Sabtu, 11 November 2017

IPPNU Jateng Minta Cabang Utamakan Kaderisasi

Rembang, PKB Kab Tegal. Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Jawa Tengah, Umi Sangadah, meminta Pimpinan Cabang (PC) IPPNU se-Jawa Tengah untuk mengutamakan proses kaderisasi.

IPPNU Jateng Minta Cabang Utamakan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)
IPPNU Jateng Minta Cabang Utamakan Kaderisasi (Sumber Gambar : Nu Online)

IPPNU Jateng Minta Cabang Utamakan Kaderisasi

Hal itu di kemukakannya di hadapan Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Kudus, Pati, Rembang, Blora, dan Lasem di gedung NU Rembang, Senin (26/8).?

Umi Sangadah mengatakan, pihaknya akan membantu para pimpinan cabang yang masih kesulitan dalam pelaksanaan kaderisasi secara formal. Selama ini, lanjut Umi, pengkaderan di Jawa Tengah masih belum bisa merata.

PKB Kab Tegal

“Dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) di Cilacap Maret lalu dilaporkan masih banyak yang protes seputar pengkaderan yang belum bisa merata, khususnya di cabang-cabang yang ada dibantaran Pantura,” katanya.

Ketua IPPNU yang lahir di Kebumen Jawa Tengah itu juga menambahkan, pihaknya akan menyiiapkan program yang nantinya bisa disingkronkan dan didapat dijalankan oleh pimpinan Cabang, anak cabang, ranting dan komisariat.

PKB Kab Tegal

Redaktur ? ? : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ahmad Asmu’i

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Islam PKB Kab Tegal

Dahlan: Pemimpin Masa Depan adalah yang Berintergitas

Palembang, PKB Kab Tegal.

Syarat pemimpin masa depan adalah pemimpin yang memiliki integritas tinggi. Pemimpin yang tidak memiliki integritas tinggi, tidak akan laku di masa yang akan datang. 

Dahlan: Pemimpin Masa Depan adalah yang Berintergitas (Sumber Gambar : Nu Online)
Dahlan: Pemimpin Masa Depan adalah yang Berintergitas (Sumber Gambar : Nu Online)

Dahlan: Pemimpin Masa Depan adalah yang Berintergitas

Demikian yang disampaikan Menteri BUMN Dahlan Iskan dalam Kongres IPNU XVII IPPNU XVI pada Sabtu, di Asrama Haji Palembang Sumatra Selatan.

Menurutnya, pemimpin atau pun pejabat di masa lalu adalah orang yang pandai menjilat. 

PKB Kab Tegal

“Semakin pandai ia menjilat akan mendapat kedudukan, orang yang kurang pandai menjilat akan sulit mendapat kedudukan,” jelasnya sembari tersenyum.sebagaimana dilaporkan PKB Kab Tegal dari arena kongres.

Selain itu, kata Dahlan, yang bisa menjadi pemimpin adalah orang yang memiliki populartas. “Jadi tidak harus memiliki kualitas maupun integritas, kalau memiliki popularitas bisa jadi pemimpin,” kata Dahlan.

PKB Kab Tegal

Namun, menurutnya pemimpin di masa yang akan datang adalah orang-orang yang memiliki integritas tinggi, dan berkualitas. “Buktinya, saya tak memiliki latar belakang di bidang kelistrikan, tapi karena saya dianggap mampu mengelola, maka Pak SBY memercayakan jabatan ini kepada saya,” imbuhnya.

Peluang IPNU-IPPNU

“Saya rasa IPNU IPPNU mampu untuk menjadi pemimpin yang memiliki integritas yang laku untuk mengisi kepemimpinan di masa mendatang,” tuturnya.

Karena menurut pria mengawali karier sebagai wartawan ini, IPNU IPPNU adalah kalangan santri yang diajarkan istiqomah (konsistensi), tawadhu (akhlaq/etika), dan integritas oleh para ulama.

“Itu merupakan modal besar untuk menjadi pemimpin dalam sepuluh atau 15 tahun yang akan datang. Pelajaran yang diperoleh di pesantren harus diamalkan dalam kehidupan santri atau pelajar,” ujar Dahlan. 

Selain menyampaikan orasi, Dahlan Iskan juga membuka kongres dengan memukul bedug tanda dibukanya acara yang berakhir Selasa, (4/12). Hadir sejumlah tokoh NU, seperti Ali Masykur Musa (ISNU), wakil ketu umum PBNU H As’ad Ali dan lain-lain. 

