Sabtu, 15 Oktober 2016

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU

Depok, PKB Kab Tegal. Ada yang istimewa pada kuliah umum di STAI Al-Hamidiyah Depok, Senin (15/9) petang. Dua narasumber sangat kontras satu sama lain. Pertama, Menteri Agama Republik Indonesia ke-21, Lukman Hakim Saifuddin. Kedua, Emil Elestianto Dardak, PhD, peraih gelar doktor termuda pada usia 22 tahun dari Ritsumeikan Asia Pasific University Jepang. Usut punya usut, pria ini adalah mantan Pengurus Cabang Istimewa Nahdlatul Ulama (PCINU) Jepang.

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)
Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU (Sumber Gambar : Nu Online)

Peraih Doktor Termuda di Jepang, Aktivis PCINU

Emil, sapaan akrabnya, menceritakan saat dirinya mengambil S2 dan S3 di Jepang, sebuah negara kepulauan mirip Indonesia, belum ada organisasi sebagai wahana diskusi tentang keislaman dan kemajuan teknologi. Kemudian ia bersama kawan-kawannya mendirikan NU di Jepang.

?

“Kami mahasiswa Indonesia di Jepang saat itu butuh wahana silaturahim. Sayangnya, belum ada untuk sekedar tempat bicara dan diskusi tentang keislaman yang ramah. Maka, kami mendirikan NU di sana,” ujar suami artis Arumi Bachsin ini kepada PKB Kab Tegal usai berbicara sebagai narasumber pada kuliah umum di STAI Al-Hamidiyah, Senin (15/9).

PKB Kab Tegal

Dia menambahkan, saat itu Rais Syuriah pertama Pak Kharirie. Kemudian penerusnya Pak Agus Zainal Arifin (sekarang dekan di ITS). “Kalau saya mulai aktif sebagai salah satu ketua, yaitu bidang Hubungan Pemerintah, sejak 2005. Nah, ketua umum saat itu Indra Singawinata,” sebutnya.

Dalam kepengurusannya, lanjut Emil, di PCINU pernah membuat program “Santri Nelayan” untuk membantu pesantren di daerah pesisir. Program tersebut berupa pembuatan soft ware Quran Digital, fasilitas teknologi informasi (IT), dan perangkat komputer untuk para santri agar mereka dapat beradaptasi dengan teknologi terkini. Hal tersebut dilakukan supaya proses belajar-mengajar di pesantren lebih efisien.

PKB Kab Tegal

Menyinggung soal isu kemaritiman, Emil mengatakan belum lama ini koran Singapura The Street Time memuat pendapatnya mengenai poros maritim yang didengungkan Presiden terpilih Joko Widodo. Bagi dia, kunci terpenting poros maritim adalah mengaitkannya dengan kesatuan nasional. Isu ini sangat strategis di mana penduduk pesisir yang mayoritas warga Nahdliyin itu merupakan perekat persatuan dan kesatuan bangsa.

“Kita ini kan pulau-pulau besar. Satu pulau bisa melebihi satu negara. Tapi apa yang bisa merekatkan kita jadi satu? Lautan di negeri ini mestinya menjadi penyatu bukan pemisah. Jadi, penyatu Indonesia itu ya lautan. Oleh karena itu, perlu dibangun infrastruktur pelabuhan yang membuat ongkos membeli barang dalam negeri lebih murah daripada mengirim keluar. Sedangkan hari ini kebalikannya,” tutur dia.

?

Emil menekankan tidak berarti serta-merta ketika Indonesia berorientasi maritim lalu konektivitas di darat terlupakan. “Kita bikin pelabuhan tapi tidak tersambung ke mana-mana kan percuma. Justru harus ada konektivitas antara pelabuhan dengan pusat-pusat produksi. Jadi, logistik jadi terpadu. Itu yang penting,” tegasnya.

Emil bercerita, ia pernah meneliti tentang link and match. Kenapa di sebuah desa bisa tertinggal dari sisi SDM dan teknologi. Karena apa yang diajarkan di sekolah tidak dapat diaplikasikan di lingkungannya. “Harus ada satu keterpaduan di hilir dan di hulu. Misalnya, kita pengen nelayan menggunakan teknologi perkapalan atau penangkapan ikannya, ada demand di hilir. Di hulunya kita profit. Jadi, mindset mulai anak SD hingga SMA harus match,” paparnya.

