Minggu, 03 Desember 2017

Belasan Ribu Warga Undawanu Hadiri Peringatan Harlah Ke-91 NU

Blitar, PKB Kab Tegal. Usai sembahyang Isya’, warga dari berbagai pelosok di kabupaten Blitar mulai berdatangan ke lokasi pengajian akbar di Bakung Barat kecamatan Undawanu, Blitar, Selasa (10/6). Mengawali peringatan Harlah ke-91 NU, KH Dimyati Zaini memandu mereka membacakan tahlil untuk para leluhur masyarakat Blitar.

Tampak hadir pemimpin Majelis Taklim dan Sholawat Nariyah Mughitsu Al-Mughits KH Mohammad Shonhaji dari pesantren Mambaul Hikam Mantenan, KH Abdul Muhaimin, Camat Udanawu Syamsul Ma’arif, Kapolsek, Danramil, Kepala KUA Udanawu H Zainal Abidin, Kepala desa Bakung M Shoib.

Belasan Ribu Warga Undawanu Hadiri Peringatan Harlah Ke-91 NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Belasan Ribu Warga Undawanu Hadiri Peringatan Harlah Ke-91 NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Belasan Ribu Warga Undawanu Hadiri Peringatan Harlah Ke-91 NU

Di hadapan belasan ribu warga, Kiai Dimyati mengingatkan hadirnya bulan Sya’ban dan Ramadhan.

PKB Kab Tegal

“Bulan Sya’ban ini mengandung banyak keutamaan. Karenanya, kita perlu memperbanyak amal ibadah di dalamnya,” terang Kiai Dimyati di tengah hadirin yang juga datang dari sejumlah kabupaten sekitar seperti Tulungagung, Malang, Kediri, Nganjuk, Jombang, Mojokerto, dan Trenggalek.

PKB Kab Tegal

Kiai Dimyati juga menganjurkan warga untuk terus mengamalkan ajaran Aswaja NU.

Sejak sore, Banser Satkoyon Udanawu tampak siaga di lokasi. Bersama perangkat desa setempat, anggota Banser Undawanu mengatur lalu lintas. (Imam Kusnin Ahmad/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Ahlussunnah PKB Kab Tegal

Unusia Terima Kunjungan Sekolah Tinggi Teologi Korsel

Jakarta, PKB Kab Tegal - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menerima kunjungan rombongan delegasi Yonsei University, The United Graduate School of Theology Korea Selatan di Gedung PBNU, Rabu (9/8) siang. Keduanya terlibat dialog perihal demokrasi, toleransi, dan studi kawasan Asia Tenggara.

Tampak hadir Wakil Ketua Umum PBNU H Maksoem Mahfudz, Wasekjen PBNU H Sulthon Fathoni, dosen Unusia Mh Nurul Huda.

Unusia Terima Kunjungan Sekolah Tinggi Teologi Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)
Unusia Terima Kunjungan Sekolah Tinggi Teologi Korsel (Sumber Gambar : Nu Online)

Unusia Terima Kunjungan Sekolah Tinggi Teologi Korsel

Rombongan dari Yonsei University ini sedikitnya berjumlah sepuluh orang dengan dibimbing seorang pengajar.

PKB Kab Tegal

Mereka antara lain bertanya soal peran mayoritas pemuka agama Islam di Indonesia sehingga membentuk wajah Islam yang moderat di Nusantara.

“Para guru dan kiai kami sejak ratusan tahun menegaskan bahwa dalam soal muamalah kita bebas. Artinya, kita boleh berinteraksi di bidang muamalah dengan kalangan non-Muslim sekalipun. Adapun dalam hal ibadah, kita tetap memegang prinsip-prinsip bermadzhab dalam Islam,” kata H Maksoem.