Redaktur   : Mukafi Niam

Kontributor: Abdul Rochim  

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Warta, Tegal PKB Kab Tegal

Para Pengasuh Pesantren Berharap Pilpres Jaga Kerukunan Bangsa

Jombang, PKB Kab Tegal. Para pengasuh pesantren yang tergabung dalam Majelis Permusyawaratan Pengasuh Pesantren Indonesia (MP3I) mengingatkan bahwa menjelang pemilihan presiden dan wakil presiden RI, banyak pernyataan dan aksi yang dikeluarkan berbagai pihak yang berpotensi menimbulkan perpecahan bangsa. 

“Pesta demokrasi yang seyogyanya dapat memberikan manfaat buat kita malah menyebabkan bangsa kita berpotensi terbelah,” tandas Ketua Majlis Pembina MP3I, KH Salahuddin Wahid dalam rilisnya, Selasa (8/7).

Para Pengasuh Pesantren Berharap Pilpres Jaga Kerukunan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pengasuh Pesantren Berharap Pilpres Jaga Kerukunan Bangsa (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pengasuh Pesantren Berharap Pilpres Jaga Kerukunan Bangsa

Organisasi yang menghimpun sejumlah pesantren ini juga mengajak untuk kembali mengingat sejumlah amanah seperti yang diingatkan Allah dalam surat Al-Imran ayat 103 yakni, “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”

PKB Kab Tegal

Demikian juga masa lalu atau sejarah bangsa Indonesia, bahwa sejak dahulu selalu  menjadi sasaran berbagai kekuatan besar dan lebih dari 350 tahun mereka berhasil menjajah dengan politik devide et impera atau memecah belah persatuan.

Sejumlah kiai yang bertemu di Pesantren Tebuireng Jombang Jawa Timur ini kembali mengingatkan fatwa para ulama pesantren dibawah pimpinan hadratussyekh KH Hasyim Asyari dalam Resolusi Jihad yang intinya adalah kesediaan berkorban jiwa dan raga demi mempertahankan kemerdekaan melawan berbagai bentuk penjajahan. Juga pesan Bung Karno yaitu “perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri”.

PKB Kab Tegal

Pada kesempatan ini, sejumlah pengasuh ini mengingatkan pesan Panglima Besar Jenderal Soedirman yaitu “dalam menghadapi keadaan apapun, jangan lengah, sebab kelengahan menimbulkan kelemahan dan kelemahan menimbulkan kekalahan, sedangkan kekalahan menimbulkan penderitaan.”

Karena itu para kiai yang berkumpul diantaranya Ketua Majlis Pembina MP3I (KH Salahuddin Wahid), Ketua Majelis Mustasyar MP3I (Letjend (Purn.) Ir H Azwar Anas), Ketua Umum MP3I (KH M Zaim Ahmad Ma’shoem) serta Sekjen MP3I (Dr H Shofiyullah Muzammil, M Ag) mengajak seluruh elemen bangsa, terutama para elite politik untuk bersama-sama menjaga kerukunan dan persatuan bangsa, dengan mengutamakan kepentingan bangsa diatas kepentingan pribadi dan kelompok.

“Kami menyerukan kepada pemegang hak pilih untuk menggunakan haknya dengan secara bertanggungjawab. Semua calon adalah putra terpilih untuk menjadi pemimpin nasional,” tandas Gus Solah. 

Pasca pemilihan presiden, baik pasangan yang mendapat amanah rakyat ataupun yang belum, untuk bekerjasama bahu membahu membangun bangsa dan negara Indonesia dalam mewujudkan amanat para pendiri bangsa yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945.

“Kami komunitas pesantren yang sejak lima abad lalu menjadi soko guru pendidikan di Nusantara, menyambut baik dan mendukung sepenuhnya itikad mulia pasangan yang mendapat amanat rakyat untuk mendayagunakan pesantren dalam membangun Indonesia,” katanya. Oleh karena itu MP3I mengajak para pengasuh pesantren memanfaatkan secara positif itikad mulia tersebut dalam mendayagunakan pesantren menuju kemandirian, kemajuan dan kesejahteraan, pungkasnya.  (syaifullah/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh PKB Kab Tegal

Jumat, 10 November 2017

Jafrinal Effendi Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Pasbar

Pasaman Barat, PKB Kab Tegal. Komandan Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Ansor Pasaman Barat Jafrinal Effendi terpilih menjadi Ketua GP Ansor Pasaman Barat ? masa bakti 2014-2018. Ia diamanahkan untuk memimpin GP Ansor pada Konferensi Cabang GP Ansor Pasaman Barat di aula UPK PNPM Kinali, Sabtu (29/11).

