Selasa, 19 Desember 2017

Politisi PKB Dan PKNU Tak Mandiri

Jakarta, PKB Kab Tegal. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Hasyim Muzadi mengkritik politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Kebangkitan Nasional Ulama (PKNU) sebagai politisi yang tidak mandiri.

"Politisi PKB dan PKNU bukan politisi mandiri tapi politisi nebeng," kata Hasyim di Jakarta, Kamis, menjawab wartawan soal perebutan pengaruh antara PKB dan PKNU di kalangan nahdliyin (warga NU).

Dalam setiap kesempatan, baik PKB maupun PKNU seringkali mengklaim sebagai partai yang paling pas buat warga NU, paling didukung ulama-ulama NU. Dengan kata lain, kedua partai itu lebih "menjual" nama NU daripada  program partai.

Politisi PKB Dan PKNU Tak Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)
Politisi PKB Dan PKNU Tak Mandiri (Sumber Gambar : Nu Online)

Politisi PKB Dan PKNU Tak Mandiri

Bagi Hasyim, posisi NU sudah sangat jelas, tidak terikat dengan partai mana pun dan tidak akan mengikatkan diri pada satu partai. Warga NU bebas berafiliasi dengan partai apa saja.

Karena itu, bukan hal aneh kalau saat ini warga NU tersebar ke beberapa partai, baik jadi pengurus maupun sekedar simpatisan.

Hasyim menegaskan, dalam hal politik kekuasaan yang menjadi ranah partai, warga NU tak perlu disatukan atau istilah Hasyim disolidkan dalam satu partai. "Sengaja tidak disolidkan. Kalau disolidkan nanti NU terjebak menjadi oposisi atau pendukung pemerintahan. Ini jelek," tandas Hasyim.

PKB Kab Tegal

Menurut pengasuh Pondok Pesantren Mahasiswa Al Hikam, Malang, Jawa Timur itu, dalam posisi sekarang NU justru lebih leluasa bergerak. "Sekarang ini justru bisa pro atau tidak (pada pemerintah), tergantung ma’ruf (baik) atau tidak (kebijakan pemerintah)," katanya. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Pahlawan PKB Kab Tegal

PBNU Sudah Ingatkan Malaysia Soal Ambalat

Surabaya, PKB Kab Tegal
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Drs A Hasyim Muzadi mengaku pihaknya sudah mengingatkan Malaysia dengan mengirim delegasi ke negeri jiran pada 14 Maret lalu terkait sengketa blok Ambalat. "Pak Said Aqil Siradj sudah bertemu Perdana Menteri (PM) Malaysia, karena jika terjadi perang maka Shell (perusahaan tambang minyak raksasa Belanda) yang untung," katanya di Surabaya, Minggu (20/3) seperti dikutip ANTARA.

Di sela-sela haul (peringatan wafat tahunan) ke-14 KH Mas Tholhah Abdullah Sattar selaku pendiri Pesantren At-Tauhid, Sidoresmo, Surabaya, ia menjelaskan Malaysia tak perlu melibatkan perusahaan tambang minyak Shell dalam agitasi."Perang antara RI-Malaysia akan menguntungkan Shell, tapi justru merugikan Islam, OKI, dan ASEAN. Malaysia sebagai Ketua OKI tidak baik bertempur dengan anggota OKI (Indonesia)," katanya.

Selain itu, kata mantan Ketua PWNU Jatim itu, pertempuran yang terjadi juga akan berarti perang sesama muslim, karena RI-Malaysia sama-sama negara yang mayoritas muslim. "Sebagai sesama muslim dan OKI, harga persatuan RI-Malaysia jauh lebih mahal dibanding harga minyak yang disengketakan," kata mantan Cawapres PDIP dalam pilpres 2004 itu.

Menanggapi peringatan delegasi PBNU, katanya, PM Malaysia menilai Malaysia tidak akan mengambil hak Indonesia, karena itu perlu diperjelas siapa pemilik hak yang sebenarnya."Untuk itulah, pemerintah Indonesia dan Malaysia akan berunding pada 22-23 Maret guna membicarakan solusi yang terbaik," katanya.