Cucu KH Dardak asal Trenggalek Jawa Timur ini menambahkan, ilmu yang diperoleh sejalan dengan apa yang bisa dikaryakan di situ. Jadi kemampuan santri untuk mengoperasikan penangkapan ikan berbasis teknologi itu menjadi penting. Ia merasa, pesantren di mana-mana itu balance. Orang yang memiliki kondisi spiritual yang baik berada dalam kondisi belajar yang kondusif.

“Itu yang kami lihat. Dia bisa punya etos kerja. Jadi, harus dikaitkan ajaran Islam itu ke dalam etos belajar dan etos kerja yang baik. Karena sekarang ini SDM kita justru karakternya yang harus didorong, nggak cuma kemampuan teknis. Nah, format belajar yang menggunakan pendekatan pesantren itu diharapkan menjadi satu dobrakan ke arah sana,” pungkasnya. (Ali Musthofa Asrori/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Santri, Nusantara PKB Kab Tegal

Kamis, 13 Oktober 2016

Rais Aam Persembahkan Puisi untuk Muslimat NU

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pejabat Rais Aam PBNU KH A. Mustofa Bisri mempersembahkan sebuah puisi untuk ibu-ibu Muslimat NU pada penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dan Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas)  yang berkangsung di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Ahad (1/6).

Puisi karya kiai yang akrab disapa Gus Mus tersebut ditulis sekitar tahun 1980. Judulnya Ibu.

Rais Aam Persembahkan Puisi untuk Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Rais Aam Persembahkan Puisi untuk Muslimat NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Rais Aam Persembahkan Puisi untuk Muslimat NU

Ibu, kaulah gua teduh

tempatku bertapa bersamamu

sekian lama

PKB Kab Tegal

Kaulah kawah

dari mana aku meluncur

PKB Kab Tegal

dengan perkasa

Kaulah bumi

yang teregelar lembut bagiku

melepas lelah dan nestapa

Gunung yang menjaga mimpiku

siang dan malam

Mata air yang tak brenti mengalir

membasahi dahagaku

telaga tempatku bermain

berenang dan menyelam

Kaulah ibu, laut dan langit

yang menjaga lurus horisonku

Kaulah ibu, mentari dan rembulan

yang mengawal perjalananku

mencari jejak sorga

di telapak kakimu

Tuhan, aku bersaksi

ibuku telah melaksanakan amanatMu

menyampaikan kasih sayangMu

maka kasihilah ibuku

seperti Kau mengasihi kekasih-kekasihMu.

Amin

Rakernas dan Mukernas bertema “Khidmah Muslimat NU Untuk Indonesia bermartabat” tersebut dibuka Rabu (28/5) Wakil Presiden RI Boediono dan ditutup Pejabat Rais Aam PBNU KH A Mustofa Bisri pada Ahad (1/6).

Kegiatan tersebut  diikuti sekitar 1500 Pengurus Muslimat NU dari Pimpinan Pusat, Pimpinan Wilayah hingga Pimpinan Cabang se-Indonesia, serta dua Cabang Istimewa Sudan dan Arab Saudi. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh PKB Kab Tegal

Selasa, 11 Oktober 2016

Cara Sembahyang Jenazah Ghaib

Hampir tidak ada perbedaan terkait cara pelaksanaan sembahyang jenazah hadir dan jenazah ghaib. Semua rukunnya dikerjakan persis sama mulai dari niat, empat takbir, hingga bacaan-bacaannya. Hanya saja untuk sembahyang ghaib, ada sejumlah ketentuan yang mesti dipenuhi kendati ringan.

Kalau jenazah hadir, posisi orang yang menyembahyangkan tidak boleh mendahului si mayit. Sedangkan untuk jenazah ghaib, tidak disyaratkan demikian. Artinya, orang di Jakarta bisa melakukan sembahyang ghaib bagi mayit yang ada di Surabaya.