PKB Kab Tegal

Di akhir kunjungan, rombongan menceritakan bahwa Muslim di Korea dirasakan cenderung konservatif dan lebih ke kanan. Hal ini sangat berbeda jauh dari wajah Islam di Indonesia. Mereka kemudian menanyakan resep pendidikan keislaman yang berlangsung ratusan tahun di Indonesia. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Daerah, Internasional PKB Kab Tegal

Sabtu, 02 Desember 2017

Cara Paling Efektif Merawat Keberagaman Indonesia Menurut Menteri Agama

Banda Aceh, PKB Kab Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menyebutkan sudah menjadi tugas orang-orang beragama untuk menjaga keberagaman di Indonesia. Hal ini tidak terlepas karena masyarakat Indonesia adalah bangsa yang religius dengan beragama agama, suku, bahasa, dan lain-lain.

Cara Paling Efektif Merawat Keberagaman Indonesia Menurut Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
Cara Paling Efektif Merawat Keberagaman Indonesia Menurut Menteri Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

Cara Paling Efektif Merawat Keberagaman Indonesia Menurut Menteri Agama

Menurut salah seorang putra KH Saifuddin Zuhri itu, cara yang paling efektif untuk merawat keragaman itu adalah menghadirkan nilai-nilai religiusitas, sebagai perekat dan kohesi sosial yang mampu melahirkan kesadaran, pemahaman, dan tingkah laku untuk saling menjunjung tinggi eksistensi antar sesama.

“Sehingga terjalin rasa persaudaraan dan keharmonisan di antara kita,” kata Menag Lukman saat membuka Pentas PAI 2017, Senin (9/10) di Taman Sulthanah Shafiatuddin Banda Aceh.

Di hadapan lebih dari 906 siswa sekolah yang menjadi peserta di Pentas PAI juga dihadapan ribuan hadirin yang memadati tempat pembukaan, Menag menegaskan bahwa nilai agama adalah sumber perekat keragaman agar kehidupan antar sesama terjalin secara harmonis. 

Untuk itu, melalui pentas PAI, Menag Lukman mengajak semua pihak untuk dapat merawat keragaman sebagai kenyataan faktual keindonesiaan dengan memantapkan nilai-nilai keagamaan.

PKB Kab Tegal

“Mari kita rawat keragaman sebagai kenyataan faktual ke-Indonesia-an dengan memantapkan nilai-nilai keagamaan kita,” tegas Menag.

PKB Kab Tegal

Pendidikan Agama Islam, tambahnya, sudah seharusnya diposisikan untuk memperkuat identitas keindonesiaan. Bahkan, lanjutnya, Pendidikan Agama Islam kiranya menjadi instrumen untuk meneguhkan semangat nasionalisme dan kebangsaan.

Seluruh siswa dan guru sekolah  tidak perlu lagi mempertentangkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dengan agama. Sebaliknya, semangat nasionalisme dan membangun NKRI dipahami sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari semangat keagamaan.

“Identitas kita sebagai muslim dengan semangat warga negara Indonesia menjadi satu kesatuan. Mencintai Tanah Air merupakan bagian dari rasa cinta terhadap agama kita,” ucap Menag.

Pembukaan kegiatan yang mengangkat tema besar Merawat Keberagaman, Memantapkan Keberagamaan dan dimeriahkan sejumlah penampilan seni dan budaya Aceh ini juga dihadiri oleh Gubernur Provinsi Aceh Irwandi Yusuf dan para Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama se-Indonesia. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal IMNU PKB Kab Tegal

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

Pontianak, PKB Kab Tegal. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin secara resmi membuka perhelatan Kompetisi Sains Madrasah (KSM) ke-5 tahun 2016, Selasa (23/8) di Gedung Serba Guna Pontianak Convention Center (PCC), Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Lukman hadir tepat pukul 14.00 WITA didampingi Gubernur Kalimantan Barat Cornelius, Dirjen Pendis Kamaruddin, Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan, dan Kepala Kanwil Kemenag Pontianak Syahrul Yadi.

