Senin, 11 Desember 2017

Raker, JQH Probolinggo Fokus Bina Bibit Pencinta Al-Qur’an

Probolinggo, PKB Kab Tegal - Pengurus Cabang Jam’iyatul Qurra wal Huffadz (JQH) Kabupaten Probolinggo bertekad akan fokus untuk menelurkan sekaligus melahirkan bibit-bibit muda yang cinta sekaligus gemar membaca Al-Qur’an.

Hal ini tercetus dalam rapat kerja cabang (Rakercab) JQH Kabupaten Probolinggo yang digelar di kantornya di Kecamatan Dringu, Ahad (5/2) sore. Selain dihadiri oleh segenap jajaran JQH Kabupaten Probolinggo, rakercab ini dihadiri oleh Ketua PCNU Probolinggo KH Abdul Hadi Saifullah dan perwakilan dari JQH Kota Kraksaan.

Raker, JQH Probolinggo Fokus Bina Bibit Pencinta Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)
Raker, JQH Probolinggo Fokus Bina Bibit Pencinta Al-Qur’an (Sumber Gambar : Nu Online)

Raker, JQH Probolinggo Fokus Bina Bibit Pencinta Al-Qur’an

Ketua JQH Probolinggo H Masduqi Syamsudin mengatakan, rakercab ini dimaksudkan untuk menyusun program kerja JQH ke depan yang lebih baik. Tentunya agar semua program dapat terlaksana untuk kemajuan NU ke depan. “Harapannya tentunya JQH ke depan bisa semakin maju,” katanya.

PKB Kab Tegal

Menurutnya, rakercab sendiri menghasilkan beberapa program yang brilian. Selain bertekad mencetak bibit-bibit muda Al-Qur’an, rakercab juga mengamanatkan bagaimana pengurus sanggup membawa JQH ke depan lebih baik lagi.

“Semoga ke depan kami mampu memasyarakatkan Al-Qur’an di tengah-tengah masyarakat seiring dengan perkembangan zaman. Hanya saja semua itu harus mendapatkan dukungan dari semua pengurus dan Nahdliyin,” jelasnya.

PKB Kab Tegal

Masduqi menerangkan, dalam rakercab itu JQH melahirkan beberapa program fantastis. Di antaranya melakukan akreditasi lembaga. untuk perbaikan administrasi. Di samping juga pembinaan untuk bibit-bibit Al-Qur’an ke depan.

“Mudah-mudahan semua program yang dirumuskan dan diputuskan melalui Rakcercab ini bisa membawa JQH ke depan lebih baik lagi. Karena bagaimanapun, pembinaan terhadap bibit pencinta Al-Qur’an menjadi tugas kita bersama. Semua harus bersatu supaya apa yang kita harapankan bisa tercapai,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Meme Islam PKB Kab Tegal

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya

Jakarta, PKB Kab Tegal. Muktamar Ke-33 NU secara resmi diluncurkan hari Sabtu pada 14 Maret di Surabaya. Peluncuran muktamar pekan depan itu sekaligus mengawali rangkaian agenda-agenda pra-muktamar NU yang akan diadakan di sejumlah daerah.

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)
Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya (Sumber Gambar : Nu Online)

Pekan Depan, Muktamar Ke-33 NU Diluncurkan di Surabaya

“Panitia pusat dan panitia lokal setuju meluncurkan Muktamar Ke-33 NU pada pekan depan di Surabaya,” ujar Ketua panitia Muktamar Ke-33 NU H Imam Aziz di Jakarta, Jumat (6/3) sore.

Peluncuran ini sekaligus menyempurnakan persiapan panitia dan kesiapan lokasi muktamar di empat pesantren di Jombang. Panitia juga sudah membuat jadwal diskusi pemantapan materi yang akan dibahas di forum muktamar.

PKB Kab Tegal

“Alhamdulillah, dewan juri sayembara logo Muktamar Ke-33 NU sudah muttafaq alaih menyeleksi 349 logo yang masuk ke meja panitia. Mereka lalu menetapkan sebuah logo karya Zamzami Almakki yang dinilai mewakili semangat muktamar NU kali ini,” kata H Imam yang menyebut H Slamet sebagai anggota dewan juri sayembara logo muktamar NU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Aswaja PKB Kab Tegal

Minggu, 10 Desember 2017

Mengawal Ulama NU Berarti Mengawal Bangsa

Jakarta, PKB Kab Tegal. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan bahwa mengawal ulama-ulama NU punya arti penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara karena turut berjuang dalam merebut dan mempertahankan NKRI.

