yang menyelenggarakan acara besar? seperti Muktamar menyediakan genset? untuk berjaga jaga di samping pihaknya akan berusaha agar listrik tidak padam. "Ya memang alangkah lebih baiknya sedia genset, biasanya kita juga berkoordinasi dan menyarankan seperti itu di samping kita usahakan agar tidak listrik,” tandasnya.

Kerapnya gangguan listrik padam yang terjadi dihampir seluruh wilayah Kota Santri pada dua bulan terakhir banyak dikeluhkan masyarakat. "Kemarin mati menjelang magrib, listrik mati hampir 4 jam lebih di desa saya, pemadaman tidak pernah ada pemberitahuan, " ujar Amir, salah satu warga Desa Sawiji Jogoroto.

Tidak hanya Jogoroto, di wilayah Peterongan dan Kepatihan Jombang kota, Tembelang dan Sumobito juga mengalami hal yang sama, yakni listrik sering mengalami gangguan dan padam berjam-jam. "Catatan saya, hampir setiap pekan pasti ada listrik mati. Selama Januari hingga minggu pertama Februari saja mati listrik 8 kali. Hari ini saja mati sejak pukul 5.30 hingga pukul 10.00 lebih mati," ujar Muslim, warga Tembelang.

Seperti diketahui, Muktamar ke-33 NU akan digelar di empat pesantren besar di Jombang, yakni Pesantren Tebuireng Diwek, Pesantren Darul Ulum Peterongan, Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, dan Pesantren Mambaul Maarif Denanyar. Pusat kegiatan, seperti pembukaan dan sidang-sidang pleno, forum musyawarah tertinggi NU ini bertempat di Alun-alun Kabupaten Jombang. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Quote PKB Kab Tegal

Kamis, 05 Januari 2017

Kader Maju Pilkada, Ansor Probolinggo Tegaskan Tetap Netral

Probolinggo, PKB Kab Tegal

Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Probolinggo memberikan peringatan akan menindak keras tindakan kader-kader Ansor di bawah jika sampai terlibat politik praktis dalam perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Probolinggo di tahun 2018 mendatang.

Kader Maju Pilkada, Ansor Probolinggo Tegaskan Tetap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader Maju Pilkada, Ansor Probolinggo Tegaskan Tetap Netral (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader Maju Pilkada, Ansor Probolinggo Tegaskan Tetap Netral

Hal tersebut ditegaskan Ketua PC GP Ansor Kabupaten Probolinggo Muchlis, Jumat (19/2), menyusul adanya salah satu kader GP Ansor yang direkomendasikan PKB maju dalam Pilkada tahun 2018. Para pengurus GP Ansor di semua tingkatan diminta untuk tetap bersikap netral.

“Kami akan memberikan tindakan tegas jika ada pengurus GP Ansor terlibat saling dukung mendukung (mengatasnamakan GP Ansor) dalam Pilkada mendatang,” katanya.

PKB Kab Tegal

Menurut Muchlis, GP Ansor adalah badan otonom (banom) NU dan bukan banom PKB. Sehingga, apapun rekomendasi yang diberikan terhadap kadernya, pengurus GP Ansor harus tetap netral.

“Sesuai Peraturan Dasar dan Peraturan Rumah Tangga (PD/PRT) GP Ansor dan penegasan Muktamar NU ke-33 di Jombang yang menguatkan lembaga maupun badan otonom yang bernaung di bawahnya berpegang teguh pada Khittah NU 1926. Dimana artinya tidak berpolitik praktis,” jelasnya.

PKB Kab Tegal

Sebagai organisasi kepemudaan di bawah naungan NU, jelas Muchlis, GP Ansor tidak mau terjebak dalam ranah? politik. Karena persoalan politik tersebut bukan wilayahnya. “Saya sering mendapat pertanyaan dari beberapa PAC GP Ansor, terkait mantan Sekjen PP GP Ansor (Malik Haramain) yang direkomendasikan untuk maju Pilkada 2018 nanti. Saya ingatkan, GP Ansor Kabupaten Probolinggo harus netral dan tidak boleh saling mendukung,” tegasnya.

Meski tidak mendukung calon siapapun lanjut Muchlis, bukan berarti GP Ansor tutup mata dan tidak mau mengikuti terhadap perkembangan mendatang. Sebab pihaknya akan siap mendukung bupati-wakil bupati terpilih nanti. “Siapapun yang terpilih kami akan mendukung, tapi sekarang netral dulu,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal RMI NU PKB Kab Tegal

Bersarung dan Berjilbab, Santri Tetap Harus Tertib Lalu Lintas

Jombang, PKB Kab Tegal. Kalangan Santri diminta menjadi pelopor tertib berlalu lintas dijalan raya. Pasalnya angka kecelakaan dijalan raya masih cukup tinggi. Hal ini disampikan Kasatlantas Polres Jombang AKP Mellysa saat membagikan 100 helm untuk pengajar dan santri pesantren Tebuireng Jombang, Rabu (15/2).

"Meski memakai sarung dan juga berjilbab tidak menghalangi untuk memakai helm sebagai bentuk tertib berlalu lintas di jalan raya," pinta AKP Melysa dihadapan puluhan santri dan pengasuh pesantren Tebuireng Jombang.

Bersarung dan Berjilbab, Santri Tetap Harus Tertib Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)
Bersarung dan Berjilbab, Santri Tetap Harus Tertib Lalu Lintas (Sumber Gambar : Nu Online)

Bersarung dan Berjilbab, Santri Tetap Harus Tertib Lalu Lintas

Melysa mengatakan pihaknya mengajak kalangan pesantren untuk tertib berlalu lintas karena santri dan juga pengasuh pesantren merupakan panutan masyarakat. Ajakan itu dengan membagikan sebanyak 100 helm berstandart SNI kepada sejumlah pengajar dan santri pesantren yang didirikan KH Hasyim Asy’ari ini.?

"Karenanya saya yakin, jika santri dan diberi contoh oleh pengasuhnya tertib berlalu lintas maka akan diikuti masyarakat," imbuhnya.

PKB Kab Tegal

Dikatakannya, kegiatan santri tertib lalu lintas ini sebagai upaya untuk meminimalisir angka kecelakaan dijalan raya. Data kecelakaan di Jombang selama ini masih cukup tinggi. Selama 2016 korban meninggal mencapai angka sekitar 200 orang.?

"Dengan kegiatan Santri tertib berlalu lintas, ini bentuk upaya meminimalisir akibat kecelakaan dijalan raya," tandas perempuan yang sebentar lagiberpindah tugas ke Polres Pasuruan ini mengatakan.

Salah satu pengasuh pesantren Tebuireng KH Lukman Hakim mengatakan, bahwa kalangan pesantren dipastikan menjadi contoh tertib lalu lintas dijalan raya. "Itu sudah diajarkan dipesantren. Apalagi kalangan pengajarnya yang mengendarai motor roda dua. Harus tetap pakai helm meski sarungan," bebernya.

Pihaknya menyampaikan terima kasih atas kerjasama yang selama ini dibangun antara pesantren Tebuireng dengan jajaran polres Jombang terutama Satlantas yang setiap saat disibukkan dengan kegiatan yang sering diadakan pesantren dibawah pimpinan KH Sholahudin Wahid.?

PKB Kab Tegal

"Terimakasih atas kerjasamanya selama ini, dan selamat jalan untuk Ibu Kasatlantas yang mendapat tugas baru di Pasuruan semoga kariernya meningkat," pungkasnya. (Muslim Abdurrahman/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nasional, Santri, Hadits PKB Kab Tegal