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)
Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak (Sumber Gambar : Nu Online)

Menag Resmi Buka Kompetisi Sains Madrasah 2016 di Pontianak

Dalam sambutannya, Menag menyambut baik KSM dan mendukung secara penuh kegiatan seperti ini untuk terus dilaksanakan setiap tahun. Dia juga menyambut baik keterlibatan siswa sekolah umum di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada event KSM mulai tahun 2016 ini. Ini merupakan bukti bahwa siswa madrasah siap bersaing dan berkompetisi secara fair dalam setiap lomba dan kompetisi.

“Saya harus katakan bahwa saya bangga melihat kemajuan yang telah dicapai lembaga pendidikan madrasah saat ini. Siswa-siswi madrasah telah banyak menorehkan prestasi yang membanggakan bangsa Indonesia di berbagai ajang kompetisi nasional maupun internasional,” ujar Menag di hadapan sekitar 865 peserta dan pendamping KSM dari seluruh Indonesia.

Saat ini, lanjut Menag, bangsa Indonesia sedang memasuki era persaingan bebas di tingkat regional Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dan juga persaingan global. Kita tidak boleh lagi bangga dengan kekayaan alam yang kita miliki. Kekayaan alam yang melimpah tanpa didukung kualitas SDM yang unggul dan berintegritas hanya akan semakin menyengsarakan dan menghinakan kita.?

“Kekayaan alam kita memang tidak terbatas. Namun, ukuran maju tidaknya suatu bangsa tidak lagi ditentukan oleh kepemilikan sumber daya alam saja, tetapi yang lebih penting lagi adalah ketersediaan human capital atau sumber daya manusia (SDM) yang unggul,” papar Lukman.

PKB Kab Tegal

Dalam konteks ini, imbuhnya, KSM tahun 2016 ini dapat dijadikan sebagai momentum strategis penyiapan generasi emas ilmuwan dan cerdik-cendekiamuslim yang unggul, paripurna dan siap menjadi pemimpin perubahan di masyarakat yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan negaranya.

PKB Kab Tegal

Kegiatan KSM 2016 yang akan berlangsung hingga 27 Agustus 2016 mendatang ini merupakan ajang pembuktian presatsi para siswa madrasah dari seluruh Indonesia di bidang sains dan agama. Dari ajang ini, madrasah mempunyai bibit-bibit unggul yang akan meramaikan persaingan global. Terbukti tidak sedikit siswa madrasah yang meraih prestasi tertinggi di kompetisi sains internasional seperti matematika, robotik, dan penemuan-penemuan lain di bidang sains.

Dalam KSM kali ini, selain kompetisi sains dan Agama Islam, ada beberapa kegiatan antara lain Surya Game Online dan matematika gasing berbasis sains hasil kerja sama dengan Surya University, workshop motivasi pengembangan diri dan rembuk nasional bidang kesiswaan madrasah se-Indonesia.

Untuk tingkat MI/SD, bidang yang dilombakan adalah Matematika dan Agama Islam, IPA dan Agama Islam. Sedang tingkat MTs/SMP, ada Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam serta Fisika dan Agama Islam. Sementara untuk tingkat MA/SMU, ada 6 bidang perlombaan, yakni Matematika dan Agama Islam, Biologi dan Agama Islam, Fisika dan Agama Islam, Kimia dan Agama Islam, Ekonomi dan Agama Islam serta Geogragfi dan Agama Islam. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pendidikan PKB Kab Tegal

Jumat, 01 Desember 2017

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah

Berbicara tentang pesantren yang sukses dalam pengembangan ekonomi syariah, kita langsung mengarah pada pesantren Sidogiri di Pasuruan dengan Baitul Mal wa Tamwil (MBT) UGT yang hingga kini terus melebarkan sayapnya ke berbagai wilayah di seluruh penjuru Indonesia. Pesantren ini kini menjadi rujukan tempat belajar ekonomi syariah pesantren lain dan menjadi jujukan para mahasiswa, dosen, dan peneliti yang ingin tahu lebih dalam kiat kesuksesan mereka.  