“Mengawal ulama-ulama NU berarti mengawal bangsa Indonesia karena mereka telah ikut berjuang mendirikan bangsa Indonesia,” katanyad pada pembukaan Festival Pagar Nusa 2012 yang berlangsung di OSO Sport Center, Tambun, Bekasi, Jawa Barat, Senin (2/4).

Mengawal Ulama NU Berarti Mengawal Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Mengawal Ulama NU Berarti Mengawal Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Mengawal Ulama NU Berarti Mengawal Bangsa

Kang Said, demikian ia akrab disapa, menyatakan, perjuangan ulama NU dalam mendirikan bangsa Indonesia mulai dari perjuangan fisik hingga ideologi. Dalam perjuangan fisik, ulama-ulama NU yang berbasis pesantren-pesantren, ikut berjuang mengusir penjajah. Seperti peristiwa arek Suroboyo mengusir NICA di Jawa Timur.

PKB Kab Tegal

Sedangkan dalam perjuangan ideologi, alih-alih ingin mendirikan negara Islam, ulama-ulama NU dengan tegas menyatakan komitmennya untuk mendirikan negara damai (darus salam) sebagaimana terekam pada Muktamar NU tahun 1935 di Banjarmasin.

PKB Kab Tegal

Dalam hal ini, terang alumnus Universitas Ummul Quro, Mekkah itu, dalam merumuskan Pancasila, KH Wahid Hasyim juga ikut terlibat di dalamnya sebagai panitia inti.

Kemudian Kang Said mengamanatkan kepada para pendekar Pagar Nusa supaya "jangan sombong, karena itu perbuatan sia-sia."

"Ingatlah peristiwa perang Hunain ketika zaman Nabi. Waktu itu umat Islam datang dengan jumlah pasukan yang besar. Tapi karena mereka sombong, mereka kalah. Pasukan bercearai-berai," katanya.

Hadir pada kesempatan itu, Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal (PDT) Yahya Faisal Zaini, Ketua Umum PP Pagar Nusa KH Fuad Anwar, Dewan Khas KH Suyuthi Ghozali, Dewan Pendekar, Dewan Ketabiban, jajaran pengurus Pagar Nusa, pengurus cabang NU Bekasi dan peserta Kejurnas.

Festival Pagar Nusa 2012 akan berlangsung dari 2-5 April mendatang. Agendanya meliputi Kejurnas Pencak Silat, Festival Pencak Silat Tradisional, Sarasehan Pendekar, dan Pengobatan Alternatif.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis: Abdullah Alawi

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax, AlaSantri PKB Kab Tegal

Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air

Jakarta, PKB Kab Tegal. Masalah perubahan iklim dunia dan rusaknya lingkungan kini menjadi keprihatinan dunia. Upaya penyelamatan lingkungan telah menjadi agenda bersama yang dikoordinasikan secara global.



Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Walisongo Selamatkan Lingkungan dan Sumber Air

Meskipun luput dari hiruk pikuk membicarakan masalah ini, Pesantren Walisongo di Tuban Jawa Timur telah menjaga dan merawat lingkungan sekitarnya agar tetap kondusif bagi kehidupan sejak lama.

KH Nur Nasroh, pengasuh pesantren dalam perbincangan dengan PKB Kab Tegal baru-baru ini menuturkan upaya penyelamatan lingkungan ini dilakukan sejak tahun 1977, jauh sebelum isu lingkungan ini bergulir.

PKB Kab Tegal

“Saat pesantren didirikan pada tahun 1977, saya langsung berfikir untuk menanm pohon. Saat itu hutannya masih rimbun, tapi saya sudah berfikir kalau pohonnya, yang waktu itu sudah berumur 60 tahun ke atas ditebang, kemudian tidak ada penanaman generasi baru, pasti akan gundul,” katanya.

Sampai saat ini sudah ada 440.6 hektar dengan 121.6 hektar milik pesantren dan 319 hektar di kawasan perhutani yang ditanami dengan pohon jati berkualitas super.

PKB Kab Tegal

Ia menjelaskan satu pohon jati bisa dipanen antara umur 18-20 tahun, dan menghasilkan satu kubik kayu yang saat ini berharga 4 juta sehingga dalam 20 tahun, satu hektar yang berisi 416 bisa pohon menghasilkan uang sekitar 1.6 M rupiah.

Upaya penyelamatan mata air juga dilakukan bersama dengan pala Kesatuan Pemangku Hutan (KKPH) Parengan, Dandim setempat, pramuka, Perguruan Setia Hati, SMKN Kehutanan, juga CBP IPNU.

