Kamis, 01 Februari 2018

Ikhlas Modal Utama Pengurus NU

Probolinggo, PKB Kab Tegal. Hal utama yang harus dimiliki oleh pengurus Nahdlatul Ulama (NU) adalah jiwa yang ikhlas. Keikhlasan itu pasti akan dibalas oleh Allah SWT, minimal kebutuhan hidupnya akan tercukupi dan  anak cucunya juga akan dimulyakan Allah. Karena setiap apa yang ditanam orang tua pasti akan berdampak pada anak dan cucunya.

Hal tersebut disampaikan oleh A’wan PWNU Jawa Timur H Hasan Aminuddin saat melantik pengurus MWCNU dan pengurus Ranting NU serta pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan Pimpinan Ranting Gerakan Pemuda Ansor se-Kecamatan Pakuniran masa khidmat 2017-2022 di halaman Pondok Pesantren Kanjeng Sunan Kalijogo Desa Sogaan Kecamatan Pakuniran, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Ahad (17/12) lalu.

Ikhlas Modal Utama Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ikhlas Modal Utama Pengurus NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ikhlas Modal Utama Pengurus NU

Menurut Hasan, berkhidmat di jalan NU hendaknya dijadikan sebagai ladang dan lahan dalam ber amar ma’ruf nahi mungkar. Karena hakikat manusia hidup di dunia adalah agar bermanfaat bagi orang lain dan agamanya dengan jalan menggunakan pikiran, tenaga maupun harta. 

“Sering saya sampaikan kepada pengurus NU bahwa pengasuh pesantren itu berenangnya hanya di kolam, namun orang-orang yang berkhidmat dalam kepengurusan NU berenangnya adalah di lautan. Inilah hebatnya tarekat NU,” tegasnya. 

 

PKB Kab Tegal

Dalam kesempatan tersebut Hasan sangat mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada segenap pengurus yang telah berkhidmat dalam organisasi NU. 

“Manfaatnya nanti akan dirasakan baik di dunia maupun di akhirat. Karena NU merupakan jembatan untuk menegakkan syariat dalam mengamalkan khoiruunnaas anfauhum linnaas,” katanya.

Pelantikan ini dihadiri jajaran pengurus Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Forkopimka Pakuniran dan jajaran Kepala Desa se-Kecamatan Pakuniran. (Syamsul Akbar/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Kiai, Sunnah PKB Kab Tegal

Rabu, 31 Januari 2018

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda

Rembang, PKB Kab Tegal

Ratusan peziarah memadati kompleks pemakaman Desa Pohlandak Kecamatan Pancur Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Rabu (24/2/2016) sore. Mereka berbondong-bondong untuk mengikuti rangkaian acara Haul Sayyid Chaidar bin Hasan.

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayyid Chaidar Pancur Rembang, Promotor Pergerakan Ekstremis Lawan Belanda

Panitia Pelaksana Abdul Rohim mengatakan, Sayyid Chaidar adalah menantu dari Sayyid Hamzah Asy-Syatho Sedan. "Beliau adalah seorang penggiat atau pejuang. Dahulu aktivitasnya sering dinilai negatif pada zaman Belanda, sehingga Sayyid Chaidar ini sebagai buronan Belanda," terangnya.

Rangkaian acara haul tersebut dimulai pada pagi hari, yaitu khatmil quran oleh santri putra dan putri. Dilanjut dengan pembacaan manaqib oleh Gus Mimid putra dari KH Hakim Masduki, serta bacaan shalawat dan berzanji oleh para gus muda Lasem.

PKB Kab Tegal

"Perjuangan beliau dimulai dari Kabupaten Kendal, kemudian menuju ke Sedan Kabupaten Rembang. Dan di Sedan dijadikan menantu oleh Sayyid Hamzah Asy-Syatho," jelas Rohim.

PKB Kab Tegal

Lebih lanjut Rohim menjelaskan bahwa Sayyid Chaidar dianggap sebagai promotor pergerakan ekstremis. Pergerakan mendewasakan masyarakat, dan sebuah penyadaran terhadap masyarakat.

"Pergerakan tersebut tidak dikehendaki oleh Belanda, pergerakan yang sangat aktif yang dapat mempengaruhi masyarakat," tutup Rohim yang juga anggota Forum Komunikasi Masyarakat Sejarah (Fokmas) Lasem.