Karena banyaknya pihak yang ingin belajar ekonomi syariah ini, akhirnya dibentuklah Shariah Business Centre (SBC) Sidogiri, yang merupakan Lembaga Diklat Profesi Koperasi Jasa Keuangan Syariah (LDP KJK) yang  bergerak di bidang pelatihan untuk penyediaan Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal di bidang koperasi syariah. Selain memberikan layanan pelatihan, SBC Sidogiri juga menyediakan jasa konsultan dan pendampingan UKM dengan pola atau sistem syariah

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Sidogiri, Mercusuar Pengembangan Ekonomi Syariah

Tentu saja kesuksesan yang kini diraih itu tidak datang dengan tiba-tiba. Banyak aral melintang dan hambatan yang harus dilaluinya. Tetapi berbagai kesulitan itu tidak membuat para para pengagas BMT Syariah di Sidogiri patah semangat, melainkan dijadikan sebagai penghela semangat untuk terus belajar. Kini mereka telah memetik hasil dari proses belajar yang sulit dan secara hati-hati terus mengembangkan usahanya. Koperasi Syariah Sidogiri telah memiliki anggota 8.871 orang, 256 Cabang, di 10 Propinsi, jumlah simpanan 165 Milyar, aset 1,2 Triliun, dengan omset 13.6 Triliun rupiah

Bagaimana awal mulanya pengembangan ekonomi syariah ini berkembang. Seperti pesantran-pesantren lainnya, kajian kitab kuning merupakan “makanan” sehari-hari. Dalam bab muamalah, pembahasan tentang riba secara gamblang dibahas. Pengasuh pesantren Sidogiri KH Nawawi Thoyib merasa tak bisa lepas tangan dengan kondisi masyarakat di sekitarnya yang dicekik oleh renternir, sementara mereka hanya berdiam diri dan mengharamkan saja tanpa mampu berbuat sesuatu. Dengan tekad bulat, pada 1993 ia mulai membantu masyarakat mengganti pinjaman dari renternir dengan pinjaman tanpa bunga. 

PKB Kab Tegal

PKB Kab Tegal

Teladan yang diberikan oleh pengasuh pesantren tersebut memberi inspirasi para ustadz muda waktu itu seperti Ust H. Mahmud Ali Zain, yang kini menjadi tokoh penting dalam koperasi syariah Sidogiri. Mereka berusaha belajar dan mencari jejaring yang terkait dengan pengembangan ekonomi syariah. Pada tahun 1990an, Konsep simpan pinjam berbasis syariah masih langka, tetapi hal itu tidak menyurutkan langkahnya untuk mencari ilmu. Upayanya tak sia-sia, salah satunya mereka mendapatkan akses mengirimkan 10 orang untuk mengikuti pelatihan BMT dari sebuah Bank Syariah yang mulai diizinkan beroperasi di Indonesia. 

Dari situlah kemudian dilanjutkan dengan pendirian Koperasi BMT yang diberi nama Baitul Mal wat-Tamwil Maslahah Mursalah lil Ummah dengan anggota para guru MMU (Madrasah Miftahul Ulum) Pondok Pesantren Sidogiri. Koperasi ini secara resmi didirikan pada tanggal 12 Rabi’ul Awal 1418 H (ditepatkan dengan tanggal lahir Rasulullah SAW) atau 17 Juli 1997 di kecamatan Wonorejo Pasuruan. 

Setelah bermusyawarah dan mensosialisasikan cita-cita mulia ini, terdapat 148 orang yang bersedia menjadi anggota dan berhasil dikumpulkan modal sebanyak 13.5 juta rupiah. Koperasi itu mulai usahanya dengan menyewa kantor seluas 16 meter persegi. Dari tempat kecil inilah, para pelopor ekonomi syariah dari Sidogiri mulai berupaya ilmu yang diperoleh dari pesantren dan pelatihan.  