“Alhamdulillah sumber mata air yang asalnya tinggal 6 meningkat menjadi 14, namun, kita masih kehilangan tiga, tapi sangat mungkin yang tiga ini bisa kita pulihkan kembali di musim hujan ini,” terangnya.?

Pemulihan mata air memungkinkan masyarakat menanami lahannya sehingga masyarakat bisa bekerja dan tidak menjarah hutan.

“Andaikata beberapa ribu orang ini tidak bekerja, lalu masuk di hutan, kira-kira berapa ribu gibik akan habis. Dari 80 ribu orang penduduk disini kalau ngambil satu-satu sudah 80 ribu gibik. Ini adalah upaya kita bersama, dari NU, Gerakan Nasional Kehutanan dan Lingkungan (GNKL NU), dari Perum Perhutani, Administratur Perhutani Parengan sangat aktif dalam hal ini,” tandasnya.

Untuk saat ini, upaya yang sedang serius dikembangkan adalah pengembangan SMK Kehutanan sebagai upaya untuk melakukan kaderisasi sadar lingkungan sejak usia dini, yang nantinya diharapkan bisa mempengaruhi keluarganya dan lingkungannya.

Bekerjasama dengan KKPH Parengan, pesantren Walisongo juga aktif mensosialisasikan penanaman kembali ke sejumlah pesantren di Tuban dan sekitarnya. Sebanyak 20 ribu bibit pohon dikirimkan ke pulau Bawean untuk mencegah erosi.

Dalam setiap acara pesantren, termasuk temu alumni, upaya memelihara lingkungan ini terus disosialisasikan kepada sekitar 6000 alumni yang sebagian sudah memiliki pesantren yang sudah tersebar di Indonesia.

Atas kepeloporannya ini, KH Nur Nasroh yang juga pengurus PWNU Jawa Timur ini pernah mendapatkan penghargaan sebagai petani hutan terbaik (1986), juara nasional untuk penghijauan (1998), juara terbaik Lingkungan Hidup (2002) dan juara perintis lingkungan di Jatim (2004).

Pohon jati yang ditanamnya tahun 1977 kini sudah dipanen dan sudah bisa untuk memberangkatkan haji para santri yang berbakti pada pesantren.

Salah satu potensi yang sedang berusaha dikembangkan adalah pengembangan pohon kepuh. “Kalau menanam Jarak, ini kan hanya dapat minyaknya saja, tapi kalau kepuh, dapat minyak dan pohonnya juga dapat dipergunakan untuk bahan bangunan atau untuk keperluan lainnya. Kita harapkan pemerintah juga berfikir ke sana,” ujarnya. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Anti Hoax, Nusantara, Nasional PKB Kab Tegal

TK/TPQ Jakbar Lakukan Studi Banding ke RA Muslimat NU di Brebes

Brebes, PKB Kab Tegal. Pengurus dan Anggota Taman Kanak-kanak (TK) dan Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ) Kelompok Kerja (Pokja) Kota Jakarta Barat berkunjung ke Raudlatul Athfal (RA) Muslimat NU Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba, Brebes, Jawa Tengah Sabtu (27/8). Kunjungan dimaksudkan untuk menyerap berbagai hal yang terbaik guna diterapkan di Kota Jakarta Barat.

“Kami ingin menimba ilmu, terkait pelaksanaan pendidikan di RA Muslimat NU Kluwut,” ungkap Ketua rombongan Moh Zainal Arifin di sela kunjungan.

TK/TPQ Jakbar Lakukan Studi Banding ke RA Muslimat NU di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)
TK/TPQ Jakbar Lakukan Studi Banding ke RA Muslimat NU di Brebes (Sumber Gambar : Nu Online)

TK/TPQ Jakbar Lakukan Studi Banding ke RA Muslimat NU di Brebes

Dipilihnya RA Muslimat NU, lanjut Zainal, karena sekolah tersebut memiliki kelas cantik yang didalamnya terdapat berbagai fasilitas dan sistem pembelajaran yang menyenangkan.?

Mereka sengaja datang dalam rangkaian roadshow rapat koordinasi di obyek wisata Guci bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Jakarta Barat pembinaan lainnya. “Setiap tahun, berusaha mengunjungi sekolah-sekolah yang bisa diadopsi untuk kami terapkan di Jakarta Barat,” kata Zainal

PKB Kab Tegal

Selain kunjungan, mereka juga menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) sebagai bentuk komitmen saling mengisi kekurangan masing-masing, sehingga makin berkualitas. “Kami sama-sama ingin meningkatkan generasi yang Qurani,” tandas Zainal.