Acara haul ini diselenggarakan setiap tahunnya bertepatan pada bulan Rabiul awal. Haul ini juga dihadiri oleh tokoh-tokoh agama di sekitar Lasem, Pancur, Sedan, keluarga dari Semarang dan Kendal, serta dari Bogor

Turut hadir pula sebagai pengisi acara, KH Abdul Qoyyum, KH Imam Sofwan pengasuh Pondok Pesantren Nailun Najah Lasem dan KH Mohammad Masduki pengasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas Lasem. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ubudiyah, Pesantren PKB Kab Tegal

Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU

Jakarta, PKB Kab Tegal. Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan mengaku kesulitan melakukan upaya konservasi lingkungan di samping menangani pembalakan liar di berbagai daerah. ? Zulkifli memohon ribuan peserta Rapat Kerja Nasional Muslimat NU untuk meningkatkan kesadaran warga dalam memantau pelestarian hutan lindung, hutan konservasi serta pemanfaatan hutan produksi.

“Kami berharap kerja sama yang pernah dijalin dengan Muslimat NU bisa dilanjutkan. Saat ini peran Muslimat sangat dibutuhkan dalam ? memberi penjelasan dan penyadaran kepada masyarakat terutama di luar Jawa,” harap Zulkifli dalam Rakernas Muslimat NU di Asrama Haji Pondok Gede, Jumat (30/5).

Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Atasi Perusakan Hutan, Menhut Minta Bantuan Muslimat NU

Menurutnya, saat ini banyak hutan lindung dan lingkungan konservasi dirusak warga dan sejumlah elit melalui pertambangan dan pembalakan liar serta penggunaan lahan sawit yang tidak pada tempatnya.

PKB Kab Tegal

Saya, kata Zulkifli, tiap hari dimarahi orang-orang dari seluruh dunia karena banyaknya gajah mati di Sumatera. Kepala-kepala negara asing juga bisa marah besar kepada kita karena di Kalimantan banyak pembakaran orang utan. Di sejumlah daerah, pemerintah menggusur kebun sawit karena merusak konservasi. Di Konelo Riau, hutan-hutan lindung dirusak.

PKB Kab Tegal

“Perusakan hutan itu hanya menguntungkan beberapa orang, tapi merugikan ? ribuan penduduk karena asap dan banjir,” terang Zulkifli menjawab pertanyaan Ketua Muslimat NU Jayapura menunjuk pada pelestarian hutan lindung di pegunungan Siklop.

Kebijakan terkait pengelolaan lingkungan hidup, harus diubah. Pasalnya, saat ? ini masih banyak peraturan yang tidak berpihak kepada rakyat seperti akses hutan, tanah dan air. Kebijakan yang berlaku kini membatasi rakyat, tapi sangat terbuka bagi korporat dan perusahaan tertentu.

Saat ini akses pengelolaan lingkungan 99,9 persen untuk korporat. Untuk publik hanya 0,0 sekian persen. Maka kita kini mengupayakan adanya hutan tanaman rakyat, hutan kemasyarakatan dan hutan desa sebesar 500 ribu hektar per tahun. Saya mencanangkan, 2,5 juta hektar. Satu juta hektar sudah terrealisasi. Pemda ditunjuk sebagai pelaksana.

“Masalahnya, banyak permohonan atas nama masyarakat tapi di belakangnya korporat. Muslimat NU perlu mengawal ini bersama pemerintah,” tegasnya.

Zulkifli juga mengaku kewalahan menjawab pertanyaan Muslimat Bangka Belitung tentang maraknya tambang liar dan perebutan lahan antara penduduk lokal dan pendatang. Karena, warga pendatang sangat mudah memperoleh sertifikat pengelolaan lahan secara cuma-cuma, sementara penduduk lokal harus membeli lahan saat ingin membuka ladang.

Di Babel itu sulit sekali, Wapres pernah memimpin langsung rapat di sana agar menghentikan tambang-tambang liar yang menjadi pencaharian masyarakat. Kalau dilarang, kita melawan ribuan warga. Sementara setelah diaudit, pendapatan Pemda Babel tidak seberapa. Sedangkan kerugiannya, kerusakan lahan dan bencana. Kita sulit mengatasinya, sementara aparat diam.