Pelan tapi pasti, dengan mengedepankan sikap profesional, memisahkan antara manajemen pesantren dan manajemen ekonomi, koperasi tersebut berkembang dengan baik. Hal ini membuat komunitas Sidogiri yang lebih luas, khususnya para guru dan alumni menginginkan pendirian koperasi dalam skup yang lebih luas. Maka pada tanggal 05 Rabiul Awal 1421 H (juga bertepatan dengan bulan lahirnya Rasulullah SAW) atau 22 Juni 2000 M diresmikan dan dibuka satu unit Koperasi BMT UGT Sidogiri di Jalan Asem Mulyo 48 C Surabaya. Seperti pendahulunya, BMT ini berjalan dengan baik. Dengan target pasar yang memang luas, BMT UGT Sidogiri mampu melayani konsumen dalam jangkauan yang luas dan kini menjadi perbincangan nasional. 

Kini Sidogiri bukan lagi sekedar pesantren yang mengajarkan kitab kuning, melainkan telah menjadi Lembaga Ekonomi dan Sosial dibawah payung Sidogiri Network Forum (SNF) dengan serangkaian usaha yang meliputi (1) koperasi pesantren, (2) BMT Maslahah, (3), BMT UGT Usaha Gabungan Terpadu (4) BPR Syariah Ummu (jasa Keuangan), (5) koperasi Agro, (6) SBC Sidogiri (Diklat Profesi Jasa Keuangan Syariah), (7) LAZ Sidogiri (Lembaga Amil Zakat), (8) L-KAF Sidogiri (Lembaga Wakaf), (9) IASS Sidogiri (Ikatan Alumni Santri), (10) majalah Buletin Sidogiri, dan (11) Penerbitan Pustaka Sidogiri. 

Seiring dengan semakin bertambahnya kepercayaan masyarakat, luasnya jaringan alumni, bertambahnya akses modal dan pengalaman. Tak diragukan lagi, upaya dakwah ekonomi yang secara langsung menyentuh lapisan akar rumput akan terus berkembang. Dakwah tak sekedar bil lisan, tetapi juga bil hal atau dengan aksi nyata. Model seperti inilah yang akan memberikan hasil yang dahsyat.  

Upaya pengembangan ekonomi berbasis pesantren yang kini gencar dilakukan, baik oleh masyarakat maupun oleh pemerintah melalui Kemenag, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga pemerintah lainnya mendapat partner yang baik yang bisa mendampingi pesantren lain yang ingin belajar ekonomi syariah. Sidogiri paham betul tradisi pesantren dan tahu apa yang harus dilakukan agar kegiatan ekonomi pesantren ini bisa tumbuh. (Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Berita PKB Kab Tegal

Kamis, 30 November 2017

Mendalami Makna Doa Iftitah

Secara bahasa kata iftitah bermakna pembukaan, serumpun dengan kata miftah yang secara bahasa bermakna alat pembuka atau kunci. Maka, do’a iftitah bisa dimaksudkan dengan do’a kunci yang berfungsi sebagai alat pembuka dalam setiap shalat. Karena itu kandungan isinya semacam laporan akan kehadiran diri memenuhi panggilan Allah swt.

? ? ? ? ? ?

Kuhadapkan mukaku kepada Dzat yang menjadikan langit dan bumi.

Mendalami Makna Doa Iftitah (Sumber Gambar : Nu Online)
Mendalami Makna Doa Iftitah (Sumber Gambar : Nu Online)

Mendalami Makna Doa Iftitah

Yang dimaksud dengan ‘muka’ bukanlah muka dzahir yang sama arti dengan wajah yang secara fisik menghadap ke arah kiblat . Tetapi muka bathin yang menghadap ke Allah swt. Karena pada hakikatnya yang memiliki kemampuan melihat Allah dan mengenalnya bukanlah mata dzahir, tetapi mata bathin. Setelah melapor atas kehadirannya (sebagaimana tertuang dalam do’a di atas), orang yang shalat kemudian melakukan pengakuan akan kelemahan dan kepasrahan yang berbunyi:

? ? ? ? ? ?