Ditanya langkah PBNU mengingatkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, ia menyatakan PBNU mendukung langkah TNI menjalankan langkah-langkah pro-aktif. Diberitakan sebelumnya, kedua negara telah memberi konsesi eksplorasi blok kepada perusahaan berbeda yakni Indonesia telah memberi izin kepada ENI (Italia) dan Unocal (AS), sementara Shell mengantongi izin dari Malaysia.(cih)

 

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Kajian Sunnah PKB Kab Tegal

PBNU Sudah Ingatkan Malaysia Soal Ambalat (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Sudah Ingatkan Malaysia Soal Ambalat (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Sudah Ingatkan Malaysia Soal Ambalat

Senin, 18 Desember 2017

Pelantikan Pertama Kali IPNU-IPPNU Cisumur

Cilacap, PKB Kab Tegal. Pengurus Pimpinan Ranting Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdatul Ulama (IPPNU) Desa Cisumur, Kecamatan Gandrungmangu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah resmi dilantik di desa setempat, Sabtu, (30/11).

Pelantikan ini merupakan kali pertama untuk Pimpinan Ranting IPNU-IPPNU Cisumur. Ada 27 pengurus IPNU dan 27 pengurus IPPNU yang dikukuhkan dalam acara yang dirangkai dengan kegiatan rutin Muharram di Cisumur itu.

Pelantikan Pertama Kali IPNU-IPPNU Cisumur (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelantikan Pertama Kali IPNU-IPPNU Cisumur (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelantikan Pertama Kali IPNU-IPPNU Cisumur

Ketua terpilih Eko Prasetyo (IPNU) dan Nua Lili Nurhidayati (IPPNU) mengaku sedang menerima tanggung jawab besar. Mereka berjanji akan menjalankan amanat organisasi dengan baik. Keduanya mengharap dukungan dari berbagai pihak untuk kemajuan pelajar NU di wilayahnya.

PKB Kab Tegal

Menurut Ketua Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPPNU Kecmatan Gandrungmangu Ulun Najah Azhar, pelantikan ini memberi semangat bagi pihaknya untuk membentuk rantingranting yang baru di desa lain. Dia mendorong, pengurus baru bekerja maksimal untuk kepentingan oraganisasi dan kemajuan desa setempat.

”Kader yang dilantik mesti bisa menjadi pelopor,” katanya usai melantik pengurus baru IPNU-IPPNU yang baru berdiri ini, mewakili Pimpinan Cabang IPNU-IPPNU Cilacap.

PKB Kab Tegal

Acara pelantikan dihadiri sejumlah pengurus pimpinan anak cabang Gandrungmangu dari unsure Muslimat NU, Fatayat NU, Gerakan Pemuda Ansor, kader IPNU-IPPNU, serta beberapa badan otonom NU di Cisumur. (Arif Syukron/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Halaqoh PKB Kab Tegal

Ketum PBNU Paparkan 6 Fase Penting Santri Kokohkan Pilar NKRI

Jakarta, PKB Kab Tegal. Kiprah santri teruji dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI berdasarkan Pancasila yang bersendikan Bhinneka Tunggal Ika. Santri berdiri di garda depan membentengi NKRI dari berbagai ancaman.

Ketum PBNU Paparkan 6 Fase Penting Santri Kokohkan Pilar NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)
Ketum PBNU Paparkan 6 Fase Penting Santri Kokohkan Pilar NKRI (Sumber Gambar : Nu Online)

Ketum PBNU Paparkan 6 Fase Penting Santri Kokohkan Pilar NKRI

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyampaikan hal itu pada apel akbar hari santri 2017 yang digelar di pelataran Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, Ahad (22/10). Apel diikuti ribuan santri dan pelajar dari Jabodetabek, serta Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Kapolri Jenderal M. Tito Karnavian, dan sejumlah pejabat tinggi negara.

Kiai Said kemudian menjelaskan tentang momen-momen penting peran santri dalam mengokohkan pilar-pilar NKRI itu. “Pada 1936, sebelum Indonesia merdeka, kaum santri menyatakan Nusantara sebagai Dârus Salâm. Pernyataan ini adalah legitimasi fiqih berdirinya NKRI berdasarkan Pancasila,” paparnya.

Selanjutnya, tahun 1945, kaum santri setuju menghapuskan tujuh kata dalam Piagam Jakarta demi persatuan dan kesatuan bangsa. Tujuh kata dalam sila pertama yang berbunyi “dengan kewajiban menjalankan syariat Islam bagi pemeluk-pemeluknya” itu ditolak sebagian bangsa Indonesia dan berpotensi menimbulkan disintegrasi.