Cara Sembahyang Jenazah Ghaib (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Sembahyang Jenazah Ghaib (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Sembahyang Jenazah Ghaib

Selain itu, sembahyang jenazah ghaib dikatakan sah bilamana si mayit sudah dalam keadaan dimandikan.

Dalam kitab Busyrol Karim Bisyarhi Masa’ilit Taklim, Syekh Sa’id bin Muhammad Ba’asyin menerangkan seperti berikut.

PKB Kab Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

PKB Kab Tegal

“Tidak boleh tidak dalam melangsungkan sembahyang jenazah ghaib yang mana disyaratkan si mayit yang tidak hadir (bukan karena mati syahid) sudah dimandikan terlebih dahulu.”

Catatan ‘bukan syahid’ menjadi penting mengingat jenazah muslim yang bukan syahid harus dimandikan dan dikafankan terlebih dahulu sebelum disembahyangkan. Wallahu A’lam. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Doa PKB Kab Tegal

Kamis, 06 Oktober 2016

Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium

Tehran, PKB Kab Tegal. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad , Minggu (11/2) mengungkapkan, Iran tidak akan menghentikan program pengayaan uraniumnya.

Di sela-sela peringatan ulang tahun Revolusi Islam Iran ke-28, Ahmadinejad telah siap melakukan perundingan dengan masyarakat internasional terkait dengan program nuklirnya untuk misi sipil yaitu sebagai pembangkit tenaga listrik.

Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium (Sumber Gambar : Nu Online)
Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium (Sumber Gambar : Nu Online)

Ahmadinejad Tak Akan Hentikan Pengayaan Uranium

Ahmadinejad yang selama ini dibuat kesal oleh tuntutan Dewan Keamanan PBB agar segera menghentikan aktivitas nuklirnya mengungkapkan bahwa negaranya telah berhasil membangung 3000 mesin pemusing di Natanz.

PKB Kab Tegal

Ahmadinejad menegaskan bahwa negaranya telah melewati "saat-saat yang sulit dan memenuhi hak (nuklir) nya."

PKB Kab Tegal

Mantan Walikota Tehran tersebut juga menambahkan bahwa program nuklirnya sesuai dengan aturan-aturan Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir yang melarang negara manapun untuk memproduksi senjata nuklir.

"Kami siap melakukan dialog namun tidak akan menghentikan aktivitas (nuklir) kami...Pemerintah akan mempertahankan hak-hak bangsa Iran dalam kerangka hukum," terang Ahmadinejad.

Seperti diberitakan sumber Associated Press, Ababila Iran sampai batas akhir bulan ini belum juga menghentikan aktivitas uraniumnya, maka Dewan Keamanan PBB telah menyiapkan sanksi kepada Iran.

Sejumlah kalangan moderat mengingatkan Presiden Ahmadinejad untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan provokatif yang dinilainya berpotensi menyulut ketegangan antara Iran dan Barat.

Sehari sebelumnya, negosiator olong Iran, Ali Larijani mengatakan, Iran tidak menebarkan ancaman kepada Israel dan menambahkan bahwa negaranya sedang mencoba membangun citra yang lebih baik.

"Bahwa Iran akan mengancam Israel itu salah," kata Larijani saat menghadiri konferensi keamanan di Jerman, Minggu (11/2) dan menambahkan bahwa "riset dan pengembangan nuklir" tidak akan memberikan ancaman kepada negara manapun juga termasuk Israel. (dar)Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Internasional, Kyai PKB Kab Tegal

Jumat, 30 September 2016

Ridwan Kamil Bangga Bandung Tuan Rumah Dua Acara Besar Santri

Bandung, PKB Kab Tegal



Panitia Liga Santri Nusantara (LSN) dan Hari Santri Nasional (HSN) dengan difasilitasi PWNU Jawa Barat mengadakan rapat koordinasi dengan Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil. Rapat di Pendopo Wali Kota Bandung pada Senin, (25/9) terkait dengan akan dipusatkannya puncak peringatan Hari Santri 2017 di kota itu.