? …dengan condong? dan berserah diri, dan aku bukanlah termasuk orang musyrik.

PKB Kab Tegal

Dalam bagian pertama doa iftitah ini terlihat sekali proses pengakuan seorang hamba akan kebesaran-Nya, yang secara otomatis memposisikan diri lebih kecil dari-Nya. Barang siapa terbersit dalam hatinya akan adanya kekuasaan yang lebih besar dari Allah swt. sungguh orang itu telah terjerumus dalam kemusyrikan. Begitu pula, jika terbersit kesombongan dalam hati akan ke-Aku’annya, sungguh orang itu telah terjerumus dalam syirik kecil. Jika demikian keadaannya, maka hendaklah orang itu menata hati terlebih dahulu sebelum mengucapkan do’a iftitah.

Setelah melaporkan kehadiran dan pangakuan dirinya, barulah seseorang berikrar akan posisi berbagai laku ibadahnya sebagaimana terucap dalam lanjutan do’a iftitah

PKB Kab Tegal

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku hanya milik Allah Rabbil Alamin, tiada sekutu bagi-Nya. Demikianlah aku diperintah, dan aku termasuk orang muslim.

Inilah bentuk kepasrahan total seseorang, tidak ada kemampuan dan kepemilikan dalam dirinya. Jangankan hidup dan mati, ibadah dan segala amal yang dikerjakannya-pun semua dikembalikan kepada Allah Yang Maha Kuasa. ?

Pengakuan akan kepasrahan total dari seorang hamba kepada Allah swt merupakan adalah kandungan inti dalam do’a iftitah, karena itulah do’a iftitah juga dapat dimaknai sebagai do’a pembuka, tidak hanya pembuka shalat tetapi juga pembuka pintu langit. Karena do’a ini sekonyong-konyong membukakan pintu komunikasi antara hamba dan Tuhannya. (red. Ulil H)

Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Pertandingan PKB Kab Tegal

Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3

Bandung, PKB Kab Tegal

Universitas Islam Nusantara (Uninus) menyelenggarakan seleksi tertulis untuk program Beasiswa S2/S3 bekerja sama dengan Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Jawa Barat. Seleksi akan diselenggarakan pada Rabu (1/2) besok di Aula Pascarjana Uninus Bandung Jalan Soekarno-Hatta No 530 Kota Bandung, Jawa Barat.

Para peserta berjumlah 133 guru yang merupakan utusan dari 19 Pimpinan Cabang Pergunu di Jawa Barat. Seleksi tertulis ini meliputi tes potensi akademik, bahasa Arab, bahasa Inggris dan psikotes.

Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3 (Sumber Gambar : Nu Online)
Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3 (Sumber Gambar : Nu Online)

Uninus Seleksi Ratusan Guru NU Calon Penerima Beasiswa S2-S3

Menurut Rektor Uninus Suhendra Yusuf, program beasiswa yang ditawarkan menyediakan tiga? pilihan program studi, yaitu Prodi Magister Pendidikan Agama Islam (S2) dengan akriditasi B, Magister Manajemen Pendidikan (S2)dengan akriditasi A,? dan Prodi Doktoral Ilmu Pendidikan (S3) dengan akriditasi B.

PKB Kab Tegal

Sementara itu, Sekretaris Pergunu Jawa Barat H Saepuloh berharap semua peserta calon penerima beasiswa S2 dan S3 kerja sama Uninus dengan Pergunu Jawa Barat bisa mengikuti seleksi tersebut dengan sebaik-baiknya.

PKB Kab Tegal

"Hakikatnya seleksi tersebut merupakan alat ukur kemampuan awal dari semua calon penerima beasiswa S2 dan S3," tutur Saepuloh

Lebih lanjut Saepuloh mengatakan utuk para peserta yang lulus seleksi beasiswa S2 dan S3, akan memulai kegiatan perkuluah matrikulasi pada minggu kedua bulan Februari. (Red: Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

PKB Kab Tegal Hikmah, Syariah, Pendidikan PKB Kab Tegal