“Tahun 1953, kaum santri memberi gelar Presiden Indonesia, Ir. Soekarno, sebagai Waliyyul Amri ad-Dlarûri bis Syaukah, pemimpin sah yang harus ditaati dan menyebut para pemberontak DI/TII sebagai bughat yang harus diperangi,” tambah kiai asal Cirebon ini.

PKB Kab Tegal

Berikutnya, tahun 1965, kaum santri berdiri di garda depan menghadapi rongrongan ideologi komunisme. “Tahun 1983/1984, kaum santri memelopori penerimaan Pancasila sebagai satu-satunya asas dalam kehidupan berbangsa-bernegara dan menyatakan bahwa NKRI sudah final sebagai konsensus nasional, mu’âhadah wathaniyyah,” jelasnya.

“Selepas reformasi, kaum santri menjadi bandul kekuataan moderat sehingga perubahan konstitusi tidak melenceng dari khittah 1945 bahwa NKRI adalah negara-bangsa—bukan negara agama, bukan negara suku—yang mengakui seluruh warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama, tanpa diskriminasi berdasarkan suku, ras, agama, dan golongan,” ujarnya.

Apel akbar ini didahului dengan melantunkan mars “Ya Lal Wathan” karya KH Abdul Wahab Chasbullah, pembacaan teks Pancasila, dan deklarasi ikrar santri. Sebelumnya, Sabtu (21/10) malam, pembacaan 1 miliar shalawat nariyah digelar di Masjid Raya KH Hasyim Asy’ari Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat. (Mahbib)

PKB Kab Tegal

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pahlawan PKB Kab Tegal

NU Gagal Balas Dendam dengan Muhammadiyah

Jakarta, PKB Kab Tegal. Pertandingan sepak bola antara Bintan Sembilan FC PBNU dengan The Sun Muhammadiyah berakhir dengan kemenangan The Sun 5-0. Upaya NU untuk membalas kekalahannya pada pertandingan yang dilakukan sebelum puasa Ramadhan lalu dengan skor 4-2 untuk Muhammadiyah pun kandas.

Hujan yang berlangsung seharian membuat lapangan PTIK di Kebayoran Baru yang digunakan untuk pertandingan menjadi becek, namun hal ini tak membuat semangat kedua tim yang diisi oleh sejumlah politisi dan artis kendor. Kesebelasan NU menggunakan seragam hijau sedangkan Muhammadiyah menggunakan seragam merah.

Tim NU dikomandani oleh Dubes RI untuk Qatar HM Rozy Munir dengan anggota sejumlah pejabat dan politisi senayan seperti Menkop UKM Suryadarma Ali, Ketua FKB Effendi Choirie, Masduki Baidlawi, Slamet Effedi Yusuf, Gubernur Kalsel Rudy Arifin dan sejumlah pengurus PBNU.

NU Gagal Balas Dendam dengan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Gagal Balas Dendam dengan Muhammadiyah (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Gagal Balas Dendam dengan Muhammadiyah

Tim Muhammadiyah diperkuat oleh Din Syamsuddin, Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Menpora Adyaksa Dault, Rektor UI Gumilar serta artis Primus.

Begitu dilakukan kick off, tim Muhammadiyah yang tampil solid langsung melakukan serangan-serangan menusuk ke gawang PBNU yang akhirnya Muzammil Yusuf menyarangkan gol. Dua gol kembali masuk ke gawang PBNU yang dilakukan oleh Azrul Anwar pada babak pertama sehingga skor menjadi 3-0 untuk Muhammadiyah.

Pada babak kedua, Menpora Adyaksa Dault menyarangkan 2 gol ke gawang PBNU sehingga kedudukan 5-0 sampai akhir pertandingan. Cici Tegal, yang menjadi komentator menyatakan tak salah kalau Adyaksa jadi Menpora.

PKB Kab Tegal

Tim NU sebenarnya sudah berupaya mengganti kiper sampai tiga kali, tapi ternyata tak bisa menahan serangan-serangan beruntun dari Muhammadiyah. Sejumlah kesempatan emas dari kerjasama tim NU di lini depan ternyata tak bisa menghasilkan satu gol pun.

PKB Kab Tegal

Karena sifatnya pertandingan persahabatan, pemain masuk ke lapangan silih berganti jika merasa lelah dan digantikan oleh rekan lainnya. Para supporter dari masing-masing kubu memberikan dukungan, bahkan tim Muhammadiyah mendatangkan para mahasiswa dari UHamka.