Jafrinal Effendi Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Pasbar (Sumber Gambar : Nu Online)
Jafrinal Effendi Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Pasbar (Sumber Gambar : Nu Online)

Jafrinal Effendi Terpilih Jadi Ketua GP Ansor Pasbar

"Peluang dan potensi untuk membesarkan Ansor di Pasaman Barat besar. Hanya selama ini kurang diurus dengan baik. Agenda yang mendesak untuk dilakukan adalah Pelatihan Kader Dasar (PKD) di kalangan pengurus Ansor nantinya," kata Jafrinal.

Rais Syuriyah PCNU Nurohman menyebutkan, belakangan ini berbagai amalan yang rutin dilakukan warga nadhiyin (NU dan Ansor) seperti wiridan, yasinan, tahlilan, ziarah bahkan sampai peringatan maulud Nabi Muhammad Saw pun mulai ada pihak tertentu yang mengatakannya bidah dan harus dilarang. Sehingga tidak jarang terjadi gesekan di tengah masyarakat.

PKB Kab Tegal

"Ansor sebagai anaknya NU jangan sampai memberantas perbuatan maksiat dengan tindakan kekerasan, yang berujung pula dengan perbuatan maksiat. ? Ansor harus tampil dengan nilai-nilai Islam rahmatan lilalamin," kata Nurohman.

Terkait dengan kondisi alam Sumatera Barat yang sering terjadi bencana, Banser sebagai bagian inti dari Ansor diharapkan dapat mempersiapkan diri lebih matang dan terlatih. Sehingga bila terjadi bencana alam, Ansor bisa menurunkan Bansernya untuk turut dalam penanggulangan korban bencana tersebut, harap Nurohman. (Armaidi Tanjung/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal AlaNu, Tokoh PKB Kab Tegal

PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD

Yogyakarta. PKB Kab Tegal - Biro Kaderisasi PMII DIY menggelar kelompok kerja materi Pelatihan Kader Dasar (PKD) selama empat hari (29/8-1/9) di Sekret PMII DI Yogyakarta. Mereka membahas pilihan materi yang mesti masuk dalam daftar kajian pada PKD.

Peserta rapat kemudian sepakat memilih empat ateri pokok dalam PKD. Empat materi itu antara lain Paradigma PMII, Nilai Dasar Pergerakan (NDP), Aswaja, dan Ke-PMII-an.

PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII DIY Seragamkan Empat Materi PKD

Peserta Pokja adalah Ketua dan Koordinator Biro Kaderisasi dari masing-masing komisariat dan rayon di bawah naungan PMII DI Yogyakarta.

Empat materi ini bersifat wajib bagi seluruh komisariat dan rayon yang berada di bawah naungan PMII DI Yogyakarta untuk dijadikan materi dalam pelaksanaan PKD.

PKB Kab Tegal

Tujuan dari Pokja ini untuk melakukan penyeragaman beberapa materi di PKD. Selama ini, tidak ada kesamaan antara komisariat dan rayon dalam materi PKD meskipun secara subtansi sama. “Empat materi tersebut wajib untuk dijadikan materi dalam PKD,” kata Ketua PMII DI Yogyakarta Faizi Zain, Ahad (28/8).

PKB Kab Tegal

Ketua PMII Humaniora Park Rayon Fakultas Ilmu Sosial dan Humaniora Thoriq Yuda menyambut baik adanya penyeragaman empat materi wajib tersebut. “Tapi materi tersebut akan disampaikan sesuai latar dan kadar pengetahuan peserta baru,” lanjutnya, Ahad (28/8).

Mereka berencana menghadirkan Nur Kholiq Ridwan, KH Umarudin Masdar, Kang Mustafied, dan Prof KH Yudian Wahyudi sebagai narasumber materi wajib PKD itu.

“Mereka akan memantik materi wajib PKD. Ada beberapa pemateri yang masih dalam tahap konfirmasi,” ujar Aziz, salah satu anggota Biro Kaderisasi (28/8).

PMII DI Yogyakarta berencana mengadakan PKD pada awal September. (Ahmad Riyadi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Islam, Budaya PKB Kab Tegal

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan

Sarat Wajib adalah syarat yang harus dipenuhi oleh seseorang sebelum melaksanakan suatu ibadah. Seseorang yang tidak memenuhi syarat wajib, maka gugurlah tuntutan kewajiban kepadanya. Sedangkan rukun adalah hal-hal yang harus dilakukan dalam sebuah ibadah.