Memimpin langsung rapat koordinasi, pria yang akrab dengan sapaan Kang Emil ini menyatakan terima kasihnya kepada PBNU yang telah memilih Bandung dan Jawa Barat sebagai puncak rangkaian Hari Santri tahun ini. Kang Emil juga menyatakan kesiapan dan dukungannya atas perhelatan akbar ini.

Ridwan Kamil Bangga Bandung Tuan Rumah Dua Acara Besar Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Ridwan Kamil Bangga Bandung Tuan Rumah Dua Acara Besar Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Ridwan Kamil Bangga Bandung Tuan Rumah Dua Acara Besar Santri

Dalam pengantarnya, Sekretaris Rabithah Maahid Islamiyyah (RMI NU) Habib Sholeh menjelaskan bahwa dalam memperingati Hari Santri tahun ini RMI mengelola dua hajat besar, yakni LSN dan HSN. 

Habib menjelaskan bahwa pagelaran nasional di Bandung akan dibuka tanggal 22 Oktober di Bandung dimana 32 klub sepakbola perwakilan region seluruh Indonesia akan mulai pertandingan di Bandung. Acara ini akan ditutup pada tanggal 29 Oktober oleh Presiden Joko Widodo. 

Ditambahkan Habib Sholeh, di puncak acara penutupan tersebut akan digelar Shalat Maghrib Berjamaah, Shalawat dan Doa Bersama 10.000 santri yang akan diikuti oleh Presiden Jokowi.

PKB Kab Tegal

Kang Emil menambahkan bahwa Bandung merupakan salah satu kota dengan indeks kebahagiaan warga yang tinggi. Kebahagiaan tersebut salah satunya disebabkan oleh banyaknya acara yang digelar di kota Bandung. 

"Kami sudah terbiasa menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah acara-acara besar. Alhamdulillah tahun ini kita dipercaya untuk penyelenggaraan peringatan Hari Santri. Ini sebuah penghormatan bagi warga Bandung dan Jawa Barat. Saya sebagai pemimpin yang berasal dari keluarga pesantren merasa bangga atas hal ini," imbuh Emil.

PKB Kab Tegal

Tampak hadir dalam acara tersebut jajaran PWNU Jawa Barat seperti KH Asep S. Abdillah dan KH Deden Kiagus Mubarok, juga jajaran Direksi LSN Abdul Aziz, Irham Saifuddin dan Jibril Muin. Sementara itu tim HSN diwakili oleh Athoillah, Sahal dan Hafidh.

Rapat koordinasi ini juga dihadiri oleh beberapa kepala SKPD terkait, termasuk Kadispora dan Kadis Pariwisata Kota Bandung. Acara yang bernuansa santai tersebut digelar selama dua jam lebih dan banyak mendapatkan masukan teknis dari Wali Kota yang menjadi simbol ikonik generasi millenial. (Ali/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pertandingan PKB Kab Tegal

Selasa, 27 September 2016

KH Muhaimin Asnawi: Barokahnya Mbah Munawwir Banyak

Yogyakarta, PKB Kab Tegal. KH Muhaimin Asnawi, pengasuh Pesantren Al-Asnawi Salamkanci, Bandongan, Magelang, memberikan taushiyah dalam haulnya Mbah Moenawwir yang ke 75, Kamis (10/4) bada isya di halaman pesantren Al-Munawwir, Krapyak, Yogyakarta.

Dalam taushiyahnya, KH Muhaimin Asnawi menjelaskan bahwa pada saat acara haul, pasti yang dibicarakan adalah tentang kematian. "Kita sadar atau tidak, kita adalah kader mayit. Karena kader mayit, maka ditatar kemayitan kita," tambahnya.

KH Muhaimin Asnawi: Barokahnya Mbah Munawwir Banyak (Sumber Gambar : Nu Online)
KH Muhaimin Asnawi: Barokahnya Mbah Munawwir Banyak (Sumber Gambar : Nu Online)

KH Muhaimin Asnawi: Barokahnya Mbah Munawwir Banyak

Ia berpesan bahwa ketika orang mau meninggal, berprasangka baiklah kepada Allah Swt. insya Allah dosanya diampuni. "Kalau orang sebelum meninggal kok sakit, maka itu akan mengurangi dosanya jika ia sabar," tuturnya.