“Waktu Gubernurnya Pak Eko, saya minta pemerintah menangkap para perambah liar. Tetapi jawabnya, saya ini sendirian di sini. Kalau saya tindak mereka, yang diprotes malah saya. Di sinilah dilematisnya,” keluh Zulkifli. (Abdul Malik/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Islam PKB Kab Tegal

Selasa, 30 Januari 2018

Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman

Pekalongan, PKB Kab Tegal - Polres Pekalongan beserta jajarannya siap membantu panitia mengamankan jalannya kegiatan besar berupa Muktamar XII Jamiyyah Ahlit Thariqah Al-Mutabarah An-Nahdliyyah (JATMAN) yang akan berlangsung di Pekalongan pada 23-27 Desember 2017 mendatang.

Kesiapan jajaran Polres Pekalongan mengamankan kegiatan muktamar disampaikan langsung oleh Kapolres Pekalongan AKBP Wawan Kurniawan di hadapan Panitia Muktamar XII Jatman yang beraudiensi dengan jajaran Polres Pekalongan di Mapolres Kajen, Kamis (30/11).

Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman (Sumber Gambar : Nu Online)
Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman (Sumber Gambar : Nu Online)

Polres Pekalongan Siap Amankan Forum Muktamar Ke-12 Jatman

Kegiatan pengamanan tidak saja pada area pembukaan yang rencananya akan dilangsungkan di kompleks Rumah Dinas Jabatan Bupati di Kajen saja, tetapi di tempat-tempat pemondokan dan sidang-sidang komisi di wilayah kerjanya.

PKB Kab Tegal

"Ini kegiatan besar sejak saat saya menjabat sebagai Kapolres Pekalongan, apalagi kegiatan pembukaannya akan dihadiri oleh Presiden sehingga saya beserta jajaran akan melaksanakan pengamanan secara maksimal," ujar Kapolres yang didampingi Kabag Ops Polres Pekalongan Kompol Mohammad Udjir dan Kasat Lantas AKP Bobby A Rachman.

PKB Kab Tegal

Kegiatan audiensi yang dilakukan Panitia Muktamar XII dengan jajaran kepolisian untuk menjalin kerja sama khususnya di bidang pengamanan di samping dengan Polres Pekalongan, pihaknya juga melakukan dengan Polres Pekalongan Kota. Hal ini dimaksudkan agar kegiatan besar yang dilaksanakan di dua wilayah, yakni di Kota dan Kabupaten Pekalongan dapat berjalan dengan aman dan lancar.

"Kami berharap pihak Polres di dua wilayah dapat membantu keamanan dan kenyamanan peserta yang datang dari berbagai daerah yang ribuan jumlahnya dan pemondokannnya tersebar di delapan kecamatan," ujar Sekretaris Jenderal Jatman KH Masroni kepada Kapolres.

Ada sekitar 10 ribu muktamirin yang akan mengikuti kegiatan Muktamar yang ke-12. Mereka terdiri atas tamu undangan dari dalam negeri dan luar negeri. Melihat animo peserta yang cukup besar, maka perlu dibantu keamanan yang memadai baik di lokasi acara juga di pemondokan-pemondokan peserta.

Kapolres Pekalongan berpesan kepada panitia, setiap perkembangan persiapan dan pelaksanaan kegiatan Muktamar XII agar selalu dikomunikasikan dengan jajaran polres. Hal ini dimaksudkan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan bersama, terutama pada saat kehadiran RI 1 di pembukaan Muktamar XII.

Ikut mendampingi Sekjend Jatman yakni jajaran pengurus harian Idaroh Aliyah (pengurus pusat), Pengurus Mahasiswa Ahlith Thariqah Al Mutabarah An Nahdliyyah (MATAN), dan Humas Panitia Muktamar M Ngisom Chollil. (Red Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul Ulama, Ahlussunnah PKB Kab Tegal

Allah Pun Peringati Maulid Nabi-Nya dalam Al-Quran

Subang, PKB Kab Tegal

Muludan atau peringatan maulid Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wasallam bukanlah perkara bidah, karena di dalamnya terdapat dalil-dalil Al-Qur’an berupa kisah-kisah yang menceritakan tentang kelahiran para Nabi dan Rasul-Nya.

Demikian tausiyah yang disampaikan oleh KH. Nawawi dalam kegiatan Peringatan Maulid Nabi Muhammad yang digelar di Pesantren Al-Karimiyyah, Pungangan, Patokbeusi, Subang, Jawa Barat, Sabtu (13/12) malam.