Jika pada pertandingan antar negara diperdengarkan lagu kebangsaan, pada pertandingan dua ormas Islam terbesar ini, diperdengarkan sholawat Badar dan mars Sang Surya. Tak lupa, masing-masing fihak menyampaikan pidato singkat.

Baik Rozy Munir yang mewakili PBNU maupun Din Syamsuddin menyatakan pertandingan ini merupakan pertandingan untuk menjalin ukhuwah islamiyah, soal kalah atau menang tidak penting. Rozy juga berharap agar pertandingan olah raga ini juga bisa dilakukan oleh warga NU dan Muhammadiyah di daerah.

Hadir pula menyaksikan pertandingan Dubes Palestina untuk Indonesia Fariz Nafe Mehdawi dan personel group musik Debu yang berasal dari AS. Tampak pula artis dangdut Iis Dahlia, meskipun datang agar terlambat.

Sebelumnya presiden SBY sudah merencanakan untuk melakukan kick off pertama, namun batal. Pada pertandingan sebelumnya, wapres Jusuf Kalla sempat menjadi wasit. (mkf)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Lomba PKB Kab Tegal

Kiai As’ad di Mata Mahbub Djunaidi

Penulis kesohor kelahiran Jakarta, H Mahbub Djunaidi (1933-1995) memiliki kedekatan khusus dengan KHR As’ad Syamsul Arifin. Dan sepertinya ada ketaatan yang khusus pula dari Mahbub kepadanya.?

Dalam sebuah tulisannya di tahun 1985, karena ditelepon Kiai As’ad untuk menghadap ke Situbondo, Mahbub mengupayakan datang. Padahal dalam tulisan itu, ia yang telah hijrah dari Jakarta ke Bandung, mengaku ngantuk. Dan Situbondo bukanlah kota yang dekat. Dari Surabaya saja mesti naik bus menempuh perjalanan 200 km.?

“Buat orang Bandung seperti saya, kota Situbondo itu jauhnya bukan alang-kepalang. Membayangkannya saja sudah ngos-ngosan,” katanya pada koran Eksponen 7 April 1985 yang berjudul Lagi-lagi Situbondo.?

Kiai As’ad di Mata Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai As’ad di Mata Mahbub Djunaidi (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai As’ad di Mata Mahbub Djunaidi

Penulis novel Dari Hari ke Hari dan Angin Musim ini, dalam tulisan lain mengungkap sosok Mustasyar Aam PBNU tersebut:?

“Kepada saya, sang kiai ngobrol penuh jenaka tentang romantika masa mudanya. Kepada saya, kiai bicara perihal keadaan negara dan pikiran pemecahan masalah tingkat tinggi. Kepada saya, kiai mempersoalkan apa yang pernah ditulis Suzanne Keller dalam dia punya “Beyond the Rulling Class”-nya: pengelompokan elite golongan atas dengan segala akibatnya. Kepada saya, kiai menandaskan keblingeran Ayatullah Khomeini.”

Ungkapan Mahbub tersebut, menunjukkan horizon ilmu pengetahuan Kiai As’ad tidak hanya kitab kuning mellul, melainkan juga ilmu umum. Kiai As’ad mampu mengkritik tokoh-tokoh dunia waktu itu.?

PKB Kab Tegal

Lanjutan tulisan tersebut, dengan menunjukkan kehebatan Kiai As’ad, sekaligus mengkritik Sutan Takdir Alisyahbana (STA). Seperti diketahui, STA menolak fondasi pendidikan nasional berdasrakan dari pesantren, tapi seharusnya dari Barat. Pendapat STA berlawanan dengan tokoh-tokoh senior seperti Soetomo, Tjindarbumi, Adinegoro, Sanusi Pane, dan Ki Hajar Dewantara. Silang pendapat mereka diabadikan dalam Polemik Kebudayaan yang didokumentasikan Achdiat Kartamihardja.?

Di sisi lain, tulisan Mahbub yang dimuat Tempo, 27 Februari 1982 ketika Orde Baru sedang giat-giatnya menganggap agama sebagai residu. Agama dalam hal ini, adalah kalangan Nahdliyin (pesantren). Kalangan penghambat dan beban pembangunan.?