Adapun Syarat pertama seseorang itu diwajibkan menjalankan ibadah puasa, khususnya puasa Ramadhan, yaitu ia seorang muslim atau muslimah. Karena puasa adalah ibadah yang menjadi keharusan atau rukun keislamannya, sebagaimana termaktub dalam hadits yang diriwayat kan oleh Imam Turmudzi dan Imam Muslim:



عَنْ أَبِي عَبْدِ الرَّحْمَنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله وسلم يَقُوْلُ : بُنِيَ اْلإِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ : شَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقَامُ الصَّلاَةِ وَإِيْتَاءُ الزَّكَاةِ وَحَجُّ الْبَيْتِ وَصَوْمُ رَمَضَانَ

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)
Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan (Sumber Gambar : Nu Online)

Syarat Wajib dan Rukun Puasa Ramadhan

Dari Abi Abdurrahman, yaitu Abdullah Ibn Umar Ibn Khattab r.a, berkata: saya mendengar Rasulullah s.a.w, bersabda: Islam didirikan dengan lima hal, yaitu persaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, didirikannya shalat, dikeluarkannya zakat, dikerjakannya hajji di Baitullah (Ka’bah), dan dikerjakannya puasa di bulan Ramadhan. (Hadits Shahih, riwayat al-Bukhari: 7 dan Muslim: 19)

PKB Kab Tegal

Syarat yang kedua seseorang itu berkewajiban menjalankan ibadah puasa ramadhan, yaitu ia sudah baligh, dengan ketentuan ia pernah keluar mani dari kemaluannya baik dalam keadaan tidur atau terjaga, dan khusus bagi perempuan sudah keluar haid. Dan syarat keluar mani dan haid pada batas usia minimal 9 tahun.

Dan bagi yang belum keluar mani dan haid, maka batas minimal ia dikatakan baligh pada usia 15 tahun dari usia kelahirannya. Dengan syarat ketentuan baligh ini, menegaskan bahwa ibadah puasa ramadhan tidak diwajibkan bagi seorang anak yang belum memenuhi cirri-ciri kebalighan yang telah disebutkan di atas.

PKB Kab Tegal

Syarat yang ketiga bagi seorang muslim dan baligh itu terkena kewjiban menjalankan ibadah puasa, apabila ia memiliki akal yang sempurna atau tidak gila, baik gila karena cacat mental atau gila disebabkan mabuk.

Seseorang yang dalam keadaan tidak sadar karena mabuk atau cacat mental, maka tidak terkena hukum kewajiban menjalankan ibadah puasa, terkecuali orang yang mabuk dengan sengaja, maka ia diwajibkan menjalankan ibadah puasa dikemudian hari (mengganti di hari selain bulan ramadhan).



رُفِعَ اْلقَلَمُ عَنْ ثَلَاثٍ عَنْ النّائِمِ حَتّى يَسْتَيْقِظُ وَعَنِ اْلمَجْنُوْنِ حَتّى يُفِيْقَ وَعَنِ الصَّبِىِّ حَتَّى يَبْلُغَ

Tiga golongan yang tidak terkena hukum syar’i: orang yang tidur sapai ia terbagngun, orang yang gila sampai ia sembuh, dan anak-anak sampai ia baligh. (Hadits Shahih, riwayat Abu Daud: 3822, dan Ahmad: 910. Teks hadits riwayat al-Nasa’i)

Syarat keempat adalah kuat menjalankan ibadah puasa. Selain islam, baligh, dan berakal,  seseorang harus  mampu dan kuat untuk menjalankan ibadah puasa. Dan apabila tidak mampu maka diwajibkan mengganti di bulan berikutnya atau membayar fidyah. Untuk keterangan lebih detailnya akan dijelaskan pada fasal selanjutnya yang insyaallah akan diterangkan pada pasal permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan ibadah puasa.

Syarat kelima Mengetahui Awal Bulan Ramadhan. Puasa Ramadhan diwajibkan bagi muslim yang memenuhi persyaratan yang telah diuraikan di atas, apabila ada salah satu orang terpercaya (adil) yang mengetahui awal bulan Ramadhan dengan cara melihat hilal secara langsung dengan mata biasa tanpa peralatan alat-alat bantu. Dan persaksian orang tersebut dapat dipercaya dengan terlebih dahulu diambil sumpah, maka muslim yang ada dalam satu wilayah dengannya berkewajiban menjalankan ibadah puasa. Dan apabila hilal tidak dapat dilihat karena tebalnya awan, maka untuk menentukan awal bulan Ramadlon dengan menyempurnakan hitungan tanggal bulan sya’ban menjadi 30 hari.