"Yang pertama, Aku berikan ilham kepada ibunya Musa, seandainya kamu takut melahirkan Musa sebagai bayi laki-laki, hanyutkanlah ia di sungai Nil’," ungkapnya setelah membacakan Surat Alqashash ayat 7.

Allah Pun Peringati Maulid Nabi-Nya dalam Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)
Allah Pun Peringati Maulid Nabi-Nya dalam Al-Quran (Sumber Gambar : Nu Online)

Allah Pun Peringati Maulid Nabi-Nya dalam Al-Quran

Ayat tersebut, sambung dia, menceritakan tentang kelahiran Nabi Musa ‘alaihissalam. Ibunda Nabi Musa merasa ketakutan karena tiap bayi laki-laki kala itu terancam akan dibunuh oleh penguasa.

Setelah menyampaikan dalil pertama, mantan Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Subang itu pun menambahkan dalil berikutnya yaitu tentang kisah Maryam binti Imran yang melahirkan Nabi Isa ‘alaihissalam tanpa ayah. Kisah tersebut ada dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 45-47.

Satu lagi, kata dia, surat atau pun ayat dalam Al-Qur’an yang menjadi dalil pelaksanaan peringatan maulid Nabi Muhammad adalah Surat Al-fiil yang menjadi salah satu tanda akan dilahirkannya Nabi Muhammad.

PKB Kab Tegal

"Allah menceritakan maulid Nabi Musa, Allah menceritakan maulid Nabi Isa, Allah juga menceritakan maulid Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam, masa kita mengadakan muludan masih disebut bidah juga!" tegas Mustasyar PCNU Kabupaten Subang itu

Untuk itu, Kiai Nawawi menegaskan kepada para hadirin untuk tetap mantap dalam melaksanakan kegiatan muludan, karena kegiatan tersebut memiliki landasan hukum yang jelas, selain itu juga dalam muludan pun terdapat beberapa hikmah dan ibadah, seperti silaturahim, mencari ilmu, sedekah, membaca shalawat dan lain sebagainya.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama Asep Hidayat selaku ketua panitia menyampaikan bahwa tradisi yang ada di Pesantren Al-Karimiyyah adalah menggelar muludan dan rajaban pada malam tanggal 1 rabiul awal dan 1 rajab, karena hal itu merupakan wasiat dari pendiri Pesantren yaitu KH. Abdul Karim Ali. (Aiz Luthfi/Mahbib)

 

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul, Santri PKB Kab Tegal

Senin, 29 Januari 2018

TPQ ini Berikan Bimbingan Belajar Agar Santri Tetap Minat Mengaji

Jombang, PKB Kab Tegal - Di sejumlah daerah, minat pelajar untuk mengaji Al-Qur’an semakin menurun. Karenanya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) ini memberikan bimbingan belajar kepada para santri sehingga tetap bertahan dan semangat dalam belajar agama.

 

TPQ dimaksud adalah Tanwirul Qulub yang berada di desa dan dusun Mlaras Sumobito Jombang Jawa Timur. Lukman Chaqim sebagai Ketua TPQ menandaskan, ada kebiasaan di masyarakat sekitar bahwa usai menyelesaikan pendidikan tingkat dasar baik SD maupun MI, mereka enggan mengaji. "Kalau sudah masuk SMP maupun MTs, sepertinya tidak pantas belajar di TPQ lagi," katanya, Selasa (12/1).

TPQ ini Berikan Bimbingan Belajar Agar Santri Tetap Minat Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)
TPQ ini Berikan Bimbingan Belajar Agar Santri Tetap Minat Mengaji (Sumber Gambar : Nu Online)

TPQ ini Berikan Bimbingan Belajar Agar Santri Tetap Minat Mengaji

 

Beberapa dari mereka beralasan mengikuti bimbingan belajar di sejumlah lembaga kursus. "Karena pelajaran di sekolah semakin sulit, maka kegiatan ngaji akhirnya dikorbankan," ungkap ayah 3 anak ini. Padahal andai saja tetap mengaji, mereka masih bisa membagi waktu lantaran ke TPQ tidak butuh  waktu lama, lanjutnya.