PKB Kab Tegal

Menurutnya, kalau orang sakit sebelum meninggal merupakan momen untuk mempersiapkan diri. "Tadi dijelaskan bahwa meninggalnya Mbah Moenaweir adalah karena sakit. Ketika ulama sakit itu menjadi hari raya, mereka merasa bahagia," ungkapnya. (Nur Sholikhin/Anam)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian PKB Kab Tegal

Senin, 26 September 2016

Siswa Sekolah NU ini Bikin Aplikasi E-Voting

Lamongan, PKB Kab Tegal. Mencoblos dan mencontreng adalah hal yang biasa dalam pemilu. Ada yang tidak biasa diterapkan oleh MA Matholi’ul Anwar Simo. Lembaga pendidikan yang didirikan di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dan beralamatkan di Simo Kecamatan Karanggeneng Kabupaten Lamongan ini melakukan pemilu raya dengan sistem E-Voting atau pemilihan langsung dengan sistem elektronikdalam rangka memilih Ketua dan Wakil Ketua OSIS, IPNU-IPPNU, dan Dewan Ambalan Pramuka.

Siswa Sekolah NU ini Bikin Aplikasi E-Voting (Sumber Gambar : Nu Online)
Siswa Sekolah NU ini Bikin Aplikasi E-Voting (Sumber Gambar : Nu Online)

Siswa Sekolah NU ini Bikin Aplikasi E-Voting

Yang luar biasa, program aplikasi E-Voting disiapkan dan dibuat sendiri oleh Siswa Unggulan IPA Program Teknologi Informatika yang bekerja sama dengan PIKTI-ITS Surabaya.? Program ini dibuat dengan menggunakan platform VB.NET dengan database Microsoft Access.

Sistem pemilu ini dinilai lebih efisien dibanding dengan pemilihan langsung dengan cara manual. Untuk proses pemilihan dengan jumlah hak pilih 1422 dengan model tiga pemilihan yakni pemilihan OSIS, IPNU-IPPNU, dan Pramuka hanya membutuhkan waktu 90 menit. Pemilihan yang berlangsung 2 Oktober lalu ini dimulai pukul 09.00 itu selesai pukul 10.30. “Lebih cepat dan lebih hemat,” tegas Waka Kesiswaan MA Matholi’ul Anwar Simo, Ahmad Fauzan.

PKB Kab Tegal

Proses pelaksaan E-Voting ini terbilang mudah dan sederhana. Setiap siswa yang datang ke bilik suara tinggal memasukkan nomor induk siswa sesuai dengan gendernya. Jika cocok, maka akan terlihat gambar calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS, dan IPNU-IPPNU di dalam komputer. “Setiap siswa diberi kartu panggilan yang berisi nomor induk dan gender (jenis kelamin)”. kata salah satu panitia, Mudzakir.

PKB Kab Tegal

Dalam E-Voting ini, ada sepuluh bilik suara. Setiap bilik ada satu komputer, dan setiap komputer yang ada di dalam bilik itu, terhubung ke satu komputer yang menjadi server, yang dihubungkan dengan menggunakan jaringan LAN (Lokal Area Netwrork),” ujar Fachri (Siswa Kelas XI.3 yang menjadi Ketua tim pembuat Aplikasi E-Voting).

Meskipun pagi itu di MA Matholi’ul Anwar Simo terkesan tidak ada aktifitas belajar-mengajar, tapi justru di sinilah proses pembelajaran aktif-implemetatif telah terjadi. Siswa diajak mengimplementasikan materi pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, tentang demokrasi. Ini juga sebagian dari latihan menyuarakan hak suara tanpa didasarkan pada tendensi apapun, terutama money politic. Inilah gambaran pemilu yang baik dan benar yang seharusnya dipraktikkan oleh semua warga negara. Pemilu tanpa money politic dan hanya berdasar pada hati nurani. (Ahmad Ubaidillah/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Bahtsul Masail, News PKB Kab Tegal