Sebagaimana hadits Nabi Muhammad s.a.w, yang diriwayatkan oleh Imam Buchori, r.a:



صُومُوا لِرُؤْيَتِهِ وَأَفْطِرُوا لِرُؤْيَتِهِ فَإِنْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَأَكْمِلُواعِدَّةَ شَعْبَانَ ثَلَاثِينَ 



Berpuasa dan berbukalah karena melihat hilal, dan apabila hilal tertutup awan maka sempurnakanlah hitungannya bulan menjadi 30 hari (H.R. Imam Buchori)



عَنْ عِكْرِمَةَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: جَاءَ اَعْرَبِيُّ اِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: اِنِّي رَاَيْتُ اْلهِلَالَ فَقَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلّاَ اللهَ قَالَ: نَعَمْ، قَالَ: اَتَشْهَدُ اَنْ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ؟ قَالَ: يَا بِلَالُ اَذِّنْ فِى النَّاسِ فَلْيَصُوْمُوْا غَدًا 

Dari ‘ikrimah, ia dapatkan dari Ibnu Abbas, berkata: datanglah orang Arab Badui menghadap Nabi s.a.w, ia berkata: sesungguhnya aku telah melihat hilal. Nabi menjawab: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “sesungguhnya tiada Tuhan selain Allah”, orang Arab Badui tadi menjawab; “ia”. Lalu Nabi bertanya lagi: apakah kamu akan bersaksi (bersumpah) “ sesungguhnya Muhammad itu utusan Allah”, dan Orang Arab Badui menjawab “ia”. Lalu Nabi bersabda; “wahai Bilal perdengarkanlah adzan ditengah-tengah kerumunan manusia, dan perintahkanlah mereka untuk mengerjakan puasa pada esok hari” (Hadits Shahih diriwayatkan oleh lima Imam, kecuali Ahmad)

Adapun Rukun puasa hanya dua, pertama Niat. Niat puasa Ramadhan merupakan pekerjaan ibadah yang diucapkan dalam hati dengan persyaratan dilakukan pada malam hari dan wajib menjelaskan kefarduannya didalam niat tersebut, contoh; saya berniat untuk melakukan puasa fardlu bulan Ramadhan, atau lengkapnya dalam bahsa Arab, sebagai berikut:



نـَوَيْتُ صَوْمَ غـَدٍ عَـنْ ا َدَاءِ فـَرْضِ شـَهْرِ رَمـَضَانِ هـَذِهِ السَّـنـَةِ لِلـّهِ تـَعَالىَ

Saya niat mengerjakan ibadah puasa untuk menunaikan keajiban bulan Ramadhan pada tahun ini, karena Allah s.w.t, semata.

Sedangkan dalil yang menjelaskan niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari adalah sabda Nabi Muhammad s.a.w, sebagai berikut:



 Ù…َنْ لَمْ يَجْمَعِ الصِّيَامَ قَبْلَ اْلفَجْرِ فَلَا صِيَامَ لَهُ 



Siapa yang tidak membulatkan niat mengerjakan puasa sebelum waktu hajar, maka ia tidak berpuasa. (Hadits Shahih riwayat Abu Daud: 2098, al-Tirmidz: 662, dan al-Nasa’i:2293).

Adapun dalil yang menjelaskan waktu mengucapkan niat untuk puasa sunnah, bisa dilakukan setelah terbit fajar, yaitu:



عَنْ عَائِشَةَ قَالَتْ : دَخَلَ عَلَّيَّ رَسُولُ اللهِ صَلِّي اللهُ عَلَيْهِ ÙˆÙŽ سَلّمَ ذَاتَ يَوْمٍ فَقَالَ: هَلْ عِنْدَكُمْ مِنْ شَيْءٍ ØŸ فَقُلْنَا لَا فَقَالَ: فَاِنِّي اِذًنْ صَائِمٌ. ثُمَّ اَتَانَا يَوْمًا اَخَرَ، فَقُلْنَا: يَارَسُوْلَ اللهِ اُهْدِيَ لَنَا حَيْسٌ فَقَالَ: اَرِيْنِيْهِ فَلَقَدْ اَصْبَحْتُ صَائِمًا فَاَكَلَ 