 

PKB Kab Tegal

Karenanya, sejak dua bulan lalu, TPQ ini menyediakan bimbingan belajar khusus bagi santri yang tingkat MI maupun SD. "Sejak awal sudah kami sediakan bimbingan belajar sesuai dengan minat pelajaran yang diinginkan," kata Ustadz Luqman, sapaan akrabnya.

 

PKB Kab Tegal

Tidak berhenti sampai di situ, mereka yang sudah memasuki MTs maupun SMP, juga diberikan kesempatan yang sama agar bisa menerima bimbingan belajar, khususnya mata pelajaran eksakta dan bahasa asing. "Untuk keperluan ini kami mendatangkan guru sesuai mata pelajaran yang ada dan diinginkan," ungkapnya.

 

Biaya yang harus dikeluarkan para santri sangat terjangkau. "Setiap menghadiri bimbingan belajar, mereka dikenakan biaya hanya seribu rupiah untuk tingkat dasar, dan dua ribu rupiah untuk sekolah menengah pertama," kata mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Urwatul Wutsqo Bulurejo Jombang ini.

Dengan tambahan bimbingan belajar tersebut, maka jadwal masuk untuk TPQ diajukan lebih awal yakni jam 14.45 WIB. "Untuk bimbingan belajar dimulai sejak jam 16.45 hingga 17.30 WIB," terangnya.

 

Bagi Ustadz Luqman, penambahan materi bimbingan belajar adalah sebagai terobosan agar para santri yang juga siswa bisa terus bertahan mendalami Al-Qur’an. "Karena tekad kami, santri di sini bisa mampu menghafal Al-Qur’an, baik secara lafadz, makna, maupun mengamalkan dalam keseharian," katanya. Dan untuk bisa sampai ke tataran ideal tersebut tentu membutuhkan waktu belajar yang tidak singkat, pungkasnya. (Ibnu Nawawi/Abdullah Alawi)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Nahdlatul PKB Kab Tegal

Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa

Kudus, PKB Kab Tegal. Pimpinan Pusat Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PP PSNU) Pagar Nusa akan mengadakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) pada 27-29 Maret 2015 di Pesantren Az-Zuhri Tembalang, Semarang, Jawa Tengah.

Kegiatan yang bakal diikuti Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah PSNU Pagar Nusa se-Indonesia ini mengambil tema “Pencak Silat NU Benteng Utama NKRI dari Ancaman Radikalisme dan Terorisme”.

Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)
Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa (Sumber Gambar : Nu Online)

Semarang Bakal Jadi Tuan Rumah Rapimnas Pagar Nusa

Demikian informasi yang disampaikan Pimpinan Cabang PSNU Pagar Nusa usai rapat koordinasi pelatih Pagar Nusa di kantor NU Kudus, Ahad (15/3) malam.

PKB Kab Tegal

Pengurus bidang pencak silat Pagar Nusa Kudus Sunardi menjelaskan, dalam Rapimnas telah diagendakan berbagai rangkaian kegiatan, antara lain halaqah bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan SAR Nasional, dan Badan Narkotika Nasional (BNN).

PKB Kab Tegal

"Selain sidang-sidang Rapimnas, acara juga dirangkai Temu Pasukan Inti (Pasti), pelatihan pasti angkatan II Pagar Nusa Jawa Tengah dan Apel Akbar Kesetian terhadap NKRI pendekar Pagarnusa," terangnya.

Terkait hal itu, kata Sunardi, Pagar Nusa Kudus siap berpartisipasi mengirimkan pasukan inti dan peserta apel akbar pada hari terakhir (29/3) di Lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang.  "Kami akan mengirim ratusan peserta apel dan puluhan pasukan inti sesuai undangan dari PP Pagar Nusa," ujarnya.

Ia menyambut bangga kegiatan seperti ini dilaksanakan di Jawa Tengah. Menurutnya, Rapimnas dan rangkaian kegiatannya sangat bermanfaat untuk kemajuan Pagar Nusa daerah, mempererat tali persaudaraan, dan menambah syiar pencak silat NU.

"Terlebih lagi, temanya mempertegas kembali pencak silat NU sebagai benteng NKRI dari berbagai ancaman. Maka pendekar pagar Nusa Kudus selalu siap menjaga ulama, bangsa dan NKRI dari radikalisme,"tegas Sunardi yang juga pelatih Pagar Nusa ini. (Qomarul Adib/Mahbib)   

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sunnah, Makam PKB Kab Tegal