Dengan tulisan itu pula, Mahbub sepertinya ingin menunjukkan kepada Orba bahwa kalangan pesantren itu pemahamannya tidak bisa dikatakan penghambat pembangunan. Lihatlah Kiai As’ad dengan pemikirannya. Mahbub menunjukkan bukti tersebut:?

PKB Kab Tegal

“Dan kepada saya, Kiai As’ad Syamsul Arifin dari Situbondo ini memikirkan cara bagaimana menerapkan teknologi madya kaum nelayan sepanjang lor Jawa dan seantero Madura dengan pulau-pulau yang tak sanggup saya hafal namanya. Jika ada waktu luang, baik juga Prof. Sutan Takdir Alisyahbana bertukar pandangan dengan beliau seraya santap capcay di rumah makan turis Pasirputih,” ujar Mahbub pada tulisan ”Di Suatu Masa, Sebuah Persoalan” tersebut.?

Hubungan Kiai As’ad dan Mahbub Djunaidi diakui Isfandiari, anak bungsu Mahbub. Kepada sebuah media online, Isfan menyampaikan kesaksian persentuhan ayahnya dengan kiai tersebut.?

“Paling teringat saat bertemu kali pertama dengan Kiai As’ad Syamsul Arifin di Situbondo, kiai kharismatik yang berselera humor tinggi, juga toleran. Ia pernah mengajak saya ke “gubuknya” di sudut pesantren yang saat itu sudah megah. Kediamannya hanya terdiri atas dipan dan perabot seadanya. Sangat sederhana. Saat itu saya saksi hidup persahabatan ayahnya dengan Kiai As’ad,” katanya. (Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Cerita, Ubudiyah PKB Kab Tegal

Bupati Dompu Buka Kick Off LSN Region III NTB

Dompu, PKB Kab Tegal. Kick off Liga Santri Nusantara Region NTB III yang meliputi Bima, dan Dompu telah berlangsung Senin (5/9) di Lapangan Pantapaju, Dompu.? Pada acara pembukaan Kick off LSN Region NTB III ini dibuka langsung oleh Bupati Dompu, H. Bambang Yasin. Beserta panitia LSN Region NTB III.

Dalam sambutannya Bupati Dompu, berharap Liga Santri menjadi Kalender Nasional oleh Menteri Pemuda dan Olahraga. Di samping itu, Bambang Yasin juga berharap dengan digelarnya LSN ini, bisa menjadi wadah santri untuk menjaga kesehatan raganya, sedangkan pembangunan jiwa dilakukan di pesantren.

Bupati Dompu Buka Kick Off LSN Region III NTB (Sumber Gambar : Nu Online)
Bupati Dompu Buka Kick Off LSN Region III NTB (Sumber Gambar : Nu Online)

Bupati Dompu Buka Kick Off LSN Region III NTB

“Dengan digelarnya Liga Santri Nusantara ini, kita berharap bisa menjadi alat untuk membangun raga para santri melalui olahraga, dan pembangunan jiwa santri melalui pengetahuan agama di pesantren,” harapnya.

Tak kalah pentingnya tambah Bupati Dompu ini, Liga Santri ini harus menjadi contoh dalam membangun kemajuan olahraga khususnya Kabupaten Dompu. “Ini harus menjadi contoh untuk membangun kembali olahraga Dompu, dan umumnya Kepulauan Sumbawa,” tegasnya.

Bupati juga berharap dengan perhelatan LSN, dapat melahirkan generasi pemain yang memilik skil dan sikap amanah sehingga bisa menjadi nilai lebih dari pembinaan olahraga sepakbola yang lain. “Untuk anak-anak santri yang bermain junjung tinggi sportivitas,” pesannya.

PKB Kab Tegal

Menurut Suprtaman Ketua Panitia LSN NTB III, pada Liga Santri Nusantara Region NTB III ini diiuti oleh 24 pondok pesantren. 5 pesantren dari Kecamatan Manggelewa, 2 pesantren dari Kecamatan Wuja, 4 pesantren dari Kecamatan Pekat, 1 dari Kecamatan Hu’u, dan Kecamatan Pajo juga diwakili 1 pesantren.

Hadir pula dalam Kickoff LSN NTB III ini, Wakil Ketua DPRD Dompu M. Amin, Sekjen PKB NTB Akhdiyansyah, Kepala Dishubkominfo Syarifudin ST, Camat Pajo, H. Ibrahim, Pimpinan BRI Munta Rully. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal Makam PKB Kab Tegal