Kerja sama tersebut antara lain untuk meningkatkan efesiensi, ketrampilan, dan produktifitas guru dan staf di kedua belah pihak. Juga bertukar ide, pengalaman, kreatifitas, dan invoasi dalam berbagai bidang. Selain itu, meningkatkan keunggulan dan efektifitas manajemen dan administras.

Kunjungan 100 orang guru, pengurus TK/RA se Kota Jakarta Barat itu diterima Ketua Yayasan RA Muslimat NU H Rofiq Abdillah. Rofiq menjelaskan kalau sekolah RA yang setingkat TK ini berbiaya murah tetapi mutunya sangat luar biasa. Terbukti kerap menjadi juara ditingkat Provinsi. “Bayarnya juga untuk 1 anak, tetapi yang berangkat 2 orang yakni ditambah ibunya ikut sekolah juga,” seloroh Rofiq.

Guru-gurunya juga kerap mendapat pelatihan dan salah seorang guru menjadi guru teladan tingkat Jawa Tengah. Meski rata-rata berpendidikan Strata satu, tetapi mereka setingkat MSi dalam artian Master Segala Ilmu. “Guru guru RA harus memiliki multi disiplin ilmu,” terang Rofiq.?

Kepala RA Muslimat NU, Khusnul Khotimah menambahkan, RA yang dipimpinnya memiliki 103 siswa yang dibagi dalam 5 rombongan belajar, mereka dibimbing oleh 7 orang guru.

PKB Kab Tegal

Prestasi RA Muslimat NU Kluwut sangat membanggakan antara lain menjadi juara ditingkat Provinsi untuk bidang Tartil Quran, gerak dan lagu, senam anak dan lomba dongeng. “Guru kami juga menjadi guru teladan urutan 10 tingkat Provinsi Jawa Tengah 2016,” paparnya. (Wasdiun/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal AlaNu PKB Kab Tegal

Teliti Indeks Integritas Siswa, Puslitbang Penda Siap Terjunkan Peneliti

Jakarta, PKB Kab Tegal. Isu tentang pengembangan integritas siswa terus menjadi perhatian para penyelenggara dan pemangku kepentingan pendidikan. Pemicunya adalah banyaknya kasus yang melibatkan para siswa mulai tawuran antarsekolah, kekerasan dan pemerasan bagi siswa baru di acara MOS (Masa Orientasi Siswa),  penggunaan narkoba, hingga pergaulan bebas.

Teliti Indeks Integritas Siswa, Puslitbang Penda Siap Terjunkan Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)
Teliti Indeks Integritas Siswa, Puslitbang Penda Siap Terjunkan Peneliti (Sumber Gambar : Nu Online)

Teliti Indeks Integritas Siswa, Puslitbang Penda Siap Terjunkan Peneliti

Hal tersebut dikatakan Kepala Bidang Litbang Pendidikan Agama dan Pendidikan Tinggi Keagamaan Puslitbang Penda Balitbang Diklat Kemenag, Nurudin Sulaiman, di sela-sela rapat pembahasan Desain Operasional (DO) penelitian Indeks Integritas Siswa yang dipimpin Kepala Puslitbang Penda Prof Amsal Bachtiar. Rapat tersebut digelar di Takes Mansion Hotel Jl Taman Kebon Sirih No 3-4 Jakarta, Senin (4/1).

Menurut dia, pengembangan integritas di sekolah merupakan hal yang sangat penting, terutama bila ingin menghasilkan pribadi-pribadi berintegritas tinggi. Sekolah merupakan salah satu lembaga yang memegang peranan penting dalam penumbuhan integritas karena dalam kehidupan sekolah dapat mencerminkan kehidupan bermasyarakatnya.

“Ini sejalan dengan fungsi sekolah yaitu memberikan pengajaran dan pendidikan yang sesuai dengan taraf perkembangan masyarakat. Jika lembaga pendidikan dapat menumbuhkan integritas dalam kehidupan sekolah, maka integritas dalam masyarakat akan semakin tumbuh juga,” ujarnya.

PKB Kab Tegal

Meski demikian, Nurudin mengakui bahwa upaya paling awal dalam menanamkan integritas adalah pendidikan keluarga. Sebab, awal siswa tumbuh ada di kehidupan keluarga. Namun, setelah anak tersebut tumbuh menjadi siswa maka sekolah menjadi tempat terbaik dalam menumbuhkan integritas tersebut.