Dari Aisyah r.a, ia menuturkan, suatu hari Nabi s.a.w, dating kepadaku dan bertanya, “apakah kamu punya sesuatu untuk dimakan?”. Aku menjawab, “Tidak”. Maka Belaiu bersabda, “hari ini aku puasa”. Kemudian pada hari yang lain Beliau dating lagi kepadaku, lalu aku katakana kepadanya, “wahai Rasulullah, kami diberi hadiah makanan (haisun)”. Maka dijawab Rasulullah, “tunjukkan makanan itu padaku, sesungguhnya sejak pagi aku sudah berpuasa” lalu Beliau memekannya. (Hadits Shahih, riwayat Muslim: 1952, Abu Daud: 2099, al-Tirmidzi; 666, al-Nasa’i:2283, dan Ahmad:24549)

Dan rukun kedua adalah Menahan Diri Dari Segala Sesuatu Yang Membatalkan Puasa. Untuk detailnya apa-apa yang membatalkan puasa akan dijelaskan pada pasal sesuatu yang membatalkan puasa.



...فَاْلئَنَ باَشِرُوْهُنَّ وَابْتَغُوْا مَا كَتَبَ اللهُ لَكُمْ وَكُلُوْا وَاشْرَبُوْا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ اْلخَيْطُ اْلاَبْيَضُ مِنَ اْلخَيْطِ اْلاَسْوَدِ مِنَ اْلفَجْرِ ثُمَّ اَتِّمُوْا الصِّيَامَ اِلَى اللَّيْلِ...

“…maka sekarang campurilah, dan carilah apa yang telah ditetapkan oleh Allah untukmu, serta makan dan minumlah sampai waktu fajar tiba dengan dapat membedakan antara benang putih dan hitam. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai waktu malam tiba...(QS. al-Baqarah, 2: 187) 

(Penulis: KH.Syaifullah Amin/Red: Ulil H). Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh PKB Kab Tegal

NU Sumedang Imbau Nadliyin Waspada Terhadap Gerakan Anti-NKRI

Sumedang, PKB Kab Tegal - Ketua NU Sumdang KH Sadulloh mengingatkan masyarakat agar tidak tertipu oleh golongan yang anti-NKRI. Warga NU tidak perlu terkecoh meskipun kelompok anti-NKRI serupa dengan kelompok Aswaja NU secara amaliyah.

"Jangan sampai kita tertipu oleh golongan yang anti-NKRI. Mungkin saja mereka ada yang ikut tahlilan, ikut sholawatan, ikut pula ziarah kubur. Namun secara ideologi mereka berbeda. Bedanya mereka anti-NKRI," kata KH Sadulloh di Desa Cilembu saat pelantikan Pengurus Ranting (PR) Nahdlatul Ulama se-Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Kamis (5/5).

NU Sumedang Imbau Nadliyin Waspada Terhadap Gerakan Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Sumedang Imbau Nadliyin Waspada Terhadap Gerakan Anti-NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Sumedang Imbau Nadliyin Waspada Terhadap Gerakan Anti-NKRI

Sementara A’wan NU Sumedang H Zainal Alimin mengatakan, betapa pentingnya peran NU bagi bangsa Indonesia dan masyarakat.

"Jangan kira NU itu tidak punya peran bagi masyarakat. Saya kira jika NU tidak mempunyai peran bagi masyarakat, warga Pamulihan tidak akan melaksanakan pelantikan yang dimeriahkan oleh sholawat qosidah. Warga Pamulihan tidak akan melaksanakan pelantikan? PRNU sambil memperingati isra miraj. Ini," ujar H Zainal Alimin.

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

ia juga mengajak masyarakat menjaga dan mempertahankan NKRI. "Kita selaku nahdliyin yang harus menjaga dan mempertahankan NKRI. Jangan malah anti-NKRI. Karena sekarang ada beberapa organisasi yang anti-pemerintahan, anti-Pancasila, dan anti-NKRI. Untuk itu mari kita ikat aqidah kita dengan aqidah Aswaja NU," imbaunya H Zainal Alimin.

Sebelum pelantikan dimulai, ada beberapa rangkaian acara yang dilaksanakan di antaranya acara kirab warga nahdliyin, penampilan qosidah Fatayat, penampilan qosidah IPPNU, tabligh akbar, dan pelatihan muharrik masjid. (Sholeh Nahru/Ayi Abdul Kohar)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Khutbah PKB Kab Tegal