PKB Kab Tegal

Apabila para siswa tumbuh dengan integitas yang baik, lanjut dia, kehidupan mereka dalam masyarakat juga berbanding lurus dengan integritas yang mereka miliki. Oleh karena itu, integritas anak-anak sekolah perlu ditumbuhkan karena mereka bersiap terjun di kehidupan masyarakat.

“Tugas pengembangan integritas ini menjadi tugas bersama seluruh civitas sekolah, mulai dari kepala sekolah sampai dengan siswa. Maka semua harus terlibat di dalamnya,” tegas Doktor lulusan Universitas Indonesia ini.

Sementara itu, salah satu peneliti Puslitbang Penda, Farida Hanun, selaku koordinator penelitian dalam paparannya mengatakan, tujuan penelitian ini hendak mengetahui dan menganalisis indeks integritas siswa secara nasional. Targetnya, besaran indeks integritas siswa di sekolah bakal terumuskan.

Farida menyebut sudah cukup banyak penelitian yang mengkaji integritas siswa. Sayangnya, riset tersebut hanya fokus pada satu aspek saja. Sementara aspek lain yang tak kalah penting diabaikan. Oleh karena itu, Puslitbang Penda mencoba menelisik dari aspek lainnya.

“Selama ini, penelitian tentang integritas siswa dilakukan sebatas mengukur segi kejujuran dalam mengikuti ujian. Belum dikembangkan ke segi lain. Nah, penelitian ini akan mengukur lima nilai dasar integritas akademik, yakni kejujuran, dapat dipercaya, tanggung jawab, adil, dan menjaga kehormatan,” paparnya.

Penelitian indeks integritas siswa akan digelar di sepuluh provinsi yang ada di Indonesia. Yaitu Sulawesi Barat, Papua Barat, Sumatera Utara, Jawa Barat, Banten, Nusa Tenggara Barat, Bali, Sulawesi Utara, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Kalimantan Selatan. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ulama, Sejarah, Nahdlatul Ulama PKB Kab Tegal

Sabtu, 09 Desember 2017

LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah

Sumenep, PKB Kab Tegal. Pagi itu Sekretariat PCNU Sumenep ramai. Satu persatu warga NU terus berdatangan memasuki gedung berwana hijau itu yang berlokasi di Jalan Tronojoyo 295, Gedungan, Sumenep.

LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU Sumenep Sumbang 50 Kantong Darah

Warga yang datang tak hanya didominasi orang yang sudah berkepala empat. Membaur di tengah-tengah mereka anak remaja untuk mendonorkan darah. Salah seorang politisi yang datang membawa rombongan wartawan, membikin suasana lebih pencolok.

Pagi itu, Rabu 5 Desember 2012, Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama Sumenep menggelar donor darah. Ini aksi donor darah yang keduasetelah bulan September. NU Tak pernah absen turut membantu kebutuhan masyarakat.

PKB Kab Tegal

“Tujuannya tidak lain, untuk membantu menyuplai kebutuhan darah di Sumenep. LKNU tiap tahun melakukan kegiatan seperti ini” jelas Ketua LKNU Sumenep Hadariyadi.

Doroh darah di Sumenep sangat dibutuhkan dan mendesak, mengingat PMI Sumenep kekurangan stok darah untuk memenuhi kebutahan warga Sumenep. Permintaan darah saat ini mencapai 500 kantong.

PKB Kab Tegal

“Bulan lalu kebutuhan darah mencapai 450 kantong. Sekarang meningkat drasitis, apalagi penderita demam berdarah meningkat,” kata Ketua Unit Tranfusi Darah PMI Sumenep, Moh. Soleh.

Saat ini, PMI hanya mengantongi beberapa kantong darah saja. Saleh membeberkan, stok darah yang ada hanya golongan A sebanyak (2), B (1), AB (1), dan golongan darah O (1).

Sekalipun tidak lantas bisa memenuhi kebutuhan darah secara keseluruhan, kegiatan tersebut dan kegiatan serupa yang dilakukan NU di Kecamatan Saronggi pada keesokan harinya, Kamis (7/12), setidaknya telah membantu menyuplai 50 kantong darah.

“Peserta yang hendak menyumbangkan darahnya sebenaarnya banyak. Yang hadir ke PCNU sekitar 70 orang dan yang di Saronggi sekitar 30 orang, tapi tidak semuanya bisa didonor karna tensi darahnya tidak normal,” jelasnya.

Kontributor: M. Kamil Akhyari

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Sejarah, Tokoh, AlaNu PKB Kab Tegal